Ristek Headline |
Wednesday, May 8, 2013
 
 
Iptek Voice
Tuesday, May 7, 2013
15 Tahun Pengabdian Bapeten Dalam Pengawasan Ketenaganukliran di Indonesia
http://www.ristek.go.id/file/voice/2013/05/15-tahun-pengabdian-bapeten-dalam-pengawasan-ketenaganukliran-di-indonesia.mp3
kategori : Aktual
Dr. Ir. As Natio Lasman
Galeri Foto

Wednesday, May 15, 2013
Rumah Pintar Akan di Kembangkan di Daerah

FacebookTwitter

Intranet
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum
Majalah

RUP TA 2012


BERITA KEGIATAN RISTEK
Monday, June 18, 2012
Iptek Voice : Jurus 3 in 1 Menangani Kanker Payudara
Print PDF Facebook Twitter Email

Nuklir tidak selalu diasosiakan dengan senjata berbahaya tapi juga banyak sekali manfaatnya, yang digunakan untuk kesehatan atau industri. Penggunaan nuklir radionuclida LO-177 yang memancarkan partikel beta mempunyai energi yang bisa membunuh sel kanker.

Radionuclida tidak bisa dimasukkan ke dalam tubuh hanya dengan LO-177 saja tapi harus diikat ke suatu senyawa yang bisa mengantarkan ke target yang diinginkan.

“Disini kita mencoba meneliti penggunaan LO-177 untuk kanker payudara yng mempunyai reseptor HER2.  Berdasarkan hasil penelitian sekitar 20-30 persen dari seluruh kanker payudara yang diteliti mempunyai reseptor HER2,” kata Martalena Ramli, peneliti Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka BATAN pada siaran Iptek Voice, 18 Juni 2012.

Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka BATAN mencoba menggabungkan LO-177 dengan trastuzumab yang bisa membunuh sel kanker. Dalam proses terapinya bisa dilihat nanti apakah LO-177 dan trastuzumab ditangkap di kanker yang menjadi target.

“Kalau kita menambahkan LO-177 ke trastuzumab, selain dia akan memancarkan partikel beta yang mampu membunuh sel kanker dia juga akan memancarkan sinar gama yang bisa kita pantau dari luar,” imbuh Martalena.  Partikel beta yang mentransfer energi untuk membunuh sel kanker dan LO-177 yang juga membunuh target serta memancarkan sinar gama yang dapat mendeteksi kemana senyawa ini, merupakan jurus 3-in-1 dalam menangani kanker payudara.

Martalena mengatakan, pengobatan dengan metode ini bukan pengobatan primer, melainkan pengobatan tahap lanjut yang dilakukan setelah ada pengangkatan pasca operasi dimana masih ada sisa-sisa sel-sel kanker didaerah yang tidak tidak dapat dijangkau dengan operasi. Supaya lebih efektif trastuzumab ini digabungkan dengan kemoterapi agen yang lain.

Melalui teknik nuklir mutakhir, trastuzumab dimodifikasi membentuk radiofarmaka. Hasil modifikasi radiofarmaka berbasis trastuzumab yang empat kali lebih efektif mematikan sel kanker dan sekaligus bisa digunakan untuk mengidentifikasi melokalisasi lesi keganasan kanker.

Inovasi ini merupakan satu langkah penanganan selain membunuh sel kanker, namun juga menghambat pertumbuhan lebih lanjut, sekaligus mengidentifikasi dan melokalisasi keganasan lesi kanker, menjadikannya terapu yang efisien dan efektif.

Sahabat Iptek...simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE setiap Senin sampai Jumat pukul 08.30-09.00 WIB di PRO 4, 92.8 FM .IPTEK VOICE "The Sound of Science". (bhh/aps/humasristek)



Friday, May 17, 2013
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Kemenristek
Friday, May 17, 2013
Kebangkitan Peneliti Muda Indonesia dalam Pelatihan Penulisan Publikasi dan Proposal Hibah Ilmiah Internasional
Wednesday, May 15, 2013
Rumah Pintar Akan di Kembangkan di Daerah
Tuesday, May 14, 2013
Kemenristek Berikan Bantuan Alat Peraga
Tuesday, May 14, 2013
Iptek Voice : Kebijakan Iptek Dalam Mendukung Ketahanan Energi
Tuesday, May 14, 2013
Pengembangan Data dan Informasi Iptek Daerah Melalui Pemanfaatan Open GIS
Monday, May 13, 2013
Situs Web dan Media Sosial Mendukung Penyebaran Informasi
Monday, May 13, 2013
Iptek Voice : Potensi Energi Laut dan Regulasinya di Indonesia
Monday, May 13, 2013
Perizinan Penelitian Asing: Apa kabar Proyek-Proyek Konsorsium?
Friday, May 10, 2013
Kemenristek Dukung Susun Roadmap Regulasi Energi Laut
[ Berita lainnya ]