Ristek Headline |
Jumat 26 Desember 2014
 
 

mptn
mptn
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Kamis 18 Desember 2014
Pelantikan 3 Rektor dan 2 Kopertis

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Kamis 22 Maret 2012
Perijinan Peneliti Asing: Mitra Kerja Peneliti Asing Harus Berbadan Hukum Indonesia
Print PDF Facebook Twitter Email


Peran mitra kerja sangat vital dalam kegiatan penelitian asing. Tanpa ada mitra kerja, permohonan peneliti asing tidak akan diproses. Mitra kerja harus kompeten dalam bidang penelitian yang dilakukan bersama-sama dengan peneliti asing, karena dari sini diharapkan terjadinya transfer teknologi. Mitra kerja boleh berasal dari perguruan tinggi ataupun lembaga litbang, baik negeri maupun swasta. Namun PP 41/ 2006, Bab I, Pasal 1 butir 10, mensyaratkan bahwa Mitra Kerja adalah lembaga penelitian dan pengembangan dan/atau perguruan tinggi pemerintah dan/atau swasta berbadan hukum Indonesia. Dijelaskan lagi pada Bab III Pasal 16, Mitra kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan.


Salah satu proposal yang dibahas dalam sidang TKPIPA sebelumnya, yaitu proposal Ilse Hennemann dari Belanda yang berjudul: “Landscape Governance: A case study of the Gunung Halimun-Salak National Park Corridor in West Java, Indonesia”, dan bermitra dengan Eko Hartoyo dari Tropenbos International (TBI) Indonesia Programme, diputuskan ditunda karena menyangkut dua hal yang perlu dipertanyakan. Pertama adalah bagaimana status hukum mitra tersebut, disamping itu juga diperlukan klarifikasi terkait topik penelitian yang berbau kebijakan. Maka dalam sidang TKPIPA 21 Maret 2012 diminta hadir mitranya yaitu Petrus Gunarso, Ketua TBI Indonesia Programme dan juga Eko untuk menjelaskan tentang lingkup dan metodologi penelitian.


Petrus menjelaskan bahwa ”Jutaan orang di daerah tropis menggantungkan mata pencaharian mereka pada hutan, namun sumber daya ini tetap undervalued dan terancam. Selama bertahun-tahun, Tropenbos International (TBI) telah menempatkan dirinya sebagai platform penting mendukung hutan dan agenda pembangunan di negara berkembang. Kami telah membangun reputasi untuk meningkatkan pengetahuan, kapasitas pribadi dan kapasitas kelembagaan untuk pemerintahan yang lebih baik dan pengelolaan sumber daya hutan tropis. Kami mengoperasikan program kemitraan antara lembaga penelitian di Utara dan Selatan untuk membangun kapasitas yang memenuhi kebutuhan stakeholder hutan”, paparnya.


TBI adalah organisasi non-pemerintah (LSM) yang berbasis di Belanda. Didirikan pada tahun 1986 sebagai tanggapan atas keprihatinan yang sedang berlangsung tentang hilangnya dan degradasi hutan hujan tropis di seluruh dunia. Bagian dari misinya adalah untuk memobilisasi kapasitas penelitian dan pengetahuan tentang universitas-universitas Belanda dan fokus awalnya pada pengembangan program penelitian di sejumlah negara-negara hutan tropis. Sekarang program penelitian, peningkatan kapasitas dan pengembangan kelembagaan, kita menjalankan program di Cekungan Kongo (Kamerun dan Kongo), Kolombia, Ghana, Indonesia, Vietnam dan Suriname. Selain itu kami mendukung proyek-proyek di Guyana dan Bolivia”, jelas Petrus lagi.

Tujuan kami adalah untuk mencapai pengelolaan lahan hutan tropis untuk kepentingan rakyat, konservasi dan pembangunan berkelanjutan, selain itu memastikan bahwa pengetahuan digunakan secara efektif dalam perumusan kebijakan yang tepat dan mengelola hutan untuk konservasi dan pembangunan berkelanjutan.


Sedangkan Misi kami adalah untuk meningkatkan pengelolaan hutan tropis untuk kepentingan rakyat, konservasi dan pembangunan berkelanjutan. Dalam visi pengetahuan dan keterampilan memainkan peran sentral dalam meningkatkan tata kelola hutan dan pengelolaan hutan. Pada tingkat nasional di negara-negara program, kami percaya bahwa apapun, nyata jangka panjang peningkatan dalam penggunaan dan konservasi hutan membutuhkan lembaga yang kuat yang mengatur akses dan penggunaan hutan. Organisasi pengelolaan hutan di negara-negara ini harus dikelola oleh orang-orang berpengetahuan dan terlatih yang mengidentifikasi dan menerapkan informasi state-of-the-art untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.  Akhirnya akan  diperoleh  Nilai tambah mencakup:  Locally led and participatory programme development, Long-term commitment to our partner countries ; Demand-driven approach to policy and sustainable forest management; International dialogue and cooperation; dan Flexibility to adapt to changing contexts”, ujar Petrus.


