Ristek Headline |
Minggu 31 Agustus 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI

CPNS 2014

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 22 Agustus 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 14 Maret 2011
Pentingnya Melestarikan Budaya Bangsa Melalui Pemanfaatan TIK
Print PDF Facebook Twitter Email

Memory Of The World menjadi program UNESCO yang bertujuan untuk melestarikan kekayaan bangsa-bangsa di dunia dalam bentuk warisan budaya terdokumentasi / Documentary Heritage karena mengandung nilai tinggi. Dokumen asli ini dapat berbentuk : manuskrip, benda bersejarah, film, foto dan lain-lain. Kegiatan ini telah dilakukan oleh PDII LIPI selama tiga tahun dengan melakukan seminar satu hari yang merekomendasikan pembentukan Komite Nasional Memory Of The World Idonesia (2005). Kemenristek sendiri memulai keterlibatannya dalam pelestarian kebudayaan Indonesia melalui inisiasi pendataan warisan kebudayaan yang dapat didokumentasikan.

Indonesia memiliki banyak catatan peristiwa yang dibuat dalam bentuk dokumen tertulis atau bentuk rekaman lainnya yang sangat penting dan bernilai untuk dapat menjadi bagian dari ingatan kolektif di dunia. Sebagai contoh, naskah Nagara Kartagama, salah satu warisan naskah dari Majapahit, telah diakui sebagai salah satu Warisan Ingatan Kolektif Dunia melalui MOW-UNESCO pada tahun 2008. Selain itu, seperti diketahui sebagai bangsa yang akan nilai budaya, Indonesia memiliki beragam warisan dokumenter lainnya yang dapat diusulkan sebagai nominasi MOW seperti I Lagaligo, Karya Sastra Jawa, Babad Diponegoro dan Mak Yong.

“Kini, penting bagi kita untuk memperkenalkan semua elemen kebudayaan bangsa  dan sejarah Indonesia. Karena, kita ada menjadi bangsa yang sekarang karena faktor masa lalu kita sendiri. Jadi tidak ada kata untuk melupakan asal-usul kita tersebut,” ujar Executive Chairman of the Komite Nasional Indonesia untuk Unesco (KNIU), Arief Rachman, saat memberikan sambutan pada acara UNESCO MOW Regional Training Workshop, Jumat, 11 Maret 2011 di Hotel Atlet Century Park, Jakarta. Acara yang dibuka langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, ini berlangsung selama 4 hari berturut-turut dan dihadiri perwakilan dari masing-masing negara anggota Komite Program MOW.

Oleh karena itu, Indonesia sangat berkepentingan untuk ikut serta dalam program MOW. Dalam hal dengan tujuan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di kancah internasional. Selain itu juga untuk melindungi legalitas budaya asli Indonesia dari klaim pihak-pihak te rtentu.

Upaya mengenalkan dan mempopulerkan budaya tersebut tidak berhenti pada pengesahan legalitas melalui MOW saja. Pendataan dan pendaftaran naskah-naskah warisan budaya didokumentasikan dan disebarluaskan melalui sebuah basis data yang lengkap dan dapat diakses secara luas oleh masyarakat Indonesia maupun dunia.

“Pelestarian warisan budaya jika tidak dapat diakses oleh orang banyak akan percuma, oleh karena itu penting untuk menyediakan fasilitas penunjang guna mengakses warisan dokumenter sebagai salah satu tujuan dari program MOW yaitu menjamin pelestarian warisan dokumenter dan membuat warisan ini diakses banyak orang menggunakan teknologi yang paling tepat,” ujar Tifatul Sembiring.

Aksesibilitas warisan dokumenter dapat mencerminkan keragaman bahasa, orang dan budaya di dunia. Masyarakat dapat belajar keanekaragaman budaya dan mengerti nilai yang terkandung di dalamnya melalui kemudahan akses teknologi. Untuk itu, tugas dari kementerian terkait lah untuk menyediakan infrastruktur dalam bentuk teknologi informasi dan komunikasi tersebut.

Dengan kerjasama antara pemerintah dan UNESCO melalui program MOW, dengan membuka akses seluas-luasnya kepada publik, diharapkan generasi mendatang akan semakin memahami keunikan aspek sejarah, estetika, dan spiritual bangsanya sehingga membangkitkan kebanggaan mereka sebagai bangsa yang bermartabat. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah dan budayanya. (aps/humasristek)



Senin 25 Agustus 2014
ASEAN Berikan Penghargaan pada Pegiat Iptek
Senin 25 Agustus 2014
Menteri Iptek ASEAN Bahas Kebijakan Iptek Tingkat Regional
Jumat 22 Agustus 2014
Kementerian Riset dan Teknologi Hadir di Kalsel Expo 2014
Jumat 22 Agustus 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68
Kamis 21 Agustus 2014
Penaganugerahan Gelar Perekaya Utama Kehormatan
Selasa 19 Agustus 2014
Simposium Nasional Implementasi Hasil Riset Vaksin
Senin 18 Agustus 2014
Inovasi untuk Komunitas ASEAN yang Lebih Baik
Minggu 17 Agustus 2014
Iptek Bagi Pembangunan Nasional
Rabu 13 Agustus 2014
Seminar Sejarah dan Peradaban Medang–Aspek Perkembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Nusantara
Rabu 13 Agustus 2014
Menristek Dapat Pengahargaan Bintang Mahaputra Adipradana
[ Berita lainnya ]