Ristek Headline |
Senin 29 Desember 2014
 
 

mptn
mptn
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Kamis 18 Desember 2014
Pelantikan 3 Rektor dan 2 Kopertis

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


INFO IPTEK
Selasa 20 Juli 2010
Eceng Gondok, Biogas Alternatif
Print PDF Facebook Twitter Email

Banyaknya tabung gas elpiji yang meledak membuat sejumlah warga Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, beralih ke biogas alternatif. Persisnya, biogas dari tanaman eceng gondok.

Tak bisa dipungkiri, selama eceng gondok (eichhornia crassipes), selama ini dianggap sebagai tanaman jenis gulma yang merugikan. Tanaman itu kerap merusak habitat air di sekitarnya. Namun, pendapat itu tidak berlaku bagi warga Desa Kertasari.

Tanaman yang tumbuh subur di sungai itu diolah warga setempat  sebagai bahan bakar alternatif. Selain lebih murah dan aman, menurut warga, api yang dihasilkannya pun sama besarnya dengan api berasal dari gas elpiji.

Pengolahan eceng gondok menjadi biogas alternatif itu relatif tidak sulit. Langkah pertama, mereka memotong-motong batang dan daun eceng gondok. Kedua, potongan-potongan itu dimasukan ke dalam tabung reaktor terbuat dari dua drum yang disatukan.

Proses pengolahan itu memakan waktu tujuh hari, untuk menghasilkan gas dari pembusukan eceng gondok. Dan selama kurun itu, gas akan mengalir ke tabung reaktor kedua untuk ditampung. Agar gas tidak habis, maka tabung permentasi tidak dibiarkan kosong dan terus diisi eceng gondok secara berkala.

Menurut hitungan warga, 30 kilogram enceng gondok bisa dipakai untuk kebutuhan dua hari. "Itu pun bila dipakai secara terus menerus," kata Edeng Sumirat, warga setempat.  "Kita cuma membutuhkan tiga drum. Dua drum disatukan, dilas sebagai tabung reaktor permentasi dan satu lagi untuk penampungan gas ditambah slang dan regulator."

Berapa dana yang dibutuhkan untuk memproduksi biogas alternatif itu? "Tidak sampai Rp 700 ribu," tegas Edeng Sumirat. (liputan6.com/ humasristek)



Rabu 10 Desember 2014
Drone Buatan Mahasiswa UGM
Jumat 14 November 2014
Arjuna, Mobil Listrik UGM Juara Kompetisi
Kamis 23 Oktober 2014
Rupa-Rupa Modifikasi Pangan Kreasi Mahasiswa
Kamis 16 Oktober 2014
Indonesia Kuasai Teknologi Baterai Lithium
Kamis 16 Oktober 2014
SMPN Surabaya Sabet Dua Juara Robotika Nasional
Kamis 16 Oktober 2014
Prestasi Nasional Mahasiswa FTUI
Kamis 16 Oktober 2014
Mahasiswi Darmajaya Ciptakan Software Pendeteksi Flu Burung
Senin 29 September 2014
2 Pelajar Banjarnegara Ubah Biji Salak Jadi Energi
Jumat 19 September 2014
Siswa SMK Gresik Ubah Air Urin Menjadi Air Bersih
Jumat 19 September 2014
Software dari ITS Bantu Negara Hemat Rp52 M
[ Berita lainnya ]