Ristek Headline |
Jumat 26 Desember 2014
 
 

mptn
mptn
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Kamis 18 Desember 2014
Pelantikan 3 Rektor dan 2 Kopertis

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 06 Desember 2010
Apa Kabar Indonesia Pagi : Revitalisasi Litbang Industri Pertahanan
Print PDF Facebook Twitter Email

Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang luas dimana wilayahnya mencakupi daratan dan juga lautan yang luas. Untuk dapat mempertahankan wilayah kedaulatan Republik Indonesia dari ancaman asing dibutuhkan alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang memadai. Namun demikian, Indonesia pernah mengalami masa zero growth dimana pembangunan di semua lini termasuk pemenuhan alutsista mengalami keterpurukan akibat krisis keuangan global tahun 1998.  Dalam upaya memenuhi kebutuhan alutsista yang sesuai standar, Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan, BUMN dan lembaga riset nasional melakukan berbagai riset untuk menciptakan alat pertahanan keamananan yang akhirnya berhasil menciptakan berbagai macam alutsista yang diperlukan oleh TNI, diantaranya roket R-Han 122 dan panser APS Anoa 6x6.

Peralatan canggih tersebut merupakan hasil riset peneliti Indonesia  dalam rangka mendukung pertahanan keamanan Nusantara. Demikian diungkapkan Pos Hutabarat, Kabalitbang Kementerian Perhanan dalam program dialog “Apa Kabar Indonesia Pagi” yang ditayangkan di TVOne pada 6 Desember 2010.

Selanjutnya Pos Hutabarat mengatakan jika roket dan panser hasil inovasi anak negeri tersebut sudah digunakan TNI dalam menjalankan tugasnya menjaga pertahanan dan keamanan nasional maupun saat melakukan tugas menjaga wilayah perbatasan di daerah konflik di Libanon. Hal tersebut tentu saja merupakan angin segar dalam meningkatkan kemandirian produksi alutsista dalam negeri. “Pemerintah sendiri sudah sepakat memesan 500 buah roket”  jelas Hutabarat. Menurut Hutabarat jika industri dalam bidang pertahanan dapat ditingkatkan hal tersebut akan berdampak positif dalam peningkatan ekonomi bangsa, karena dapat meningkatkan kepercayaan investor asing  untuk berinvestasi  di Indonesia.

Sementara itu menurut Teguh Rahardjo, Deputi Menristek bidang Relevansi IPTEK,  dalam menciptakan alutsista dibutuhkan proses yang cukup lama. Kementerian Riset dan Teknologi sendiri juga terlibat dalam proses penciptaan alutsista. Dengan bergabungnya Ristek  dalam Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) menjadikan sinergi riset dan pembiayaan di bidang hankam menjadi semakin baik. Kementerian Ristek dan Teknologi juga telah membangun konsorsium riset bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan dan Keamanan, BATAN, BPPT, perguruan tinggi, PINDAD, PT.LAN, dan PT.PAL dalam upaya menghasilkan alutsista.  “Ristek mempunyai peran meningkatkan kapasitas dan kapabilitas industry pertahanan” Teguh menegaskan.

Hal senada juga diungkapkan Hutabarat bahwa konsorsium riset tersebut sangat berguna, karena riset yang dilakukan lembaga-lembaga riset dapat terkoordinasi sehingga hasilnya langsung disampaikan. “Apalagi dana riset hankam sangat terbatas, sehingga konsorsium ini sangat berguna” Hutabarat menuturkan. Menurut rencana kedepannya 70-80% perbekalan TNI seperti seragam, sepatu dan rompi anti peluru dapat diproduksi dalam negeri. Meskipun panser dan roket sudah berhasil diciptakan namun berbagai kendala juga dihadapi yakni langkanya komponen dan bahan baku, karena masih bergantung dengan luar negeri. Oleh karena itu diperlukan industry yang mendukung dan menyediakan komponen dan bahan baku tersebut. Untuk mendukung kemandirian bangsa dalam industry pertahanan keamanan diharapkan pemerintah dapat memberikan kepercayaan kepada para peneliti muda. (wwj/humasristek)



Kamis 18 Desember 2014
Pelantikan 3 Rektor dan 2 Kopertis
Kamis 18 Desember 2014
Rapat Tim Koordinasi Nasional Penguatan SIDa
Kamis 18 Desember 2014
Menristekdikti Hadiri Musrenbangnas
Rabu 17 Desember 2014
Penjajagan Kerjasama Interoperabilitas Hasil-Hasil Penelitian antara Kemenristekdikti dengan Universitas Airlangga
Rabu 17 Desember 2014
Teknologi Spasial Open Platform untuk Kota Pekalongan
Selasa 16 Desember 2014
Menristekdikti Serahkan Penghargaan Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2014
Selasa 16 Desember 2014
Owa Jawa Berhasil Ditangkarkan Oleh Studi Pusat Studi Satwa Primata
Selasa 16 Desember 2014
Penganugerahan Pusat Unggulan Iptek 2014
Senin 15 Desember 2014
Presiden RI Joko Widodo Hadiri Puncak Peringatan Hari Nusantara 2014
Senin 15 Desember 2014
Menristekdikti Resmikan Desa Inovasi Nelayan
[ Berita lainnya ]