Ristek Headline |
Jumat 28 Agustus 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 19 Agustus 2015
The 5th Steering Committee Meeting in The Field of Geothermal Energy

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
Info Pengadaan Barang Dan Jasa

surat

Ristek TV

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 18 Juni 2012
Iptek Voice : Jurus 3 in 1 Menangani Kanker Payudara
Print PDF Facebook Twitter Email

Nuklir tidak selalu diasosiakan dengan senjata berbahaya tapi juga banyak sekali manfaatnya, yang digunakan untuk kesehatan atau industri. Penggunaan nuklir radionuclida LO-177 yang memancarkan partikel beta mempunyai energi yang bisa membunuh sel kanker.

Radionuclida tidak bisa dimasukkan ke dalam tubuh hanya dengan LO-177 saja tapi harus diikat ke suatu senyawa yang bisa mengantarkan ke target yang diinginkan.

“Disini kita mencoba meneliti penggunaan LO-177 untuk kanker payudara yng mempunyai reseptor HER2.  Berdasarkan hasil penelitian sekitar 20-30 persen dari seluruh kanker payudara yang diteliti mempunyai reseptor HER2,” kata Martalena Ramli, peneliti Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka BATAN pada siaran Iptek Voice, 18 Juni 2012.

Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka BATAN mencoba menggabungkan LO-177 dengan trastuzumab yang bisa membunuh sel kanker. Dalam proses terapinya bisa dilihat nanti apakah LO-177 dan trastuzumab ditangkap di kanker yang menjadi target.

“Kalau kita menambahkan LO-177 ke trastuzumab, selain dia akan memancarkan partikel beta yang mampu membunuh sel kanker dia juga akan memancarkan sinar gama yang bisa kita pantau dari luar,” imbuh Martalena.  Partikel beta yang mentransfer energi untuk membunuh sel kanker dan LO-177 yang juga membunuh target serta memancarkan sinar gama yang dapat mendeteksi kemana senyawa ini, merupakan jurus 3-in-1 dalam menangani kanker payudara.

Martalena mengatakan, pengobatan dengan metode ini bukan pengobatan primer, melainkan pengobatan tahap lanjut yang dilakukan setelah ada pengangkatan pasca operasi dimana masih ada sisa-sisa sel-sel kanker didaerah yang tidak tidak dapat dijangkau dengan operasi. Supaya lebih efektif trastuzumab ini digabungkan dengan kemoterapi agen yang lain.

Melalui teknik nuklir mutakhir, trastuzumab dimodifikasi membentuk radiofarmaka. Hasil modifikasi radiofarmaka berbasis trastuzumab yang empat kali lebih efektif mematikan sel kanker dan sekaligus bisa digunakan untuk mengidentifikasi melokalisasi lesi keganasan kanker.

Inovasi ini merupakan satu langkah penanganan selain membunuh sel kanker, namun juga menghambat pertumbuhan lebih lanjut, sekaligus mengidentifikasi dan melokalisasi keganasan lesi kanker, menjadikannya terapu yang efisien dan efektif.

Sahabat Iptek...simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE setiap Senin sampai Jumat pukul 08.30-09.00 WIB di PRO 4, 92.8 FM .IPTEK VOICE "The Sound of Science". (bhh/aps/humasristek)



Senin 24 Agustus 2015
Sekjen Kemenristekdikti : Mahasiswa UNSOED Harus Jadi Pemimpin Berkarakter Kebangsaan
Senin 24 Agustus 2015
Workshop and Exhibition SATREPS 2015
Senin 24 Agustus 2015
KKN Kebangsaan: Pengabdian dan Pemupukan Rasa Persatuan dan Cinta Tanah Air
Sabtu 22 Agustus 2015
Menristekdikti Kunjungi Kampus 2 UNIPA Sorong
Jumat 21 Agustus 2015
Menristekdikti Kembangkan STP di Papua Barat
Kamis 20 Agustus 2015
Dies Natalis UNM: Menristekdikti Hadiri Seminar Nasional dan Internasional
Senin 17 Agustus 2015
Menko Maritim Pimpin Upacara Bendera Peringatan HUT RI ke-70
Senin 17 Agustus 2015
Menristekdikti Lepas Mobil Surya ITS
Kamis 13 Agustus 2015
Menristekdikti Hadiri Serah Terima Jabatan Menko Maritim
Rabu 12 Agustus 2015
FGD: Membedah Industri Albumin dari Segala Aspek
[ Berita lainnya ]