Ristek Headline |
Sabtu 01 Agustus 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 03 Juli 2015
DWP Menyambut Bulan Suci Ramadhan

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

surat

Ristek TV

RUP
INFO IPTEK
Kamis 17 Februari 2011
Wow, Mesin Ubah Limbah Plastik Jadi Energi
Print PDF Facebook Twitter Email

Ilmuwan Jepang menciptakan mesin rumahan yang mampu mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar. Meskipun, persoalan karbon dioksida belum terpecahkan.

Sekantong plastik berisi botol, topi dan produk kemasan lain pada dasarnya dibuat dari minyak. Mesin buatan Akinori Ito ini mengubah kembali produk tersebut menjadi minyak memanfaatkan proses karbon-negatif.

Dengan memanaskan palstik, perangkap uap dalam sistem pipa dan ruang air dapat mendinginkan uap sehingga memadatkan kembali materi itu menjadi minyak mentah. Produk itu dapat idmanfaatkan untuk generator atau beberapa jenis kompor.

Mesin yang dipasarkan oleh Blest Corporation ini dipuji atas efisiensi. Mereka dapat mengkonversi satu kilogram sampah plastik menjadi satu liter minyak hanya dengan satu kilowatt/ jam energi. Sistem ini dikenai biaya US$10 ribu (90 juta) namun kemungkinan besar turun sejalan banyaknya permintaan.

Meskin Ito tersebut memang bukanlah yang pertama dalam mengubah plastik menjadi bahan bakar. Namun, perangkat ini mengagumkan karena dapat dimanfaatkan di industri rumahan.

Solusi lain memang dalam lingkup lebih besar. Envion Oil Generator misalnya mampu memproses 10 ribu ton sampah plastik setiap tahun. Masing-masing ton limbah diubah menjadi tiga sampai lima barel minyak mentah.

Ini lalu dimanfaatkan untuk bahan bakar komersial seperti bensin, solar dan bahan bakar jet. Sebuah pabrik percontohan sudah dibuka di Washington, 2009 lalu.

Sementara itu, pengubahan minyak dengan melepaskan karbon dioksida ke atmosfer ini belum mampu berkontribusi terhadap perubahan iklim. Mereka hanya menciptakan solusi terhadap tumpukan sampah plastik.

Namun menurut pihak Envion, sekitar 50 juta ton sampah plastik dihasilkan setiap tahun. Jika semua dikonversi kembali ke minyak maka dapat mengurangi ketergantungan terhadap minyak asing. (teknologi.inilah.com/ humasristek)



Rabu 01 Juli 2015
Mahasiswa UI Manfaatkan Gelombang Laut untuk Awetkan Ikan
Selasa 30 Juni 2015
MAHASISWA UNDIP MENEMUKAN TEKNOLOGI STERILISASI SUSU KAMBING PE
Rabu 24 Juni 2015
Uniknya Mobile Masjid, Solusi Ibadah Ditengah Keramaian
 Senin 22 Juni 2015
Omitor Solusi Mengatasi Krisis Air Ala Mahasiswa Undip
Senin 22 Juni 2015
Deteksi Gas H2S dan CO2, Mahasiswa UNDIP ciptakan “Aquacopter”
Kamis 18 Juni 2015
Isi Daya Baterai Gratis, Why Not?
Kamis 18 Juni 2015
Heat Exchanger, Kurangi Biaya Listrik Kapal
Rabu 17 Juni 2015
Cangkang Telur Jadi Pupuk Kaya Kalsium
Rabu 17 Juni 2015
Turbin Helical, Efisienkan PLTA Indonesia
Selasa 09 Juni 2015
UI Raih 18 Penghargaan di ON MIPA-PT 2015
[ Berita lainnya ]