Ristek Headline |
Monday, September 1, 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI

CPNS 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Friday, August 22, 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Friday, March 11, 2011
Diseminasi Kebutuhan Iptek Masyarakat di Kab. Ogan Ilir
Print PDF Facebook Twitter Email

Dalam rangka meningkatkan dan memajukan daya saing daerah di Indonesia serta mendukung kegiatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) khususnya SIDa di propinsi Sumsel, Kementerian Riset dan Teknologi melalui program Diseminasi Teknologi Spesifik Lokasi (Speklok) kembali melaksanakan kegiatan Diseminasi Teknologi Spesifik Lokasi (Speklok) di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendapatkan indentifikasi kebutuhan teknologi spesifik yang dibutuhkan masyarakat (dalam hal ini para kelompok tani/poktan) serta melakukan analisa peranan aktor aktor yang terlibat dalam pengembangan klaster di setiap poktan.  

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2011 di ruang rapat kantor Bappeda Ogan Ilir dimulai pada pukul 9.00 sampai pukul 12.00 diawali dengan sambutan wakil Bappeda bapak Hendra Gunawan Wibisana, SH yang menyambut baik inisiatif Ristek untuk turut membantu pemberdayaan masyarakat Ogan Ilir sesuai dengan potensi daerahnya, terkait dengan produk-produk unggulan yang berpotensi menghasilkan peningkatan nilai tambah masyarakat.

Diskusi terbatas ini di hadiri SKPD yang terkait seperti Dinas Perbuntan ( Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan), Dinas Koperindak (Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan),  BP3K Kec. Kandis, Bappeda Ogan Ilir, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Balitbangda Provinsi Sumsel, dan beberapa Gapoktan yaitu : Putra Pegagan (Kec. Kadis),  Usaha Bersama (Kec. Tanjung Raja), Empat Serangkai (Kec. Lumbung Sakti), Abadi Jaya ( Kec. Indralaya Utara) serta Tim Pelaksana  Speklok - Asdep Iptek Masyarakat diwakili Ari Hendrarto Saleh - Kabid Transfer dan Robbi Prayudha , Analis Kebijakan Transfer  Iptek Masyarakat.

Dari hasil diskusi di dapatkan gambaran umum bahwa potensi yang menjadi komoditas daerah kabupaten Ogan Ilir adalah pertanian padi sawah pasang surut, budidaya kunyit dan tanaman hortikultura (jagung, labu merah). Dalam melakukan identifikasi potensi daerah tersebut terdapat beberapa masalah antara lain: perlunya manajemen pengairan dimana daerah Kabupaten Ogan Ilir merupakan lahan pertanian sawah pasang surut. Selain manajemen air, dalam proses pasca panen para petani menyebutkan kebutuhan akan alat perontok padi yang benar benar bersih dari tercampurnya batang pada yang dapat menyebabkan jamur. Selain itu, selama ini limbah/ampas padi tidak pernah dimanfaatkan, tidak seperti di pulau jawa, dimana limbah padi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan bahan dasar pupuk organik. Ibu Diah Triani, Kabid Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Perbuntan Ogan Ilir telah membukakan pintu terkait dengan keinginan beberapa Gapoktan dalam pelatihan pembuatan pupuk organik, mengingat sudah dimilikinya alat pembuat pupuk organic (APO). Ir. Najib, staf ahli Bupati Ogan Ilir menambahkan kendala teknologi tidak saja terjadi pada sektor pertanian, tetapi juga dirasakan oleh sektor industry kecil menengah (home industry) yang membutuhkan bantuan beberapa alat sederhana seperti untuk industri tenun dan songket, serta perak, yang sudah eksis secara turun temurun.  

Kendala lain yang dirasakan para kelompok tani adalah minimnya pemberian penyuluhan yang dilakukan oleh dinas terkait. Menurut bapak Didin Sutarman dari Dinas Perbuntan, hal ini terjadi karena kurangnya jumlah tenaga penyuluh sebagai tenaga teknis operasional lapangan, sehingga Dr. M. Amar dari Unsri bersedia untuk melibatkan mahasiswa Unsri untuk lebih banyak membantu kelompok tani sesuai dengan kompetensi keilmuannya.

Dari hasil diskusi tersebut didapatkan 4 kebutuhan teknologi pada kab. Ogan Ilir yaitu; (1). pelatihan dan pembuatan alat pembuat pupuk organik, (2). pelatihan pengelolaan manajemen air pada pertanian padi pasang surut serta pembuatan alat perontok padi, (3). Pelatihan budidaya kunyit yang punya added value, (4). Pelatihan terkait industri kreatif pada pembuatan souvenir yang punya nilai tambah seperti ide ide kreatif baru pada motif kain tenun dan songket.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan pelaksanaan Speklok di Kabupaten Ogan Ilir, dapat diakses melalui http://speklok.ristek.go.id (AD-IM/Ahs/RP)

 



Thursday, September 25, 2014
Intermediary Expert Training Untuk Mendukung Sistem Inovasi Nasional (SINas)
Monday, August 25, 2014
ASEAN Berikan Penghargaan pada Pegiat Iptek
Monday, August 25, 2014
Menteri Iptek ASEAN Bahas Kebijakan Iptek Tingkat Regional
Friday, August 22, 2014
Kementerian Riset dan Teknologi Hadir di Kalsel Expo 2014
Friday, August 22, 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68
Thursday, August 21, 2014
Penaganugerahan Gelar Perekaya Utama Kehormatan
Tuesday, August 19, 2014
Simposium Nasional Implementasi Hasil Riset Vaksin
Monday, August 18, 2014
Inovasi untuk Komunitas ASEAN yang Lebih Baik
Sunday, August 17, 2014
Iptek Bagi Pembangunan Nasional
Wednesday, August 13, 2014
Seminar Sejarah dan Peradaban Medang–Aspek Perkembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Nusantara
[ Berita lainnya ]