Ristek Headline |
Senin 21 April 2014
 
 
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 11 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
INFO IPTEK
Jumat 18 Februari 2011
Astronom Bikin Alat Pendeteksi Alien
Print PDF Facebook Twitter Email

Alat yang dibuat didesain untuk mampu mendeteksi sinyal terkecil sekalipun.

Sebuah instrumen sedang dibuat di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, Amerika Serikat. Instrumen itu akan digunakan pada salah satu teleskop terbesar dan terkuat yang pernah dibuat ilmuwan yang ada di Canary Islands, Spanyol.

Alat ini nantinya akan digunakan oleh astronom untuk membantu melengkapi data yang diperoleh pesawat ruang angkasa Kepler dalam mencari dan mengkarakteristikkan planet-planet alien yang diduga berpotensi mengandung kehidupan.

Instrumen spectograph yang disebut sebagai HARPS-North (Hight-Accuracy Radial velocity Planet Searcher) itu didesain untuk mendeteksi sinyal yang kecil sekalipun yang dihasilkan oleh planet hingga sekecil Bumi yang mengorbit dekat dengan bintangnya.

“Selama ini, Kepler memberikan informasi ukuran planet berdasarkan banyaknya cahaya yang ia blokir saat melintas di depan bintangnya,” kata David Latham, astronom Smithsonian, seperti dikutip dari Space, Kamis, 17 Februari 2011.

Latham menyebutkan, kini pihaknya membutuhkan alat untuk mengukur massa planet, sehingga peneliti bisa mengetahui kepadatan planet yang bersangkutan. “Alat ini memungkinkan kami membedakan planet batu dan planet air dari objek yang didominasi oleh atmosfir yang penuh hidrogen dan helium,” ucapnya.

Cara kerja spectograph tersebut adalah dengan memisahkan cahaya dari sebuah bintang ke dalam komponen panjang gelombang atau warna, sama seperti cara kerja sebuah prisma. Elemen kimia kemudian akan digunakan untuk menyerap sinar dengan warna tertentu, dan meninggalkan garis hitam di dalam spektrum bintang.

Garis-garis ini perlahan berubah posisi karena pengaruh gravitasi dari planet yang mengorbit bintang mereka dan memungkinkan peneliti melakukan pengukuran.

“HARPS-N akan meneliti objek yang paling menarik yang ditemukan oleh Kepler,” kata Dimitar Sasselov, direktur pada Harvard Origins of Life Initiative, pusat penelitian yang mempelajari pembentukan planet dan pendeteksian sumber serta evolusi awal dari kehidupan.

Sasselov menyebutkan, HARPS-N akan bekerja sama dengan Kepler dan dijadwalkan akan mulai melakukan pengukuran pada April 2012. (teknologi.vivanews.com/ humasristek)



Kamis 17 April 2014
Vicko, Ciptakan Peluru Frangible yang Berbahaya
Rabu 16 April 2014
UGM Kembangkan Susu Kedelai Fermentasi untuk Balita Penderita Gizi Buruk
Selasa 15 April 2014
Hari Ini, Gerhana Bulan 'Merah Darah' Tampak di Indonesia
Senin 14 April 2014
Robot Gedek Pengering Gabah
Jumat 11 April 2014
UNY Kembangkan Formula Hybrid Pertama Di Indonesia
Kamis 10 April 2014
Cara Penjahat Siber Bobol ATM Windows XP
Selasa 08 April 2014
Peneliti UGM Kembangkan Teknologi Menaikkan Air dengan Air
Senin 07 April 2014
Mikroba ‘Google’ Alumni UNSOED Menyulap Padang Pasir Jadi Lahan Pertanian
Jumat 04 April 2014
Dosen IBI Darmajaya CCTV Cerdas, Mampu Mengenali Wajah Dan Identitas Objek
Kamis 03 April 2014
Kotak Pendingin Ikan Mahasiswa Pontianak Mampu Segarkan Ikan Hingga 16 Jam
[ Berita lainnya ]