Ristek Headline |
Sabtu 01 Agustus 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 03 Juli 2015
DWP Menyambut Bulan Suci Ramadhan

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

surat

Ristek TV

RUP
INFO IPTEK
Selasa 04 Januari 2011
Hari Ini Fenomena Gerhana Matahari
Print PDF Facebook Twitter Email

Setelah melihat hujan meteor Quandrantid, pengamat langit di Eropa, bagian utara Afrika dan Asia Barat akan disuguhi tontonan gerhana matahari sebagian. Seperti apa?

Sisi bayangan luar bulan yang disebut penumbra, sebagian gerhana akan terlihat mengikis bagian utara Bumi. Cara paling aman melihat gerhana matahari adalah memproyeksikan gambar matahari tersebut melalui teropong atau teleskop.

Pada 4 Januari, gerhana matahari sebagian akan muncul di Aljazair, negara terbesar kedua di Afrika. Kontak pertama adalah bayangan penumbra di mana cahaya matahari akan terbit dari ujung selatan. Ini bertepatan dengan cahaya matahari lokal di beberapa ratus kilometer sebelah timur laut Salah, kota oasis di pusat Aljazair.

Pada akhrinya, bayangan ini akan menyelimuti hampir seluruh Eropa, bagian utara Afrika, Timur Tengah dan Asia Selatan. Durasi waktu berdasarkan tempat masing-masing. Ini terkait luas total dari penampakan matahari yang bisa diamati kawasan tersebut.

Astronom NASA Fred Espenak telah mengkalkulasikan kondisi pengamatan 65 negara di Eropa, Afrika dan Asia, termasuk nilai bayangan dan gelombang. Bayangan akan muncul dari timur ke negara Eurasia yaitu Kazakhstan, sebelah utara Danau Balkhash lalu menyentuh Aljazair.

Untuk Indonesia, menurut Peneliti Senior Astronomi dan Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Prof. Dr. Thomas Djamaludidin, Indonesia tidak bisa mengamati fenomena gerhana matahari tersebut.

“Dari lintasan gerhana matahari, ini hanya melintas di beberapa kawasan Asia. Dimulai dari Eropa hingga Asia Selatan. Indonesia tidak termasuk,” kata Thomas. (teknologi.inilah.com/ humasristek)



Rabu 01 Juli 2015
Mahasiswa UI Manfaatkan Gelombang Laut untuk Awetkan Ikan
Selasa 30 Juni 2015
MAHASISWA UNDIP MENEMUKAN TEKNOLOGI STERILISASI SUSU KAMBING PE
Rabu 24 Juni 2015
Uniknya Mobile Masjid, Solusi Ibadah Ditengah Keramaian
 Senin 22 Juni 2015
Omitor Solusi Mengatasi Krisis Air Ala Mahasiswa Undip
Senin 22 Juni 2015
Deteksi Gas H2S dan CO2, Mahasiswa UNDIP ciptakan “Aquacopter”
Kamis 18 Juni 2015
Isi Daya Baterai Gratis, Why Not?
Kamis 18 Juni 2015
Heat Exchanger, Kurangi Biaya Listrik Kapal
Rabu 17 Juni 2015
Cangkang Telur Jadi Pupuk Kaya Kalsium
Rabu 17 Juni 2015
Turbin Helical, Efisienkan PLTA Indonesia
Selasa 09 Juni 2015
UI Raih 18 Penghargaan di ON MIPA-PT 2015
[ Berita lainnya ]