Ristek Headline |
Senin 06 Juli 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 30 Juni 2015
Pelantikan Dirjen Kemenristekdikti

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

surat

Ristek TV

RUP
INFO IPTEK
Kamis 17 Juni 2010
Batasi Kecepatan Berkendara Maksimal 80 km/jam, Capai Penurunan Emisi Karbon Dioksida Sebesar 30%
Print PDF Facebook Twitter Email

Sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang terbesar emisi karbon dioksida. Jutaan mesin yang berjalan hilir mudik di jalanan menggunakan bahan bakar fosil, diesel dan bensin.

Hingga kini berbagai usaha telah dilakukan untuk mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi, mulai dari alternatif bahan bakar organik, perbaikan efisiensi sistem pembakaran dalam ruang bakar, hingga perbaikan aerodinamika bodi kendaraan dan peningkatan unjuk kerja roda.

Semua langkah tersebut di atas merupakan usaha secara teknis untuk mengurangi emisi CO2 yang ditimbulkan kendaraan. Sebagai pengendara ada sebuah cara sederhana yang menurut hasil riset perusahaan konsultan di Belanda bisa dilakukan untuk mengurangi emisi kendaraan dengan hanya membatasi kecepatan maksimum 80 kilometer per jam.

CE Delft melaporkan bahwa kecepatan maksimum 80 kilometer per jam akan mengurangi emisi CO2 hingga 30%. Studi yang dilakukan perusahaan konsultan terkemuka di Belanda tersebut menjelaskan bahwa jika batasan kecepatan maksimum dilakukan menyeluruh di seluruh Belanda dan dilakukan dengan ketat, maka angka 30% tersebut akan tercapai. Sementara jika pelaksanaannya tidak dilakukan dengan ketat, maka pengurangan emisi hanya akan sebesar 8 - 21%.

Dalam hasil riset tersebut juga dijelaskan bahwa riset tersebut didesain khusus untuk Belanda. Artinya jika riset tersebut dilakukan di negara-negara lain dengan metode yang sama, maka akan memberikan hasil yang berbeda. Faktor yang mempengaruhinya adalah batas kecepatan yang berlaku dan jenis kendaraan yang banyak digunakan.

Selain itu juga didapatkan temuan yang menarik dari riset tersebut. Batasan kecepatan yang relatif rendah tersebut akan menambah waktu yang dibutuhkan untuk sebuah perjalanan dengan jarak yang sama. Hal tersebut sedikit demi sedikit akan ''memaksa'' banyak pemilik kendaraan pribadi beralih ke transportasi publik.

Riset tersebut juga memprediksi bahwa semakin lama orang akan memilih untuk lebih dekat dengan tempat belanja dan kerjanya, yang berarti juga mengurangi jarak tempuh. Dampak positif lain dari pembatasan kecepatan adalah menurunnya polusi udara dan suara, serta meningkatnya keselamatan di jalan raya. (planethijau.com/ humasristek)



Kamis 18 Juni 2015
Isi Daya Baterai Gratis, Why Not?
Kamis 18 Juni 2015
Heat Exchanger, Kurangi Biaya Listrik Kapal
Rabu 17 Juni 2015
Cangkang Telur Jadi Pupuk Kaya Kalsium
Rabu 17 Juni 2015
Turbin Helical, Efisienkan PLTA Indonesia
Selasa 09 Juni 2015
UI Raih 18 Penghargaan di ON MIPA-PT 2015
Senin 08 Juni 2015
Batavia Team Universitas Negeri Jakarta yang telah mendapat peringkat ke-3 dalam Shell Eco Marathon Asia 2015
Senin 04 Mei 2015
Juarai Lomba Discovery dengan SIM Barang Hilang
Jumat 01 Mei 2015
Aris Muda Lubis Raih Perak di Lomba Pemecahan Masalah Analisis dan Geometri FMIPA ITB
Senin 20 April 2015
Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional Kompetisi UNESCO 2015
Rabu 11 Maret 2015
Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak Juara Event Mobil Hemat Energi
[ Berita lainnya ]