Ristek Headline |
Sabtu 29 November 2014
 
 

IQE

CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Kamis 27 November 2014
Final Symposium Agriculture Beyond Food (ABF)

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


INFO IPTEK
Selasa 04 Januari 2011
Hari Ini Fenomena Gerhana Matahari
Print PDF Facebook Twitter Email

Setelah melihat hujan meteor Quandrantid, pengamat langit di Eropa, bagian utara Afrika dan Asia Barat akan disuguhi tontonan gerhana matahari sebagian. Seperti apa?

Sisi bayangan luar bulan yang disebut penumbra, sebagian gerhana akan terlihat mengikis bagian utara Bumi. Cara paling aman melihat gerhana matahari adalah memproyeksikan gambar matahari tersebut melalui teropong atau teleskop.

Pada 4 Januari, gerhana matahari sebagian akan muncul di Aljazair, negara terbesar kedua di Afrika. Kontak pertama adalah bayangan penumbra di mana cahaya matahari akan terbit dari ujung selatan. Ini bertepatan dengan cahaya matahari lokal di beberapa ratus kilometer sebelah timur laut Salah, kota oasis di pusat Aljazair.

Pada akhrinya, bayangan ini akan menyelimuti hampir seluruh Eropa, bagian utara Afrika, Timur Tengah dan Asia Selatan. Durasi waktu berdasarkan tempat masing-masing. Ini terkait luas total dari penampakan matahari yang bisa diamati kawasan tersebut.

Astronom NASA Fred Espenak telah mengkalkulasikan kondisi pengamatan 65 negara di Eropa, Afrika dan Asia, termasuk nilai bayangan dan gelombang. Bayangan akan muncul dari timur ke negara Eurasia yaitu Kazakhstan, sebelah utara Danau Balkhash lalu menyentuh Aljazair.

Untuk Indonesia, menurut Peneliti Senior Astronomi dan Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Prof. Dr. Thomas Djamaludidin, Indonesia tidak bisa mengamati fenomena gerhana matahari tersebut.

“Dari lintasan gerhana matahari, ini hanya melintas di beberapa kawasan Asia. Dimulai dari Eropa hingga Asia Selatan. Indonesia tidak termasuk,” kata Thomas. (teknologi.inilah.com/ humasristek)



Kamis 23 Oktober 2014
Rupa-Rupa Modifikasi Pangan Kreasi Mahasiswa
Kamis 16 Oktober 2014
Indonesia Kuasai Teknologi Baterai Lithium
Kamis 16 Oktober 2014
SMPN Surabaya Sabet Dua Juara Robotika Nasional
Kamis 16 Oktober 2014
Prestasi Nasional Mahasiswa FTUI
Kamis 16 Oktober 2014
Mahasiswi Darmajaya Ciptakan Software Pendeteksi Flu Burung
Senin 29 September 2014
2 Pelajar Banjarnegara Ubah Biji Salak Jadi Energi
Jumat 19 September 2014
Siswa SMK Gresik Ubah Air Urin Menjadi Air Bersih
Jumat 19 September 2014
Software dari ITS Bantu Negara Hemat Rp52 M
Rabu 17 September 2014
Ilmuwan Buat Baterai Nuklir Berbahan Dasar Air
Kamis 04 September 2014
Dukung Konversi BBM ke BBG, UGM Kembangkan Tabung BBG Cartridge Bertekanan Rendah
[ Berita lainnya ]