Ristek Headline |
Thursday, October 23, 2014
 
 

IQE

Seleksi Calon Kepala LIPI
CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Tuesday, September 9, 2014
Menristek Kunjungi Fasilitas Riset Lembaga Eijkman

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Monday, December 6, 2010
Apa Kabar Indonesia Pagi : Revitalisasi Litbang Industri Pertahanan
Print PDF Facebook Twitter Email

Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang luas dimana wilayahnya mencakupi daratan dan juga lautan yang luas. Untuk dapat mempertahankan wilayah kedaulatan Republik Indonesia dari ancaman asing dibutuhkan alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang memadai. Namun demikian, Indonesia pernah mengalami masa zero growth dimana pembangunan di semua lini termasuk pemenuhan alutsista mengalami keterpurukan akibat krisis keuangan global tahun 1998.  Dalam upaya memenuhi kebutuhan alutsista yang sesuai standar, Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan, BUMN dan lembaga riset nasional melakukan berbagai riset untuk menciptakan alat pertahanan keamananan yang akhirnya berhasil menciptakan berbagai macam alutsista yang diperlukan oleh TNI, diantaranya roket R-Han 122 dan panser APS Anoa 6x6.

Peralatan canggih tersebut merupakan hasil riset peneliti Indonesia  dalam rangka mendukung pertahanan keamanan Nusantara. Demikian diungkapkan Pos Hutabarat, Kabalitbang Kementerian Perhanan dalam program dialog “Apa Kabar Indonesia Pagi” yang ditayangkan di TVOne pada 6 Desember 2010.

Selanjutnya Pos Hutabarat mengatakan jika roket dan panser hasil inovasi anak negeri tersebut sudah digunakan TNI dalam menjalankan tugasnya menjaga pertahanan dan keamanan nasional maupun saat melakukan tugas menjaga wilayah perbatasan di daerah konflik di Libanon. Hal tersebut tentu saja merupakan angin segar dalam meningkatkan kemandirian produksi alutsista dalam negeri. “Pemerintah sendiri sudah sepakat memesan 500 buah roket”  jelas Hutabarat. Menurut Hutabarat jika industri dalam bidang pertahanan dapat ditingkatkan hal tersebut akan berdampak positif dalam peningkatan ekonomi bangsa, karena dapat meningkatkan kepercayaan investor asing  untuk berinvestasi  di Indonesia.

Sementara itu menurut Teguh Rahardjo, Deputi Menristek bidang Relevansi IPTEK,  dalam menciptakan alutsista dibutuhkan proses yang cukup lama. Kementerian Riset dan Teknologi sendiri juga terlibat dalam proses penciptaan alutsista. Dengan bergabungnya Ristek  dalam Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) menjadikan sinergi riset dan pembiayaan di bidang hankam menjadi semakin baik. Kementerian Ristek dan Teknologi juga telah membangun konsorsium riset bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan dan Keamanan, BATAN, BPPT, perguruan tinggi, PINDAD, PT.LAN, dan PT.PAL dalam upaya menghasilkan alutsista.  “Ristek mempunyai peran meningkatkan kapasitas dan kapabilitas industry pertahanan” Teguh menegaskan.

Hal senada juga diungkapkan Hutabarat bahwa konsorsium riset tersebut sangat berguna, karena riset yang dilakukan lembaga-lembaga riset dapat terkoordinasi sehingga hasilnya langsung disampaikan. “Apalagi dana riset hankam sangat terbatas, sehingga konsorsium ini sangat berguna” Hutabarat menuturkan. Menurut rencana kedepannya 70-80% perbekalan TNI seperti seragam, sepatu dan rompi anti peluru dapat diproduksi dalam negeri. Meskipun panser dan roket sudah berhasil diciptakan namun berbagai kendala juga dihadapi yakni langkanya komponen dan bahan baku, karena masih bergantung dengan luar negeri. Oleh karena itu diperlukan industry yang mendukung dan menyediakan komponen dan bahan baku tersebut. Untuk mendukung kemandirian bangsa dalam industry pertahanan keamanan diharapkan pemerintah dapat memberikan kepercayaan kepada para peneliti muda. (wwj/humasristek)



Tuesday, September 9, 2014
Menristek Kunjungi Fasilitas Riset Lembaga Eijkman
Friday, September 5, 2014
Menristek Hadiri Acara MP3EI
Wednesday, September 3, 2014
Soft Launching Belitung Timur Taman Pintar
Monday, September 1, 2014
Pengembangan dan Peningkatan Sistem Informasi Iptek Nasioal (SIIN) dan SDM
Friday, August 29, 2014
Kemenristek Dorong Pembentukan Sub Forum Bidang Fokus Energi dan Air di Jawa Barat
Friday, August 29, 2014
Kunjungan Bupati Purbalingga dalam Rangka Perintisan Pengembangan Science Center di Purbalingga
Thursday, August 28, 2014
Membangun Kolaborasi Riset Industri, Universitas dan Pemerintah yang Tepat
Wednesday, August 27, 2014
8 Fraksi DPR RI Setujui RUU Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
Monday, August 25, 2014
Intermediary Expert Training Untuk Mendukung Sistem Inovasi Nasional (SINas)
Monday, August 25, 2014
ASEAN Berikan Penghargaan pada Pegiat Iptek
[ Berita lainnya ]