Ristek Headline |
Kamis 31 Juli 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 16 Juli 2014
Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Asdep Jaringan Penyedia Dengan Pengguna dan Menristek

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


INFO IPTEK
Rabu 16 Juni 2010
Apa yang Dimaksud dengan Elemen Langka?
Print PDF Facebook Twitter Email

Deposito mineral yang ditemukan di Afghanistan menjadi headline karena mungkin bernilai US$ 1 triliun. Deposit itu dilaporkan mengandung unsur-unsur yang sangat jarang ditemui.

Elemen langka mencakup unsur seperti dysprosium, cerium dan Iterbium dan sebenarnya masih banyak logam asing lainnya, namun cenderung terkonsentrasi pada deposit bijih yang kurang dimanfaatkan, menurut US Geological Survey.

Akibatnya, sebagian besar pasokan elemen-elemen ini hanya berasal dari beberapa sumber.

Konsumen mungkin tidak tahu bahwa hard drive komputer, layar TV, dan smartphone mengandung unsur langka itu.

Logam yang kadang tak tergantikan itu juga terdapat di segala sesuatu, mulai dari teknologi hijau hingga perangkat keras militer.

Sebagai contoh, europium digunakan untuk membuat warna merah monitor televisi dan lampu LED hemat energi. Sedangkan neodymium untuk membuat magnet paling kuat yang ditemukan dalam elektronik sehari-hari, turbin angin dan mobil hibrida.

Unsur langka merupakan logam mulai dari lantanum hingga gadolinium pada tabel periodik unsur, sedangkan elemen berat yang langka mulai dari logam Terbium hingga Lutesium.

Teknologi hijau juga sering bergantung pada unsur-unsur langka. Misalnya, Toyota menggunakan 7.500 ton lantanum dan 1.000 ton neodymium per tahun untuk membangun mobil Prius perusahaan itu, menurut Jack Lifton, konsultan independen yang bekerja di US Rare Earth, sebuah perusahaan yang memiliki hak atas sumber daya langka di Amerika Serikat.

Mineral langka juga penting untuk aplikasi militer, seperti laser, radar, rudal berbimbingan sistem satelit, dan elektronik pesawat.

China dan Amerika Serikat memiliki beberapa deposit mineral langka terbesar. Tapi deposit lainnya ada di negara-negara seperti Australia, Brazil, India, Malaysia, Afrika Selatan, Sri Lanka dan Thailand, menurut USGS.

Untuk mendapat logam langka, penambangan hanyalah langkah pertama. Mengekstrak logam langka membutuhkan ribuan tank baja stainless yang memegang banyak larutan kimia, menurut Jim Hedrick, mantan spesialis logam langka USGS.

Hanya China saat ini yang memiliki peralatan untuk memperbaiki logam langka dari awal sampai akhir, dan pemasok 97 persen oksida langka di dunia.

Untuk membuka satu tambang dan membangun pabrik pemisahan mungkin memerlukan biaya dari US$ 500 juta hingga US$ 1 miliar kata Hedrick. (inilah.com/ humasristek)



Jumat 04 Juli 2014
Waterman: Alat Semprot Pestisida Semi Otomatis
Kamis 03 Juli 2014
Tim Aplikasi Quick Disaster UGM Raih Global Winner di London
Rabu 02 Juli 2014
Mahasiswa FT-UB Ciptakan Prototipe Mobil Berbahan Bakar Batu Kapur
Selasa 01 Juli 2014
Ciptakan Aplikasi untuk Smart Watch, Mahasiswa UI Raih Prestasi di Ajang Hackathon
Senin 30 Juni 2014
Dosen FK UI Rancang Alat Deteksi Stroke Termurah
Jumat 27 Juni 2014
SIPAGI Sikat Gigi Praktis Untuk Perjalanan
Kamis 26 Juni 2014
Remaja 15 Tahun Buat Aplikasi Stetoskop Digital
Rabu 25 Juni 2014
Dentalion Permudah Pemeriksaan Gigi
Jumat 20 Juni 2014
Studi Doktor di Jepang, Alumni Unnes Ciptakan Aplikasi HalalMinds
Kamis 19 Juni 2014
Ternyata, Ampas Kopi Bisa Jadi Biodiesel
[ Berita lainnya ]