Ristek Headline |
Selasa 25 November 2014
 
 

IQE

CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 18 November 2014
Kongres ke-2 AFEBI di Universitas Malikulsalleh, Leuksmauwe Aceh

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Kamis 22 Maret 2012
Perijinan Peneliti Asing: Mitra Kerja Peneliti Asing Harus Berbadan Hukum Indonesia
Print PDF Facebook Twitter Email


Peran mitra kerja sangat vital dalam kegiatan penelitian asing. Tanpa ada mitra kerja, permohonan peneliti asing tidak akan diproses. Mitra kerja harus kompeten dalam bidang penelitian yang dilakukan bersama-sama dengan peneliti asing, karena dari sini diharapkan terjadinya transfer teknologi. Mitra kerja boleh berasal dari perguruan tinggi ataupun lembaga litbang, baik negeri maupun swasta. Namun PP 41/ 2006, Bab I, Pasal 1 butir 10, mensyaratkan bahwa Mitra Kerja adalah lembaga penelitian dan pengembangan dan/atau perguruan tinggi pemerintah dan/atau swasta berbadan hukum Indonesia. Dijelaskan lagi pada Bab III Pasal 16, Mitra kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan.


Salah satu proposal yang dibahas dalam sidang TKPIPA sebelumnya, yaitu proposal Ilse Hennemann dari Belanda yang berjudul: “Landscape Governance: A case study of the Gunung Halimun-Salak National Park Corridor in West Java, Indonesia”, dan bermitra dengan Eko Hartoyo dari Tropenbos International (TBI) Indonesia Programme, diputuskan ditunda karena menyangkut dua hal yang perlu dipertanyakan. Pertama adalah bagaimana status hukum mitra tersebut, disamping itu juga diperlukan klarifikasi terkait topik penelitian yang berbau kebijakan. Maka dalam sidang TKPIPA 21 Maret 2012 diminta hadir mitranya yaitu Petrus Gunarso, Ketua TBI Indonesia Programme dan juga Eko untuk menjelaskan tentang lingkup dan metodologi penelitian.


Petrus menjelaskan bahwa ”Jutaan orang di daerah tropis menggantungkan mata pencaharian mereka pada hutan, namun sumber daya ini tetap undervalued dan terancam. Selama bertahun-tahun, Tropenbos International (TBI) telah menempatkan dirinya sebagai platform penting mendukung hutan dan agenda pembangunan di negara berkembang. Kami telah membangun reputasi untuk meningkatkan pengetahuan, kapasitas pribadi dan kapasitas kelembagaan untuk pemerintahan yang lebih baik dan pengelolaan sumber daya hutan tropis. Kami mengoperasikan program kemitraan antara lembaga penelitian di Utara dan Selatan untuk membangun kapasitas yang memenuhi kebutuhan stakeholder hutan”, paparnya.


TBI adalah organisasi non-pemerintah (LSM) yang berbasis di Belanda. Didirikan pada tahun 1986 sebagai tanggapan atas keprihatinan yang sedang berlangsung tentang hilangnya dan degradasi hutan hujan tropis di seluruh dunia. Bagian dari misinya adalah untuk memobilisasi kapasitas penelitian dan pengetahuan tentang universitas-universitas Belanda dan fokus awalnya pada pengembangan program penelitian di sejumlah negara-negara hutan tropis. Sekarang program penelitian, peningkatan kapasitas dan pengembangan kelembagaan, kita menjalankan program di Cekungan Kongo (Kamerun dan Kongo), Kolombia, Ghana, Indonesia, Vietnam dan Suriname. Selain itu kami mendukung proyek-proyek di Guyana dan Bolivia”, jelas Petrus lagi.

Tujuan kami adalah untuk mencapai pengelolaan lahan hutan tropis untuk kepentingan rakyat, konservasi dan pembangunan berkelanjutan, selain itu memastikan bahwa pengetahuan digunakan secara efektif dalam perumusan kebijakan yang tepat dan mengelola hutan untuk konservasi dan pembangunan berkelanjutan.


Sedangkan Misi kami adalah untuk meningkatkan pengelolaan hutan tropis untuk kepentingan rakyat, konservasi dan pembangunan berkelanjutan. Dalam visi pengetahuan dan keterampilan memainkan peran sentral dalam meningkatkan tata kelola hutan dan pengelolaan hutan. Pada tingkat nasional di negara-negara program, kami percaya bahwa apapun, nyata jangka panjang peningkatan dalam penggunaan dan konservasi hutan membutuhkan lembaga yang kuat yang mengatur akses dan penggunaan hutan. Organisasi pengelolaan hutan di negara-negara ini harus dikelola oleh orang-orang berpengetahuan dan terlatih yang mengidentifikasi dan menerapkan informasi state-of-the-art untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.  Akhirnya akan  diperoleh  Nilai tambah mencakup:  Locally led and participatory programme development, Long-term commitment to our partner countries ; Demand-driven approach to policy and sustainable forest management; International dialogue and cooperation; dan Flexibility to adapt to changing contexts”, ujar Petrus.


