Ristek Headline |
Selasa 29 Juli 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 16 Juli 2014
Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Asdep Jaringan Penyedia Dengan Pengguna dan Menristek

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Rabu 26 Mei 2010
Selamat Jalan Ibu Ainun Habibie
Print PDF Facebook Twitter Email

Hasri Ainun Besari yang  akrab  dipanggil Ainun Habibie,  lahir pada 11 Agustus 1937 di  Semarang, Indonesia, menikah dengan BJ Habibie pada 12 Mei 1962. Dari hasil pernikahannya dengan BJ. Habibie Presiden RI ke-3,  yang juga pernah menjadi Menteri Riset dan Teknologi ini, dikaruniai dua orang anak, yakni Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

BJ.Habibie senantiasa mendampingi istrinya yang sempat menjalani sejumlah operasi di Jerman dan selama dirawat sejak 24 Maret 2010 hingga menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Ludwig Maximilians Universitat, Klinikum Gro'hadern, Munchen, Jerman pada Sabtu (22/5) pukul 17.30 waktu Jerman (pukul 22.30 WIB),  di usia 72 tahun karena kanker usus.

Jenazah ibu Ainun Habibie tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada Selasa (25/5) pukul 04.50 WIB. Pukul 05.53 WIB rombongan jenazah tiba di rumah duka, jalan Patra Kuningan XIII No. 13 Jakarta Selatan, Pukul 10.40 WIB jenazah diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, pukul 11.20 WIB upacara pemakaman dan pukul 12.30 WIB proses pemakaman selesai.

Jenazah mantan ibu negara Hasri Ainun Habibie dishalatkan di rumah duka Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta, Selasa (25/5).  Sholat jenazah dipimpin oleh Arif Rahman seorang pakar pendidikan dan diikuti oleh keluarga dan kerabat almarhumah. Sebelumnya, jenazah Hasri Ainun Habibie tiba di rumah duka sekitar pukul 06.00 WIB yang disambut dengan upacara secara militer.

Beberapa saat sebelum upacara penyambutan, BJ Habibie bersama kedua putranya dan keluarga yang mendampingi sejak di Munchen, Jerman tiba terlebih dahulu di rumah duka. BJ Habibie yang menggunakan setelan jas hitam dan berpeci ini tampak tegar menerima ucapan bela sungkawa dari keluarga.
 
Upacara serah terima jenazah dilakukan dari ketua rombongan yang diwakili Duta Besar RI di Jerman Edy Pratomo pada pemerintah yang diwakili oleh Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, yang selanjutnya diserahkan pada keluarga, diwakili oleh Sahari Besari.

Sementara itu, pelayat terus berdatangan dan memadati rumah duka, baik di dalam maupun di luar ruangan. Selain seluruh anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, sejumlah pejabat dan tokoh juga hadir untuk melayat, diantaranya Ketua MPR Taufik Kemas, Ketua DPRD Irman Gusman, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, Quraish Shihab, Ali Muchtar Ngabalin.

Ribuan pelayat yang sejak pagi berkumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata ikut melepas kepergian mantan Ibu Negara Hasri Ainun Habibie. Di tengah panasnya terik matahari, para pejabat negara sampai masyarakat jelata, mengikuti dengan khidmat upacara kenegaraan pemakaman Ibu Hasri Ainun Habibie di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertindak selaku inspektur upacara dalam pemakaman Hasri Ainun Habibie, istri dari mantan Presiden BJ Habibie, di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Presiden juga memberikan kata sambutan langsung dalam upacara pemakaman secara militer yang diikuti oleh ribuan pelayat ini. “Kita persembahkan ke pangkuan Ibu Pertiwi, jiwa raga dan jasa-jasa dari almarhumah Hasri Ainun Habibie,” kata Presiden Yudhoyono.

Sesaat sebelum upacara pemakaman dimulai, peti jenazah diletakkan di atas liang lahat makam dengan ditutupi bendera merah putih. Pada saat peti jenazah dibuka untuk meletakkan kumpalan tanah sebesar kepalan tangan dimasukkan ke dalam peti jenazah almarhumah Ainun Habibie. Mantan Presiden BJ Habibie yang berdiri di sisi kanan makam langsung naik ke gundukan pemakaman lalu mengambil tanah melalui sekop untuk pemakaman, kemudian dipapah ke gundukan pemakaman untuk menebarkan bunga pada almarhumah. Air matanya tidak tertahan selama proses pemakaman.

Tembakan salvo dari pasukan TNI pun menandai prosesi penurunan jenazah ke liang lahat. Tangisan pun meledak seketika di antara para pelayat yang hadir pada saat jenazah mulai diturunkan. Beberapa saat setelah peti jenazah diturunkan, pihak keluarga diberi kesempatan pertama untuk menaburkan bunga ke atas liang lahat. Terlihat BJ Habibie dengan tegar menaburkan bunga-bunga di atas makam istri tercintanya. Berturut-turut kemudian diikuti oleh kedua putranya dan kerabat keluarga lainnya.

Selaku inspektur upacara, Presiden Yudhoyono juga turut menaburkan tanah pertanda dimulainya penutupan makam dengan tanah. Dari pihak keluarga diwakili oleh kedua putra Habibie dan Ainun, yakni Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Rasa haru juga meledak menjadi tangisan di kediaman keluarga Rahmawati Habibie, kemenakan B.J. Habibie, tepat ketika jenazah Ainun diturunkan ke liang lahat, tepat di seberang makam pahlawan A.H. Nasution di Taman Makam Pahlawan Kalibata, kemarin. "Saya teringat pesan-pesan almarhumah. Dia selalu memberikan nasihat kepada kami," kata Rahmawati, yang menyaksikan upacara pemakaman lewat tayangan televisi di rumahnya di Gorontalo.

