Ristek Headline |
Thursday, July 24, 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Wednesday, July 16, 2014
Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Asdep Jaringan Penyedia Dengan Pengguna dan Menristek

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Wednesday, October 20, 2010
UU No. 40 Tahun 2009 Mendukung Pembangunan dan Pengembangan Kepemudaan
Print PDF Facebook Twitter Email

Kiprah pemuda di Indonesia diawali pada permulaan tahun 1900-1908 dan ditandai dengan momentum besar, yakni Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Pemuda sebagai salah satu generasi penerus kepemimpinan dan ilmu pengetahuan bangsa mempunyai peran yang besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran pemuda sebagai generasi penerus, penanggungjawab, dan pelaku masa depan dapat diandalkan seabgai agen perubahan, kontrol sosial, dan kekuatan moral.

Sejarah perjuangan bangsa mencatat sejak perintisan pergerakan kebangsaan Indonesia sampai dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, pemuda berperan aktif mengantarkan bangsa dan negara mencapai kehidupan yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Di samping itu, pemuda tampil sebagai garda terdepan dalam proses pembaharuan dan pembangunan. Kekuatan bangsa di masa mendatang tercermin dari kualitas sumber daya pemuda saat ini. Untuk itu, pemuda harus disiapkan dan diberdayakan agar memiliki kualitas dan keunggulan daya saing guna menghadapi tuntutan, kebutuhan, serta tantangan dan persaingan di era global.

Hadirnya Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan memberikan kepastian hukum bagi Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk mengintegrasikan program dan kegiatan perlindungan proses pembangunan dan pengembangan kepemudaan. Undang-Undang Kepemudaan merupakan sebuah momentum berkelanjutan dari Sumpah Pemuda dan gerakan reformasi tahun 1998. Undang-Undang ini memberi peluang bagi pemuda untuk mengimplementasikan diri lebih maju dan menjauhkan diri agar tidak jatuh dalam "hedonisme".

Oleh karena itu, dalam rangka mensosialisasikan substansi Undang-Undang Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Sosialisasi Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan" pada Selasa, 19 Oktober 2010 bertempat di Ruang Auditorium Binakarna Lt. 1 Hotel Bidakara, Jakarta. Hadir sebagai narasumber, Ferdiansyah, Anggota FPG Komisi X DPR RI; Yudi Latif, Reform Institute; dan Pakar Pendidikan dari UNJ. Adapun peserta sosialisasi berasal dari perwakilan seluruh Kementerian, LPNK, LPK, Organisasi Kepemudaan, dan BEM Perguruan Tinggi di Jakarta serta Instansi terkait lainnya.

Dalam paparannya, Ferdiansyah menyampaikan bahwa “Undang-Undang Kepemudaan bukan untuk mengatur pemuda, tetapi sangat bermanfaat untuk pengembangan dan aktualisasi pemuda. "Hadirnya Undang-Undang Kepemudaan diharapkan menjadikan program pemberdayaan kepemudaan lebih fokus dan tepat sasaran", ujar Ferdiansyah.

Lebih lanjut, Ferdiansyah menjelaskan bahwa inti Undang-Undang Kepemudaan adalah penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan pemuda. Penyadaran kepemudaan berupa gerakan pemuda dalam bidang ipoleksosbudhankam. Adapun pemberdayaan pemuda dilaksanakan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan untuk meningkatkan potensi dan kualitas jasmani, mental spiritual, pengetahuan, serta keterampilan diri dan organisasi menuju kemandirian pemuda. Sedangkan pengembangan pemuda dilakukan melalui pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan”, jelas Ferdiansyah.

Berkaitan dengan pembangunan dan pengembangan kepemudaan, DPR RI mempunyai peran antara lain melakukan fungsi penganggaran (budgeting), melakukan fungsi pengawasan, pembuatan Renstra dan RKP Tahunan, dan pelaksanaan peraturan perundang-undangan", lanjut Ferdiansyah.

Sementara itu, Yudi Latif dari Reform Institute menyampaikan bahwa lahirnya Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 merupakan langkah progresif dalam sistem ketatanegaraan Indonesia karena Undang-Undang ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah terhadap pembangunan dan pengembangan kepemudaan. Negara berkewajiban memberikan perlindungan dan menempatkan posisi strategis pemuda dalam pembangunan nasional dan pembangunan daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Oleh karena itu, seharusnya tidak ada lagi pembedaan pemuda berdasarkan tingkat intelektualitasnya, ujar Yudi. Setiap pemuda harus dihargai bakat dan intelektualitasnya masing-masing, sehingga ke depan diharapkan pemuda tidak hanya berorientasi di bidang politik, tapi bisa juga bergerak di bidang kewirausahaan”, lanjut Yudi.

Dalam implementasinya, pembangunan kepemudaan kemudian tidaklah hanya terpusat sebagai pembangunan Pemuda Indonesia secara nasional dan sentralistik. Proses pembangunan kepemudaan juga membuka ruang bagi tiap-tiap daerah untuk menetapkan kebijakan sendiri sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah sejauh tidak bertentangan dengan kebijakan umum Pemerintah. Dengan dasar tersebut, maka daerah sangat mungkin untuk merumuskan suatu desain pembangunan dan pengembangan kepemudaan.

Dengan lahirnya Undang-Undang Kepemudaan, Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib menyediakan dana untuk mendukung pelayanan kepemudaan. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk tidak menganggarkan program pemberdayaan pemuda di dalam APBN dan APBD. Di samping itu, diharapkan Pemerintah dan Pemerintah Daerah dapat memfasilitasi terselenggaranya kemitraan secara sinergis antara pemuda dan/atau organisasi kepemudaan dengan pelaku usaha, baik sektor swasta maupun sektor publik. (bhh/wac/humasristek)



Thursday, July 17, 2014
Menristek Resmikan Workshop Fasilitas Pilot Plant Riset Baterai Lithium
Monday, July 14, 2014
Menristek Hadiri Peresmian RS Pusat Otak Nasional
Tuesday, July 8, 2014
Sinkronisasi Kebijakan, Program dan Pendanaan Iptek 2015-2019
Monday, July 7, 2014
Buka Puasa Bersama : Mari Kita Tingkatkan Keimanan dan Pengabdian Kita
Monday, July 7, 2014
DWP Kemenristek Serahkan Santunan Pendidikan
Friday, July 4, 2014
Pengembangan Teknologi Transportasi Multiguna Pedesaan Hasil Konsorsium Riset
Friday, July 4, 2014
Peresmian Bio Center Plant dan Ground Breaking Unit Produksi Enzim PT Petrosida Gresik
Thursday, July 3, 2014
Pengembangan Industri Perdesaan Berbasis Sumber Daya dan Produk Lokal Ternak Ruminansia Kecil dalam Wadah Konsorsium
Tuesday, July 1, 2014
Kemenristek Dorong Penguatan Jaringan Riset dalam Pengembangan Energi Alternatif di Kota Surakarta
Tuesday, July 1, 2014
Indonesia - Iran: Dua Negara Islam Bersahabat yang Berkomitmen untuk Melaksanakan Penelitian dan Produksi Iptek Bersama
[ Berita lainnya ]