Ristek Headline |
Jumat 29 Mei 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1

surat
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 26 Mei 2015
Konferensi Pers tentang Ijazah Palsu

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

Ristek TV

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 17 Januari 2011
Pengangkatan Tulang-Belulang tentara Jepang di Indonesia
Print PDF Facebook Twitter Email

Menindak lanjuti rapat inter Kementerian yang diselenggarakan oleh Direktorat Konsuler, Kementerian Luar Negeri tanggal 3 Agustus 2010 mengenai pembahasan konsep Memorandum of Understanding (MoU) Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Jepang, mengenai Pencarian dan Pengambilan Tulang-Belulang Eks Tentara Jepang Korban Perang Dunia (PD) II di Wilayah Indonesia, maka pada hari Jumat, 14 Januari 2011 bertempat di Ruang Sidang Gedung E Komples Kemendiknas Senayan Jakarta,  telah diadakan kembali rapat inter Kementerian guna melanjutkna pembahasan konsep MoU RI – Jepang tentang tulang belulang eks Tentara Jepang yang ada di wilayah RI.

Rencana Program pengembalian tulang-belulang eks tentara Jepang korban perang dunia II yang tercecer di sejumlah wilayah RI ini yang merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang ini sebenarnya telah dilakukan pada tahun 1993 dengan berlokasi di Maluku dan Papua serta pulau  disekitarnya.

Pengembalian kerangka eks tentara korban perang saat melawan tentara sekutu pimpinan AS itu, dilakukan sebagai bentuk penghargaan serta penghormatan Pemerintah Jepang dalam menghargai jasa pahlawannya. Dalam pengembalian tersebut tedapat pihak-pihak terkait yang turut serta dalam kegiatan tersebut, antara lain Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa  serta perwakilan keluarga eks tentara Jepang, Mr. Iwabuchi, dan beberapa utusan Kemendagri, kemenlu serta tim medis forensik Kemenkes.

Rapat inter kementerian ini dipimpin oleh Aurora Frida Riuminar Tambunan, selaku Direktur jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dalam kesempatanya Lola (nama akbrab Aurora) menghimbau  “Melalui pertemuan ini kami berharap ada penyamaan presepsi antar instansi terkait, khususnya yang berkaitan dengan kerjasama antara Pemerintah RI – Jepang ini”, ujar Lola.

Direktorat Peninggalan Purbakala berkeberatan jika kerangka-kerangka tentara Jepang eks Perang Dunia II diangkat dan dikremasi karena dapat menghilangkan/menghapus bukti-bukti sejarah dan memori kolektif bangsa, tetapi alangkah baiknya jika pihak jepang tetap diijinkan untuk mengangkat dan memakamkan kerangka-kerangka tersebut dengan layak di Indonesia dan membuat monumenya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan dari Kementerian Luar negeri diwakili oleh Dit. Konsuler, melihat dari sisi politis kepentingan dari MoU ini bagi ke dua Negara. Perlu diperhatikan apakah MoU ini keuntungannya bagi Pemerintah RI, jangan sampai Pemerintah RI hanya sebagai objek lokasi saja dan tidak mendapat keuntungan apa-apa dari MoU ini, mengingat kegiatan pada tahun 1993 telah tercatat di lokasi penggalian masyarakat setempat tidak mendapatkan keuntungan atau kompensasi dari pihak Jepang, dan hal itu jangan sampai terulang kembali”,ujar Dit Konsuler.

Selanjutnya, dalam rapat tersebut juga diperbincangkan tentang masalah apakah tulang-belulang eks.Tentara jepang tersebut dapat dikategorikan sebagai benda Cagar Budaya, mengiginat ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya menegaskan dalam Ketentuan Umum Pasal 1 yang dimaksud dengan benda cagar budaya adalah benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang berupakesatuan atau kelompok, atau bagian bagian atau sisa-sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan; dan apabila tulang-belulang tersebut merupakan benda cagar budaya maka tulang-belulang tersebut tidak boleh dibawa ke luar wilayah Indonesia kecuali atas seijin Menteri, yang dimana pada waktu kegiatan pengangkatan pada tahun 1993 selama ini belum dilakukan.

Hadir pula di dalam rapat sejumlah perwakilan dari Kementerian dan Instansi terkait, antara lain Kementerian Luar Negeri, TNI, Kementerian Dalam negeri, Kementerian Riset dan Teknologi, Museum Indonesia, dan sejumlah arkeolog dan peneliti purbakala terkait lainnya. (haw/bhh/humasristek)
 



Rabu 27 Mei 2015
Diskusi "Outlook Pendidikan Tinggi di Indonesia 2016"
Selasa 26 Mei 2015
Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Riset Kebencanaan 2015
Rabu 20 Mei 2015
Identifikasi Kebijakan Peningkatan Investasi Litbang
Rabu 20 Mei 2015
Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-107
Selasa 19 Mei 2015
Kemenristekdikti Sepakati Kerja Sama Peningkatan Produksi Sapi Unggul dengan Pemprov Jawa Barat
Jumat 15 Mei 2015
Lulusan Politeknik Harus Kompeten dan Siap Kerja
Jumat 15 Mei 2015
Pemanfaatan Iptek untuk Pertanian dan Peternakan
Sabtu 09 Mei 2015
Presentasi Publik Hasil Pemantauan Teluk Buyat Tahun 2014
Jumat 08 Mei 2015
Roadshow Panitia Hakteknas ke-20 di PT PAL dan ITS
Kamis 07 Mei 2015
Kegiatan Supervisi Pusat Unggulan Iptek
[ Berita lainnya ]