Ristek Headline |
Thursday, April 24, 2014
 
 
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Tuesday, April 22, 2014
HUT ke-23 PP-IPTEK

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
INFO IPTEK
Tuesday, January 4, 2011
Hari Ini Fenomena Gerhana Matahari
Print PDF Facebook Twitter Email

Setelah melihat hujan meteor Quandrantid, pengamat langit di Eropa, bagian utara Afrika dan Asia Barat akan disuguhi tontonan gerhana matahari sebagian. Seperti apa?

Sisi bayangan luar bulan yang disebut penumbra, sebagian gerhana akan terlihat mengikis bagian utara Bumi. Cara paling aman melihat gerhana matahari adalah memproyeksikan gambar matahari tersebut melalui teropong atau teleskop.

Pada 4 Januari, gerhana matahari sebagian akan muncul di Aljazair, negara terbesar kedua di Afrika. Kontak pertama adalah bayangan penumbra di mana cahaya matahari akan terbit dari ujung selatan. Ini bertepatan dengan cahaya matahari lokal di beberapa ratus kilometer sebelah timur laut Salah, kota oasis di pusat Aljazair.

Pada akhrinya, bayangan ini akan menyelimuti hampir seluruh Eropa, bagian utara Afrika, Timur Tengah dan Asia Selatan. Durasi waktu berdasarkan tempat masing-masing. Ini terkait luas total dari penampakan matahari yang bisa diamati kawasan tersebut.

Astronom NASA Fred Espenak telah mengkalkulasikan kondisi pengamatan 65 negara di Eropa, Afrika dan Asia, termasuk nilai bayangan dan gelombang. Bayangan akan muncul dari timur ke negara Eurasia yaitu Kazakhstan, sebelah utara Danau Balkhash lalu menyentuh Aljazair.

Untuk Indonesia, menurut Peneliti Senior Astronomi dan Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Prof. Dr. Thomas Djamaludidin, Indonesia tidak bisa mengamati fenomena gerhana matahari tersebut.

“Dari lintasan gerhana matahari, ini hanya melintas di beberapa kawasan Asia. Dimulai dari Eropa hingga Asia Selatan. Indonesia tidak termasuk,” kata Thomas. (teknologi.inilah.com/ humasristek)



Thursday, April 24, 2014
Mahasiswa UKSW Jadikan Kursi Sebagai Pembangkit Listrik
Wednesday, April 23, 2014
Mahasiswa Undip Ciptakan Obat Nyamuk dari Daun Srikaya
Tuesday, April 22, 2014
Aksantara ITB: Kembangkan Pesawat Multiguna Tanpa Awak
Thursday, April 17, 2014
Vicko, Ciptakan Peluru Frangible yang Berbahaya
Wednesday, April 16, 2014
UGM Kembangkan Susu Kedelai Fermentasi untuk Balita Penderita Gizi Buruk
Tuesday, April 15, 2014
Hari Ini, Gerhana Bulan 'Merah Darah' Tampak di Indonesia
Monday, April 14, 2014
Robot Gedek Pengering Gabah
Friday, April 11, 2014
UNY Kembangkan Formula Hybrid Pertama Di Indonesia
Thursday, April 10, 2014
Cara Penjahat Siber Bobol ATM Windows XP
Tuesday, April 8, 2014
Peneliti UGM Kembangkan Teknologi Menaikkan Air dengan Air
[ Berita lainnya ]