Ristek Headline |
Jumat 03 Juli 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 30 Juni 2015
Pelantikan Dirjen Kemenristekdikti

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

surat

Ristek TV

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Rabu 12 Mei 2010
Arah Kebijakan Pengelolaan Senyawa Persistent Organic Pollutants (POPs) di Indonesia
Print PDF Facebook Twitter Email

Salah satu kelompok bahan kimia beracun yang mendapat perhatian dunia termasuk Indonesia adalah senyawa Persistent Organic Pollutans (POPs). Produksi senyawa POPs umumnya terkait dengan bidang pertanian sebagai anti hama. Bahan kebutuhan industri seperti PCB, dan hasil  dari proses pembakaran yang tidak sempurna seperti dioksin dan furan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa senyawa POPs memberikan dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan hidup.

Untuk mengantisipasi dampak negatif senyawa POPs, Indonesia telah meratifikasi konvensi Stockholm dengan disahkannya Undang-undang No. 19 Tahun 2009 tentang Pengesahan Stockholm Convention on Persistent Organic Pollutans. Untuk menindaklanjuti Undang-undang tersebut, Asisten Deputi Urusan Ilmu Hayati, Kedeputian Bidang Perkembangan Riptek KRT, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas tentang arah riset dan kebijakan di dalam pengelolaan senyawa POPs. Peserta yang hadir pada FGD tersebut berasal dari BPPT, LIPI, BATAN, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Pertemuan FGD tersebut dibuka oleh Nur Hidayat selaku Plt. Deputi Bidang Perkembangan Riptek, dan yang bertindak sebagai moderator adalah I Wayan Budiastra selaku Plt. Asdep Urusan Ilmu Hayati.

Materi diskusi tentang kapabilitas dan kegiatan riset senyawa POPs di BPPT disampaikan oleh Kardono, sedangkan Fachmijany Sulawesty menyampaikan juga materi tentang kapabilitas dan kegiatan riset senyawa POPs di LIPI, selanjutnya Heni Suseno menyampaikan materi tentang kapabilitas dan kegiatan riset senyawa POPs di BATAN, serta dari Kementerian Pertanian yang disampaikan oleh Asep Nugraha juga memnyampaikan tentang kapabilitas dan kegiatan riset senyawa POPs di Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian.

Dari pertemuan tersebut telah terlihat kemampuan LPNK dan lembaga peneliti lainnya untuk mengelola senyawa POPs yang terkait dengan Pestisida. Berbagai penelitian yang terkait dengan teknologi remediasi mulai dilakukan, demikian juga dengan riset terkait dengan penggantian senyawa pestisida dengan biopestisida yang ramah lingkungan. Peranan aplikasi teknik nuklir juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan riset terutama yang terkait dengan proses bioakumulasi dan biomagnifikasi senyawa POPs. Namun yang terkait dengan dioksin dan furan baru sebatas menguasai teknik sampling, sedangkan analisis masih dilakukan di luar negeri. Informasi lainnya yang diperoleh adalah ternyata terdapat senyawa pestisida yang tidak terdaftar di Indonesia, namun terdeteksi keberadaannya, baik di media tanah, air dan produk pertanian.    
 
Akhir dari pertemuan tersebut dirumuskan bahwa arah kebijakan pengelolaan senyawa POPs di Indonesia mencakup riset untuk substitusi atau penggantian senyawa POPs, upaya remediasi pada lahan yang tercemar senyawa POPs, dan kegiatan monitoring. (smp-adih /Humasristek)



Rabu 01 Juli 2015
Pelantikan Dirjen di Kemenristekdikti
Rabu 17 Juni 2015
Sosialisasi Inkubasi Bisnis Teknologi di Yogyakarta
Selasa 16 Juni 2015
Kesepahaman antara Kemenristekdikti, KemenLHK, dan Kemendikbud
Selasa 16 Juni 2015
Sosialisasi Inkubasi Teknologi di Politeknik Negeri Jember
Senin 15 Juni 2015
Integrasi Sistem Pendidikan dan Sertifikasi Berbasis KKNI
Senin 15 Juni 2015
Menristekdikti Resmikan IHRI
Senin 15 Juni 2015
Menristekdikti Lantik Pejabat Eselon I Kemenristekdikti
Minggu 14 Juni 2015
Menristekdikti Hadiri Diskusi Interaktif di Undana
Sabtu 13 Juni 2015
UMP Akan Menjadi Pusat Unggul Kelapa Kopyor
Sabtu 13 Juni 2015
Wapres RI Buka ISES 2015
[ Berita lainnya ]