Ristek Headline |
Tuesday, September 2, 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI

CPNS 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Friday, August 22, 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


INFO IPTEK
Tuesday, July 20, 2010
Eceng Gondok, Biogas Alternatif
Print PDF Facebook Twitter Email

Banyaknya tabung gas elpiji yang meledak membuat sejumlah warga Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, beralih ke biogas alternatif. Persisnya, biogas dari tanaman eceng gondok.

Tak bisa dipungkiri, selama eceng gondok (eichhornia crassipes), selama ini dianggap sebagai tanaman jenis gulma yang merugikan. Tanaman itu kerap merusak habitat air di sekitarnya. Namun, pendapat itu tidak berlaku bagi warga Desa Kertasari.

Tanaman yang tumbuh subur di sungai itu diolah warga setempat  sebagai bahan bakar alternatif. Selain lebih murah dan aman, menurut warga, api yang dihasilkannya pun sama besarnya dengan api berasal dari gas elpiji.

Pengolahan eceng gondok menjadi biogas alternatif itu relatif tidak sulit. Langkah pertama, mereka memotong-motong batang dan daun eceng gondok. Kedua, potongan-potongan itu dimasukan ke dalam tabung reaktor terbuat dari dua drum yang disatukan.

Proses pengolahan itu memakan waktu tujuh hari, untuk menghasilkan gas dari pembusukan eceng gondok. Dan selama kurun itu, gas akan mengalir ke tabung reaktor kedua untuk ditampung. Agar gas tidak habis, maka tabung permentasi tidak dibiarkan kosong dan terus diisi eceng gondok secara berkala.

Menurut hitungan warga, 30 kilogram enceng gondok bisa dipakai untuk kebutuhan dua hari. "Itu pun bila dipakai secara terus menerus," kata Edeng Sumirat, warga setempat.  "Kita cuma membutuhkan tiga drum. Dua drum disatukan, dilas sebagai tabung reaktor permentasi dan satu lagi untuk penampungan gas ditambah slang dan regulator."

Berapa dana yang dibutuhkan untuk memproduksi biogas alternatif itu? "Tidak sampai Rp 700 ribu," tegas Edeng Sumirat. (liputan6.com/ humasristek)



Wednesday, August 27, 2014
Mahasiswa ITS ciptakan "Smart Solar Panel"
Friday, August 22, 2014
Rangka Sepeda Buatan Dosen ITS Raih Piagam Paten
Wednesday, August 20, 2014
Ukur Tinggi dan Berat Badan Lebih Praktis Dengan Nutrisomatic
Friday, August 15, 2014
Mahasiswa UGM Kembangkan Teknik Pembibitan Tebu Berkualitas
Friday, July 4, 2014
Waterman: Alat Semprot Pestisida Semi Otomatis
Thursday, July 3, 2014
Tim Aplikasi Quick Disaster UGM Raih Global Winner di London
Wednesday, July 2, 2014
Mahasiswa FT-UB Ciptakan Prototipe Mobil Berbahan Bakar Batu Kapur
Tuesday, July 1, 2014
Ciptakan Aplikasi untuk Smart Watch, Mahasiswa UI Raih Prestasi di Ajang Hackathon
Monday, June 30, 2014
Dosen FK UI Rancang Alat Deteksi Stroke Termurah
Friday, June 27, 2014
SIPAGI Sikat Gigi Praktis Untuk Perjalanan
[ Berita lainnya ]