Ristek Headline |
Wednesday, October 22, 2014
 
 

IQE

Seleksi Calon Kepala LIPI
CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Tuesday, September 9, 2014
Menristek Kunjungi Fasilitas Riset Lembaga Eijkman

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


POJOK RISTEK
Monday, February 4, 2002
Suku Aborigin Diduga Serupa dengan Manusia Wajak
Print PDF Facebook Twitter Email
Secara morfologis suku Aborigin yang konon merupakan penduduk asli Australia dicurigai serupa dengan manusia Wajak yang hidup sekitar 11.000 tahun lalu. Jika ini benar, maka sangat dimungkinkan bahwa pada zaman purba dulu telah terjadi migrasi dari Jawa ke Australia. Dalam perjalanannya kemudian, terjadi lagi migrasi dari arah sebaliknya: Australia ke Jawa. Hal tersebut disampaikan oleh Dr Harry Widianto, peneliti arkeologi bidang prasejarah, di ruang kerjanya akhir November lalu. Hal menarik sekaligus kesimpulan sementara yang disampaikan Harry ini merupakan hasil interpretasinya setelah selama bertahun-tahun meneliti tentang asal-usul manusia. Manusia Wajak adalah manusia modern (Homo Sapiens) yang fosilnya ditemukan di daerah Wajak, Jawa Timur. Manusia Wajak ini disebut sebagai manusia Homo Sapiens yang paling arkaik atau manusia modern paling kuno yang dalam perkembangannya melahirkan populasi aktual (manusia modern sekarang ini). "Secara morfologis, antara manusia Wajak dan suku Aborigin yang sampai saat ini masih hidup dan berkembang sebagai suku terasing di Australia sama persis. Bentuk tengkoraknya bundar, pendek dan tinggi atau bulat telur," tegasnya. Berdasarkan kenyataan ini, Harry Widianto berpendapat, bahwa apa yang diasumsikan oleh arkeolog Wedenriech pada tahun 1945 terbukti. Asumsi peneliti dari Jerman itu menyatakan adanya benang merah antara manusia spesimen-spesimen fosil Ngandong (Sragen, Jateng), fosil Wajak dan organisasi tengkorak dari manusia Aborigin sekarang ini. "Makanya, saya menyebut, Wedenriech adalah pendahulu era penemuan," tegas Harry Widianto seraya menambahkan, dalam perjalanan kemudian asumsi Wedenriech itu mulai didukung oleh sejumlah bukti yang cukup meyakinkan. Bukti-bukti yang kini sedang dipelajari oleh Harry itu pula yang kemudian ia gunakan sebagai titik tolak untuk mendukung asumsi Weidenriech. Perjalanan Harry Widianto menyatakan, "Manusia Jawa" yang lebih dikenal sebagai manusia kera paling modern (paling berevolusi) adalah Homo Erectus dari Ngandong (Sragen, Jateng). Keberadaannya diperkirakan merupakan hasil evolusi dari Homo Erectus di Trinil, Sangiran (Sragen, Jawa Tengah), yang hidup antara 1,3 juta sampai 500.000 tahun lalu. Menurut Harry, selepas manusia Ngandong itulah diperkirakan terjadi migrasi ke Benua Australia. Di Australia lalu terjadi evolusi terhadap manusia Ngandong yang akhirnya memunculkan manusia Aborigin. Namun dalam perjalanan evolusi manusia Ngandong itu terjadi semacam kelainan. Kenyataan ini dibuktikan dengan tiga fosil di wilayah Cohuna. Tiga fosil berusia antara 50.000-35.000 tahun lalu itu terlihat aneh. Mukanya Homo Sapiens tetapi bagian belakang kepalanya termasuk manusia Homo Erectus. Manusia Cohuna Australia ini, kata Harry, diperkirakan hijrah kembali ke Jawa dan dalam evolusinya melahirkan manusia Wajak yang hidup sekitar sebelas ribu tahun lalu. Profil manusia yang "kembali" ke Jawa ini mirip dengan manusia Aborigin. Dalam perkembangan selanjutnya, manusia Wajak di Jawa itulah yang diperkirakan kemudian melahirkan populasi aktual manusia modern.


 Thursday, February 15, 2007
MASYARAKAT DIMINTA IKUT MEMBERI MASUKAN RUU PELAYANAN PUBLIK
 Friday, August 27, 2004
Enam Artis Ibukota Meramaikan Ritech EXPO 2004 di Semanggi
 Friday, December 20, 2002
Konflik Sains dan Agama Masih Berlangsung
 Friday, December 20, 2002
Ulama Mesir Halalkan Transplantasi Organ Tubuh
 Friday, November 22, 2002
Film Harry Potter Dibajak di Internet
 Friday, November 22, 2002
Pemerhati Bintang Nantikan Hujan Meteor Terbesar Abad 21
 Friday, November 15, 2002
Sifat Alam Tersurat dalam Quran
 Friday, November 15, 2002
Inovasi Menandakan Bahasa Hidup
 Friday, November 8, 2002
Menanti Geliat M-Commerce
 Friday, November 8, 2002
Riwayatmu Dulu dan Nasibmu Kini (pojok-1)
[ Berita lainnya ]