Ristek Headline |
Senin 20 Mei 2013
 
 
Iptek Voice
Senin 13 Mei 2013
Potensi Energi Laut dan Regulasinya di Indonesia
http://www.ristek.go.id/file/voice/2013/05/potensi-energi-laut-dan-regulasinya-di-indonesia.mp3
kategori : Energi
Prof. Ir. Mukhtasor dan Dr. Ir. Anny Sulaswatty, M.Eng
Galeri Foto

Rabu 15 Mei 2013
Rumah Pintar Akan di Kembangkan di Daerah

FacebookTwitter

Intranet
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum
Majalah

RUP TA 2012


BERITA KEGIATAN RISTEK
Rabu 19 September 2012
Iptek Voice : Kebutuhan Hujan Buatan di Indonesia
Print PDF Facebook Twitter Email

Istilah hujan buatan bukanlah sebuah proses untuk membuat hujan tapi mengintervensi proses yang ada didalam awan dengan bahan-bahan semai tertentu seperti garam dapur yang dapat memicu proses tumbukan dan penggabungan yanga ada dalam awan menjadi lebih efektif dan cepat menjadi hujan. Garam digiling sangat halus kemudian ditaburkan dalam awan. Wahananya sendiri dengan pesawat yang bersifat dinamis atau groundbase generator yang bersifat statis. 

Proses hujan buatan tidak diarahkan berdasarkan daerahnya tapi mengarah pada keberadaan awan.  Untuk membuat hujan memang terbatas waktu.
“Pada saat kemarau yang memang sudah kering sekali dan keberadaan awan potensial tidak ada maka kita tidak bisa membuat hujan buatan,” kata Kepala UPT Hujan Buatan BPPT, Heru Widodo pada siaran Iptek Voice, 19 September 2012.

Di Indonesia, secara umum daerah timur keberadaan awannya sangat terbatas karena waktu musim hujan lebih sedikit dibandingkan musim kemarau. Namun demikian yang menjadi ukuran sebenarnya adalah daerah aliran sungai yang terlalu sempit. Jika DAS terlalu sempit akan sulit karena jika disemai untuk pengisian waduk tidak hanya menyemai awan-awan yang ada diatasnya namun juga menyemai awan-awan yang ada di daerah aliran sungai tadi. Jadi air yang turun dari hasil proses hujan buatan juga akan masuk ke waduk dan DAS sehingga tingkat kesulitannya tinggi sekali.

Dari hasil penelitian, pemantuan dan pemonitoran hasil hujan buatan yang diambil dari sampel, tidak ada beda nyata antara hasil hujan alam dan hasil hujan buatan. Karena bahan semai yang digunakan ramah lingkungan dan jumlah yang dimasukkan relatif lebih kecil dari hasil air yang begitu besar. Hujan buatan tidak mengganggu iklim karena Indonesia termasuk kaya akan uap air jadi begitu dihujankan uap air akan menguap lagi dan begitu seterusnya.

Tahun ini, hujan buatan telah dilakukan antara lain di Palangkaraya, Jambi, Singkarak, Riau dan sejumlah tempat lainnya. Dalam perkembangannya, teknologi ini kemudian mampu digunakan untuk mengurangi hotspot untuk asap bahkan bisa mengurangi curah hujan agar tidak banjir. Hal ini sudah pernah dilakukan selama pelaksanaan SEA Games 2011 di Jakabaring Palembang.

“Pemerintah daerah dalam hal ini sebenarnya pada saat ada bencana juga bisa meminta kepada BNPB yang nantinya akan meminta juga ke kami (BPPT). Namun demikian teknologi yang punya hanya di BPPT. Kakau memang ada beberapa daerah yang ingin tahu hujan bautan itu seperti apa bisa kontak kami dan kami akan datang untuk mempresentasikan,” ujar Heru.

Sahabat Iptek...simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE setiap Senin sampai Jumat pukul 08.30-09.00 WIB di PRO 4, 92.8 FM .IPTEK VOICE "The Sound of Science". (bhh/aps/humasristek)



Jumat 17 Mei 2013
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Kemenristek
Jumat 17 Mei 2013
Kebangkitan Peneliti Muda Indonesia dalam Pelatihan Penulisan Publikasi dan Proposal Hibah Ilmiah Internasional
Rabu 15 Mei 2013
Rumah Pintar Akan di Kembangkan di Daerah
Selasa 14 Mei 2013
Kemenristek Berikan Bantuan Alat Peraga
Selasa 14 Mei 2013
Iptek Voice : Kebijakan Iptek Dalam Mendukung Ketahanan Energi
Selasa 14 Mei 2013
Pengembangan Data dan Informasi Iptek Daerah Melalui Pemanfaatan Open GIS
Senin 13 Mei 2013
Situs Web dan Media Sosial Mendukung Penyebaran Informasi
Senin 13 Mei 2013
Iptek Voice : Potensi Energi Laut dan Regulasinya di Indonesia
Senin 13 Mei 2013
Perizinan Penelitian Asing: Apa kabar Proyek-Proyek Konsorsium?
Jumat 10 Mei 2013
Kemenristek Dukung Susun Roadmap Regulasi Energi Laut
[ Berita lainnya ]