Ristek Headline |
Minggu 20 April 2014
 
 
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 11 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
INFO IPTEK
Senin 13 Desember 2010
Hujan Meteor Hadir Malam Ini
Print PDF Facebook Twitter Email

Hujan meteor Geminids akan mencapai puncaknya sebelum pagi menjelang, esok hari.

VIVAnews.com- Hujan meteor paling meriah sepanjang 2010 akan berlangsung malam ini. Menurut pengamatan para astronom, fenomena ini akan terjadi mulai sore hari pada 13 Desember 2010, sampai terbit fajar pada 14 Desember 2010.

Mereka yang tinggal di kawasan Amerika Utara sangat beruntung. Pasalnya, hujan meteor dibarengi dengan gerhana Bulan penuh. Gernaha ini akan membuat langit menjadi sangat gelap dan memudahkan orang untuk melihat meteor di langit.

Meski demikian, seperti dikutip dari Guardian, 13 Desember 2010, kawasan Asia dan Indonesia juga akan mengalami gerhana Bulan parsial. Meski tidak segelap jika terjadi gerhana Bulan penuh, langit akan lebih gelap dibanding biasanya.

Hujan meteor Geminids, yang sebenarnya sudah dimulai sekitar seminggu lalu, akan mencapai puncaknya sebelum pagi hari menjelang di esok hari. Pada puncaknya, pemandangan spektakuler akan terjadi. Jika langit cerah, akan muncul hingga 120 meteor per jam.

Geminids sendiri merupakan meteor yang berjalan lambat, sekitar 35 kilometer per jam dan umumnya menghasilkan cahaya terang karena jejak mereka bersinggungan dengan atmosfir bagian atas Bumi.

Ada tiga faktor yang membuat jam-jam menjelang subuh menjadi waktu yang lebih cocok untuk melihat meteor Geminids. Pertama, cahaya Bulan dapat mengganggu cahaya meteor yang redup. Alasannya karena malam ini Bulan terletak dekat dengan planet Jupiter yang cerah malam ini dan tidak akan tenggelam sampai setelah tengah malam.

Faktor kedua adalah ketinggian sinar. Saat sinar berada di titik puncak di langit, kita akan melihat lebih banyak meteor karena kita lebih mengadap ke aliran meteor Geminids saat mereka mengorbit Matahari. Ketiga, Bumi diperkirakan akan menghadapi bagian terpadat dari aliran hujan meteor menjelang besok pagi. (hs)(vivanews.com/humasristek,).



Kamis 17 April 2014
Vicko, Ciptakan Peluru Frangible yang Berbahaya
Rabu 16 April 2014
UGM Kembangkan Susu Kedelai Fermentasi untuk Balita Penderita Gizi Buruk
Selasa 15 April 2014
Hari Ini, Gerhana Bulan 'Merah Darah' Tampak di Indonesia
Senin 14 April 2014
Robot Gedek Pengering Gabah
Jumat 11 April 2014
UNY Kembangkan Formula Hybrid Pertama Di Indonesia
Kamis 10 April 2014
Cara Penjahat Siber Bobol ATM Windows XP
Selasa 08 April 2014
Peneliti UGM Kembangkan Teknologi Menaikkan Air dengan Air
Senin 07 April 2014
Mikroba ‘Google’ Alumni UNSOED Menyulap Padang Pasir Jadi Lahan Pertanian
Jumat 04 April 2014
Dosen IBI Darmajaya CCTV Cerdas, Mampu Mengenali Wajah Dan Identitas Objek
Kamis 03 April 2014
Kotak Pendingin Ikan Mahasiswa Pontianak Mampu Segarkan Ikan Hingga 16 Jam
[ Berita lainnya ]