Ristek Headline |
Kamis 24 April 2014
 
 
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 22 April 2014
HUT ke-23 PP-IPTEK

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
INFO IPTEK
Rabu 16 Juni 2010
Apa yang Dimaksud dengan Elemen Langka?
Print PDF Facebook Twitter Email

Deposito mineral yang ditemukan di Afghanistan menjadi headline karena mungkin bernilai US$ 1 triliun. Deposit itu dilaporkan mengandung unsur-unsur yang sangat jarang ditemui.

Elemen langka mencakup unsur seperti dysprosium, cerium dan Iterbium dan sebenarnya masih banyak logam asing lainnya, namun cenderung terkonsentrasi pada deposit bijih yang kurang dimanfaatkan, menurut US Geological Survey.

Akibatnya, sebagian besar pasokan elemen-elemen ini hanya berasal dari beberapa sumber.

Konsumen mungkin tidak tahu bahwa hard drive komputer, layar TV, dan smartphone mengandung unsur langka itu.

Logam yang kadang tak tergantikan itu juga terdapat di segala sesuatu, mulai dari teknologi hijau hingga perangkat keras militer.

Sebagai contoh, europium digunakan untuk membuat warna merah monitor televisi dan lampu LED hemat energi. Sedangkan neodymium untuk membuat magnet paling kuat yang ditemukan dalam elektronik sehari-hari, turbin angin dan mobil hibrida.

Unsur langka merupakan logam mulai dari lantanum hingga gadolinium pada tabel periodik unsur, sedangkan elemen berat yang langka mulai dari logam Terbium hingga Lutesium.

Teknologi hijau juga sering bergantung pada unsur-unsur langka. Misalnya, Toyota menggunakan 7.500 ton lantanum dan 1.000 ton neodymium per tahun untuk membangun mobil Prius perusahaan itu, menurut Jack Lifton, konsultan independen yang bekerja di US Rare Earth, sebuah perusahaan yang memiliki hak atas sumber daya langka di Amerika Serikat.

Mineral langka juga penting untuk aplikasi militer, seperti laser, radar, rudal berbimbingan sistem satelit, dan elektronik pesawat.

China dan Amerika Serikat memiliki beberapa deposit mineral langka terbesar. Tapi deposit lainnya ada di negara-negara seperti Australia, Brazil, India, Malaysia, Afrika Selatan, Sri Lanka dan Thailand, menurut USGS.

Untuk mendapat logam langka, penambangan hanyalah langkah pertama. Mengekstrak logam langka membutuhkan ribuan tank baja stainless yang memegang banyak larutan kimia, menurut Jim Hedrick, mantan spesialis logam langka USGS.

Hanya China saat ini yang memiliki peralatan untuk memperbaiki logam langka dari awal sampai akhir, dan pemasok 97 persen oksida langka di dunia.

Untuk membuka satu tambang dan membangun pabrik pemisahan mungkin memerlukan biaya dari US$ 500 juta hingga US$ 1 miliar kata Hedrick. (inilah.com/ humasristek)



Kamis 24 April 2014
Mahasiswa UKSW Jadikan Kursi Sebagai Pembangkit Listrik
Rabu 23 April 2014
Mahasiswa Undip Ciptakan Obat Nyamuk dari Daun Srikaya
Selasa 22 April 2014
Aksantara ITB: Kembangkan Pesawat Multiguna Tanpa Awak
Kamis 17 April 2014
Vicko, Ciptakan Peluru Frangible yang Berbahaya
Rabu 16 April 2014
UGM Kembangkan Susu Kedelai Fermentasi untuk Balita Penderita Gizi Buruk
Selasa 15 April 2014
Hari Ini, Gerhana Bulan 'Merah Darah' Tampak di Indonesia
Senin 14 April 2014
Robot Gedek Pengering Gabah
Jumat 11 April 2014
UNY Kembangkan Formula Hybrid Pertama Di Indonesia
Kamis 10 April 2014
Cara Penjahat Siber Bobol ATM Windows XP
Selasa 08 April 2014
Peneliti UGM Kembangkan Teknologi Menaikkan Air dengan Air
[ Berita lainnya ]