  SIDA merupakan salah satu program Kementerian Riset dan Teknologi untuk meningkatkan interaksi antara aktor atau unsur kelembagaan IPTEK khususnya untuk peningkatan rantai nilai teknologi dan daya saing daerah berbasis inovasi. Program SIDA bertujuan untuk meningkatkan diseminasi teknologi-teknologi yang dihasilkan oleh lembaga litbang untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan industri di suatu daerah.
Asisten Deputi Kompetensi Kelembagaan, I Wayan Budiastra beserta staf melakukan sosialisasi program SIDA di Provinsi Banten pada Kamis, 26 Mei 2011 bertempat di ruang rapat ekonomi Bappeda Provinsi Banten.
Sosialisasi dihadiri oleh segenap SKPD Provinsi Banten, Bappeda Banten, Balitbangda Banten, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten, Dinas Pertanian dan Hortikultura, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Kehutanan, serta Dinas Kelautan dan Perikanan.
Sosialisasi telah dibuka oleh Kepala Balitbangda Banten, Moh. Ali Fadilah. Melalui paparan dapat diidentifikasi bahwa provinsi Banten telah memiliki beberapa program terkait teknologi yaitu Pos Pelayanan Teknologi dan Warung Teknologi.
Selanjutnya, I Wayan Budiastra memberikan paparan dan sosialisasi tentang konsep SIDA dan tahap-tahap pengembangan SIDA. Dalam sosialisasi ini terungkap bahwa Provinsi Banten memiliki beragam komoditas unggulan. Komoditas pertanian berupa golden melon, anggrek, sedap malam, padi, kakao, gula aren, manggis, kelapa. Komoditas peternakan berupa kerbau, domba, dan itik. Komoditas perikanan dan kelautan berupa kerang hijau, rumput laut, bandeng dan cupang. Pemerintah Provinsi Banten masih mengidentifikasi komoditas yang dijadikan fokus pengembangan SIDA.
Forum menyepakati untuk membentuk Kelompok Kerja (pokja) SIDA Banten. Diharapkan melalui pokja ini, pengembangan SIDA Banten lebih cepat direalisasikan. Langkah awal yang dapat dilakukan oleh pokja adalah melakukan studi dan menentukan komoditas apa yang akan dikembangkan.
Setelah sosialisasi dilanjutkan kunjungan ke Desa Tenjoayu, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten. Desa Tenjoayu merupakan kawasan minapolitan dengan komoditas utama rumput laut dan bandeng. Rumput laut yang dihasilkan adalah Gracilaria sp, E. cottonii dan Sargassum sp. Di dalam kawasan ini telah ada mesin pengering rumput laut yang merupakan produk dari BPPT dan gudang penyimpanan.
Salah satu lembaga yang diharapkan berperan penting dalam pengembangan SIDA Banten adalah BPTP Banten. Pada Jumat, 27 Mei 2011 dilakukan sosialisasi program SIDA di BPTP Banten. Sosialisasi dihadiri oleh para peneliti dan penyuluh di BPTP Banten.
Dalam diskusi ini para peneliti menyambut dengan baik program SIDA Banten. Mereka memberikan usulan agar diberikan perhatian berimbang antara peneliti dan penyuluh. Sebagai contoh pemberian insentif tidak hanya pada para peneliti tetapi juga para penyuluh, mengingat penyuluh merupakan lini terdepan dalam transfer teknologi antara peneliti dan pengguna (masyarakat). (ad-3/dep-1/humasristek) |