Ristek Headline |
Jumat 18 April 2014
 
 
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 11 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 07 Februari 2011
JSIT Berperan Dalam Peningkatan Kualitas Penguasaan Iptek Generasi Muda
Print PDF Facebook Twitter Email

Strategi yang paling efektif untuk memanusiakan manusia (humanisasi) adalah melalui pendidikan. Karena itu, pendidikan wajib diorientasikan untuk mengantarkan setiap insan menjadi insan kamil, yang ditandai dengan bentukan yang seimbang antara hablun minallah dan hablun minannaas. Prakteknya, sebagian besar sekolah di Indonesia masih lebih mementingkan pencapaian prestasi akademik. Maka dari itu, untuk menjamin kesuksesan peserta didik, kiranya diperlukan sekali pendidikan berbasis karakter (nilai).

Hal inilah yang melatarbelakangi diadakannya “Seminar Nasional mengenai Pendidikan Karakter dan Sosialisasi Standar Mutu Sekolah Islam Terpadu (SIT) Seluruh Indonesia”. Kegiatan yang diselenggarakan di Museum PP IPTEK Taman Mini Indonesia Indah pada hari Sabtu, 5 Februari 2011 yang lalu ini, dibuka oleh Menteri Negara  Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata dan dihadiri oleh para pengurus yayasan, kepala sekolah, guru sekolah Islam terpadu seluruh Indonesia, serta undangan dan pengunjung lainnya. “SIT yang tergabung dalam JSIT turut berperan penting dalam meningkatkan mutu dan kualitas pemahaman serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi atas generasi muda”, ujar Suharna ditengah tengah sambutannya. 

Seminar Pendidikan karakter ini, juga merupakan salah satu dari beberapa rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan milad JSIT yang berlangsung selama tiga hari (4-6/2/11).

Hadir sebagai pembicara Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli jalal, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Rahmat Wahab, Direktur PP IPTEK-Kemenristek, Sukro Muhab, Konsultan Pendidikan OKI, Hasni Muhammad dan Vice Executive Al Junied Islamic Schools Singapore, Khairiana binte Zainal.

Saat ini telah terdapat sebanyak 494 YKIT, 504 SDIT, 122 SMPIT, 20 SMAIT, 4 Madrasah Ibtidaiyah, 3 Madrasah Tsanawiyah, 1 Madrasah Aliyah dan 1 SMKIT sehingga total ada 1449 sekolah Islam terpadu di seluruh Indonesia.

Seminar Nasional dan lokakarya ini sendiri bertujuan untuk memantapkan serta mensosialisasikan konsep dasar dan standar mutu tentang Sekolah Islam Terpadu yang telah dirumuskan oleh tim yang dibentuk oleh Jaringan SIT Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar semua sekolah yang menggunakan konsep Islam terpadu memiliki pedoman yang sama sehingga tujuan dari dibentuknya sekolah dapat tercapai secara efektif.

Disampaikan dalam seminar, pentingnya pendidikan karakter untuk menemukan identitas diri dan moral, mendorong rasa bangga sebagai bangsa dan manusia, memelihara keimanan dan ketaqwaan, memantapkan integritas kepribadian, menjadikan insan yang bermartabat, dan memelihara rasa kebangsaan dan kemanusiaan.

“Terdapat 9 indikator pendidikan karakter, (1) cinta Allah dan segenap ciptaanNya (2) Tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian, (3) Kejujuran (4) Hormat dan Santun (5) Dermawan, Suka menolong dan Kerjasama (6) Percaya diri, kreatif dan pekerja keras (7) Kepemimpinan dan keadilan (8) Baik dan rendah hati (9) Toleransi, kedamaian dan kesatuan,” ujar Sukro Muhab yang juga Ketua Umum JSIT Indonesia saat memberikan penjelasan dalam seminar.  Hal ini dapat dicapai melalui proses pendidikan SIT.

Standar Mutu SIT sendiri dapat dilihat dari standar sarana prasarana dan pengelolaan pusat sumber belajar yang meliputi standar ruang audio visual, standar media center, standar laboratorium seni, dan pengelolaan Pusat Sumber Belajar (PSB). “Adapun strategi pengembangan sekolah berbasis karakter ini, termasuk didalamnya membangun visi bersama dalam pengembangan sekolah, memantapkan kepemimpinan kepala sekolah yang kuat, menegakkan tanggung jawab bersama antara sekolah, orangtua dan tokoh masyarakat dalam mengawal sekolah berbasis karakter, mengelola program kurikuler dan ekstra kurikuler secara sinergis serta membangun kompleks sekolah dengan fasilitas yang mendidik,” ujar Wamendiknas, Fasli Jalal.

Kegiatan ini diharapkan dapat menigkatkan standar mutu pendidikan serta dapat menciptakan dan melahirkan generasi muda yang berkompetensi disegala bidang baik itu kompetensi iman (Imany), kompetensi kepribadian dan sosial (Dzaty-Sya’by), kompetensi keilmuan (Ilmiah), serta kompetensi fisik dan keterampilan (Jismy-Fanny).

Selain seminar dan lokakarya, acara juga dimeriahkan dengan berbagai lomba sebagai ajang apresiasi dan media ekspresi diri para pelajar sekolah Islam terpadu. Diantaranya lomba Tahfidz, Lomba Story Telling, Lomba Teknologi Sederhana, Lomba Nasyid, Lomba Futsal, dan lomba serta kreativitas lainnya dari para siswa.(ppiptek/humasristek/t/aps)



Rabu 16 April 2014
DWP Kemenristek Kunjungi Taman Pintar Yogyakarta
Rabu 16 April 2014
Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi dan Bisnis Inovatif Usia Muda
Senin 14 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon
Selasa 08 April 2014
Sosialisasi dan Pengukuran Technology Readiness Level di Jawa Tengah
Selasa 08 April 2014
Kerjasama Iptek RI-Jerman: Implementasi Iptek untuk Mendukung Pembangunan Nasional
Senin 07 April 2014
Pengukuran TRL di Pusat Unggulan Iptek Kakao
Senin 07 April 2014
ASEAN Persiapkan Diri untuk Mobilitas SDM Iptek
Senin 07 April 2014
Kemenristek Hadiri Rakor BPPD Provinsi Jatim
Kamis 03 April 2014
Kemenristek Dorong Konsorsium Pembangunan Satelit Penginderaan Jauh
Kamis 03 April 2014
Rapat Koordinasi Undang-Undang Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014 Dalam Rangka Penguatan Teknologi Industri
[ Berita lainnya ]