Ristek Headline |
Thursday, August 21, 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Tuesday, August 12, 2014
Penutupan RITECH EXPO 2014

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Monday, July 26, 2010
Pilot Project Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Tangerang Selatan
Print PDF Facebook Twitter Email

Sampah telah menjadi masalah serius bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel). Saat ini tumpukan sampah dapat terlihat di berbagai titik karena minimnya armada pengangkut sampah. 38 armada armada pengangkut sampah hanya dapat mengangkut sekitar 600 meter kubik sampah, sementara produksi sampah yang dihasilkan mencapai lebih dari seribu kubik meter per harinya. Hal tersebut semakin diperparah dengan belum adanya lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dimiliki Pemkot Tangsel, padahal armada Pemkot Tangsel telah mendapat larangan untuk membuang sampah di TPA Mauk dan TPA Rawa Kucing. Masalah tersebut tentu saja harus dicari jalan keluarnya. Masyarakat pun dapat turut berpartisipasi dengan melakukan daur ulang sampah sehingga menurunkan produksi sampah di Tangerang Selatan.

Untuk mewujudkan partisipasi masyarakat tersebut, Pusat Teknologi Lingkungan BPPT  bekerja sama dengan PUSPIPTEK Serpong dan Asdep Produktivitas Riptek Masyarakat Kementerian Riset dan Teknologi menyelenggarakan Pelatihan Daur Ulang Sampah Skala Rumah Tangga dan pembentukan Kader Lingkungan pada tanggal 19-21 Juli 2010 di Gedung Graha Widya Bakti PUSPIPTEK Serpong. Pelatihan tersebut adalah bagian dari program Spesifik Lokasi Kementerian Ristek dan melibatkan warga yang bermukim di sekitar Puspiptek Serpong. Hadir pada kegiatan tersebut Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT,  Joko Prayitno Susanto; Asdep Produktivitas Riptek Masyarakat. Anwar Darwadi; dan Asdep Jaringan Penyedia dengan Pengguna Wisnu Sardjono  beserta jajarannya.
 
Pelatihan tersebut bertujuan untuk membekali keterampilan praktis bagi para kader lingkungan tentang bagaimana cara memilah sampah di rumah, mengolah sampah menjadi kompos menggunakan komposter aerobik, serta mendaur ulang sampah kertas dan plastik menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomi dengan teknik-teknik yang mudah, praktis dan sederhana. Materi tersebut disampaikan secara menarik dan interaktif oleh para praktisi daur ulang sampah dan motivator lingkungan dari Pusat Teknologi Lingkungan yaitu Firman L. Sahwan, Sri Wahyono, Acep Waluyo, dan Ninik Nuryanto.

Melalui pelatihan tersebut telah dilahirkan kader lingkungan di RW 06 permukiman PUSPIPTEK Serpong sebanyak 50 orang. Kader-kader lingkungan tersebut berasal dari 9 RT dan Karang Taruna. Pada masing-masing RT terdapat 3 orang kader yang berasal dari ibu rumah tangga atau anggota Majelis Taklim Ibu-Ibu Puspiptek dan 2 orang warga pria. Pembentukan kader lingkungan tersebut diresmikan dengan penyematan tanda pengenal (pin) kader lingkungan oleh Ir. Wisnu Sardjono S, M.Eng. Para kader lingkungan berkewajiban memotivasi dan menularkan ilmu yang telah didapatnya kepada tetangga di sekitarnya untuk menjaga lingkungan dan mendaur ulang sampah.

Untuk lebih membuka wawasan, beberapa hari sebelum pelatihan dilakukan, para kader lingkungan diajak mengikuti program field trip (kunjungan lapangan) ke lokasi-lokasi masyarakat yang telah sukses melakukan daur ulang sampahnya secara mandiri. Kunjungan lapangan antara lain dilakukan ke Kebun KARINDA dan Kampung Agrowisata Rawajati di Jakarta Selatan.

Kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti yang dilaksanakan ini adalah bersifat multiyears karena yang digarap terkait dengan perubahan persepsi, perubahan perilaku, perubahan kebiasaan, dan perubahan budaya. Selama ini masyarakat memandang sampah sebagai barang yang tak berguna, kotor dan menjijikan. Persepsi tersebut perlu dirubah bahwa sampah adalah sumber daya yang dapat dimanfaatkan melalui kegiatan 3 R (reduce, reuse, dan recycle).

Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama seluruh stakeholders, LSM, Pemerintah, Media massa, dan seluruh masyarakat. Diharapkan program Spesifik Lokasi ini berlanjut di tahun depan terutama untuk melanjutkan program yang saat ini sedang berjalan misalnya pembentukan waste bank di setiap RT, peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat, dan sebagainya.

Tingkat antusiasme yang tinggi dari para kader lingkungan dalam kegiatan ini merupakan modal awal menjadi kader sejati yang akan menyebarkan kebaikan ke lingkungan sekitarnya. Mewarisi lingkungan yang baik bagi anak cucu juga merupakan amanah Allah yang wajib dilakukan. Para kader percaya bahwa lompatan besar dimulai dari langkah kecil, setapak-demi setapak mulai dari diri sendiri dan dimulai dari saat sekarang. Sepenggal kegiatan kecil keseharian dalam mengolah sampah di rumah di kawasan permukiman PUSPIPTEK Serpong dapat menjadi gerakan membahana bersama masyarakat lainnya di Tangerang Selatan khususnya. Sehingga sampah bukan lagi menjadi masalah, namun dapat berubah menjadi berkah. (humasristek/adprm)



Monday, August 18, 2014
Inovasi untuk Komunitas ASEAN yang Lebih Baik
Sunday, August 17, 2014
Iptek Bagi Pembangunan Nasional
Wednesday, August 13, 2014
Seminar Sejarah dan Peradaban Medang–Aspek Perkembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Nusantara
Wednesday, August 13, 2014
Menristek Dapat Pengahargaan Bintang Mahaputra Adipradana
Wednesday, August 13, 2014
Penutupan RITECH EXPO 2014
Wednesday, August 13, 2014
Wujud Penghargaan Kemenristek Bagi Pegiat Iptek Tanah Air
Tuesday, August 12, 2014
Puncak Peringatan Hakteknas ke-19
Tuesday, August 12, 2014
Seminar Nasional Iptek 2014 : Membangun Ide untuk Kemandirian Pangan, Energi dan Air
Monday, August 11, 2014
Musrennas Iptek 2014 : Iptek untuk Daya Saing Bangsa
Monday, August 11, 2014
RITECH Expo 2014
[ Berita lainnya ]