Ristek Headline |
Rabu 23 Juli 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 16 Juli 2014
Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Asdep Jaringan Penyedia Dengan Pengguna dan Menristek

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


INFO IPTEK
Senin 13 Desember 2010
Hujan Meteor Hadir Malam Ini
Print PDF Facebook Twitter Email

Hujan meteor Geminids akan mencapai puncaknya sebelum pagi menjelang, esok hari.

VIVAnews.com- Hujan meteor paling meriah sepanjang 2010 akan berlangsung malam ini. Menurut pengamatan para astronom, fenomena ini akan terjadi mulai sore hari pada 13 Desember 2010, sampai terbit fajar pada 14 Desember 2010.

Mereka yang tinggal di kawasan Amerika Utara sangat beruntung. Pasalnya, hujan meteor dibarengi dengan gerhana Bulan penuh. Gernaha ini akan membuat langit menjadi sangat gelap dan memudahkan orang untuk melihat meteor di langit.

Meski demikian, seperti dikutip dari Guardian, 13 Desember 2010, kawasan Asia dan Indonesia juga akan mengalami gerhana Bulan parsial. Meski tidak segelap jika terjadi gerhana Bulan penuh, langit akan lebih gelap dibanding biasanya.

Hujan meteor Geminids, yang sebenarnya sudah dimulai sekitar seminggu lalu, akan mencapai puncaknya sebelum pagi hari menjelang di esok hari. Pada puncaknya, pemandangan spektakuler akan terjadi. Jika langit cerah, akan muncul hingga 120 meteor per jam.

Geminids sendiri merupakan meteor yang berjalan lambat, sekitar 35 kilometer per jam dan umumnya menghasilkan cahaya terang karena jejak mereka bersinggungan dengan atmosfir bagian atas Bumi.

Ada tiga faktor yang membuat jam-jam menjelang subuh menjadi waktu yang lebih cocok untuk melihat meteor Geminids. Pertama, cahaya Bulan dapat mengganggu cahaya meteor yang redup. Alasannya karena malam ini Bulan terletak dekat dengan planet Jupiter yang cerah malam ini dan tidak akan tenggelam sampai setelah tengah malam.

Faktor kedua adalah ketinggian sinar. Saat sinar berada di titik puncak di langit, kita akan melihat lebih banyak meteor karena kita lebih mengadap ke aliran meteor Geminids saat mereka mengorbit Matahari. Ketiga, Bumi diperkirakan akan menghadapi bagian terpadat dari aliran hujan meteor menjelang besok pagi. (hs)(vivanews.com/humasristek,).



Jumat 04 Juli 2014
Waterman: Alat Semprot Pestisida Semi Otomatis
Kamis 03 Juli 2014
Tim Aplikasi Quick Disaster UGM Raih Global Winner di London
Rabu 02 Juli 2014
Mahasiswa FT-UB Ciptakan Prototipe Mobil Berbahan Bakar Batu Kapur
Selasa 01 Juli 2014
Ciptakan Aplikasi untuk Smart Watch, Mahasiswa UI Raih Prestasi di Ajang Hackathon
Senin 30 Juni 2014
Dosen FK UI Rancang Alat Deteksi Stroke Termurah
Jumat 27 Juni 2014
SIPAGI Sikat Gigi Praktis Untuk Perjalanan
Kamis 26 Juni 2014
Remaja 15 Tahun Buat Aplikasi Stetoskop Digital
Rabu 25 Juni 2014
Dentalion Permudah Pemeriksaan Gigi
Jumat 20 Juni 2014
Studi Doktor di Jepang, Alumni Unnes Ciptakan Aplikasi HalalMinds
Kamis 19 Juni 2014
Ternyata, Ampas Kopi Bisa Jadi Biodiesel
[ Berita lainnya ]