Ristek Headline |
Selasa 25 November 2014
 
 

IQE

CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 18 November 2014
Kongres ke-2 AFEBI di Universitas Malikulsalleh, Leuksmauwe Aceh

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 07 Februari 2011
JSIT Berperan Dalam Peningkatan Kualitas Penguasaan Iptek Generasi Muda
Print PDF Facebook Twitter Email

Strategi yang paling efektif untuk memanusiakan manusia (humanisasi) adalah melalui pendidikan. Karena itu, pendidikan wajib diorientasikan untuk mengantarkan setiap insan menjadi insan kamil, yang ditandai dengan bentukan yang seimbang antara hablun minallah dan hablun minannaas. Prakteknya, sebagian besar sekolah di Indonesia masih lebih mementingkan pencapaian prestasi akademik. Maka dari itu, untuk menjamin kesuksesan peserta didik, kiranya diperlukan sekali pendidikan berbasis karakter (nilai).

Hal inilah yang melatarbelakangi diadakannya “Seminar Nasional mengenai Pendidikan Karakter dan Sosialisasi Standar Mutu Sekolah Islam Terpadu (SIT) Seluruh Indonesia”. Kegiatan yang diselenggarakan di Museum PP IPTEK Taman Mini Indonesia Indah pada hari Sabtu, 5 Februari 2011 yang lalu ini, dibuka oleh Menteri Negara  Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata dan dihadiri oleh para pengurus yayasan, kepala sekolah, guru sekolah Islam terpadu seluruh Indonesia, serta undangan dan pengunjung lainnya. “SIT yang tergabung dalam JSIT turut berperan penting dalam meningkatkan mutu dan kualitas pemahaman serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi atas generasi muda”, ujar Suharna ditengah tengah sambutannya. 

Seminar Pendidikan karakter ini, juga merupakan salah satu dari beberapa rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan milad JSIT yang berlangsung selama tiga hari (4-6/2/11).

Hadir sebagai pembicara Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli jalal, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Rahmat Wahab, Direktur PP IPTEK-Kemenristek, Sukro Muhab, Konsultan Pendidikan OKI, Hasni Muhammad dan Vice Executive Al Junied Islamic Schools Singapore, Khairiana binte Zainal.

Saat ini telah terdapat sebanyak 494 YKIT, 504 SDIT, 122 SMPIT, 20 SMAIT, 4 Madrasah Ibtidaiyah, 3 Madrasah Tsanawiyah, 1 Madrasah Aliyah dan 1 SMKIT sehingga total ada 1449 sekolah Islam terpadu di seluruh Indonesia.

Seminar Nasional dan lokakarya ini sendiri bertujuan untuk memantapkan serta mensosialisasikan konsep dasar dan standar mutu tentang Sekolah Islam Terpadu yang telah dirumuskan oleh tim yang dibentuk oleh Jaringan SIT Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar semua sekolah yang menggunakan konsep Islam terpadu memiliki pedoman yang sama sehingga tujuan dari dibentuknya sekolah dapat tercapai secara efektif.

Disampaikan dalam seminar, pentingnya pendidikan karakter untuk menemukan identitas diri dan moral, mendorong rasa bangga sebagai bangsa dan manusia, memelihara keimanan dan ketaqwaan, memantapkan integritas kepribadian, menjadikan insan yang bermartabat, dan memelihara rasa kebangsaan dan kemanusiaan.

“Terdapat 9 indikator pendidikan karakter, (1) cinta Allah dan segenap ciptaanNya (2) Tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian, (3) Kejujuran (4) Hormat dan Santun (5) Dermawan, Suka menolong dan Kerjasama (6) Percaya diri, kreatif dan pekerja keras (7) Kepemimpinan dan keadilan (8) Baik dan rendah hati (9) Toleransi, kedamaian dan kesatuan,” ujar Sukro Muhab yang juga Ketua Umum JSIT Indonesia saat memberikan penjelasan dalam seminar.  Hal ini dapat dicapai melalui proses pendidikan SIT.

Standar Mutu SIT sendiri dapat dilihat dari standar sarana prasarana dan pengelolaan pusat sumber belajar yang meliputi standar ruang audio visual, standar media center, standar laboratorium seni, dan pengelolaan Pusat Sumber Belajar (PSB). “Adapun strategi pengembangan sekolah berbasis karakter ini, termasuk didalamnya membangun visi bersama dalam pengembangan sekolah, memantapkan kepemimpinan kepala sekolah yang kuat, menegakkan tanggung jawab bersama antara sekolah, orangtua dan tokoh masyarakat dalam mengawal sekolah berbasis karakter, mengelola program kurikuler dan ekstra kurikuler secara sinergis serta membangun kompleks sekolah dengan fasilitas yang mendidik,” ujar Wamendiknas, Fasli Jalal.

Kegiatan ini diharapkan dapat menigkatkan standar mutu pendidikan serta dapat menciptakan dan melahirkan generasi muda yang berkompetensi disegala bidang baik itu kompetensi iman (Imany), kompetensi kepribadian dan sosial (Dzaty-Sya’by), kompetensi keilmuan (Ilmiah), serta kompetensi fisik dan keterampilan (Jismy-Fanny).

Selain seminar dan lokakarya, acara juga dimeriahkan dengan berbagai lomba sebagai ajang apresiasi dan media ekspresi diri para pelajar sekolah Islam terpadu. Diantaranya lomba Tahfidz, Lomba Story Telling, Lomba Teknologi Sederhana, Lomba Nasyid, Lomba Futsal, dan lomba serta kreativitas lainnya dari para siswa.(ppiptek/humasristek/t/aps)



Senin 24 November 2014
Peringatan 10 Tahun Tsunami, Indonesia Jadi Tuan Rumah KTT
Kamis 20 November 2014
Indonesia and Finland Agreed to Explore Co-operations on Higher Education, Research and Technology
Selasa 18 November 2014
Kongres ke-2 Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Indonesia (AFEBI)
Jumat 14 November 2014
Hari Nusantara, Menristekdikti Lepas Kapal Riset Baruna Jaya VIII
Jumat 14 November 2014
SNI Award, Indonesia Siap Memenangkan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015
Kamis 13 November 2014
Indonesia Diharapkan Jadi Motor Penggerak Ekonomi ASEAN
Kamis 13 November 2014
Konsistensi Layanan Sesuai Standar ISO 9001:2008 di Pusat Peragaan Iptek
Rabu 12 November 2014
E-Voting dan E-Government, Inovasi dalam Dialog Nasional Pelayanan Publik Berbasis Elektronik
Selasa 11 November 2014
Menristekdikti Kunjungi Bapeten
Selasa 11 November 2014
Ministry of Research, Technology and Higher Education Received a Courtesy Call of The Germany Ambassador
[ Berita lainnya ]