Ristek Headline |
Senin 21 April 2014
 
 
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 11 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
BERITA KEGIATAN RISTEK
Kamis 14 April 2011
Teknologi Tracer Untuk Manajemen Lapangan Uap Sistem Geothermal di Lahendong
Print PDF Facebook Twitter Email

Dalam rangka pengawasan aspek sumber daya energi, lingkungan hidup dan teknologi, serta untuk memenuhi kebutuhan energi didalam negeri yang meningkat cepat sebagai konsekuensi dari perkembangan ekonomi, Komisi VII, DPR-RI melakukan kunjungan kerja meninjau kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong di Tomohon Sulawesi Utara.

PLTP ini merupakan kerjasama antara BATAN, PT. Pertamina Geothermal Energy dan PT. PLN Geothermal. Acara kunjungan ini dilaksanakan pada Selasa, 12 April 2011 lalu, yang merupakan rangkaian dari kunjungan kerja anggota Komisi VII DPR-RI di Propinsi Sulawesi Utara.

Batan melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PATIR) telah bekerja sama dengan Pertamina sejak awal tahun 1990-an dalam melakukan manifestasi geokimia isotop panas bumi di kawasan eksplorasi panas bumi Lahendong.

Acara diawali dengan sambutan dari Direktur Utama PT. Pertamina Geothermal Energy dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretaris Utama BATAN, Noor Agus Salim, serta sambutan dari Direktur Operasional Indonesia Timur PT. PLN Geothermal.

“Kunjungan ini merupakan cara untuk peningkatan serta pemerataan kemampuan suplai energi , terutama dengan mengutamakan pemanfaatan energi lokal,” ujar Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VII DPR-RI Teuku Riefky Harsya. Dalam kunjungannya, Komisi VII DPR-RI didampingi oleh Sekretaris Utama BATAN (Sestama) Noor Agus Salim, beserta Tim dari BATAN dan Kementerian Ristek.

Kemudian dalam sambutannya, Sestama BATAN mengatakan, “teknologi tracer untuk manajemen lapangan uap system geothermal dapat membantu antara lain dalam hal interkoneksi antar sumur injeksi dengan sumur produksi dan menentukan lokasi sumur reinjeksi yang tepat dan sumur produksi berikutnya. Sehingga, reinjeksi air sisa produksi dalam reservoir dapat bermanfaat untuk mempertahankan tingkat kandungan air (water content) sumber panas bumi, menjaga sustainability produksi, dan sebagai waste treatment,” kata Noor Agus Salim.

Proyek pembangunan PLTP Lahendong unit 1 dimulai sejak tahun 1996 dan beroperasi secara komersial sejak 21 Agustus 2001. Energi listrik yang diproduksi PLTP Lahendong disalurkan melalui tegangan 150kV ke sistem interkoneksi Minahasa Kotamobagu. Sedangkan untuk proyek pembangunan PLTP Lahendong unit 2 dimulai tahun 2006 dan beroperasi komersial sejak 17 Juni 2007. Dan terakhir, proyek pembangunan PLTP Lahendong unit 3 dimulai sejak tahun 2007 dan beroperasi komersial sejak 15 April 2009.

Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan tim Komisi VII DPR-RI dan diakhiri dengan peninjauan ke lokasi fasilitas PLTP Lahendong Sulut. (roren/humasristek)

 



Rabu 16 April 2014
DWP Kemenristek Kunjungi Taman Pintar Yogyakarta
Rabu 16 April 2014
Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi dan Bisnis Inovatif Usia Muda
Senin 14 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon
Selasa 08 April 2014
Sosialisasi dan Pengukuran Technology Readiness Level di Jawa Tengah
Selasa 08 April 2014
Kerjasama Iptek RI-Jerman: Implementasi Iptek untuk Mendukung Pembangunan Nasional
Senin 07 April 2014
Pengukuran TRL di Pusat Unggulan Iptek Kakao
Senin 07 April 2014
ASEAN Persiapkan Diri untuk Mobilitas SDM Iptek
Senin 07 April 2014
Kemenristek Hadiri Rakor BPPD Provinsi Jatim
Kamis 03 April 2014
Kemenristek Dorong Konsorsium Pembangunan Satelit Penginderaan Jauh
Kamis 03 April 2014
Rapat Koordinasi Undang-Undang Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014 Dalam Rangka Penguatan Teknologi Industri
[ Berita lainnya ]