Ristek Headline |
Thursday, April 17, 2014
 
 
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Friday, April 11, 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
BERITA KEGIATAN RISTEK
Wednesday, November 10, 2010
Pembahasan Konsepsi Pengembangan Model SINAS Ketahanan Pangan
Print PDF Facebook Twitter Email

Salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah Indonesia saat ini adalah bagaimana upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut, langkah yang harus ditempuh adalah dengan memanfaatkan seluruh potensi sumberdaya yang dimiliki. Berkenaan dengan hal tersebut, Asisten Deputi Kompetensi Kelembagaan melaksanakan rapat koordinasi pada Selasa, 9 November 2010. Rapat ini dihadiri oleh Deputi Bidang Kelembagaan Iptek, Benyamin Lakitan, Asisten Deputi di lingkungan Kementerian Riset dan Teknologi, perwakilan dari BATAN, BPPT, LIPI dan unit-unit lain yang terkait. Rapat dibuka oleh I Wayan Budiastra selaku Asisten Deputi Kompetensi Kelembagaan. Dalam sambutannya Wayan mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah mematangkan konsepsi pengembangan model SINas ketahanan pangan. Selain itu tandasnya, kegiatan peningkatan upaya penelitian dan pengembangan bidang pertanian ini merupakan salah satu upaya pelaksanaan program prioritas nasional Kabinet Indonesia Bersatu ke-2 yang terkait dengan ketahanan pangan.

Rapat koordinasi ini merupakan langkah awal dalam rangka penyusunan model SINas untuk ketahanan pangan. Menurut Sahat M Panggabean dalam paparannya, pengembangan model SINas untuk pemantapan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani dibagi dalam tiga sub kegiatan yaitu  pengelolaan lahan sub optimal untuk produksi pangan, pengelolaan sumberdaya kemaritiman, dan pengembangan industri perdesaan berbasis produk lokal. Dalam paparannya Sahat juga menyampaikan beberapa studi kasus pengembangan dan penerapan teknologi yang terkait dengan ketahanan pangan di beberapa daerah seperti Nusa Tenggara Timur dengan pemanfaatan lahan suboptimalnya dan pengembangan padi bestari, serta Kalimantan Selatan dengan Bio-cyclo farming yang bekerjasama dengan BATAN, pelatihan pengelolaan pupuk organik berbasis kotoran sapi dan lain-lain.

Pada kesempatan tersebut teridentifikasi berbagai permasalahan yang terkait dengan pengembangan ketahanan pangan di Indonesia, termasuk berbagai pengalaman dalam penerapan teknologi pada beberapa daerah, seperti masih dibutuhkannya penguatan kelembagaan di daerah termasuk lembaga pendukung, masih terbatasnya sumber daya manusia di daerah baik kualitas maupun kuantitasnya, sulitnya koordinasi antar berbagai pihak yang terkait, permasalahan distribusi, dukungan infrastruktur yang masih terbatas serta yang juga tidak kalah pentingnya yaitu permasalahan sosial kultural tiap daerah dimana setiap daerah tersebut memiliki adat dan budaya yang berbeda-beda.

Permasalahan-permasalahan yang terindetifikasi pada rapat tersebut menurut pernyataan Benyamin, dapat dijadikan sebagai upaya kesiap-siagaan bagi tim pelaksana kegiatan untuk dapat memberikan solusi bagi permasalah-permasalahan nyata serta pemenuhan kebutuhan pada tiap daerah sasaran tersebut. Selanjutnya Benyamin juga menyampaikan bahwa konsep SINas ketahanan pangan selain disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan nyata pada tiap daerahnya juga bersifat dinamis. Benyamin juga menyatakan bahwa penyusunan konsepsi SINas ketahanan pangan ini juga harus memperhatikan agro ecosystem, sosio kultural masyarakat setempat, aktor yang akan berperan dalam pengembangan SINas termasuk peran kelembagaan, serta kapasitas adopsi dari masyarakat setempat baik dari sisi finansial maupun teknis.

Pada akhirnya, dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan dapat diwujudkan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian, tercapainya target MDG’s yaitu mengurangi kelaparan dan kemiskinan, meningkatkan status gizi dan kesehatan masyarakat serta menjamin pelestarian lingkungan dan terwujudnya ketahanan pangan nasional. (ad3-dep1/ humasristek)



Wednesday, April 16, 2014
DWP Kemenristek Kunjungi Taman Pintar Yogyakarta
Wednesday, April 16, 2014
Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi dan Bisnis Inovatif Usia Muda
Monday, April 14, 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon
Tuesday, April 8, 2014
Sosialisasi dan Pengukuran Technology Readiness Level di Jawa Tengah
Tuesday, April 8, 2014
Kerjasama Iptek RI-Jerman: Implementasi Iptek untuk Mendukung Pembangunan Nasional
Monday, April 7, 2014
Pengukuran TRL di Pusat Unggulan Iptek Kakao
Monday, April 7, 2014
ASEAN Persiapkan Diri untuk Mobilitas SDM Iptek
Monday, April 7, 2014
Kemenristek Hadiri Rakor BPPD Provinsi Jatim
Thursday, April 3, 2014
Kemenristek Dorong Konsorsium Pembangunan Satelit Penginderaan Jauh
Thursday, April 3, 2014
Rapat Koordinasi Undang-Undang Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014 Dalam Rangka Penguatan Teknologi Industri
[ Berita lainnya ]