Ristek Headline |
Saturday, April 19, 2014
 
 
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Friday, April 11, 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
BERITA KEGIATAN RISTEK
Thursday, August 19, 2010
Menristek: Integritas Kunci Membangun Kredibilitas Ilmuwan Muda
Print PDF Facebook Twitter Email

Menristek Suharna Surapranata meminta mahasiswa yang aktif dalam dunia kampus untuk membangun dan menjaga integritasnya selaku ilmuwan. Dengan integritas yang terjaga itulah maka para mahasiswa dapat membangun kredibilitas dirinya selaku ilmuwan muda.

‘’Integritas adalah kualitas mahasiswa yang akan mengantarkan mereka pada kesiapan moral-individual dan menumbuhkan elan vital yang tinggi untuk menghadapi persaingan global yang ketat,’’ ujar Menristek Suharna Surapranata saat memberi kuliah umum di depan tak kurang dari 4.000 mahasiswa baru Universitas Indonesia, pada Rabu, 18 Agustus 2010.

Menurut menristek, integritas didorong oleh dua faktor utama, yaitu moralitas dan nasionalitas. Moralitas atau nilai-nilai spiritual akan memunculkan visi, nilai dan komitmen yang kuat bagi pencapaian prestasi tinggi. ‘’Hal itu akan menghasilkan kualitas kesabaran, daya tahan, ketekunan, konsisten, dan mampu menghadapi godaan jangka pendek serta sikap pantang menyerah. Moralitas juga mendorong sifat keterbukaan, kejujuran, anti-plagiat, dialogis, fleksibilitas, penghargaan atas prestasi dan pendapat orang lain,’’ papar menristek.

Sementara, nasionalitas merujuk kepada pemahaman yang mendalam terhadap empat pilar utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Keempat pilar utama tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan memahami keempat pilar tersebut, semangat nasionalisme akan selalu mengiringi setiap aktivitas mahasiswa sebagai anak bangsa Indonesia.

Lebih lanjut menristek menjelaskan, integritas yang menjadi kata kunci dalam membangun kredibilitas mahasiswa secara nyata mendorong para mahasiswa untuk memiliki akseptabilitas atau penerimaan dalam membangun kepedulian kepada sesama. Sifat kedermawanan maupun empati terhadap orang  lain, mendorong mereka untuk memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat secara luas. Di sinilah lahir hubungan yang kuat antara mahasiswa selaku ilmuwan muda dengan masyarakat yang akan menjadi tempatnya berkiprah kelak.

Di kampus, menurut menristek, para mahasiswa mulai membangun profesionalitasnya. Proses tersebut secara pasti berjalan secara bertahap, mulai dari pematangan diri, pematangan kemampuan, pematangan peran dan kearifan filosofis. Pematangan diri meliputi kematangan dalam aspek teknis di bidangnya, kematangan dalam pilihan profesionalismenya sehingga menemukan jati diri dan dikenal di kalangan profesinya.

Sementara, pematangan kemampuan ditunjukkan dengan pemahaman filosofis atas bidang profesinya, pemahaman multi aspek pengembangan ilmunya, kemampuan lobby, dan lahirnya pemikiran-pemikiran yang mempengaruhi kebijakan nasional. ‘’Di kampus pula, para mahasiswa mulai mematangkan peran-perannya sehingga tak hanya dikenal dan berperan di tingkat nasional tapi juga dikenal di tingkat internasional. Pada akhirnya, kearifan filosofis menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa sebagai ilmuwan muda lewat kekayaan pengalaman baik di tingkat nasional dan internasional, mampu menjadi rujukan, bahkan mengambil peran-peran secara internasional,’’ papar menristek.

Bila semua itu sudah terjalani, menurut menristek, para mahasiswa telah mewujud sebagai ilmuwan-ilmuwan muda yang kredibel. ‘’Mereka memiliki kredibilitas yang kuat sehingga mampu mengantarkan diri pada kesiapan professional yang tinggi untuk menghadapi persaingan global yang ketat,’’ jelas menristek.

Kendati demikian, menristek mengingatkan akan pentingnya memahami medan berat yang ada di era globalisasi seperti panggung global yang terus berubah, bumi yang menciut dan semakin terhubung, perkembangan teknologi yang semakin dinamis, modal perusahaan bukan lagi bersifat fiscal tetapi SDM dan pengetahuan, serta peran sentral universitas dalam pembangunan ekonomi dan industri.

‘’Harus dipahami, mahasiswa Indonesia tidak sendirian. Pesaing mereka ada di Bangalore, India; Palo Alto, USA; Tokyo, Jepang; hingga Ichong, Korsel. Pentas global sarat dengan pesaing dan medan kontes yang sengit, lingkungan industri, budaya kreatif, hingga permintaan pasar. Karenanya, dituntut persyaratan kualitas untuk bisa berperan di level global,’’ tegas menristek.

Di akhir paparannya, menristek menjelaskan pembangunan nasional pada hakekatnya adalah upaya pemenuhan atas kepentingan nasional, yakni kepentingan keamanan dan kepentingan kesejahteraan, yang sekaligus merupakan aspirasi masyarakat Indonesia, baik individual need dan social need.

‘’Dari sudut pandang ini, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah sebuah instrumen atau tool yang membantu agar proses pembangunan nasional berjalan lancar, untuk kemudian terwujud stabilitas nasional yang mantap,’’ jelas menristek. (am/humasristek)



Wednesday, April 16, 2014
DWP Kemenristek Kunjungi Taman Pintar Yogyakarta
Wednesday, April 16, 2014
Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi dan Bisnis Inovatif Usia Muda
Monday, April 14, 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon
Tuesday, April 8, 2014
Sosialisasi dan Pengukuran Technology Readiness Level di Jawa Tengah
Tuesday, April 8, 2014
Kerjasama Iptek RI-Jerman: Implementasi Iptek untuk Mendukung Pembangunan Nasional
Monday, April 7, 2014
Pengukuran TRL di Pusat Unggulan Iptek Kakao
Monday, April 7, 2014
ASEAN Persiapkan Diri untuk Mobilitas SDM Iptek
Monday, April 7, 2014
Kemenristek Hadiri Rakor BPPD Provinsi Jatim
Thursday, April 3, 2014
Kemenristek Dorong Konsorsium Pembangunan Satelit Penginderaan Jauh
Thursday, April 3, 2014
Rapat Koordinasi Undang-Undang Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014 Dalam Rangka Penguatan Teknologi Industri
[ Berita lainnya ]