Ristek Headline |
Saturday, November 22, 2014
 
 

IQE

CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Tuesday, September 9, 2014
Menristek Kunjungi Fasilitas Riset Lembaga Eijkman

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Wednesday, June 6, 2012
FGD Pengembangan Pusat Unggulan Iptek di Sulawesi Tenggara
Print PDF Facebook Twitter Email

Dalam upaya menguatkan sistem inovasi nasional (SINas), Kementerian Riset dan Teknologi menyelenggarakan kegiatan pengembangan Pusat Unggulan Iptek. Kegiatan ini  sejalan dengan  program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), terutama dalam mendukung salah satu inisiatif strategi yang akan dikembangkan di setiap koridor ekonomi, yaitu pengembangan center of excellence melalui pengembangan SDM dan iptek. Demikian disampaikan Kepala Bidang Program Kompetensi Kelembagaan Kementerian Riset dan Teknologi, Yohan, pada acara Focus Group Discussion (FGD) Insentif Pengembangan Pusat Unggulan Iptek di Universitas Haluoleo Kendari Sulawesi Tenggara pada tanggal 16 Mei 2012. Lebih lanjut Yohan mengemukakan bahwa tahun 2013 Kementerian Riset dan Teknologi akan mengembangkan sedikitnya 12 Pusat Unggulan Iptek, sehingga tahun 2012 ini akan diseleksi sedikitnya 8 lembaga litbang untuk melengkapi 4 lembaga litbang yang sudah ada. Tema riset yang ditawarkan pun diperluas, selain 7 bidang fokus pembangunan iptek yang tercantum dalam RPJMN 2010-2014, juga ditambah dengan 22 kegiatan ekonomi utama yang tercantum dalam dokumen MP3EI. Menurut MP3EI, ada 5 kegiatan ekonomi utama yang akan dipercepat dan diperluas pembangunan ekonominya di Koridor Ekonomi Sulawesi, yaitu pertanian pangan, kakao, perikanan, nikel, dan migas.

 

Acara yang dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Haluoleo (Unhalu), Usman Rianse, dihadiri oleh Ketua Lembaga Penelitian, para pimpinan dan peneliti/dosen di Pusat-pusat penelitian di bawah Lembaga Penelitian Unhalu, Bappeda dan SKPD Provinsi Sulawesi Tenggara, serta BPTP Kendari. Dalam sambutannya Usman Rianse  meminta agar para dosen/peneliti dapat menjadi insan iptek yang kreatif dan mandiri dengan terus bersemangat melengkapi kecerdasan intelektual dengan jenis kecerdasan lainnya, yaitu kecerdasan emosional dan kecerdasan sosial. Melalui kecerdasan-kecerdasan inilah kita bisa meningkatkan kapasitas kita sebagai seorang dosen dan peneliti. Dengan keterbatasan sarana dan prasarana, kita tingkatkan terus kerjasama penelitian, baik antar peneliti maupun antar lembaga litbang. Melalui kerjasama, kita dapat melakukan penelitian secara lebih holistik dan komprehensif. Hal ini akan memberikan nilai tambah dari hasil yang didapat. Jika demikian akhirnya pihak lain akan lebih percaya dan tidak segan-segan untuk memberikan tawaran penelitian-penelitian lain yang lebih menantang. Tawaran Kementerian Riset dan Teknologi untuk mengembangkan lembaga litbang di Sulawesi Tenggara menjadi Pusat Unggulan Iptek harus disambut secara profesional dengan tentunya memperhatikan keberadaan kita. Sebagai provinsi yang ada di Pulau Sulawesi yang mempunyai nilai strategis karena letaknya di wilayah Wallacea, yakni daerah di antara garis Wallacea dan garis Weber yang memisahkan daerah biogeografi Indomalaya di sebelah Barat dan Australasia di sebelah Timur, Sulawesi Tenggara mempunyai keanekaragaman Jenis flora dan fauna yang khas yang tidak terdapat di tempat lain. Pada tahun ini di Unhalu akan didirikan Laboratorium Biologi Molekuler. Laboratorium ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh semua fakultas yang terkait untuk melakukan riset bersama dalam rangka mengembangkan potensi kekayaan alam di Sulawesi Tenggara. Kita telah ditetapkan MP3EI sebagai bagian dari koridor ekonomi Sulawesi dengan sejumlah kegiatan ekonomi utamanya. Berbagai potensi inilah kita arahkan untuk mengajukan tema-tema riset dalam usulan pengembangan lembaga litbang sebagai Pusat Unggulan Iptek. Demikian Usman Rianse mengakhiri sambutannya.

