Ristek Headline |
Sabtu 20 Desember 2014
 
 

CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Senin 15 Desember 2014
Peringatan Hari Nusantara 2014

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Selasa 12 Maret 2002
Penandatanganan Kerjasama Kementerian Ristek/BPPT Dengan Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Print PDF Facebook Twitter Email
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, Segala puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena pada siang ini kita diberikan limpahan kesehatan oleh Nya untuk menghadiri acara penandatanganan kerjasama antara Kementerian Ristek dan BPPT dengan Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam tentang Pengembangan dan Pendayagunaan Iptek yang kiranya dapat secara signifikan berkontribusi untuk lebih menarik minat investasi dunia usaha bagi pembangunan berkelanjutan di Propinsi Nanggroe Banda Aceh Darussalam yang kaya akan sumber daya alam dan potensi pariwisata. Kekayaan ini tercermin dari prosentasi kegiatan ekonomi yang menunjukkan bahwa 55,31% kegiatan perekonomian terjadi pada sektor pertambangan dan 30,09% pada sektor industri pengolahan. Hadirin yang saya hormati, Uluen Tuan Jak Uaceh (saya pergi ke Aceh) merupakan realisasi dari hasil serangkaian analisis tentang potensi peran iptek yang dapat digunakan untuk pembangunan Nanggroe Aceh Darussalam agar sumber daya alam yang ada dapat segera termanfaatkan oleh masyarakat disini, baik untuk kehidupan ekonomi dan sosialnya. Peran iptek yang saya maksud tidaklah terlepas dari amanat GBHN 1999-2004 khususnya tentang pentingnya penguasaan iptek untuk memperkuat perekonomian nasional dan memajukan kehidupan masyarakat melalui penguasaan dan pemanfaatan iptek termasuk teknologi bangsa sendiri dalam usaha, untuk meningkatkan daya saing produk berbasis sumber daya lokal. Guna mengimplementasikan amanat tersebut saat ini telah dirumuskan 4 Program Nasional Iptek dalam PROPENAS 2000-2004 yang terdiri dari program iptek untuk dunia usaha, diseminasi informasi iptek, peningkatan sumber daya iptek serta pencapaian keunggulan iptek. Ke empat program nasional ini telah pula dilengkapi dengan uraian indikator keberhasilannya yang nantinya akan dipakai untuk menilai keberhasilan peran iptek bagi pembangunan nasional yang tidak terlepas dari peran masyarakat diseluruh tanah air. Melihat luasnya spektrum implementasi iptek dan pentingnya peran masyarakat dalam pembangunan iptek agar mempercepat kemanfaatannya bagi masyarakat itu sendiri, saat ini Kementerian Riset dan Teknologi bersama DPR dalam tahap menyelesaikan RUU Sisnasiptek yang pada intinya merupakan regulasi interaksi antar elemen-elemen yang terlibat dalam pengembangan dan pendayagunaan iptek berlandas pada kekuatan inovasi nasional yang adaptif terhadap kontraksi dinamis perkembangan internasional. Hadirin yang saya hormati, Kedua perundang-undangan tersebut harus dapat diimplementasikan dan mengingat ke-bhinekaan potensi serta perkembangan iptek ditiap wilayah di Indonesia, maka sebagai pemandu pelaksanaan pembangunan iptek, Kementerian Riset dan Teknologi telah memiliki KEBIJAKSANAAN STRATEGIS NASIONAL PEMBANGUNAN IPTEK (JAKSTRANAS IPTEK) 2001-2004 yang mengarahkan secara realistis pembangunan bangsa untuk menjadi bangsa dengan kemandirian dan daya saing yang secara politis dapat diterima seluruh masyarakat. Dalam JAKSTRANAS IPTEK tersebut ditetapkan 6 tujuan strategis yang merepresentasikan peran iptek mulai dari pencapaian pemulihan dan keadilan ekonomi sampai dengan upaya meningkatkan kompatibilitas pembangunan nasional dengan perkembangan global. Khususnya tujuan strategis tentang kompatibilitas ini sangat penting bagi Nanggroe Aceh Darussalam, karena posisi geografisnya yang strategis dalam kerjasama regional yang dikenal dalam bentuk IMT-GT (Indonesia – Malaysia – Thailand Growth Triangle). Tantangan ini perlu segera kita sambut bersama-sama apalagi jika menyimak hasil studi