Ristek Headline |
Selasa 28 April 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1

Panggilan CPNS 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 22 April 2015
Menristekdikti Menghadiri KAA 2015

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

Ristek TV

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 30 Mei 2011
Kode Etika Profesi Suatu Acuan Moral bagi Peneliti Tidak Jujur
Print PDF Facebook Twitter Email

Salah satu permasalahan dalam kelembagaan iptek adalah masih belum tumbuhnya budaya dan etika ilmiah. Untuk itu diperlukan rambu-rambu atau pedoman etika bagi pelaku iptek, berupa kode etik profesi. Berkenaan dengan pelaku iptek   di Perguruan Tinggi, Litbang Pemerintah dan Industri yang mempunyai  profesi-profesi peneliti  maka diperlukan kode etik profesi peneliti. Untuk itu Asdep Budaya dan Etika melaksanakan pemetaan tentang gambaran dan permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan Kode Etik profesi tersebut yang merupakan salah satu kajian pada program Asdep.

Asdep Budaya dan Etika, Deputi Kelembagaan Ristek bekerjasama dengan Lembaga Penelitian Universitas Mulawarman-Samarinda melaksanakan Forum Diskusi  tentang Etika Profesi Peneliti Dalam penguatan Sistem Inovasi Nasional, pada hari Kamis 26 Mei 2011. Hadir mewakili Asdep Budaya dan Etika, yakni Kabid Evaluasi, Suyatno, Kabid Pemetaan, Tati Manurung dan Kasubid Perguruan Tinggi dan Lembaga Litbang, Bidang Program, Dewi Yulianti. Forum dibuka oleh Pembantu  Rektor II,  Masjaya.  Nara sumber  dari Ketua LP Universitas Mulawarman, Makrina Tindagen. Dihadiri sekitar 40 peserta dosen dan  peneliti.

Dalam sambutannya, mewakili Rektor Universitas Mulawarman, Masjaya menyatakan bahwa Kode Etik Profesi Peneliti yang digagas Kementerian Ristek ini memberikan sumbangan pemikiran yang mulia dan hal yang  mendasar terkait  dengan pelaksanaan penelitian di Perguruan Tinggi. Merupakan suatu pemahaman akan aktivitas bagaimana kita berperilaku menjalankan profesi sebagai dosen dan peneliti. Lebih lanjut Masjaya mengemukakan  bahwa  Etika profesi terkait dengan sistem inovasi nasional bukan hanya penting tetapi sudah merupakan suatu keharusan. Banyak profesional baik peneliti maupun dosen yang telah keluar dari kaidah-kaidah profesi. Hasil dari pertemuan ini tentunya diharapkan akan memperkecil pelanggaran etika profesi bagi para peneliti. Dengan memperhatikan dan menegakkan etika profesi maka akan lahir: nilai-nilai kejujuran, objektivitas, penghargaan atas hak dan penjagaan  kerahasiaan yang perlu dijaga bersama-sama.

Menurut Ketua LP Universitas Mulawarman, Makrina Tindangen, bahwa Universitas Mulawarman baru memiliki Komisi Kaji Etik sebagai  badan independen  yang dibentuk oleh Rektor Universitas memiliki kebebasan melakukan penyelidikan , membentuk panel penilai dan membuat rekomendasi pengawasan perilaku dan moralitas peneliti tidak jujur.  Komisi ini ibarat penjamin mutu penelitian universitas. Selanjutnya dalam presentasinya Makrina mengungkapkan bahwa Kode Etik Penelitian merupakan Acuan Moral bagi peneliti dalam melaksanakan hidup terutama berkenaan dengan proses  penelitian dan pengembangan iptek.

Dalam presentasinya Makrina mengemukakan empat tanggung jawab seorang peneliti , yaitu: Terhadap proses penelitian yang memenuhi baku ilmiah; Terhadap hasil penelitiannya yang memajukan ilmu pengetahuan; Kepada masyarakat ilmiah yang memberi pengakuan di bidang keilmuan peneliti  dan ; Bagi kehormatan lembaga yang mendukung pelaksanaan penelitiannya.

Terkait dengan moral terdapat lima perilaku peneliti yang tidak jujur, antara lain: pemalsuan hasil penelitian (fabrication); pemalsuan data penelitian (falsification); pencurian proses dan atau hasil (plagiat); pemerasan tenaga peneliti dan pembantu peneliti (exploitation) ; perbuatan tidak adil (injustice).

Sedangkan dalam diskusi ini Kementerian Riset dan Teknologi  menyampaikan tentang maksud dan tujuan diskusi,  gambaran tentang etika profesi yang terkait dengan Sistem Inovasi Nasional, Perlunya kode etik profesi peneliti dan perguruan tinggi serta  gambaran tentang keorganisasian di Kementerian Riset dan Teknologi.

Para peserta diskusi mengharapkan Ristek ikut bertanggung jawab untuk melakukan sertifikasi  untuk menciptakan peneliti yang berkualitas dan menjunjung nilai moral. Tugas dosen dalam tri dharma perguruan tinggi, salah satunya adalah  bidang penelitian, namun demikian tidak semua dosen melakukan penelitian. Budaya meneliti bagi para dosen di Universitas Mulawarman masih relative rendah, oleh karena itu diperlukan cara-cara untuk merangsang para dosen melakukan penelitian. Selain itu kontrol penelitian masih dirasakan rendah sehingga pelanggaran terhadap etika penelitian banyak yang tidak diketahui, oleh karena itu perlu  dibuat database hasil penelitian yang dapat  dibuka dan diakses publik sehingga apabila terjadi plagiat dapat segera diketahui. Dengan demikian akan dapat mengurangi perbuatan melanggar etika.  (THM/YAT/ Asdep Budaya dan Etika/ humasristek)



Rabu 22 April 2015
Menristekdikti Hadiri Peringatan KAA ke-60
Kamis 16 April 2015
Kemenristekdikti Ikuti Pekan Inovasi Sumatera dan Batam Trade Expo ke-4
Kamis 16 April 2015
Plagiat di Dunia Pendidikan Tinggi Perlu Diberantas
Kamis 16 April 2015
Panen Kedelai Kemenristekdikti bersama Polres dan Pemkot Banjarbaru
Selasa 14 April 2015
Tantangan Para Rektor untuk Tingkatkan Publikasi dan Riset
Senin 13 April 2015
Presiden RI Hadiri NIF 2015
Minggu 12 April 2015
Menristekdikti Jalan Sehat bersama BSN
Rabu 08 April 2015
DWP Kemenristekdikti Selenggarakan Seminar Kanker Serviks
Selasa 07 April 2015
Wisuda Pascasarjana Univeristas Pertahanan
Sabtu 04 April 2015
Kompetisi Roket Air Regional Cilacap 2015
[ Berita lainnya ]