Ristek Headline |
Jumat 19 Desember 2014
 
 

CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Senin 15 Desember 2014
Peringatan Hari Nusantara 2014

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Rabu 19 September 2012
8-Eleven Show, Inovasi Teknologi Mendukung Ketahanan Pangan
Print PDF Facebook Twitter Email

Teknologi berperan penting dalam Master Plan Perluasan Percepatan Pembangunan Indonesia (MP3EI), dengan menetapkan salah satu pilarnya adalah SDM dan Iptek. Karena itu Kementerian Riset dan Teknologi bertanggung jawab dalam peningkatan peran iptek untuk semua bidang termasuk bidang pertanian. Dalam konteks menyiapkan dukungan teknologi, sinergi perlu dibangun antara kementerian-kementerian yang melakukan kegiatan riset dan pengembangan teknologi pangan, bersama-sama juga dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memayungi seluruh perguruan tinggi (PTN maupun PTS) di Indonesia. Demikian disampaikan Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta dalam wawancara di Eight Eleven Show di Metrotv, Rabu 19 September 2012.

 

Di sektor pertanian, Kementerian Riset dan Teknologi mendukung dalam berbagai bentuk, antara lain mendorong  penyediaan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, produksi, dan nilai tambah hasil pertanian yg didapat dari riset-riset yang didanai Kemenristek.

 

“Kami juga mendukung pengembangan teknologi dari mulai hulu sampai hilir, seperti penelitian bibit unggul, peralatan panen dan pasca panen,” Ujarnya.

 

Di kesempatan yang sama, Staf Khusus Presiden, Prof Jusuf mengatakan berbagai permasalahan di sektor pertanian seperti keterbatasan lahan, kekeringan, perubahan iklim jawabannya adalah teknologi. “Ke depan, teknologi akan menjawab semua permasalahan yang ada,” terangnya menjawab pertanyaan Maria Kalaij yang memandu acara tersebut.

 

Senada dengan Prof Jusuf, Menristek mecontohkan inovasi yang sudah dihasilkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi yang memiliki teknologi modfikasi hujan. Inovasi ini merubah partikel-partikel pembentuk hujan membentuhnya menjadi hujan. “Di musim kering seperti ini, teknologi pembuat hujan saat bermaanfaat sekali,” ujar mantan Menteri Lingkungan Hidup KIB II ini bersemangat.

 

Menurut Prof Jusuf riset dan tekonologi tidak hanya dintuhkan di pusat namun juga menjawab kebutuhan di daerah. Hasil-hasil inovasi yang sudah dilakukan Kemenristek dapat menjawab tantangan di daerah. Karena fungsi ristek sendiri adalah menjawabkebutuhan yang akan datang. “Ristek dapat dapat mendukung pemecahan permasalahan di daerah. Apalagi jika muncul permasalahan-permasalahan baru, misalanya da hama baru dan sebagainya.” Imbuhnya.

 

Hal senada juga diungkapkan Menristek, riset dan teknologi diciptakan untuk menghadapi permasalahan-permasalahan baru seperti untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim. Contohnya benih-benih padi yang kami ciptakan tidak hanya tinggi produktivitasnya, tapi toleran, adaptif dan juga enak. “Kita harus mengikuti tuntutan pasar, karena yang dicari oleh orang sekarang tidak hanya tahan hama tapi juga enak,” ujarnya dalam Talk Show dengan tema Inovasi Teknologi Mendukung Ketahanan Pangan.

 

Meskipun demikian menurut Prof Jusuf, teknologi yang diciptakan harus memnuhi beberapa kriteria. “Yaitu pertama hemat energi, mudah diaplikasikan, murah yang artinya terjangkau daya belinya, memiliki nilai tambah dan ramah lingkungan,” terangnya.

 

Kemenristek sendiri sudah memiliki inovasi dengan kriteria yang dimaksud, namun tidak dapat dipungkiri jika ada kendala yaitu dari segi financial maupun penguasaan teknologinya. “Contohnya untuk yang ramah lingkungan kami juga menciptakan pupuk yaitu pupuk beyonic. Untuk benih kami sudah meghasilkan yang lebih produktif namun banyak petani yang enggan menanam dengan benih tersebut dengan berbagai alasan, salah satunya harga jualnya yang rendah” jelas Menristek dalam Talk Show yang berlangsung di studio Metrotv Bursa Efek Indonesia tersebut.

 

Menanggapi hal ini Prof jusuf mengatakan pemerintah melalui Bulog akan menjaga kestabilan harga untuk menjamin para petani ketika musim panen. Selain itu tahun lalu pemerintah juga sudah memberikan subsidi untuk mesin pengering, hal tersebut sangat membantu petani yang kesulitan mengeringkan padi pada saat musim hujan tiba. “tahun ini kami pemerintah memberikan subsidi untuk mesin pasca panen. Subsidi langsung ke mesin untuk membantu petani,” ujar Prof Jusuf.

 

Mengakhiri perbincangan pagi itu Menristek mengatakan Kemenristek akan turut mewujudkan target dua ribu ton pasokan padi Nasional pada tahun 2014. (wwj/humasristek)



Kamis 18 Desember 2014
Peringatan Dini Kematian Masal Ikan di Danau Maninjau
Selasa 16 Desember 2014
Penganugerahan Pusat Unggulan Iptek 2014
Senin 15 Desember 2014
Presiden RI Joko Widodo Hadiri Puncak Peringatan Hari Nusantara 2014
Senin 15 Desember 2014
Menristekdikti Resmikan Desa Inovasi Nelayan
Jumat 12 Desember 2014
Usulan Perubahan Keempat pada Perpres 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Kamis 11 Desember 2014
Sarasehan Nasional ‘Peran Teknologi Nuklir di Bidang Pangan dan Energi untuk Kesejahteraan Masyarakat’
Rabu 10 Desember 2014
Dialog Nasional: Kontribusi Strategis Iptek untuk Poros Maritim Dunia
Rabu 10 Desember 2014
Seminar Tentang Keantariksaan Nasional
Selasa 09 Desember 2014
Speklok KIMAS: Panen Padi dan Kedelai Hasil Demplot Karangduren
Selasa 09 Desember 2014
Pembukaan Pemeran Hari Nusantara 2014
[ Berita lainnya ]