Ristek Headline |
Tuesday, September 2, 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI

CPNS 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Monday, August 25, 2014
Menteri Iptek ASEAN Bahas Kebijakan Iptek Tingkat Regional

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Friday, February 18, 2011
Kecelakaan di Jalan Raya – Apa yang bisa kita lakukan?
Print PDF Facebook Twitter Email

Setiap tahun angka kecelakaan terus meningkat dan semakin di dominasi oleh sepeda motor. Hal ini sejalan dengan semakin banyaknya kendaraan di jalan raya. Berdasarkan statistik 2010, banyaknya kendaraan pribadi di Indonesia pada tahun 2008 mencapai sepuluh juta sedangkan sepeda motor sudah lebih dari empat puluh lima juta. Akibatnya jumlah kecelakaan di jalan raya yang melibatkan kendaraan terus meningkat (68% pada tahun 2007, 67% pada tahun 2008 dan 70% tahun 2009).

Berdasarkan usia, kecelakaan paling besar terjadi pada umur 26 sampai 30 tahun, yang melibatkan pengendara anak sekolah yaitu pelajar SMA. Jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia tahun 2009 mencapai hampir 20ribu orang dengan melibatkan 200ribu lebih kendaraan. Seperti data sebelumnya kecelakaan yang melibatkan sepeda motor merupakan bagian terbesar yaitu lebih dari 160ribu kecelakaan.

Kondisi di atas tidak hanya terjadi di Indonesia. Diperkirakan 1,3juta orang meninggal sia-sia di jalan raya di seluruh dunia pada tahun 2011 ini. Sebagian besar (90%) diantara korban meninggal itu terjadi di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Jika keadaan ini dibiarkan, pada tahun 2020 kecelakaan di jalan raya akan membunuh 1,9 juta manusia. Pada tahun 2004 kecelakaan di jalan raya adalah pembunuh No. 9 (WHO, 2008) jauh di bawah penyakit jantung, ginjal, HIV,TBC, namun sudah di atas diabetes dan malaria.

Berdasarkan kenyataan di atas diperlukan suatu tindakan bersama untuk membuat jalan raya menjadi tempat yang lebih aman. Dalam kaitan ini WHO mengeluarkan resolusi 62/244 tahun 2008 yang meminta anggotanya untuk mengurangi jumlah kecelakaan dan jumlah korban di jalan raya menjadi setengahnya pada 2020.

Untuk melaksanakan resolusi tersebut pihak Kementerian Perhubungan menggalang kerjasama dengan semua pihak (Pemerintah, Swasta dan Masyarakat) untuk mencanangkan Dekade Aksi Keselamatan Jalan Indonesia 2011 – 2020. Pelaksanaannya dilakukan dengan menyusun Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan Republik Indonesia (RUNK – LLAJ) yang peluncurannya akan dilakukan tanggal 11 Mei 2011 oleh Presiden Republik Indonesia.

Dalam dokumen RUNK ini Kementerian Riset dan Teknologi mengisi substansi tentang riset keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan (safer road) dan kendaraan yang berkeselamatan (safer vehicles).

Tujuan Aksi Keselamatan Jalan Indonesia 2011 – 2020 ini antara lain melaksanakan platform global, regional dan nasional untuk mengurangi 50% angka korban kecelakaan di jalan melalui program “Dekade Aksi Keselamatan Jalan RI (2011 – 2020), mengesahkan dan meluncurkan dokumen “Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Republik Indonesia, mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam aksi penurunan jumlah korban kecelakaan lalu lintas, single sessage : SAATNYA BERTINDAK ! (TIME FOR ACTION).

Hal-hal di atas dikemukakan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Suroyo Alimoeso dalam pertemuan seluruh pemangku kepentingan dari kalangan pemerintah, swasta dan masyarakat.

Direktur Keselamatan Transportasi Darat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Hotma P. Simanjuntak, menyatakan bahwa “Kementerian Perhubungan telah melakukan persiapan-persiapan dalam rangka peluncuran tanggal 11 Mei tersebut dengan menyiapkan simbol, pekan nasional, promo di media, mascot ZETA (Zebra Sahabat Kita), gerak jalan, funride, giant banner dan lain-lain,”ujarnya.

Dalam kesempatan diskusi peserta pertemuan sangat mengharapkan agar acara peluncuran yang bertujuan mengurangi angka kecelakaan di jalan raya nantinya tidak berhenti pada seremonial saja. Peserta pertemuan juga sepakat memilih Giri Suseno (Ketua Komisi Keselamatan Jalan Dunia/ Commission for Global Road Safety) menjadi koordinator gerakan ini hingga ketua devinitif ditetapkan oleh Presiden bulan Mei nanti. (AD-IP-Pem/humasristek)



Thursday, September 25, 2014
Intermediary Expert Training Untuk Mendukung Sistem Inovasi Nasional (SINas)
Monday, August 25, 2014
ASEAN Berikan Penghargaan pada Pegiat Iptek
Monday, August 25, 2014
Menteri Iptek ASEAN Bahas Kebijakan Iptek Tingkat Regional
Friday, August 22, 2014
Kementerian Riset dan Teknologi Hadir di Kalsel Expo 2014
Friday, August 22, 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68
Thursday, August 21, 2014
Penaganugerahan Gelar Perekaya Utama Kehormatan
Tuesday, August 19, 2014
Simposium Nasional Implementasi Hasil Riset Vaksin
Monday, August 18, 2014
Inovasi untuk Komunitas ASEAN yang Lebih Baik
Sunday, August 17, 2014
Iptek Bagi Pembangunan Nasional
Wednesday, August 13, 2014
Seminar Sejarah dan Peradaban Medang–Aspek Perkembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Nusantara
[ Berita lainnya ]