Ristek Headline |
Senin 20 April 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1

Hasil Seleksi CPNS 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 08 April 2015
DWP Kemenristekdikti Selenggarakan Seminar Kanker Serviks

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

Ristek TV

RUP
INFO IPTEK
Jumat 18 Februari 2011
Astronom Bikin Alat Pendeteksi Alien
Print PDF Facebook Twitter Email

Alat yang dibuat didesain untuk mampu mendeteksi sinyal terkecil sekalipun.

Sebuah instrumen sedang dibuat di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, Amerika Serikat. Instrumen itu akan digunakan pada salah satu teleskop terbesar dan terkuat yang pernah dibuat ilmuwan yang ada di Canary Islands, Spanyol.

Alat ini nantinya akan digunakan oleh astronom untuk membantu melengkapi data yang diperoleh pesawat ruang angkasa Kepler dalam mencari dan mengkarakteristikkan planet-planet alien yang diduga berpotensi mengandung kehidupan.

Instrumen spectograph yang disebut sebagai HARPS-North (Hight-Accuracy Radial velocity Planet Searcher) itu didesain untuk mendeteksi sinyal yang kecil sekalipun yang dihasilkan oleh planet hingga sekecil Bumi yang mengorbit dekat dengan bintangnya.

“Selama ini, Kepler memberikan informasi ukuran planet berdasarkan banyaknya cahaya yang ia blokir saat melintas di depan bintangnya,” kata David Latham, astronom Smithsonian, seperti dikutip dari Space, Kamis, 17 Februari 2011.

Latham menyebutkan, kini pihaknya membutuhkan alat untuk mengukur massa planet, sehingga peneliti bisa mengetahui kepadatan planet yang bersangkutan. “Alat ini memungkinkan kami membedakan planet batu dan planet air dari objek yang didominasi oleh atmosfir yang penuh hidrogen dan helium,” ucapnya.

Cara kerja spectograph tersebut adalah dengan memisahkan cahaya dari sebuah bintang ke dalam komponen panjang gelombang atau warna, sama seperti cara kerja sebuah prisma. Elemen kimia kemudian akan digunakan untuk menyerap sinar dengan warna tertentu, dan meninggalkan garis hitam di dalam spektrum bintang.

Garis-garis ini perlahan berubah posisi karena pengaruh gravitasi dari planet yang mengorbit bintang mereka dan memungkinkan peneliti melakukan pengukuran.

“HARPS-N akan meneliti objek yang paling menarik yang ditemukan oleh Kepler,” kata Dimitar Sasselov, direktur pada Harvard Origins of Life Initiative, pusat penelitian yang mempelajari pembentukan planet dan pendeteksian sumber serta evolusi awal dari kehidupan.

Sasselov menyebutkan, HARPS-N akan bekerja sama dengan Kepler dan dijadwalkan akan mulai melakukan pengukuran pada April 2012. (teknologi.vivanews.com/ humasristek)



Rabu 11 Maret 2015
Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak Juara Event Mobil Hemat Energi
Selasa 17 Februari 2015
Inovasi IPB: Cincau Jelly Drink Sehat
Jumat 13 Februari 2015
Juara OSN Pertamina Ciptakan Inovasi Penyimpanan Hidrogen
Kamis 01 Januari 2015
Brain Computing: Penggunaan Gelombang Otak dalam Teknologi Kesehatan
Rabu 10 Desember 2014
Drone Buatan Mahasiswa UGM
Jumat 14 November 2014
Arjuna, Mobil Listrik UGM Juara Kompetisi
Kamis 23 Oktober 2014
Rupa-Rupa Modifikasi Pangan Kreasi Mahasiswa
Kamis 16 Oktober 2014
Indonesia Kuasai Teknologi Baterai Lithium
Kamis 16 Oktober 2014
SMPN Surabaya Sabet Dua Juara Robotika Nasional
Kamis 16 Oktober 2014
Prestasi Nasional Mahasiswa FTUI
[ Berita lainnya ]