Ristek Headline |
Senin 30 Maret 2015
 
 

Ristek TV

open bidding es1

Hasil Seleksi CPNS 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Sabtu 21 Maret 2015
Kemenristekdikti Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Rabu 10 November 2010
Pembahasan Konsepsi Pengembangan Model SINAS Ketahanan Pangan
Print PDF Facebook Twitter Email

Salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah Indonesia saat ini adalah bagaimana upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut, langkah yang harus ditempuh adalah dengan memanfaatkan seluruh potensi sumberdaya yang dimiliki. Berkenaan dengan hal tersebut, Asisten Deputi Kompetensi Kelembagaan melaksanakan rapat koordinasi pada Selasa, 9 November 2010. Rapat ini dihadiri oleh Deputi Bidang Kelembagaan Iptek, Benyamin Lakitan, Asisten Deputi di lingkungan Kementerian Riset dan Teknologi, perwakilan dari BATAN, BPPT, LIPI dan unit-unit lain yang terkait. Rapat dibuka oleh I Wayan Budiastra selaku Asisten Deputi Kompetensi Kelembagaan. Dalam sambutannya Wayan mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah mematangkan konsepsi pengembangan model SINas ketahanan pangan. Selain itu tandasnya, kegiatan peningkatan upaya penelitian dan pengembangan bidang pertanian ini merupakan salah satu upaya pelaksanaan program prioritas nasional Kabinet Indonesia Bersatu ke-2 yang terkait dengan ketahanan pangan.

Rapat koordinasi ini merupakan langkah awal dalam rangka penyusunan model SINas untuk ketahanan pangan. Menurut Sahat M Panggabean dalam paparannya, pengembangan model SINas untuk pemantapan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani dibagi dalam tiga sub kegiatan yaitu  pengelolaan lahan sub optimal untuk produksi pangan, pengelolaan sumberdaya kemaritiman, dan pengembangan industri perdesaan berbasis produk lokal. Dalam paparannya Sahat juga menyampaikan beberapa studi kasus pengembangan dan penerapan teknologi yang terkait dengan ketahanan pangan di beberapa daerah seperti Nusa Tenggara Timur dengan pemanfaatan lahan suboptimalnya dan pengembangan padi bestari, serta Kalimantan Selatan dengan Bio-cyclo farming yang bekerjasama dengan BATAN, pelatihan pengelolaan pupuk organik berbasis kotoran sapi dan lain-lain.

Pada kesempatan tersebut teridentifikasi berbagai permasalahan yang terkait dengan pengembangan ketahanan pangan di Indonesia, termasuk berbagai pengalaman dalam penerapan teknologi pada beberapa daerah, seperti masih dibutuhkannya penguatan kelembagaan di daerah termasuk lembaga pendukung, masih terbatasnya sumber daya manusia di daerah baik kualitas maupun kuantitasnya, sulitnya koordinasi antar berbagai pihak yang terkait, permasalahan distribusi, dukungan infrastruktur yang masih terbatas serta yang juga tidak kalah pentingnya yaitu permasalahan sosial kultural tiap daerah dimana setiap daerah tersebut memiliki adat dan budaya yang berbeda-beda.

Permasalahan-permasalahan yang terindetifikasi pada rapat tersebut menurut pernyataan Benyamin, dapat dijadikan sebagai upaya kesiap-siagaan bagi tim pelaksana kegiatan untuk dapat memberikan solusi bagi permasalah-permasalahan nyata serta pemenuhan kebutuhan pada tiap daerah sasaran tersebut. Selanjutnya Benyamin juga menyampaikan bahwa konsep SINas ketahanan pangan selain disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan nyata pada tiap daerahnya juga bersifat dinamis. Benyamin juga menyatakan bahwa penyusunan konsepsi SINas ketahanan pangan ini juga harus memperhatikan agro ecosystem, sosio kultural masyarakat setempat, aktor yang akan berperan dalam pengembangan SINas termasuk peran kelembagaan, serta kapasitas adopsi dari masyarakat setempat baik dari sisi finansial maupun teknis.

Pada akhirnya, dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan dapat diwujudkan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian, tercapainya target MDG’s yaitu mengurangi kelaparan dan kemiskinan, meningkatkan status gizi dan kesehatan masyarakat serta menjamin pelestarian lingkungan dan terwujudnya ketahanan pangan nasional. (ad3-dep1/ humasristek)



Senin 23 Maret 2015
Menristekdikti Resmikan Pembangunan Science Technopark di Kabupaten Kaur
Sabtu 21 Maret 2015
Kemenristekdikti Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi
Jumat 20 Maret 2015
Menristekdikti Hadiri Pembukaan 9th Agrinex Expo 2015
Sabtu 14 Maret 2015
Menristekdikti Panen Benih Padi Sidenuk
Rabu 11 Maret 2015
Menristekdikti Hadiri Dies Natalis UNS ke-39
Selasa 10 Maret 2015
Menristekdikti Hadiri Serah Terima Gedung Mochtar Riady Plaza Quantum (MRCP) di Univeristas Indonesia
Sabtu 07 Maret 2015
Kerjasama Kemenristekdikti dengan Polres Madiun Kota
Jumat 06 Maret 2015
Prospek Pegembangan Perguruan Tinggi di Kopertis Wilayah X
Jumat 06 Maret 2015
Menrsitekdikti Letakkan Batu Pertama Unversitas Negeri Padang
Kamis 05 Maret 2015
Menristekdikti Lantik Rektor Perguruan Tinggi dan Direktur Politeknik
[ Berita lainnya ]