Presiden SBY menyampaikan pidato pada upacara pemakaman kenegaraan jenazah, Selasa, (25/5). "Dengan rasa duka amat dalam, hari ini kita semua, Rakyat Indonesia Berkabung atas wafatnya Ibu Ainun Hasri Habibie," kata SBY. "Kita hadir di tempat ini, di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, untuk memberikan penghormatan terakhir melalui upacara kenegaraan. Upacara ini, kita selenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan dari Negara dan Pemerintah, atas jasa, dharma bakti, serta pengabdian almarhumah kepada negara dan bangsa," lanjut SBY.

"Kepergian almarhumah, sungguh menimbulkan duka cita yang mendalam bagi kita semua. Namun, pengabdian beliau kepada nilai-nilai kemanusiaan akan senantiasa tinggal bersama kita. Marilah kita lanjutkan cita-cita almarhumah, dengan tindakan nyata dalam berbagai aksi kemanusiaan yang bersifat universal, untuk kehidupan yang lebih baik di dunia," tambahnya.

Dalam pidatonya, Presiden SBY juga menyebutkan, bangsa Indonesia telah kehilangan salah seorang tokoh wanita terbaik. Seorang ibu negara yang penuh kasih, pejuang kemanusiaan yang tulus serta ibu dari sebuah keluarga panutan.

Menurut Yudhoyono, selama hidupnya almarhumah ibu Hasri Ainun Habibie sangat peduli dengan kemanusiaan dengan mendirikan sebuah yayasan mata. Selain itu kata Presiden, almarhumah Hasri Ainun Habibie juga berjasa pada negara terutama saat-saat terjadi reformasi tahun 1998.

Atas jasa-jasa almarhumah, Pemerintah memberi anugerah Bintang Republik Indonesia Adi Pradana dan Bintang Mahaputra Adi Purna pada almarhumah ibu Hasri Ainun Habibie. Anugerah ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika memberi sambutan pada saat pemakaman ibu Hasri Ainun Habibie.

Mantan Wakil Presiden Yusuf Kalla menyampaikan bahwa “telah dia temukan akhir penantiannya, jawaban semesta pada pertanyaan tentang hakikat hidup.Dari tanah kembali menjadi tanah. Hari ini Ibu Hasri Ainun Habibie telah disatukan kembali dengan Bumi, itulah akhir dari sebuah penantiannya, untuk melanjutkan langkahnya menuju kepada kesempurnaan. Karena sesungguhnya kematian itu adalah kesempurnaan bagi kita manusia. Itulah sebabnya kita selalu menggunakan kata wafat sebagai kata ganti “meninggal”. Yang berasal dari kata wifa’ yang artinya, ‘penyempurnaan’.(kompasiana, 26/5)

Ibu Ainun telah menyempurnakan hidupnya, dia telah menyelesaikan tugasnya untuk mendampingi salah satu pria terbaik yang dimiliki oleh bangsa ini, BJ. Habibie. Ibu Ainun telah dengan tabah dan setia mendampingi pak Habibie khususnya beliau menjadi Presiden RI ke 3, pada masa transisi, dan pak Habibie berhasil membawa bangsa kita selamat melewati masa transisi tersebut. semua itu berkat kesetiaan dan dukungan dari Ibu Ainun.

Kini, 3 hari sudah Ibu Ainun telah pergi, menyisakan kesedihan amat mendalam bagi kita semua. Beliau adalah ibu yang menjadi dambaan yang sangat lemah lembut, perhatian terhadap keluarga, ia mampu mendidik anak-anaknya dengan baik dan mampu menjadi contoh bagi keluarga, beliau juga adalah sosok ibu Negara yang tidak suka ikut campur urusan Pak Habibie selaku pejabat negara.

Selamat jalan Ibu Ainun, inilah akhir penantianmu,  Karena hanya kepada-Nya kita akan berpulang. Pada dasarnya kita semua menunggu giliran, ini hanya masalah waktu…. Semoga Pak Habibie dan keluarga selalu diberi ketabahan dalam melepas kepergian Ibu Ainun…  (mf/as/humasristek)



Kamis 17 Juli 2014
Menristek Resmikan Workshop Fasilitas Pilot Plant Riset Baterai Lithium
Senin 14 Juli 2014
Menristek Hadiri Peresmian RS Pusat Otak Nasional
Selasa 08 Juli 2014
Sinkronisasi Kebijakan, Program dan Pendanaan Iptek 2015-2019
Senin 07 Juli 2014
Buka Puasa Bersama : Mari Kita Tingkatkan Keimanan dan Pengabdian Kita
Senin 07 Juli 2014
DWP Kemenristek Serahkan Santunan Pendidikan
Jumat 04 Juli 2014
Pengembangan Teknologi Transportasi Multiguna Pedesaan Hasil Konsorsium Riset
Jumat 04 Juli 2014
Peresmian Bio Center Plant dan Ground Breaking Unit Produksi Enzim PT Petrosida Gresik
Kamis 03 Juli 2014
Pengembangan Industri Perdesaan Berbasis Sumber Daya dan Produk Lokal Ternak Ruminansia Kecil dalam Wadah Konsorsium
Selasa 01 Juli 2014
Kemenristek Dorong Penguatan Jaringan Riset dalam Pengembangan Energi Alternatif di Kota Surakarta
Selasa 01 Juli 2014
Indonesia - Iran: Dua Negara Islam Bersahabat yang Berkomitmen untuk Melaksanakan Penelitian dan Produksi Iptek Bersama
[ Berita lainnya ]