Ristek Headline |
Kamis 27 November 2014
 
 

IQE

CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Senin 24 November 2014
Rapat Koordinasi Nasional Sistem Inovasi Daerah (SIDa) di Marina Convention Center

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


INFO IPTEK
Senin 13 Desember 2010
Hujan Meteor Hadir Malam Ini
Print PDF Facebook Twitter Email

Hujan meteor Geminids akan mencapai puncaknya sebelum pagi menjelang, esok hari.

VIVAnews.com- Hujan meteor paling meriah sepanjang 2010 akan berlangsung malam ini. Menurut pengamatan para astronom, fenomena ini akan terjadi mulai sore hari pada 13 Desember 2010, sampai terbit fajar pada 14 Desember 2010.

Mereka yang tinggal di kawasan Amerika Utara sangat beruntung. Pasalnya, hujan meteor dibarengi dengan gerhana Bulan penuh. Gernaha ini akan membuat langit menjadi sangat gelap dan memudahkan orang untuk melihat meteor di langit.

Meski demikian, seperti dikutip dari Guardian, 13 Desember 2010, kawasan Asia dan Indonesia juga akan mengalami gerhana Bulan parsial. Meski tidak segelap jika terjadi gerhana Bulan penuh, langit akan lebih gelap dibanding biasanya.

Hujan meteor Geminids, yang sebenarnya sudah dimulai sekitar seminggu lalu, akan mencapai puncaknya sebelum pagi hari menjelang di esok hari. Pada puncaknya, pemandangan spektakuler akan terjadi. Jika langit cerah, akan muncul hingga 120 meteor per jam.

Geminids sendiri merupakan meteor yang berjalan lambat, sekitar 35 kilometer per jam dan umumnya menghasilkan cahaya terang karena jejak mereka bersinggungan dengan atmosfir bagian atas Bumi.

Ada tiga faktor yang membuat jam-jam menjelang subuh menjadi waktu yang lebih cocok untuk melihat meteor Geminids. Pertama, cahaya Bulan dapat mengganggu cahaya meteor yang redup. Alasannya karena malam ini Bulan terletak dekat dengan planet Jupiter yang cerah malam ini dan tidak akan tenggelam sampai setelah tengah malam.

Faktor kedua adalah ketinggian sinar. Saat sinar berada di titik puncak di langit, kita akan melihat lebih banyak meteor karena kita lebih mengadap ke aliran meteor Geminids saat mereka mengorbit Matahari. Ketiga, Bumi diperkirakan akan menghadapi bagian terpadat dari aliran hujan meteor menjelang besok pagi. (hs)(vivanews.com/humasristek,).



Kamis 23 Oktober 2014
Rupa-Rupa Modifikasi Pangan Kreasi Mahasiswa
Kamis 16 Oktober 2014
Indonesia Kuasai Teknologi Baterai Lithium
Kamis 16 Oktober 2014
SMPN Surabaya Sabet Dua Juara Robotika Nasional
Kamis 16 Oktober 2014
Prestasi Nasional Mahasiswa FTUI
Kamis 16 Oktober 2014
Mahasiswi Darmajaya Ciptakan Software Pendeteksi Flu Burung
Senin 29 September 2014
2 Pelajar Banjarnegara Ubah Biji Salak Jadi Energi
Jumat 19 September 2014
Siswa SMK Gresik Ubah Air Urin Menjadi Air Bersih
Jumat 19 September 2014
Software dari ITS Bantu Negara Hemat Rp52 M
Rabu 17 September 2014
Ilmuwan Buat Baterai Nuklir Berbahan Dasar Air
Kamis 04 September 2014
Dukung Konversi BBM ke BBG, UGM Kembangkan Tabung BBG Cartridge Bertekanan Rendah
[ Berita lainnya ]