Ristek Headline |
Sabtu 01 Agustus 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 03 Juli 2015
DWP Menyambut Bulan Suci Ramadhan

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

surat

Ristek TV

RUP
INFO IPTEK
Selasa 20 Juli 2010
Eceng Gondok, Biogas Alternatif
Print PDF Facebook Twitter Email

Banyaknya tabung gas elpiji yang meledak membuat sejumlah warga Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, beralih ke biogas alternatif. Persisnya, biogas dari tanaman eceng gondok.

Tak bisa dipungkiri, selama eceng gondok (eichhornia crassipes), selama ini dianggap sebagai tanaman jenis gulma yang merugikan. Tanaman itu kerap merusak habitat air di sekitarnya. Namun, pendapat itu tidak berlaku bagi warga Desa Kertasari.

Tanaman yang tumbuh subur di sungai itu diolah warga setempat  sebagai bahan bakar alternatif. Selain lebih murah dan aman, menurut warga, api yang dihasilkannya pun sama besarnya dengan api berasal dari gas elpiji.

Pengolahan eceng gondok menjadi biogas alternatif itu relatif tidak sulit. Langkah pertama, mereka memotong-motong batang dan daun eceng gondok. Kedua, potongan-potongan itu dimasukan ke dalam tabung reaktor terbuat dari dua drum yang disatukan.

Proses pengolahan itu memakan waktu tujuh hari, untuk menghasilkan gas dari pembusukan eceng gondok. Dan selama kurun itu, gas akan mengalir ke tabung reaktor kedua untuk ditampung. Agar gas tidak habis, maka tabung permentasi tidak dibiarkan kosong dan terus diisi eceng gondok secara berkala.

Menurut hitungan warga, 30 kilogram enceng gondok bisa dipakai untuk kebutuhan dua hari. "Itu pun bila dipakai secara terus menerus," kata Edeng Sumirat, warga setempat.  "Kita cuma membutuhkan tiga drum. Dua drum disatukan, dilas sebagai tabung reaktor permentasi dan satu lagi untuk penampungan gas ditambah slang dan regulator."

Berapa dana yang dibutuhkan untuk memproduksi biogas alternatif itu? "Tidak sampai Rp 700 ribu," tegas Edeng Sumirat. (liputan6.com/ humasristek)



Rabu 01 Juli 2015
Mahasiswa UI Manfaatkan Gelombang Laut untuk Awetkan Ikan
Selasa 30 Juni 2015
MAHASISWA UNDIP MENEMUKAN TEKNOLOGI STERILISASI SUSU KAMBING PE
Rabu 24 Juni 2015
Uniknya Mobile Masjid, Solusi Ibadah Ditengah Keramaian
 Senin 22 Juni 2015
Omitor Solusi Mengatasi Krisis Air Ala Mahasiswa Undip
Senin 22 Juni 2015
Deteksi Gas H2S dan CO2, Mahasiswa UNDIP ciptakan “Aquacopter”
Kamis 18 Juni 2015
Isi Daya Baterai Gratis, Why Not?
Kamis 18 Juni 2015
Heat Exchanger, Kurangi Biaya Listrik Kapal
Rabu 17 Juni 2015
Cangkang Telur Jadi Pupuk Kaya Kalsium
Rabu 17 Juni 2015
Turbin Helical, Efisienkan PLTA Indonesia
Selasa 09 Juni 2015
UI Raih 18 Penghargaan di ON MIPA-PT 2015
[ Berita lainnya ]