Ristek Headline |
Rabu 03 September 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI

CPNS 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Senin 25 Agustus 2014
Menteri Iptek ASEAN Bahas Kebijakan Iptek Tingkat Regional

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 18 Juni 2012
Asean Plus Three Junior Science Odyssey 2012 Di Brunei Darussalam
Print PDF Facebook Twitter Email

Tim Indonesia Amirah Ayu Mudiah F., Amanda Reva Madani, dan Stella Chandra Kumala, 3 siswa SMP 1 Bogor, memenangkan medali emas dalam “Laboratory Skill Assessment” pada kompetisi ASEAN PLUS THREE JUNIOR SCIENCE ODYSSEY (APT JSO) 2012 yang diselenggarakan di Brunei Darussalam. Tim lainnya Irfan Maulana Kusdhani (SMP 115), Sharia Auliaannisa S. (SMP 73), Carrisa Azarine D. (Al Azar Syifa Budi) yang berasal dari Jakarta memenangkan medali perunggu. Meskipun belum berhasil meraih juara umum yang dimenangkan oleh tim Filipina, namun hal ini merupakan suatu prestasi yang sangat dibanggakan bagi siswa-siswa Indonesia yang bertanding dengan penuh semangat dalam ajang kompetisi internasional bagi kaum muda cerdas dan berbakat.

 

APT JSO merupakan kompetisi tahunan yang pertama kali diselenggarakan, dan Brunei Darussalam mendapat kehormatan sebagai tuan rumah. Penyelenggaraan APT JSO pada tanggal 10 – 17 Juni 2012, bertempat di Universitas Brunei Darussalam (UBD). Kegiatan ini merupakan bagian dari program-program yang dikembangkan dan dilaksanakan dalam kerangka program ASEAN Committee on Science and Technology (ASEAN COST), yang mana koordinasi Indonesia berada di Kementerian Ristek.

 

9 negara ASEAN+3 yang terdiri atas Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Korea, China, dan 1 negara tamu (Swedia) telah mengikuti kompetisi ini, dengan jumlah peserta 69 siswa setingkat SMP berusia 13-15 tahun. Tiap negara dapat mengirim 2 tim yang terdiri atas 3 siswa dan 2 pembimbing.

 

Materi yang diberikan cukup berbobot bagi siswa seusia SMP. Mereka bertanding berdasarkan atas materi konsep sains dan teknologi secara umum yang terdiri atas biologi, kimia, fisika, termasuk matematika, yang dievaluasi dalam “Laboratory Skill Assessment”. Mereka bertanding secara beregu yang terdiri atas 2 tim per negara. Selain itu, untuk bidang bioteknologi, peserta harus mengenal konsep dasar biologi dan ekosistem dalam tropical rain forest.  Secara teamwork yang dibentuk atas 6 siswa dari berbagai negara, mereka mengadakan studi lapangan di reservasi hutan tropis Andulau dan Bukit Sawat. Para peserta diminta untuk meriset tugas / proyek yang diberikan dan mempresentasikan hasil kegiatannya. Proses riset meliputi : observasi, hipotesa, eksperimen, prediksi, dan penjelasan hasil yang didapat. Sharia Auliaannisa S. dari SMP 73 Jakarta termasuk dalam tim proyek “Differences in leaf morphology in a tropical rain forest”, telah memenangkan medali emas untuk studi lapangan ini.

 

Para pembimbing/guru dalam APT JSO juga mendapat tugas untuk mengikuti workshop dan mempresentasikan kegiatan dan idea atau pengembangan program bagi siswa cerdas dan berbakat. Pembimbing Indonesia terdiri atas Dyah Ratna Permatasari dari DoctoRabbit Science Inc. dan Mahfud Awaludin Yusuf dari PP-IPTEK. Tim dipimpin oleh Finarya Legoh dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).   

 

Di saat luang, para peserta diajak untuk refreshing untuk eksplorasi tropical rain forest di Tasek Merimbun Heritage, berkapal di Sungai Brunei sambil melihat dari dekat kehidupan di Kampung Air, serta berkunjung ke mesjid, museum dan pusat perbelanjaan. Tampak perhatian dari pemerintah terhadap kehidupan di Kampung Air – dengan adanya sekolah, pusat kesehatan, jalan setapak / penyeberangan dan suplai air bersih.

 

Tidak hanya mampu bertanding, namun para siswa dari tiap negara diminta pula untuk mengisi acara malam budaya. Mereka dengan mahirnya menampilkan tarian dan lagu-lagu. K-pop Korea yang sedang marak mendapat sambutan yang luar biasa dari penonton. Indonesia pun tak mau kalah dengan menampilkan Tari Topeng Sunda dan permainan tradisional disertai lagu Ampar-ampar Pisang. Seni dan budaya dapat menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri yang berisikan sains dan teknologi, dan merupakan alat komunikasi yang mudah diterima di mana-mana. Tali persahabatanpun terbentuk dengan sendirinya, alamat email dan facebook pun saling dipertukarkan. Indahnya persahabatan membangun international network  bagi generasi pelaku sains dan teknologi di masa mendatang. Harapan kami, sepuluh tahun ke depan mereka telah menjadi periset-periset muda yang mencintai sains dan teknologi dan menjadi bagian dari hidup dan karir mereka. (FL-BPPT/ humasristek)



Kamis 25 September 2014
Intermediary Expert Training Untuk Mendukung Sistem Inovasi Nasional (SINas)
Senin 25 Agustus 2014
ASEAN Berikan Penghargaan pada Pegiat Iptek
Senin 25 Agustus 2014
Menteri Iptek ASEAN Bahas Kebijakan Iptek Tingkat Regional
Jumat 22 Agustus 2014
Kementerian Riset dan Teknologi Hadir di Kalsel Expo 2014
Jumat 22 Agustus 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68
Kamis 21 Agustus 2014
Penaganugerahan Gelar Perekaya Utama Kehormatan
Selasa 19 Agustus 2014
Simposium Nasional Implementasi Hasil Riset Vaksin
Senin 18 Agustus 2014
Inovasi untuk Komunitas ASEAN yang Lebih Baik
Minggu 17 Agustus 2014
Iptek Bagi Pembangunan Nasional
Rabu 13 Agustus 2014
Seminar Sejarah dan Peradaban Medang–Aspek Perkembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Nusantara
[ Berita lainnya ]