Ristek Headline |
Senin 24 November 2014
 
 

IQE

CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 18 November 2014
Kongres ke-2 AFEBI di Universitas Malikulsalleh, Leuksmauwe Aceh

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Rabu 19 September 2012
8-Eleven Show, Inovasi Teknologi Mendukung Ketahanan Pangan
Print PDF Facebook Twitter Email

Teknologi berperan penting dalam Master Plan Perluasan Percepatan Pembangunan Indonesia (MP3EI), dengan menetapkan salah satu pilarnya adalah SDM dan Iptek. Karena itu Kementerian Riset dan Teknologi bertanggung jawab dalam peningkatan peran iptek untuk semua bidang termasuk bidang pertanian. Dalam konteks menyiapkan dukungan teknologi, sinergi perlu dibangun antara kementerian-kementerian yang melakukan kegiatan riset dan pengembangan teknologi pangan, bersama-sama juga dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memayungi seluruh perguruan tinggi (PTN maupun PTS) di Indonesia. Demikian disampaikan Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta dalam wawancara di Eight Eleven Show di Metrotv, Rabu 19 September 2012.

 

Di sektor pertanian, Kementerian Riset dan Teknologi mendukung dalam berbagai bentuk, antara lain mendorong  penyediaan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, produksi, dan nilai tambah hasil pertanian yg didapat dari riset-riset yang didanai Kemenristek.

 

“Kami juga mendukung pengembangan teknologi dari mulai hulu sampai hilir, seperti penelitian bibit unggul, peralatan panen dan pasca panen,” Ujarnya.

 

Di kesempatan yang sama, Staf Khusus Presiden, Prof Jusuf mengatakan berbagai permasalahan di sektor pertanian seperti keterbatasan lahan, kekeringan, perubahan iklim jawabannya adalah teknologi. “Ke depan, teknologi akan menjawab semua permasalahan yang ada,” terangnya menjawab pertanyaan Maria Kalaij yang memandu acara tersebut.

 

Senada dengan Prof Jusuf, Menristek mecontohkan inovasi yang sudah dihasilkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi yang memiliki teknologi modfikasi hujan. Inovasi ini merubah partikel-partikel pembentuk hujan membentuhnya menjadi hujan. “Di musim kering seperti ini, teknologi pembuat hujan saat bermaanfaat sekali,” ujar mantan Menteri Lingkungan Hidup KIB II ini bersemangat.

 

Menurut Prof Jusuf riset dan tekonologi tidak hanya dintuhkan di pusat namun juga menjawab kebutuhan di daerah. Hasil-hasil inovasi yang sudah dilakukan Kemenristek dapat menjawab tantangan di daerah. Karena fungsi ristek sendiri adalah menjawabkebutuhan yang akan datang. “Ristek dapat dapat mendukung pemecahan permasalahan di daerah. Apalagi jika muncul permasalahan-permasalahan baru, misalanya da hama baru dan sebagainya.” Imbuhnya.

 

Hal senada juga diungkapkan Menristek, riset dan teknologi diciptakan untuk menghadapi permasalahan-permasalahan baru seperti untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim. Contohnya benih-benih padi yang kami ciptakan tidak hanya tinggi produktivitasnya, tapi toleran, adaptif dan juga enak. “Kita harus mengikuti tuntutan pasar, karena yang dicari oleh orang sekarang tidak hanya tahan hama tapi juga enak,” ujarnya dalam Talk Show dengan tema Inovasi Teknologi Mendukung Ketahanan Pangan.

 

Meskipun demikian menurut Prof Jusuf, teknologi yang diciptakan harus memnuhi beberapa kriteria. “Yaitu pertama hemat energi, mudah diaplikasikan, murah yang artinya terjangkau daya belinya, memiliki nilai tambah dan ramah lingkungan,” terangnya.

 

Kemenristek sendiri sudah memiliki inovasi dengan kriteria yang dimaksud, namun tidak dapat dipungkiri jika ada kendala yaitu dari segi financial maupun penguasaan teknologinya. “Contohnya untuk yang ramah lingkungan kami juga menciptakan pupuk yaitu pupuk beyonic. Untuk benih kami sudah meghasilkan yang lebih produktif namun banyak petani yang enggan menanam dengan benih tersebut dengan berbagai alasan, salah satunya harga jualnya yang rendah” jelas Menristek dalam Talk Show yang berlangsung di studio Metrotv Bursa Efek Indonesia tersebut.

 

Menanggapi hal ini Prof jusuf mengatakan pemerintah melalui Bulog akan menjaga kestabilan harga untuk menjamin para petani ketika musim panen. Selain itu tahun lalu pemerintah juga sudah memberikan subsidi untuk mesin pengering, hal tersebut sangat membantu petani yang kesulitan mengeringkan padi pada saat musim hujan tiba. “tahun ini kami pemerintah memberikan subsidi untuk mesin pasca panen. Subsidi langsung ke mesin untuk membantu petani,” ujar Prof Jusuf.

 

Mengakhiri perbincangan pagi itu Menristek mengatakan Kemenristek akan turut mewujudkan target dua ribu ton pasokan padi Nasional pada tahun 2014. (wwj/humasristek)



Selasa 18 November 2014
Kongres ke-2 Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Indonesia (AFEBI)
Jumat 14 November 2014
Hari Nusantara, Menristekdikti Lepas Kapal Riset Baruna Jaya VIII
Jumat 14 November 2014
SNI Award, Indonesia Siap Memenangkan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015
Kamis 13 November 2014
Indonesia Diharapkan Jadi Motor Penggerak Ekonomi ASEAN
Kamis 13 November 2014
Konsistensi Layanan Sesuai Standar ISO 9001:2008 di Pusat Peragaan Iptek
Rabu 12 November 2014
E-Voting dan E-Government, Inovasi dalam Dialog Nasional Pelayanan Publik Berbasis Elektronik
Selasa 11 November 2014
Menristekdikti Kunjungi Bapeten
Selasa 11 November 2014
Ministry of Research, Technology and Higher Education Received a Courtesy Call of The Germany Ambassador
Senin 10 November 2014
Menristekdikti Hadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan
Kamis 06 November 2014
Tiga Tahun Standarisasi Pelayanan LPSE melalui ISO 9001:2008
[ Berita lainnya ]