Ristek Headline |
Thursday, August 21, 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Tuesday, August 12, 2014
Penutupan RITECH EXPO 2014

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Friday, December 3, 2010
Sosialisasi Program Dana Bantuan/Hibah Jepang
Print PDF Facebook Twitter Email

Acara ini dikoordinir oleh Asdep Jaringan Iptek Internasional, berlangsung tanggal 1 Desember 2010, di Lt. 24 Kementerian Ristek. Dihadiri oleh para pengaju proposal (applicant) riset dalam kerangka dana bantuan/hibah SATREPS, yaitu para periset dari institusi pemerintah, swasta dan perguruan tinggi se Indonesia.

Tujuan acara sosialisasi ini adalah untuk mensosialisasikan program dana bantuan/hibah Jepang dalam Skema "Science and Technology Partnership for Sustainable Development (SATREPS)", menjelaskan mengenai kebijakan tentang program kerjasama luar negeri di Kementerian Riset dan Teknologi, mensosialisasikan program-program kegiatan di Asisten Deputi Jaringan Iptek Internasional, menjelaskan mengenai prosedur perijinan penelitian bagi periset asing di Indonesia, menjelaskan prosedur dan tata cara guna pengajuan proposal penelitian kerjasama Indonesia-Jepang, dan menjelaskan pengalaman success story tentang keberhasilan memenangkan program dana bantuan/hibah Jepang dalam Skema SATREPS.

Dalam sambutan dan kata pembukaannya,  Deputi Bidang Jaringan Iptek, Syamsa Ardisasmita menyampaikan bahwa kerjasama Kementerian Riset dan Teknologi dengan negara Jepang telah terjalin melalui Memorandum of Understanding sejak 12 Januari tahun 1981 yaitu "Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of Japan on Scientific and Technological Cooperation". Pelaksanaan MoU tersebut salah satunya dilakukan dengan kerjasama dalam hal seleksi proposal penelitian antara peneliti Indonesia-Jepang dalam “Science and Technology Cooperation on Global Issues” for supporting the development of Science and Technology in the developing countries. Program ini dilaksanakan sejak tahun 2008, yang terdiri dari 2 (dua) komponen, yaitu “Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS)” dan “Dispatch of Science and Technology Researchers”. Kedua komponen tersebut menjadi 1 (satu) bagian yang saling mengikat, yaitu penelitian dan pengiriman peneliti untuk suatu topik penelitian.

Penelitian yang ditawarkan oleh pihak Jepang bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di negara-negara berkembang yang bidang fokusnya adalah Environment/Energy, Natural Disaster Prevention, Infectious Diseases Control dan Bioresources. Kerjasama tersebut dilakukan oleh Kementerian Riset dan Teknologi yang dijalin melalui the Ministry of Foreign Affairs in Japan (MOFA), Japan International Cooperation Agency (JICA), Ministry of Education, Culture, Sports, Science, and Technology in Japan (MEXT), Japan Science and Technology Agency (JST). Berbagai data menunjukkan bahwa peneliti Indonesia dan Jepang telah mempunyai hubungan kerjasama iptek yang kuat, serta terus menjaga hubungan baik tersebut.

Sejak tahun 2008 telah terpilih 5 peneliti dari 2 institusi (LIPI dan BPPT) dan 2 perguruan tinggi (UI dan Universitas Palangkaraya). Untuk 2010 pemenangnya adalah Siti Nuramaliati dari LIPI.

Dalam presentasinya, Nada Marsudi, Asisten Deputi Jaringan Iptek Internasional dalam pemaparannya menjelaskan tentang program-program kegiatan yang dilaksanakan, yaitu yang berkaitan dengan kerjasama bilateral dan kerjasama multilateral.

Sedangkan Mr. Tsuchiya Takehiro, Second Secretary for Industry, Science and Energy, Kedubes Jepang di Jakarta menjelaskan prosedur tentang program dana bantuan/hibah sejak awal dan berakhirnya proses seleksi proposal di Jepang. Jitsuya Ishigiro, Deputy Resident Representative, Japan International Cooperation Agency (JICA) – Indonesia juga hadir untuk memberikan tambahan informasi tentang JICA.

Laporan sementara seleksi proposal program SATREPS tahun 2010 disampaikan oleh Tiomega Gultom, Kepala Bidang Analisis dan Perancangan Jaringan Iptek Internasional. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan tentang Bidang fokus yang ditawarkan oleh pihak Jepang, yaitu Environment/Energy, Natural Disaster Prevention, Infectious Diseases Control dan Bioresources , criteria seleksi yaitu proposal yang diajukan harus mampu menghasilkan academic excellent, economic benefit, social impact, maupun Intellectual Property Right (IPR), sekaligus juga sebagai ajang capacity building bagi SDM peneliti. Disamping itu pengaju proposal harus berasal dari lembaga/institusi pemerintah, seperti LPNK, Litbang Kementerian, perguruan tinggi ataupun laboratorium. Pengaju proposal harus mempunyai counterpart lembaga litbang di Jepang.

Selanjutnya dalam pemaparan tentang perizinan peneliti asing, Lukman Shalahuddin, Kepala Bagian Administrasi Perizinan Penelitian menyampaikan tentang prosedur peneliti asing yang akan melakukan penelitian di Indonesia, kriteria keputusan yang dibahas dalam rapat Tim Koordinasi yang terdiri dari berbagai instansi/ lembaga pemerintah, serta berbagai persoalan termasuk peneliti yang berjangka waktu pendek.

Sukses story dipaparkan oleh Siti Nuramaliati Prijono, Kepala Pusat Biologi LIPI, yang menceritakan tentang pengalamannya sewaktu memulai kerjasama penelitian yang dimenangkannya pada tahun 2010, dengan judul: "Development of National Bioresource Centre INACC for Strengthening Conservation and Sustainable Utilization of Microbial Resources in Indonesia".

Dalam sesi diskusi dan Tanya jawab, peserta menanyakan mengenai MTA dan GRTKF yang sampai saat ini berbeda-beda dan bagaimana prosesnya. Kementerian Riset dan Teknologi akan mengupayakan untuk membuat koordinasi tentang hal ini di kemudian hari. Untuk sementara perguruan tinggi dapat mencontoh MTA yang ada di berbagai instansi namun mengacu pada substansi masing-masing institusi.

Penelitian dalam skema SATREPS ini dipandang cukup berhasil, berskala internasional, yang merupakan jaringan yang kuat di antara para periset Indonesia maupun Jepang. (ad5/dep3/ humasristek)



Monday, August 18, 2014
Inovasi untuk Komunitas ASEAN yang Lebih Baik
Sunday, August 17, 2014
Iptek Bagi Pembangunan Nasional
Wednesday, August 13, 2014
Seminar Sejarah dan Peradaban Medang–Aspek Perkembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Nusantara
Wednesday, August 13, 2014
Menristek Dapat Pengahargaan Bintang Mahaputra Adipradana
Wednesday, August 13, 2014
Penutupan RITECH EXPO 2014
Wednesday, August 13, 2014
Wujud Penghargaan Kemenristek Bagi Pegiat Iptek Tanah Air
Tuesday, August 12, 2014
Puncak Peringatan Hakteknas ke-19
Tuesday, August 12, 2014
Seminar Nasional Iptek 2014 : Membangun Ide untuk Kemandirian Pangan, Energi dan Air
Monday, August 11, 2014
Musrennas Iptek 2014 : Iptek untuk Daya Saing Bangsa
Monday, August 11, 2014
RITECH Expo 2014
[ Berita lainnya ]