Pada awalnya project Tropenbos International di Indonesia bernama Kalimantan Programme. Namun selanjutnya untuk lebih memperluas lingkup daerah penelitian, diubah menjadi Indonesia Programme. Tujuannya untuk mengidentifikasi apa kebutuhan pemerintah Indonesia, identifikasi untuk mendapatkan pengetahuan dan praktek-praktek tata kelola landscape yang lebih baik, meningkatkan kapasitas, dan memperbaiki kebijakan kehutanan. “Kami mengisi ruang-ruang kosong yang belum dilakukan oleh Balitbanghut. Arahan dari Tropenbos International di Belanda bahwa penekanan bidang penelitian bukan hanya kehutanan, tapi lebih kepada pangan dan sumber daya air”, jelas Petrus, yang mengaku melalui program ini sudah menyekolahkan karyawan Kemenhut 4 (empat) orang PhD di Belanda, dan 8 (delapan) orang Master.


Selanjutnya Eko menjelaskan lebih rinci tentang lingkup dan metodologi penelitian bertopik manajemen bentang alam tersebut, termasuk bagaimana peranan masing-masing stakeholders.


“Perlu klarifikasi dari Kemlu terkait status TBI”, tunjuk Anny Sulaswatty, Karo Hukum dan Humas selaku Sekretaris TKPIPA dan sebagai pimpinan sidang pada Ira, perwakilan dari Kemlu.  “Tropenbos International hingga Desember 2011 belum terdaftar di Kemlu”, jawab Ira.


Dalam hal ini Petrus menjawab bahwa memang proses registrasi TBI di Kemlu ada yang belum tuntas mengingat Kemlu meminta TBI sudah memasukkan klausul tentang prior inform consent dan GRTKF. “Kami menanyakan apakah Indonesia sudah mengadopsi kedua hal tersebut. Namun Kemlu belum memberikan jawaban”, demikian kilah Petrus.


Dundin dari PSDRR LIPI mengingatkan bahwa topik penelitian ini terkait dengan governance dan nantinya pasti ada publikasi, apakah tidak sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Kemhut, Dalam hal ini Petrus menjelaskan bahwa project ini adalah murni penelitian, bukan advokasi”, lanjutnya.


Sebagai kesimpulan, pimpinan Sidang memutuskan agar mitra kerja segera berkoordinasi dengan Balitbanghut dan menyelesaikan masalah registrasi badan hukum dengan Kemlu.


Selanjutnya sidang yang dihadiri oleh perwakilan TKPIPA dari Kemlu, Setneg, Mabes POLRI, BIN, BAIS-TNI, PSDR LIPI, Puslit Biologi LIPI, PMB LIPI, PTISDA BPPT, Imigrasi, Kemenhut, Kementan, LBM Ejkman, Asdep JII dan Asdep Standardisasi dan Kekayaan Intelektual, Kementerian Ristek, membahas dua permohonan perpanjangan, dan sembilan belas permohonan baru (ls/bhh/humasristek).



Senin 24 November 2014
Peringatan 10 Tahun Tsunami, Indonesia Jadi Tuan Rumah KTT
Kamis 20 November 2014
Indonesia and Finland Agreed to Explore Co-operations on Higher Education, Research and Technology
Selasa 18 November 2014
Kongres ke-2 Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Indonesia (AFEBI)
Jumat 14 November 2014
Hari Nusantara, Menristekdikti Lepas Kapal Riset Baruna Jaya VIII
Jumat 14 November 2014
SNI Award, Indonesia Siap Memenangkan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015
Kamis 13 November 2014
Indonesia Diharapkan Jadi Motor Penggerak Ekonomi ASEAN
Kamis 13 November 2014
Konsistensi Layanan Sesuai Standar ISO 9001:2008 di Pusat Peragaan Iptek
Rabu 12 November 2014
E-Voting dan E-Government, Inovasi dalam Dialog Nasional Pelayanan Publik Berbasis Elektronik
Selasa 11 November 2014
Menristekdikti Kunjungi Bapeten
Selasa 11 November 2014
Ministry of Research, Technology and Higher Education Received a Courtesy Call of The Germany Ambassador
[ Berita lainnya ]