Ristek Headline |
Selasa 05 Mei 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1

Panggilan CPNS 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Sabtu 02 Mei 2015
Menristekdikti Bertindak sebagai Pembina Upacara pada Hardiknas 2 Mei 2015

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

Ristek TV

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 14 Maret 2011
Pentingnya Melestarikan Budaya Bangsa Melalui Pemanfaatan TIK
Print PDF Facebook Twitter Email

Memory Of The World menjadi program UNESCO yang bertujuan untuk melestarikan kekayaan bangsa-bangsa di dunia dalam bentuk warisan budaya terdokumentasi / Documentary Heritage karena mengandung nilai tinggi. Dokumen asli ini dapat berbentuk : manuskrip, benda bersejarah, film, foto dan lain-lain. Kegiatan ini telah dilakukan oleh PDII LIPI selama tiga tahun dengan melakukan seminar satu hari yang merekomendasikan pembentukan Komite Nasional Memory Of The World Idonesia (2005). Kemenristek sendiri memulai keterlibatannya dalam pelestarian kebudayaan Indonesia melalui inisiasi pendataan warisan kebudayaan yang dapat didokumentasikan.

Indonesia memiliki banyak catatan peristiwa yang dibuat dalam bentuk dokumen tertulis atau bentuk rekaman lainnya yang sangat penting dan bernilai untuk dapat menjadi bagian dari ingatan kolektif di dunia. Sebagai contoh, naskah Nagara Kartagama, salah satu warisan naskah dari Majapahit, telah diakui sebagai salah satu Warisan Ingatan Kolektif Dunia melalui MOW-UNESCO pada tahun 2008. Selain itu, seperti diketahui sebagai bangsa yang akan nilai budaya, Indonesia memiliki beragam warisan dokumenter lainnya yang dapat diusulkan sebagai nominasi MOW seperti I Lagaligo, Karya Sastra Jawa, Babad Diponegoro dan Mak Yong.

“Kini, penting bagi kita untuk memperkenalkan semua elemen kebudayaan bangsa  dan sejarah Indonesia. Karena, kita ada menjadi bangsa yang sekarang karena faktor masa lalu kita sendiri. Jadi tidak ada kata untuk melupakan asal-usul kita tersebut,” ujar Executive Chairman of the Komite Nasional Indonesia untuk Unesco (KNIU), Arief Rachman, saat memberikan sambutan pada acara UNESCO MOW Regional Training Workshop, Jumat, 11 Maret 2011 di Hotel Atlet Century Park, Jakarta. Acara yang dibuka langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, ini berlangsung selama 4 hari berturut-turut dan dihadiri perwakilan dari masing-masing negara anggota Komite Program MOW.

Oleh karena itu, Indonesia sangat berkepentingan untuk ikut serta dalam program MOW. Dalam hal dengan tujuan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di kancah internasional. Selain itu juga untuk melindungi legalitas budaya asli Indonesia dari klaim pihak-pihak te rtentu.

Upaya mengenalkan dan mempopulerkan budaya tersebut tidak berhenti pada pengesahan legalitas melalui MOW saja. Pendataan dan pendaftaran naskah-naskah warisan budaya didokumentasikan dan disebarluaskan melalui sebuah basis data yang lengkap dan dapat diakses secara luas oleh masyarakat Indonesia maupun dunia.

“Pelestarian warisan budaya jika tidak dapat diakses oleh orang banyak akan percuma, oleh karena itu penting untuk menyediakan fasilitas penunjang guna mengakses warisan dokumenter sebagai salah satu tujuan dari program MOW yaitu menjamin pelestarian warisan dokumenter dan membuat warisan ini diakses banyak orang menggunakan teknologi yang paling tepat,” ujar Tifatul Sembiring.

Aksesibilitas warisan dokumenter dapat mencerminkan keragaman bahasa, orang dan budaya di dunia. Masyarakat dapat belajar keanekaragaman budaya dan mengerti nilai yang terkandung di dalamnya melalui kemudahan akses teknologi. Untuk itu, tugas dari kementerian terkait lah untuk menyediakan infrastruktur dalam bentuk teknologi informasi dan komunikasi tersebut.

Dengan kerjasama antara pemerintah dan UNESCO melalui program MOW, dengan membuka akses seluas-luasnya kepada publik, diharapkan generasi mendatang akan semakin memahami keunikan aspek sejarah, estetika, dan spiritual bangsanya sehingga membangkitkan kebanggaan mereka sebagai bangsa yang bermartabat. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah dan budayanya. (aps/humasristek)



Senin 04 Mei 2015
Orientasi CPNS Kemenristekdikti
Sabtu 02 Mei 2015
Menristekdikti Bertindak sebagai Pembina Upacara pada Hardiknas 2 Mei 2015
Selasa 28 April 2015
Peragaan Iptek Keliling (PIK) Tanjung Jabung Timur
Senin 27 April 2015
Diskusi Hilirisasi Hasil Litbang Iptek di Batam
Rabu 22 April 2015
Menristekdikti Hadiri Peringatan KAA ke-60
Kamis 16 April 2015
Kemenristekdikti Ikuti Pekan Inovasi Sumatera dan Batam Trade Expo ke-4
Kamis 16 April 2015
Plagiat di Dunia Pendidikan Tinggi Perlu Diberantas
Kamis 16 April 2015
Panen Kedelai Kemenristekdikti bersama Polres dan Pemkot Banjarbaru
Selasa 14 April 2015
Tantangan Para Rektor untuk Tingkatkan Publikasi dan Riset
Senin 13 April 2015
Presiden RI Hadiri NIF 2015
[ Berita lainnya ]