Ristek Headline |
Sabtu 05 September 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 19 Agustus 2015
The 5th Steering Committee Meeting in The Field of Geothermal Energy

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
Info Pengadaan Barang Dan Jasa

surat

Ristek TV

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Rabu 19 September 2012
Iptek Voice : Kebutuhan Hujan Buatan di Indonesia
Print PDF Facebook Twitter Email

Istilah hujan buatan bukanlah sebuah proses untuk membuat hujan tapi mengintervensi proses yang ada didalam awan dengan bahan-bahan semai tertentu seperti garam dapur yang dapat memicu proses tumbukan dan penggabungan yanga ada dalam awan menjadi lebih efektif dan cepat menjadi hujan. Garam digiling sangat halus kemudian ditaburkan dalam awan. Wahananya sendiri dengan pesawat yang bersifat dinamis atau groundbase generator yang bersifat statis. 

Proses hujan buatan tidak diarahkan berdasarkan daerahnya tapi mengarah pada keberadaan awan.  Untuk membuat hujan memang terbatas waktu.
“Pada saat kemarau yang memang sudah kering sekali dan keberadaan awan potensial tidak ada maka kita tidak bisa membuat hujan buatan,” kata Kepala UPT Hujan Buatan BPPT, Heru Widodo pada siaran Iptek Voice, 19 September 2012.

Di Indonesia, secara umum daerah timur keberadaan awannya sangat terbatas karena waktu musim hujan lebih sedikit dibandingkan musim kemarau. Namun demikian yang menjadi ukuran sebenarnya adalah daerah aliran sungai yang terlalu sempit. Jika DAS terlalu sempit akan sulit karena jika disemai untuk pengisian waduk tidak hanya menyemai awan-awan yang ada diatasnya namun juga menyemai awan-awan yang ada di daerah aliran sungai tadi. Jadi air yang turun dari hasil proses hujan buatan juga akan masuk ke waduk dan DAS sehingga tingkat kesulitannya tinggi sekali.

Dari hasil penelitian, pemantuan dan pemonitoran hasil hujan buatan yang diambil dari sampel, tidak ada beda nyata antara hasil hujan alam dan hasil hujan buatan. Karena bahan semai yang digunakan ramah lingkungan dan jumlah yang dimasukkan relatif lebih kecil dari hasil air yang begitu besar. Hujan buatan tidak mengganggu iklim karena Indonesia termasuk kaya akan uap air jadi begitu dihujankan uap air akan menguap lagi dan begitu seterusnya.

Tahun ini, hujan buatan telah dilakukan antara lain di Palangkaraya, Jambi, Singkarak, Riau dan sejumlah tempat lainnya. Dalam perkembangannya, teknologi ini kemudian mampu digunakan untuk mengurangi hotspot untuk asap bahkan bisa mengurangi curah hujan agar tidak banjir. Hal ini sudah pernah dilakukan selama pelaksanaan SEA Games 2011 di Jakabaring Palembang.

“Pemerintah daerah dalam hal ini sebenarnya pada saat ada bencana juga bisa meminta kepada BNPB yang nantinya akan meminta juga ke kami (BPPT). Namun demikian teknologi yang punya hanya di BPPT. Kakau memang ada beberapa daerah yang ingin tahu hujan bautan itu seperti apa bisa kontak kami dan kami akan datang untuk mempresentasikan,” ujar Heru.

Sahabat Iptek...simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE setiap Senin sampai Jumat pukul 08.30-09.00 WIB di PRO 4, 92.8 FM .IPTEK VOICE "The Sound of Science". (bhh/aps/humasristek)



Sabtu 29 Agustus 2015
Indonesia Meraih Medali Emas dalam Asean Plus Three Junior Science Odyssey 2015
Sabtu 29 Agustus 2015
Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta Lahirkan Para Intelektual Muda
Jumat 28 Agustus 2015
PP IPTEK ikut meramaikan Pameran Iptek di Kab. Belitung Timur
Jumat 28 Agustus 2015
Menristekdikti: Saatnya Hilirisasi dan Komersialisasi Hasil Penelitian
Jumat 28 Agustus 2015
Pelantikan Eselon 2 Kemenristekdikti: Energi Baru di Lingkungan Kemenristekdikti
Kamis 27 Agustus 2015
Menristekdikti: Perbaikan yang Tepat Sasaran
Selasa 25 Agustus 2015
Science Camp Nasional 2015
Selasa 25 Agustus 2015
ISTIC Certified Training Programme on Science, Technology and Innovation di Malaysia
Senin 24 Agustus 2015
Sekjen Kemenristekdikti : Mahasiswa UNSOED Harus Jadi Pemimpin Berkarakter Kebangsaan
Senin 24 Agustus 2015
Workshop and Exhibition SATREPS 2015
[ Berita lainnya ]