Ristek Headline |
Kamis 04 Juni 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1

open bidding es1
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 26 Mei 2015
Konferensi Pers tentang Ijazah Palsu

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

surat

Ristek TV

RUP
INFO IPTEK
Senin 13 Desember 2010
Hujan Meteor Hadir Malam Ini
Print PDF Facebook Twitter Email

Hujan meteor Geminids akan mencapai puncaknya sebelum pagi menjelang, esok hari.

VIVAnews.com- Hujan meteor paling meriah sepanjang 2010 akan berlangsung malam ini. Menurut pengamatan para astronom, fenomena ini akan terjadi mulai sore hari pada 13 Desember 2010, sampai terbit fajar pada 14 Desember 2010.

Mereka yang tinggal di kawasan Amerika Utara sangat beruntung. Pasalnya, hujan meteor dibarengi dengan gerhana Bulan penuh. Gernaha ini akan membuat langit menjadi sangat gelap dan memudahkan orang untuk melihat meteor di langit.

Meski demikian, seperti dikutip dari Guardian, 13 Desember 2010, kawasan Asia dan Indonesia juga akan mengalami gerhana Bulan parsial. Meski tidak segelap jika terjadi gerhana Bulan penuh, langit akan lebih gelap dibanding biasanya.

Hujan meteor Geminids, yang sebenarnya sudah dimulai sekitar seminggu lalu, akan mencapai puncaknya sebelum pagi hari menjelang di esok hari. Pada puncaknya, pemandangan spektakuler akan terjadi. Jika langit cerah, akan muncul hingga 120 meteor per jam.

Geminids sendiri merupakan meteor yang berjalan lambat, sekitar 35 kilometer per jam dan umumnya menghasilkan cahaya terang karena jejak mereka bersinggungan dengan atmosfir bagian atas Bumi.

Ada tiga faktor yang membuat jam-jam menjelang subuh menjadi waktu yang lebih cocok untuk melihat meteor Geminids. Pertama, cahaya Bulan dapat mengganggu cahaya meteor yang redup. Alasannya karena malam ini Bulan terletak dekat dengan planet Jupiter yang cerah malam ini dan tidak akan tenggelam sampai setelah tengah malam.

Faktor kedua adalah ketinggian sinar. Saat sinar berada di titik puncak di langit, kita akan melihat lebih banyak meteor karena kita lebih mengadap ke aliran meteor Geminids saat mereka mengorbit Matahari. Ketiga, Bumi diperkirakan akan menghadapi bagian terpadat dari aliran hujan meteor menjelang besok pagi. (hs)(vivanews.com/humasristek,).



Senin 04 Mei 2015
Juarai Lomba Discovery dengan SIM Barang Hilang
Jumat 01 Mei 2015
Aris Muda Lubis Raih Perak di Lomba Pemecahan Masalah Analisis dan Geometri FMIPA ITB
Senin 20 April 2015
Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional Kompetisi UNESCO 2015
Rabu 11 Maret 2015
Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak Juara Event Mobil Hemat Energi
Selasa 17 Februari 2015
Inovasi IPB: Cincau Jelly Drink Sehat
Jumat 13 Februari 2015
Juara OSN Pertamina Ciptakan Inovasi Penyimpanan Hidrogen
Kamis 01 Januari 2015
Brain Computing: Penggunaan Gelombang Otak dalam Teknologi Kesehatan
Rabu 10 Desember 2014
Drone Buatan Mahasiswa UGM
Jumat 14 November 2014
Arjuna, Mobil Listrik UGM Juara Kompetisi
Kamis 23 Oktober 2014
Rupa-Rupa Modifikasi Pangan Kreasi Mahasiswa
[ Berita lainnya ]