Ristek Headline |
Sabtu 30 Agustus 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI

CPNS 2014

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 22 Agustus 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Rabu 10 November 2010
Pembahasan Konsepsi Pengembangan Model SINAS Ketahanan Pangan
Print PDF Facebook Twitter Email

Salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah Indonesia saat ini adalah bagaimana upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut, langkah yang harus ditempuh adalah dengan memanfaatkan seluruh potensi sumberdaya yang dimiliki. Berkenaan dengan hal tersebut, Asisten Deputi Kompetensi Kelembagaan melaksanakan rapat koordinasi pada Selasa, 9 November 2010. Rapat ini dihadiri oleh Deputi Bidang Kelembagaan Iptek, Benyamin Lakitan, Asisten Deputi di lingkungan Kementerian Riset dan Teknologi, perwakilan dari BATAN, BPPT, LIPI dan unit-unit lain yang terkait. Rapat dibuka oleh I Wayan Budiastra selaku Asisten Deputi Kompetensi Kelembagaan. Dalam sambutannya Wayan mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah mematangkan konsepsi pengembangan model SINas ketahanan pangan. Selain itu tandasnya, kegiatan peningkatan upaya penelitian dan pengembangan bidang pertanian ini merupakan salah satu upaya pelaksanaan program prioritas nasional Kabinet Indonesia Bersatu ke-2 yang terkait dengan ketahanan pangan.

Rapat koordinasi ini merupakan langkah awal dalam rangka penyusunan model SINas untuk ketahanan pangan. Menurut Sahat M Panggabean dalam paparannya, pengembangan model SINas untuk pemantapan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani dibagi dalam tiga sub kegiatan yaitu  pengelolaan lahan sub optimal untuk produksi pangan, pengelolaan sumberdaya kemaritiman, dan pengembangan industri perdesaan berbasis produk lokal. Dalam paparannya Sahat juga menyampaikan beberapa studi kasus pengembangan dan penerapan teknologi yang terkait dengan ketahanan pangan di beberapa daerah seperti Nusa Tenggara Timur dengan pemanfaatan lahan suboptimalnya dan pengembangan padi bestari, serta Kalimantan Selatan dengan Bio-cyclo farming yang bekerjasama dengan BATAN, pelatihan pengelolaan pupuk organik berbasis kotoran sapi dan lain-lain.

Pada kesempatan tersebut teridentifikasi berbagai permasalahan yang terkait dengan pengembangan ketahanan pangan di Indonesia, termasuk berbagai pengalaman dalam penerapan teknologi pada beberapa daerah, seperti masih dibutuhkannya penguatan kelembagaan di daerah termasuk lembaga pendukung, masih terbatasnya sumber daya manusia di daerah baik kualitas maupun kuantitasnya, sulitnya koordinasi antar berbagai pihak yang terkait, permasalahan distribusi, dukungan infrastruktur yang masih terbatas serta yang juga tidak kalah pentingnya yaitu permasalahan sosial kultural tiap daerah dimana setiap daerah tersebut memiliki adat dan budaya yang berbeda-beda.

Permasalahan-permasalahan yang terindetifikasi pada rapat tersebut menurut pernyataan Benyamin, dapat dijadikan sebagai upaya kesiap-siagaan bagi tim pelaksana kegiatan untuk dapat memberikan solusi bagi permasalah-permasalahan nyata serta pemenuhan kebutuhan pada tiap daerah sasaran tersebut. Selanjutnya Benyamin juga menyampaikan bahwa konsep SINas ketahanan pangan selain disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan nyata pada tiap daerahnya juga bersifat dinamis. Benyamin juga menyatakan bahwa penyusunan konsepsi SINas ketahanan pangan ini juga harus memperhatikan agro ecosystem, sosio kultural masyarakat setempat, aktor yang akan berperan dalam pengembangan SINas termasuk peran kelembagaan, serta kapasitas adopsi dari masyarakat setempat baik dari sisi finansial maupun teknis.

Pada akhirnya, dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan dapat diwujudkan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian, tercapainya target MDG’s yaitu mengurangi kelaparan dan kemiskinan, meningkatkan status gizi dan kesehatan masyarakat serta menjamin pelestarian lingkungan dan terwujudnya ketahanan pangan nasional. (ad3-dep1/ humasristek)



Senin 25 Agustus 2014
ASEAN Berikan Penghargaan pada Pegiat Iptek
Senin 25 Agustus 2014
Menteri Iptek ASEAN Bahas Kebijakan Iptek Tingkat Regional
Jumat 22 Agustus 2014
Kementerian Riset dan Teknologi Hadir di Kalsel Expo 2014
Jumat 22 Agustus 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68
Kamis 21 Agustus 2014
Penaganugerahan Gelar Perekaya Utama Kehormatan
Selasa 19 Agustus 2014
Simposium Nasional Implementasi Hasil Riset Vaksin
Senin 18 Agustus 2014
Inovasi untuk Komunitas ASEAN yang Lebih Baik
Minggu 17 Agustus 2014
Iptek Bagi Pembangunan Nasional
Rabu 13 Agustus 2014
Seminar Sejarah dan Peradaban Medang–Aspek Perkembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Nusantara
Rabu 13 Agustus 2014
Menristek Dapat Pengahargaan Bintang Mahaputra Adipradana
[ Berita lainnya ]