Ristek Headline |
Kamis 24 April 2014
 
 
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 22 April 2014
HUT ke-23 PP-IPTEK

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 28 Juli 2008
MATEMATIKA UNTUK MASA DEPAN DAN MASA DEPAN MATEMATIKA
Print PDF Facebook Twitter Email
Matematika adalah momok bagi siswa, sudah tidak diragukan lagi. Matematika menjadi penyebab utama ketaklulusan siswa SMA jurusan IPA maupun IPS. Namun disadari matematika tidak akan mungkin hilang, karena sangat dibutuhkan dalam kehidupan kita agar lebih baik. Agaknya kondisi ini dirasakan pula oleh Sesmenneg. Ristek, Benyamin Lakitan, yang menjadi salah satu pembicara kunci pada Konferensi Nasional Matematika XIV dan Konggres Matematika Indonesia di Universitas Sriwijaya, yang berlangsung di Palembang, 24~27 Juli 2008. Matematikawan Indonesia ditantang untuk berfikir, menyusun strategi dan bertindak untuk mengambil peran sentral dalam memajukan matematika, ”Bersama kita bisa dan bersama lebih baik”.

Dalam acara yang mengusung tema ”Matematika adalah jembatan untuk kehidupan yang lebih baik” itu, Benjamin Lakitan, mengajak para matematikawan Indonesia untuk mengemas matematika agar lebih cantik dan menarik. Sebagai ilmu dasar, matematika telah terbukti sangat dibutuhkan untuk melandasi dan menjadi inspirasi perkembangan ilmu-ilmu lain. Perkembangan matematika dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor penarik dan faktor pendorong. Telah terbukti bahwa makin banyak perkembangan ilmu-ilmu lain yang membutuhkan dukungan matematika menjadi faktor penarik perkembangan matematika. Di sisi lain, diperlukan faktor pendorong perkembangan matematika, yang tergantung pada militansi pegiat matematika, jumlah matematikawan, pecinta matematika, dan institusi yang bergerak di bidang matematika.

Pada kesempatan tersebut, Benyamin Lakitan juga menyampaikan : Kemenneg. Ristek sejak tahun 2007 telah meluncurkan 5 jenis paket Insentif, masing-masing yang terdiri dari 6 bidang fokus prioritas. Pegiat matematika ditantang untuk dapat menggunakan peluang ini, untuk berkiprah di bidang riset yang bermuara pada penyelesaikan kebutuhan nyata masyarakat. Dari sejumlah riset dan kegiatan yang telah dan sedang berjalan dengan dibiayai program insentif Ristek ini terdapat beberapa tema yang berbasiskan matematika.

Ditengah-tengah pelaksanaan Konggres, Anny Sulaswatty, Asdep Urusan Perkembangan Matematika dan Ilmu Alam, bersama dengan pengurus Himpunan Matematika Indonesia (Indonesian Mathematical Society - IndoMS) sepakat membangun jalinan kerja sama di bidang perkembangan riset matematika. Kegiatan dirancang untuk memotret profil periset matematika, kekuatan SDM Matematika di Indonesia, serta mengkaji arah pengembangan matematika masa depan agar dapat menjadikan matematika sebagai penghela utama perkembangan ilmu-ilmu lain. “Matematika adalah segalanya” demikian kata almarhum Prof. Dr. Muslim, guru besar fisika pada suatu kesempatan.

IndoMS adalah organisasi yang mewadahi matematikawan, pendidik, pengguna dan penggemar matematika Indonesia yang bersifat nirlaba, bertujuan untuk membina dan mengembangkan matematika, membina dan mengembangkan pendidikan matematika serta meningkatkan peranan matematika di Indonesia. Prof. Dr. Edy Tri Baskoro adalah Presiden IndoMS ke tujuh.

Mengawali rangkaian kegiatan Konferensi Matematika dan Konggres IndoMS tersebut, telah diselenggarakan lomba puisi bertema matematika. “Membuat untaian kalimat matematika tanpa rumus dalam untaian kalimat yang indah adalah sebuah tantangan tersendiri” begitu ungkap Prof. Dr. Zulkardi, ketua Penyelenggara Konferensi. Tak tanggung-tanggung ternyata lomba ini diikuti oleh 2008 orang dari seluruh Indonesia mewakilii tingkat SD hingga mahasiswa atau umum. Itu sebabnya Musium Rekor Indonesia (MURI) yang didirikan oleh Jaya Suprana memberikan penghargaan kepada Universitas Sriwijaya sebagai penyelenggara lomba puisi bertema matematika yang pertama kali di Indonesia bahkan di dunia. Salah satu contoh puisi yang menjadi juara I tingkat SD, ditulis oleh Mutiara Hikmah, SD 04 kelas IV Talang Jawa, Tanjung Enim. Puisi ini dibacakan Hikmah pada acara pembukaan Konferensi. Penggalannya berbunyi seperti ini ...

Di suatu simpang empat
Di pemukiman yang rapat
Terdapat rumah segi empat
Pintu dan jendelanya berwarna cokelat

Di halaman trapesium hijau nan luas
Tumbuh lingkaran tanaman hias
Ada juga tanaman pisang, rambutan dan nanas
Diameter kebahagiaan terukir disebuah senyuman puas

Wahai kawan akulah penghuni rumah segi empat
Aku ingin belajar dengan cermat dan giat
Agar memperoleh ilmu yang bermanfaat
Dan menjadi orang yang berguna di masyarakat.

”Matematika itu indah sekali. Saya mengusulkan agar puisi-puisi matematika ini dapat diterbitkan dalam bentuk buku.”, ungkap Jaya Suprana dalam pidato penyerahan rekor MURI puisi matematika tersebut kepada Universitas Sriwijaya.

Bagaimana perkembangan matematika masa depan? Itu tanggung jawab bersama dan berada ditangan matematikawan sendiri. ”Matematika merupakan pondasi yang perlu ditanamkan sejak dini. Kalau sejak dini siswa tak suka matematika, maka mereka tidak akan pernah suka matematika”, kata Presiden IndoMS. Kenyataan ini telah mendorong timbulnya gerakan pendidikan matematika realistik yang mengutamakan metode pembelajaran matematika berangkat dari realitas pengetahuan sehari-hari.

Agaknya, ajakan Sesmenneg. Ristek untuk mengarus-utamakan matematika dalam semboyan ”Bersama kita bisa dan bersama lebih baik” dapat dijadikan tantangan bersama bak gayung bersambut untuk diujudkan oleh para pegiat matematika Indonesia. (SAS/AD-PMIA/ humasristek)
 


Selasa 22 April 2014
Menristek Kunjungi LPA Lapan Kototabang
Selasa 22 April 2014
PP-IPTEK Rayakan Ke-23 Tahun Eksistensinya Dalam Pembudayaan Iptek
Selasa 22 April 2014
HUT ke-23 PP-IPTEK
Selasa 22 April 2014
Sosialisasi Kode Etik Penelitian di Universitas Jember
Selasa 22 April 2014
Free Access Jurnal Ilmiah Internasional bagi LPNK-RISTEK
Senin 21 April 2014
Peningkatan Kapasitas SDM Iptek Melalui Program Jenesys 2.0
Rabu 16 April 2014
DWP Kemenristek Kunjungi Taman Pintar Yogyakarta
Rabu 16 April 2014
Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi dan Bisnis Inovatif Usia Muda
Senin 14 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon
Selasa 08 April 2014
Sosialisasi dan Pengukuran Technology Readiness Level di Jawa Tengah
[ Berita lainnya ]