 

Pada acara diskusi yang dipandu oleh Ketua Lembaga Penelitian Unhalu, Gusti R. Sadimantara, peserta berharap Unhalu bersama lembaga-lembaga yang ada di Sulawesi Tenggara bisa mengajukan usulan dengan tema yang disesuaikan dengan potensi daerah, seperti sagu, tambang, lingkungan, dan migas. Seorang peserta, Andi Larung, menceritakan hasil pertemuan Rakor SDM dan Iptek di Makassar pada tanggal 11 Mei 2012 yang lalu yang menghasilkan kesepakatan bahwa Koridor Ekonomi Sulawesi akan mengusulkan 2 usulan tema riset konsorsium, yaitu kakao dan rumput laut beranggotakan semua provinsi di  Sulawesi dengan koordinator dari Universitas Hasanuddin. Sementara  usulan tema pertambangan dan migas belum disepakati. Dikemukakan pula bahwa dalam pertemuan tersebut disepakati semua provinsi akan melakukan riset dan pengembangan secara bersama-sama. Misalkan rumput laut, ada 5 penelitian yang akan dilakukan, pembibitan akan dilakukan Sulawesi Selatan, pengolahan (Sulawesi Tenggara), penanggulangan hama dan penyakit (Sulawesi Utara), Produksi (Sulawesi Tengah), dan pemasaran (Sulawesi Barat). Menurut Andi Larung, dalam pertemuan dengan BPP Provinsi Sulawesi Tenggara yang dihadiri Kadinda dan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara disepakati Sulawesi Tenggara akan mengajukan usulan dengan tema riset pertambangan. Peserta lainnya, Isnaeni, mengemukakan bahwa selayaknya Sulawesi Tenggara mengkoordinasikan penelitian pertambangan, khususnya nikel. Menurut Sahidin, dalam pengembangan nikel sebaiknya disisipkan juga topik remediasi wilayah bekas tambah untuk proses konservasinya. Sarawa Caraong mengharapkan Sulawesi Tenggara mengajukan usulan lebih dari satu tema. Gusti Ayu mengharapkan agar Sulawesi tenggara mengambil peran penting dalam tema riset kakao. Usman Rianse mengharap beberapa tema riset bisa diusulkan dari Sulawesi Tenggara, seperti sagu, sosial tambang, ekowisata, dan obat tradisional dari kekayaan alam Sulawesi Tenggara sebagai wilayah Wallacea. Untuk tanaman obat Unhalu dapat bekerjasama dengan PT Kalbe Farma, karena peneliti Unhalu pernah mendapat penghargaan dari mereka. Hal tersebut bisa dijadikan modal untuk membentuk konsorsium tanaman obat. Menurut Usman Rianse pengertian koordinator dalam konsorsium bukanlah sebuah hubungan yang bersifat hierarki. Masih ada peluang dari masing-masing anggota konsorsium untuk berkarya mengembangkan keunggulan komparatif berdasarkan potensinya masing-masing. Takdir mengemukakan bahwa Sulawesi Tenggara dengan mengambil anoa sebagai lambang provinsi tentunya karena potensi peternakan yang menonjol. Terbukti daging sapi dan kerbau provinsi Sulawesi Tenggara telah ditetapkan sebagai prioritas ketiga nasional. Yang diperlukan untuk pengembangan peternakan adalah manajemen, bukan teknologi canggih. Namun untuk mengusulkan tema ini, menurut Yohan sebaiknya berkolaborasi dengan Koridor Bali-Nusa Tenggara, karena MP3EI telah menetapkan kegiatan ekonomi utama peternakan di koridor ini. Sulawesi Tenggara bisa menjadi bagian penting dalam konsorsium peternakan.

 

Pada acara penutupan FGD, Rektor Unhalu mengharapkan dosen/peneliti Unhalu dapat bekerja sama dengan Bappeda serta instansi terkait lainnya untuk mendukung pengembangan lembaga litbang yang ada di Sulawesi tenggara menjadi Pusat Unggulan Iptek. (yo, ad3-dep1/ humasristek)



Tuesday, September 9, 2014
Menristek Kunjungi Fasilitas Riset Lembaga Eijkman
Friday, September 5, 2014
Menristek Hadiri Acara MP3EI
Wednesday, September 3, 2014
Soft Launching Belitung Timur Taman Pintar
Monday, September 1, 2014
Pengembangan dan Peningkatan Sistem Informasi Iptek Nasioal (SIIN) dan SDM
Friday, August 29, 2014
Kemenristek Dorong Pembentukan Sub Forum Bidang Fokus Energi dan Air di Jawa Barat
Friday, August 29, 2014
Kunjungan Bupati Purbalingga dalam Rangka Perintisan Pengembangan Science Center di Purbalingga
Thursday, August 28, 2014
Membangun Kolaborasi Riset Industri, Universitas dan Pemerintah yang Tepat
Wednesday, August 27, 2014
8 Fraksi DPR RI Setujui RUU Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
Monday, August 25, 2014
Intermediary Expert Training Untuk Mendukung Sistem Inovasi Nasional (SINas)
Monday, August 25, 2014
ASEAN Berikan Penghargaan pada Pegiat Iptek
[ Berita lainnya ]