Ristek Headline |
Monday, April 21, 2014
 
 
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Friday, April 11, 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
INFO IPTEK
Thursday, June 17, 2010
Batasi Kecepatan Berkendara Maksimal 80 km/jam, Capai Penurunan Emisi Karbon Dioksida Sebesar 30%
Print PDF Facebook Twitter Email

Sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang terbesar emisi karbon dioksida. Jutaan mesin yang berjalan hilir mudik di jalanan menggunakan bahan bakar fosil, diesel dan bensin.

Hingga kini berbagai usaha telah dilakukan untuk mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi, mulai dari alternatif bahan bakar organik, perbaikan efisiensi sistem pembakaran dalam ruang bakar, hingga perbaikan aerodinamika bodi kendaraan dan peningkatan unjuk kerja roda.

Semua langkah tersebut di atas merupakan usaha secara teknis untuk mengurangi emisi CO2 yang ditimbulkan kendaraan. Sebagai pengendara ada sebuah cara sederhana yang menurut hasil riset perusahaan konsultan di Belanda bisa dilakukan untuk mengurangi emisi kendaraan dengan hanya membatasi kecepatan maksimum 80 kilometer per jam.

CE Delft melaporkan bahwa kecepatan maksimum 80 kilometer per jam akan mengurangi emisi CO2 hingga 30%. Studi yang dilakukan perusahaan konsultan terkemuka di Belanda tersebut menjelaskan bahwa jika batasan kecepatan maksimum dilakukan menyeluruh di seluruh Belanda dan dilakukan dengan ketat, maka angka 30% tersebut akan tercapai. Sementara jika pelaksanaannya tidak dilakukan dengan ketat, maka pengurangan emisi hanya akan sebesar 8 - 21%.

Dalam hasil riset tersebut juga dijelaskan bahwa riset tersebut didesain khusus untuk Belanda. Artinya jika riset tersebut dilakukan di negara-negara lain dengan metode yang sama, maka akan memberikan hasil yang berbeda. Faktor yang mempengaruhinya adalah batas kecepatan yang berlaku dan jenis kendaraan yang banyak digunakan.

Selain itu juga didapatkan temuan yang menarik dari riset tersebut. Batasan kecepatan yang relatif rendah tersebut akan menambah waktu yang dibutuhkan untuk sebuah perjalanan dengan jarak yang sama. Hal tersebut sedikit demi sedikit akan ''memaksa'' banyak pemilik kendaraan pribadi beralih ke transportasi publik.

Riset tersebut juga memprediksi bahwa semakin lama orang akan memilih untuk lebih dekat dengan tempat belanja dan kerjanya, yang berarti juga mengurangi jarak tempuh. Dampak positif lain dari pembatasan kecepatan adalah menurunnya polusi udara dan suara, serta meningkatnya keselamatan di jalan raya. (planethijau.com/ humasristek)



Thursday, April 17, 2014
Vicko, Ciptakan Peluru Frangible yang Berbahaya
Wednesday, April 16, 2014
UGM Kembangkan Susu Kedelai Fermentasi untuk Balita Penderita Gizi Buruk
Tuesday, April 15, 2014
Hari Ini, Gerhana Bulan 'Merah Darah' Tampak di Indonesia
Monday, April 14, 2014
Robot Gedek Pengering Gabah
Friday, April 11, 2014
UNY Kembangkan Formula Hybrid Pertama Di Indonesia
Thursday, April 10, 2014
Cara Penjahat Siber Bobol ATM Windows XP
Tuesday, April 8, 2014
Peneliti UGM Kembangkan Teknologi Menaikkan Air dengan Air
Monday, April 7, 2014
Mikroba ‘Google’ Alumni UNSOED Menyulap Padang Pasir Jadi Lahan Pertanian
Friday, April 4, 2014
Dosen IBI Darmajaya CCTV Cerdas, Mampu Mengenali Wajah Dan Identitas Objek
Thursday, April 3, 2014
Kotak Pendingin Ikan Mahasiswa Pontianak Mampu Segarkan Ikan Hingga 16 Jam
[ Berita lainnya ]