Ristek Headline |
Rabu 16 April 2014
 
 
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 11 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 17 Januari 2011
Pengangkatan Tulang-Belulang tentara Jepang di Indonesia
Print PDF Facebook Twitter Email

Menindak lanjuti rapat inter Kementerian yang diselenggarakan oleh Direktorat Konsuler, Kementerian Luar Negeri tanggal 3 Agustus 2010 mengenai pembahasan konsep Memorandum of Understanding (MoU) Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Jepang, mengenai Pencarian dan Pengambilan Tulang-Belulang Eks Tentara Jepang Korban Perang Dunia (PD) II di Wilayah Indonesia, maka pada hari Jumat, 14 Januari 2011 bertempat di Ruang Sidang Gedung E Komples Kemendiknas Senayan Jakarta,  telah diadakan kembali rapat inter Kementerian guna melanjutkna pembahasan konsep MoU RI – Jepang tentang tulang belulang eks Tentara Jepang yang ada di wilayah RI.

Rencana Program pengembalian tulang-belulang eks tentara Jepang korban perang dunia II yang tercecer di sejumlah wilayah RI ini yang merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang ini sebenarnya telah dilakukan pada tahun 1993 dengan berlokasi di Maluku dan Papua serta pulau  disekitarnya.

Pengembalian kerangka eks tentara korban perang saat melawan tentara sekutu pimpinan AS itu, dilakukan sebagai bentuk penghargaan serta penghormatan Pemerintah Jepang dalam menghargai jasa pahlawannya. Dalam pengembalian tersebut tedapat pihak-pihak terkait yang turut serta dalam kegiatan tersebut, antara lain Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa  serta perwakilan keluarga eks tentara Jepang, Mr. Iwabuchi, dan beberapa utusan Kemendagri, kemenlu serta tim medis forensik Kemenkes.

Rapat inter kementerian ini dipimpin oleh Aurora Frida Riuminar Tambunan, selaku Direktur jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dalam kesempatanya Lola (nama akbrab Aurora) menghimbau  “Melalui pertemuan ini kami berharap ada penyamaan presepsi antar instansi terkait, khususnya yang berkaitan dengan kerjasama antara Pemerintah RI – Jepang ini”, ujar Lola.

Direktorat Peninggalan Purbakala berkeberatan jika kerangka-kerangka tentara Jepang eks Perang Dunia II diangkat dan dikremasi karena dapat menghilangkan/menghapus bukti-bukti sejarah dan memori kolektif bangsa, tetapi alangkah baiknya jika pihak jepang tetap diijinkan untuk mengangkat dan memakamkan kerangka-kerangka tersebut dengan layak di Indonesia dan membuat monumenya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan dari Kementerian Luar negeri diwakili oleh Dit. Konsuler, melihat dari sisi politis kepentingan dari MoU ini bagi ke dua Negara. Perlu diperhatikan apakah MoU ini keuntungannya bagi Pemerintah RI, jangan sampai Pemerintah RI hanya sebagai objek lokasi saja dan tidak mendapat keuntungan apa-apa dari MoU ini, mengingat kegiatan pada tahun 1993 telah tercatat di lokasi penggalian masyarakat setempat tidak mendapatkan keuntungan atau kompensasi dari pihak Jepang, dan hal itu jangan sampai terulang kembali”,ujar Dit Konsuler.

Selanjutnya, dalam rapat tersebut juga diperbincangkan tentang masalah apakah tulang-belulang eks.Tentara jepang tersebut dapat dikategorikan sebagai benda Cagar Budaya, mengiginat ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya menegaskan dalam Ketentuan Umum Pasal 1 yang dimaksud dengan benda cagar budaya adalah benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang berupakesatuan atau kelompok, atau bagian bagian atau sisa-sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan; dan apabila tulang-belulang tersebut merupakan benda cagar budaya maka tulang-belulang tersebut tidak boleh dibawa ke luar wilayah Indonesia kecuali atas seijin Menteri, yang dimana pada waktu kegiatan pengangkatan pada tahun 1993 selama ini belum dilakukan.

Hadir pula di dalam rapat sejumlah perwakilan dari Kementerian dan Instansi terkait, antara lain Kementerian Luar Negeri, TNI, Kementerian Dalam negeri, Kementerian Riset dan Teknologi, Museum Indonesia, dan sejumlah arkeolog dan peneliti purbakala terkait lainnya. (haw/bhh/humasristek)
 



Rabu 16 April 2014
DWP Kemenristek Kunjungi Taman Pintar Yogyakarta
Rabu 16 April 2014
Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi dan Bisnis Inovatif Usia Muda
Senin 14 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon
Selasa 08 April 2014
Sosialisasi dan Pengukuran Technology Readiness Level di Jawa Tengah
Selasa 08 April 2014
Kerjasama Iptek RI-Jerman: Implementasi Iptek untuk Mendukung Pembangunan Nasional
Senin 07 April 2014
Pengukuran TRL di Pusat Unggulan Iptek Kakao
Senin 07 April 2014
ASEAN Persiapkan Diri untuk Mobilitas SDM Iptek
Senin 07 April 2014
Kemenristek Hadiri Rakor BPPD Provinsi Jatim
Kamis 03 April 2014
Kemenristek Dorong Konsorsium Pembangunan Satelit Penginderaan Jauh
Kamis 03 April 2014
Rapat Koordinasi Undang-Undang Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014 Dalam Rangka Penguatan Teknologi Industri
[ Berita lainnya ]