Pada awalnya project Tropenbos International di Indonesia bernama Kalimantan Programme. Namun selanjutnya untuk lebih memperluas lingkup daerah penelitian, diubah menjadi Indonesia Programme. Tujuannya untuk mengidentifikasi apa kebutuhan pemerintah Indonesia, identifikasi untuk mendapatkan pengetahuan dan praktek-praktek tata kelola landscape yang lebih baik, meningkatkan kapasitas, dan memperbaiki kebijakan kehutanan. “Kami mengisi ruang-ruang kosong yang belum dilakukan oleh Balitbanghut. Arahan dari Tropenbos International di Belanda bahwa penekanan bidang penelitian bukan hanya kehutanan, tapi lebih kepada pangan dan sumber daya air”, jelas Petrus, yang mengaku melalui program ini sudah menyekolahkan karyawan Kemenhut 4 (empat) orang PhD di Belanda, dan 8 (delapan) orang Master.


Selanjutnya Eko menjelaskan lebih rinci tentang lingkup dan metodologi penelitian bertopik manajemen bentang alam tersebut, termasuk bagaimana peranan masing-masing stakeholders.


“Perlu klarifikasi dari Kemlu terkait status TBI”, tunjuk Anny Sulaswatty, Karo Hukum dan Humas selaku Sekretaris TKPIPA dan sebagai pimpinan sidang pada Ira, perwakilan dari Kemlu.  “Tropenbos International hingga Desember 2011 belum terdaftar di Kemlu”, jawab Ira.


Dalam hal ini Petrus menjawab bahwa memang proses registrasi TBI di Kemlu ada yang belum tuntas mengingat Kemlu meminta TBI sudah memasukkan klausul tentang prior inform consent dan GRTKF. “Kami menanyakan apakah Indonesia sudah mengadopsi kedua hal tersebut. Namun Kemlu belum memberikan jawaban”, demikian kilah Petrus.


Dundin dari PSDRR LIPI mengingatkan bahwa topik penelitian ini terkait dengan governance dan nantinya pasti ada publikasi, apakah tidak sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Kemhut, Dalam hal ini Petrus menjelaskan bahwa project ini adalah murni penelitian, bukan advokasi”, lanjutnya.


Sebagai kesimpulan, pimpinan Sidang memutuskan agar mitra kerja segera berkoordinasi dengan Balitbanghut dan menyelesaikan masalah registrasi badan hukum dengan Kemlu.


Selanjutnya sidang yang dihadiri oleh perwakilan TKPIPA dari Kemlu, Setneg, Mabes POLRI, BIN, BAIS-TNI, PSDR LIPI, Puslit Biologi LIPI, PMB LIPI, PTISDA BPPT, Imigrasi, Kemenhut, Kementan, LBM Ejkman, Asdep JII dan Asdep Standardisasi dan Kekayaan Intelektual, Kementerian Ristek, membahas dua permohonan perpanjangan, dan sembilan belas permohonan baru (ls/bhh/humasristek).



Kamis 18 Desember 2014
Pelantikan 3 Rektor dan 2 Kopertis
Kamis 18 Desember 2014
Rapat Tim Koordinasi Nasional Penguatan SIDa
Kamis 18 Desember 2014
Menristekdikti Hadiri Musrenbangnas
Rabu 17 Desember 2014
Penjajagan Kerjasama Interoperabilitas Hasil-Hasil Penelitian antara Kemenristekdikti dengan Universitas Airlangga
Rabu 17 Desember 2014
Teknologi Spasial Open Platform untuk Kota Pekalongan
Selasa 16 Desember 2014
Menristekdikti Serahkan Penghargaan Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2014
Selasa 16 Desember 2014
Owa Jawa Berhasil Ditangkarkan Oleh Studi Pusat Studi Satwa Primata
Selasa 16 Desember 2014
Penganugerahan Pusat Unggulan Iptek 2014
Senin 15 Desember 2014
Presiden RI Joko Widodo Hadiri Puncak Peringatan Hari Nusantara 2014
Senin 15 Desember 2014
Menristekdikti Resmikan Desa Inovasi Nelayan
[ Berita lainnya ]