Ristek Headline |
Selasa 31 Maret 2015
 
 

Ristek TV

open bidding es1

Hasil Seleksi CPNS 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Sabtu 21 Maret 2015
Kemenristekdikti Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Rabu 20 Oktober 2010
UU No. 40 Tahun 2009 Mendukung Pembangunan dan Pengembangan Kepemudaan
Print PDF Facebook Twitter Email

Kiprah pemuda di Indonesia diawali pada permulaan tahun 1900-1908 dan ditandai dengan momentum besar, yakni Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Pemuda sebagai salah satu generasi penerus kepemimpinan dan ilmu pengetahuan bangsa mempunyai peran yang besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran pemuda sebagai generasi penerus, penanggungjawab, dan pelaku masa depan dapat diandalkan seabgai agen perubahan, kontrol sosial, dan kekuatan moral.

Sejarah perjuangan bangsa mencatat sejak perintisan pergerakan kebangsaan Indonesia sampai dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, pemuda berperan aktif mengantarkan bangsa dan negara mencapai kehidupan yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Di samping itu, pemuda tampil sebagai garda terdepan dalam proses pembaharuan dan pembangunan. Kekuatan bangsa di masa mendatang tercermin dari kualitas sumber daya pemuda saat ini. Untuk itu, pemuda harus disiapkan dan diberdayakan agar memiliki kualitas dan keunggulan daya saing guna menghadapi tuntutan, kebutuhan, serta tantangan dan persaingan di era global.

Hadirnya Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan memberikan kepastian hukum bagi Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk mengintegrasikan program dan kegiatan perlindungan proses pembangunan dan pengembangan kepemudaan. Undang-Undang Kepemudaan merupakan sebuah momentum berkelanjutan dari Sumpah Pemuda dan gerakan reformasi tahun 1998. Undang-Undang ini memberi peluang bagi pemuda untuk mengimplementasikan diri lebih maju dan menjauhkan diri agar tidak jatuh dalam "hedonisme".

Oleh karena itu, dalam rangka mensosialisasikan substansi Undang-Undang Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Sosialisasi Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan" pada Selasa, 19 Oktober 2010 bertempat di Ruang Auditorium Binakarna Lt. 1 Hotel Bidakara, Jakarta. Hadir sebagai narasumber, Ferdiansyah, Anggota FPG Komisi X DPR RI; Yudi Latif, Reform Institute; dan Pakar Pendidikan dari UNJ. Adapun peserta sosialisasi berasal dari perwakilan seluruh Kementerian, LPNK, LPK, Organisasi Kepemudaan, dan BEM Perguruan Tinggi di Jakarta serta Instansi terkait lainnya.

Dalam paparannya, Ferdiansyah menyampaikan bahwa “Undang-Undang Kepemudaan bukan untuk mengatur pemuda, tetapi sangat bermanfaat untuk pengembangan dan aktualisasi pemuda. "Hadirnya Undang-Undang Kepemudaan diharapkan menjadikan program pemberdayaan kepemudaan lebih fokus dan tepat sasaran", ujar Ferdiansyah.

Lebih lanjut, Ferdiansyah menjelaskan bahwa inti Undang-Undang Kepemudaan adalah penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan pemuda. Penyadaran kepemudaan berupa gerakan pemuda dalam bidang ipoleksosbudhankam. Adapun pemberdayaan pemuda dilaksanakan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan untuk meningkatkan potensi dan kualitas jasmani, mental spiritual, pengetahuan, serta keterampilan diri dan organisasi menuju kemandirian pemuda. Sedangkan pengembangan pemuda dilakukan melalui pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan”, jelas Ferdiansyah.

Berkaitan dengan pembangunan dan pengembangan kepemudaan, DPR RI mempunyai peran antara lain melakukan fungsi penganggaran (budgeting), melakukan fungsi pengawasan, pembuatan Renstra dan RKP Tahunan, dan pelaksanaan peraturan perundang-undangan", lanjut Ferdiansyah.

Sementara itu, Yudi Latif dari Reform Institute menyampaikan bahwa lahirnya Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 merupakan langkah progresif dalam sistem ketatanegaraan Indonesia karena Undang-Undang ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah terhadap pembangunan dan pengembangan kepemudaan. Negara berkewajiban memberikan perlindungan dan menempatkan posisi strategis pemuda dalam pembangunan nasional dan pembangunan daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Oleh karena itu, seharusnya tidak ada lagi pembedaan pemuda berdasarkan tingkat intelektualitasnya, ujar Yudi. Setiap pemuda harus dihargai bakat dan intelektualitasnya masing-masing, sehingga ke depan diharapkan pemuda tidak hanya berorientasi di bidang politik, tapi bisa juga bergerak di bidang kewirausahaan”, lanjut Yudi.

Dalam implementasinya, pembangunan kepemudaan kemudian tidaklah hanya terpusat sebagai pembangunan Pemuda Indonesia secara nasional dan sentralistik. Proses pembangunan kepemudaan juga membuka ruang bagi tiap-tiap daerah untuk menetapkan kebijakan sendiri sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah sejauh tidak bertentangan dengan kebijakan umum Pemerintah. Dengan dasar tersebut, maka daerah sangat mungkin untuk merumuskan suatu desain pembangunan dan pengembangan kepemudaan.

Dengan lahirnya Undang-Undang Kepemudaan, Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib menyediakan dana untuk mendukung pelayanan kepemudaan. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk tidak menganggarkan program pemberdayaan pemuda di dalam APBN dan APBD. Di samping itu, diharapkan Pemerintah dan Pemerintah Daerah dapat memfasilitasi terselenggaranya kemitraan secara sinergis antara pemuda dan/atau organisasi kepemudaan dengan pelaku usaha, baik sektor swasta maupun sektor publik. (bhh/wac/humasristek)



Minggu 29 Maret 2015
Kuasai Iptek untuk Kembangkan Diri yang Tangguh
Jumat 27 Maret 2015
Kemenristekdikti-Pemprov DKI: Penerapan dan Pengembangan Agribisnis Peternakan Sapi Terpadu
Kamis 26 Maret 2015
Kerjasama Kemenristekdikti dengan Polres Nganjuk
Rabu 25 Maret 2015
Pelantikan Sekjen Kemenristekdikti
Senin 23 Maret 2015
Menristekdikti Resmikan Pembangunan Science Technopark di Kabupaten Kaur
Sabtu 21 Maret 2015
Kemenristekdikti Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi
Jumat 20 Maret 2015
Menristekdikti Hadiri Pembukaan 9th Agrinex Expo 2015
Sabtu 14 Maret 2015
Menristekdikti Panen Benih Padi Sidenuk
Rabu 11 Maret 2015
Menristekdikti Hadiri Dies Natalis UNS ke-39
Selasa 10 Maret 2015
Menristekdikti Hadiri Serah Terima Gedung Mochtar Riady Plaza Quantum (MRCP) di Univeristas Indonesia
[ Berita lainnya ]