Ristek Headline |
Selasa 03 Maret 2015
 
 

Ristek TV

Hasil Seleksi CPNS 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 17 Februari 2015
Audiensi Menristekdikti dengan Duta Besar RI Budapest

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 14 Maret 2011
Peningkatan Produktivitas Pangan Non Beras Sebagai Alternatif dan Cadangan Pengganti Beras
Print PDF Facebook Twitter Email

Pangan sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan dan kecukupan akan beras. Apabila ditelusuri, banyak ragam komoditi yang memiliki nilai dan fungsi yang hampir sama dengan beras. Bahan kebutuhan pokok non beras di nusantara ini memiliki potensi dan peluang yang besar untuk digali dan dioptimalkan sebagai alternatif dan cadangan pangan. Bahkan beberapa daerah sudah memiliki kebiasaan makan sehari – hari dengan produk non beras. Pemanfaatan teknologi spesifikasi lokasi untuk pangan lokal dari budidaya sampai dengan pengolahan aneka produk menjadi salah satu faktor keberhasilan diversifikasi pangan, demikian disampaikan Jani Januar dari Unej - Jember.  Pengalihan dan kebiasaan makanan sehari – hari dengan menyajikan nasi mengakibatkan tingginya konsumsi beras serta permintaan beras dalam negeri semakin tinggi sehingga tidak seimbang dengan ketersediaan.  Disisi lain, pertumbuhan penduduk,  terbatas lahan pertanian dan konversi lahan yang beralih fungsi sebagai perumahan dan industri memberikan tantangan tersendiri untuk meningkatkan produktivitas komoditi pertanian secara intensifikasi, aeroponik, hidroponik serta pemanfaatan lahan – lahan sub optimal. Kebijakan membentuk sistem ketahanan pangan yang sustainable di daerah, sistem cadangan pangan tidak harus seragam untuk setiap kelompok masyarakat atau daerah , diarahkan pada kecenderung dan keterkaitan dengan kondisi agrososio-ekonomi-ekologi wilayah bersangkutan, hal ini disampaikan oleh Harjono dari Unibraw - Malang. 

Upaya pemecahan masalah dilakukan oleh berbagai kalangan, dukungan dan peran pada  riset dan teknologi melalui penyiapan rekomendasi kebijakan produktivitas riset, ilmu pengetahuan dan teknologi strategis dibidang riptek pangan dan pertanian perlu dirumuskan sebagai upaya dalam penyiapan analisis dan model fasilitasi.  Sebagaimana disampaikan oleh Goenawan Wybisana, Asisten Deputi Produktivitas Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dalam pembukaan diskusi di Surabaya, 6 Maret 2011, untuk memperkuat dan meningkatkan produktivitas Riptek Bidang Pangan dan Pertanian diperlukan jaringan kerjasama diantara peneliti, stakeholder dan pengguna/kalangan petani dan industri dalam bentuk konsorsium sehingga target masing – masing pelaku di bidang pertanian/pangan dapat tercapai sebagaimana yang diharapkan, seperti pemanfaatan teknologi/hasil riset, paten/perlindungan varietas baru, tersedianya bibit untuk petani dan teknologi pengolahan/industri hasil pertanian. Turut hadir dalam pelaksaan diskusi dari Bidang Riptek Kesehatan Obat Pangan dan Pertanian, Sirin Wahyu Nigroho, Riki Kurniawan dan Eva Yulinda serta Bidang Riptek TIK dan Transportasi, Ahmad Saufi.

Dilihat dari produktivitasnya, tahun 2010 beberapa komoditi di Jawa Timur mengalami surplus seperti beras (produksi 7.568.452 ton, kebutuhan 3.549.728 ton), jagung (produksi 5.587.318 ton, kebutuhan 284.443) dan ubi jalar (produksi 141.103 ton, kebutuhan 68.581 ton). Kabupaten Trenggalek mempunyai potensi besar penghasil tepung dari ubi kayu. Regulasi yang mendorong percepatan penganekaragaman pangan dibutuhkan melalui pengembangan teknologi, merubah bentuk produk asli menjadi bentuk tepung, cepat saji, instan dan variasi lain pada berbagai level kelompok masyarakat,  demikian disampaikan oleh Apriyanto dari Badan Ketahanan Pangan dan Bambang Haryanto dari Dinas Pertanian Provinsi Jatim.  Pakar dari Unair, Bagong Suryanto juga menekankan bahwa selain bentuk, packing dan rasa juga mempunyai daya tarik serta pengaruh besar  menumbuhkan minat mengkonsumsi produk non beras, terutama mengisi celah level menegah keatas, dalam bentuk yang lebih familiar sesuai budaya/kebiasaan makan sehari - hariannya, misalkan roti berbahan sorgum, jagung, ubi dan lainnya.

Pada kesempatan lain dipaparkan hasil penelitian tanaman kentang oleh Rudy Madiyanto,  antara lain pengembangan rhizobakteria untuk mengendalikan nematoda, pengembangan biofungisida Trichoderma spp. untuk pengendalian penyakit Plasmodiophora, serta pengembangkan bibit kentang AP4 yang tahan penyakit Phytopthora.  Pengembangan klon unggul kentang, rhizobakteria serta biofungisida diharapkan dapat menekan biaya pembelian bahan kimia serta biaya pemupukan. Dalam kesempatan tersebut, peneliti kentang mengutarakan perlunya dukungan sarpras untuk penyimpanan plasma nutfah unggulan/ Gen Bank serta dukungan untuk perlindungan varietas tanaman. (ad3-dep4/ humasristek)



Kamis 26 Februari 2015
Rakornas Kemenristekdikti 2015
Senin 16 Februari 2015
PT Honda Donasikan Mobil untuk Riset dan Edukasi
Jumat 13 Februari 2015
Menristekdikti Dorong Mahasiswa Bidikmisi Unmul Berprestasi Tinggi
Jumat 13 Februari 2015
Menrisetkdikti Kunjungi Universitas Mulawarman
Kamis 12 Februari 2015
Menristekdikti Luncurkan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Kesehatan Indonesia
Selasa 10 Februari 2015
Menristekdikti Tinjau Politeknik Negeri Batam
Selasa 10 Februari 2015
Menristekdikti Dukung Pengembangan Sekolah Formal Jurnalisme
Selasa 10 Februari 2015
Menristekdikti Launching Sampoerna School System
Minggu 01 Februari 2015
Menristekdikti Tandatangani Kerjasama dengan PBNU
Sabtu 31 Januari 2015
Menristekdikti Hadiri Pengukuhan Ketua MA Jadi Guru Besar
[ Berita lainnya ]