Ristek Headline |
Thursday, April 24, 2014
 
 
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Tuesday, April 22, 2014
HUT ke-23 PP-IPTEK

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
INFO IPTEK
Thursday, February 17, 2011
Wow, Mesin Ubah Limbah Plastik Jadi Energi
Print PDF Facebook Twitter Email

Ilmuwan Jepang menciptakan mesin rumahan yang mampu mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar. Meskipun, persoalan karbon dioksida belum terpecahkan.

Sekantong plastik berisi botol, topi dan produk kemasan lain pada dasarnya dibuat dari minyak. Mesin buatan Akinori Ito ini mengubah kembali produk tersebut menjadi minyak memanfaatkan proses karbon-negatif.

Dengan memanaskan palstik, perangkap uap dalam sistem pipa dan ruang air dapat mendinginkan uap sehingga memadatkan kembali materi itu menjadi minyak mentah. Produk itu dapat idmanfaatkan untuk generator atau beberapa jenis kompor.

Mesin yang dipasarkan oleh Blest Corporation ini dipuji atas efisiensi. Mereka dapat mengkonversi satu kilogram sampah plastik menjadi satu liter minyak hanya dengan satu kilowatt/ jam energi. Sistem ini dikenai biaya US$10 ribu (90 juta) namun kemungkinan besar turun sejalan banyaknya permintaan.

Meskin Ito tersebut memang bukanlah yang pertama dalam mengubah plastik menjadi bahan bakar. Namun, perangkat ini mengagumkan karena dapat dimanfaatkan di industri rumahan.

Solusi lain memang dalam lingkup lebih besar. Envion Oil Generator misalnya mampu memproses 10 ribu ton sampah plastik setiap tahun. Masing-masing ton limbah diubah menjadi tiga sampai lima barel minyak mentah.

Ini lalu dimanfaatkan untuk bahan bakar komersial seperti bensin, solar dan bahan bakar jet. Sebuah pabrik percontohan sudah dibuka di Washington, 2009 lalu.

Sementara itu, pengubahan minyak dengan melepaskan karbon dioksida ke atmosfer ini belum mampu berkontribusi terhadap perubahan iklim. Mereka hanya menciptakan solusi terhadap tumpukan sampah plastik.

Namun menurut pihak Envion, sekitar 50 juta ton sampah plastik dihasilkan setiap tahun. Jika semua dikonversi kembali ke minyak maka dapat mengurangi ketergantungan terhadap minyak asing. (teknologi.inilah.com/ humasristek)



Thursday, April 24, 2014
Mahasiswa UKSW Jadikan Kursi Sebagai Pembangkit Listrik
Wednesday, April 23, 2014
Mahasiswa Undip Ciptakan Obat Nyamuk dari Daun Srikaya
Tuesday, April 22, 2014
Aksantara ITB: Kembangkan Pesawat Multiguna Tanpa Awak
Thursday, April 17, 2014
Vicko, Ciptakan Peluru Frangible yang Berbahaya
Wednesday, April 16, 2014
UGM Kembangkan Susu Kedelai Fermentasi untuk Balita Penderita Gizi Buruk
Tuesday, April 15, 2014
Hari Ini, Gerhana Bulan 'Merah Darah' Tampak di Indonesia
Monday, April 14, 2014
Robot Gedek Pengering Gabah
Friday, April 11, 2014
UNY Kembangkan Formula Hybrid Pertama Di Indonesia
Thursday, April 10, 2014
Cara Penjahat Siber Bobol ATM Windows XP
Tuesday, April 8, 2014
Peneliti UGM Kembangkan Teknologi Menaikkan Air dengan Air
[ Berita lainnya ]