Ristek Headline |
Sabtu 05 September 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 19 Agustus 2015
The 5th Steering Committee Meeting in The Field of Geothermal Energy

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
Info Pengadaan Barang Dan Jasa

surat

Ristek TV

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 14 Maret 2011
Pentingnya Melestarikan Budaya Bangsa Melalui Pemanfaatan TIK
Print PDF Facebook Twitter Email

Memory Of The World menjadi program UNESCO yang bertujuan untuk melestarikan kekayaan bangsa-bangsa di dunia dalam bentuk warisan budaya terdokumentasi / Documentary Heritage karena mengandung nilai tinggi. Dokumen asli ini dapat berbentuk : manuskrip, benda bersejarah, film, foto dan lain-lain. Kegiatan ini telah dilakukan oleh PDII LIPI selama tiga tahun dengan melakukan seminar satu hari yang merekomendasikan pembentukan Komite Nasional Memory Of The World Idonesia (2005). Kemenristek sendiri memulai keterlibatannya dalam pelestarian kebudayaan Indonesia melalui inisiasi pendataan warisan kebudayaan yang dapat didokumentasikan.

Indonesia memiliki banyak catatan peristiwa yang dibuat dalam bentuk dokumen tertulis atau bentuk rekaman lainnya yang sangat penting dan bernilai untuk dapat menjadi bagian dari ingatan kolektif di dunia. Sebagai contoh, naskah Nagara Kartagama, salah satu warisan naskah dari Majapahit, telah diakui sebagai salah satu Warisan Ingatan Kolektif Dunia melalui MOW-UNESCO pada tahun 2008. Selain itu, seperti diketahui sebagai bangsa yang akan nilai budaya, Indonesia memiliki beragam warisan dokumenter lainnya yang dapat diusulkan sebagai nominasi MOW seperti I Lagaligo, Karya Sastra Jawa, Babad Diponegoro dan Mak Yong.

“Kini, penting bagi kita untuk memperkenalkan semua elemen kebudayaan bangsa  dan sejarah Indonesia. Karena, kita ada menjadi bangsa yang sekarang karena faktor masa lalu kita sendiri. Jadi tidak ada kata untuk melupakan asal-usul kita tersebut,” ujar Executive Chairman of the Komite Nasional Indonesia untuk Unesco (KNIU), Arief Rachman, saat memberikan sambutan pada acara UNESCO MOW Regional Training Workshop, Jumat, 11 Maret 2011 di Hotel Atlet Century Park, Jakarta. Acara yang dibuka langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, ini berlangsung selama 4 hari berturut-turut dan dihadiri perwakilan dari masing-masing negara anggota Komite Program MOW.

Oleh karena itu, Indonesia sangat berkepentingan untuk ikut serta dalam program MOW. Dalam hal dengan tujuan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di kancah internasional. Selain itu juga untuk melindungi legalitas budaya asli Indonesia dari klaim pihak-pihak te rtentu.

Upaya mengenalkan dan mempopulerkan budaya tersebut tidak berhenti pada pengesahan legalitas melalui MOW saja. Pendataan dan pendaftaran naskah-naskah warisan budaya didokumentasikan dan disebarluaskan melalui sebuah basis data yang lengkap dan dapat diakses secara luas oleh masyarakat Indonesia maupun dunia.

“Pelestarian warisan budaya jika tidak dapat diakses oleh orang banyak akan percuma, oleh karena itu penting untuk menyediakan fasilitas penunjang guna mengakses warisan dokumenter sebagai salah satu tujuan dari program MOW yaitu menjamin pelestarian warisan dokumenter dan membuat warisan ini diakses banyak orang menggunakan teknologi yang paling tepat,” ujar Tifatul Sembiring.

Aksesibilitas warisan dokumenter dapat mencerminkan keragaman bahasa, orang dan budaya di dunia. Masyarakat dapat belajar keanekaragaman budaya dan mengerti nilai yang terkandung di dalamnya melalui kemudahan akses teknologi. Untuk itu, tugas dari kementerian terkait lah untuk menyediakan infrastruktur dalam bentuk teknologi informasi dan komunikasi tersebut.

Dengan kerjasama antara pemerintah dan UNESCO melalui program MOW, dengan membuka akses seluas-luasnya kepada publik, diharapkan generasi mendatang akan semakin memahami keunikan aspek sejarah, estetika, dan spiritual bangsanya sehingga membangkitkan kebanggaan mereka sebagai bangsa yang bermartabat. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah dan budayanya. (aps/humasristek)



Sabtu 29 Agustus 2015
Indonesia Meraih Medali Emas dalam Asean Plus Three Junior Science Odyssey 2015
Sabtu 29 Agustus 2015
Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta Lahirkan Para Intelektual Muda
Jumat 28 Agustus 2015
PP IPTEK ikut meramaikan Pameran Iptek di Kab. Belitung Timur
Jumat 28 Agustus 2015
Menristekdikti: Saatnya Hilirisasi dan Komersialisasi Hasil Penelitian
Jumat 28 Agustus 2015
Pelantikan Eselon 2 Kemenristekdikti: Energi Baru di Lingkungan Kemenristekdikti
Kamis 27 Agustus 2015
Menristekdikti: Perbaikan yang Tepat Sasaran
Selasa 25 Agustus 2015
Science Camp Nasional 2015
Selasa 25 Agustus 2015
ISTIC Certified Training Programme on Science, Technology and Innovation di Malaysia
Senin 24 Agustus 2015
Sekjen Kemenristekdikti : Mahasiswa UNSOED Harus Jadi Pemimpin Berkarakter Kebangsaan
Senin 24 Agustus 2015
Workshop and Exhibition SATREPS 2015
[ Berita lainnya ]