Bank Dunia pada tahun 2000 yang menunjukkan adanya homogenitas daya saing komoditas negara-negara di ASEAN yang berimplikasikan pada makin kecilnya peluang penetrasi komoditas ekspor nasional pada pasar internasional jika tidak didukung oleh adanya varian baru produk yang dapat meningkatkan devisa negara. Berlandas pada realitas inilah maka kerjasama yang kita hadiri siang hari ini tidak lain merupakan upaya kita bersama untuk menjawab tantangan yang kita hadapi saat ini yang juga kita sadari tidak mungkin ada jalan pintas untuk menjawabnya. Upaya yang kita lakukan haruslah bersifat sistematis dan harus melibatkan kesetaraan partisipasi seluruh pihak untuk mempercepat menjawab tantangan tersebut. Hadirin yang saya hormati, Sebagai salah satu langkah untuk menjawab tantangan tersebut, penandatanganan kerjasama yang kita saksikan siang hari ini harus segera kita isi dengan program realistik untuk pengembangan dan pendayagunaan iptek yang mampu meningkatkan daya tarik investasi di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang selanjutnya pada gilirannya akan meningkatkan posisi strategisnya terutama dalam kerjasama regional dengan partisipasi seluruh masyarakatnya. Komitmen Kementerian Riset dan Teknologi dalam mengisi program realistis tersebut, sebagai awalnya saya isi dengan penyerahan 4 unit PLTS dengan kapasitas 50 watt per unit dari BPPT serta penyerahan 1 unit Warung Informasi Teknologi dari Kementerian Riset dan Teknologi bagi Perpustakaan Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Harapan saya peralatan-peralatan tersebut dapat didayagunakan dan terus dikembangkan oleh masyarakat utamanya dalam mengembangkan potensi pertambangan, kelautan, perkebunan serta industri pengolahan yang didukung oleh sumber daya manusia yang inovatif dan kreatif sehingga diperoleh iklim usaha yang kondusif bagi investasi. Selanjutnya saya juga mengharapkan partisipasi aktif masyarakat, perguruan tinggi, dan LSM untuk dapat memanfaatkan 14 sistem insentif lain yang ditawarkan Kementerian Riset dan Teknologi mulai dari insentif teknologi untuk UKM sampai Sentra Hak Kekayaan Intelektual yang perolehannya melalui mekanisme berbasis kompetisi dan kemitraan pendanaan antara Kementerian Riset dan Teknologi dengan pemerintah propinsi, kabupaten dan kota. Demikianlah pandangan saya tentang makna dari acara yang kita hadiri pada hari ini dan tak lupa saya juga menghimbau pada Gubernur Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam untuk memikirkan perlunya dibentuk Dewan Riset Daerah (DRD) di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang merupakan institusi fungsional untuk merumuskan "Scenario exercise" pengembangan iptek dipropinsi yang cintai ini. Akhir kata, saya mengucapkan selamat bekerja pada seluruh elemen yang akan mengisi kerjasama yang kita sepakati hari ini. Terima Kasih Wassalammu`alaikum warohmatullah wabarokatuh Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Republik Indonesia Ir. M. Hatta Rajasa


Kamis 18 Desember 2014
Menristekdikti Hadiri Musrenbangnas
Rabu 17 Desember 2014
Penjajagan Kerjasama Interoperabilitas Hasil-Hasil Penelitian antara Kemenristekdikti dengan Universitas Airlangga
Rabu 17 Desember 2014
Teknologi Spasial Open Platform untuk Kota Pekalongan
Selasa 16 Desember 2014
Menristekdikti Serahkan Penghargaan Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2014
Selasa 16 Desember 2014
Penganugerahan Pusat Unggulan Iptek 2014
Senin 15 Desember 2014
Presiden RI Joko Widodo Hadiri Puncak Peringatan Hari Nusantara 2014
Senin 15 Desember 2014
Menristekdikti Resmikan Desa Inovasi Nelayan
Jumat 12 Desember 2014
Usulan Perubahan Keempat pada Perpres 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Kamis 11 Desember 2014
Sarasehan Nasional ‘Peran Teknologi Nuklir di Bidang Pangan dan Energi untuk Kesejahteraan Masyarakat’
Rabu 10 Desember 2014
Dialog Nasional: Kontribusi Strategis Iptek untuk Poros Maritim Dunia
[ Berita lainnya ]