Ristek Headline |
Friday, April 25, 2014
 
 
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Tuesday, April 22, 2014
HUT ke-23 PP-IPTEK

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
INFO IPTEK
Monday, June 7, 2010
Cara merubah Sampah Menjadi Energi Listrik
Print PDF Facebook Twitter Email

Sampah memang menjadi masalah di kota - besar di seluruh dunia.  Khususnya di indonesia seperti menumpuknya sampah dijalan – jalan  protokol kota bandung. Belum lagi konflik antara pemerintah dengan warga  masyarakat yang lokasinya menjadi tempat pembuangan akhir (TPA).

Di negara negara maju seperti Denmark, Swis, Amerika dan Prancis. Mereka  telah memaksimalkan proses pengolahan sampah. Tidak hanya mengatasi bau  busuk saja tapi sudah merobah sampah - sampah ini menjadi energi  listrik. Khusus di Denmark 54 % sampah di robah menjadi energi listrik.

Teknologi pengolahan sampah ini untuk menjadi energi listrik pada  prinsinya sangat sederhana sekali yaitu:

  • Sampah di bakar sehingga menghasilkan panas (proses konversi thermal)
  • Panas dari hasil pembakaran dimanfaatkan untuk merubah air menjadi uap dengan bantuan boiler
  • Uap bertekanan tinggi digunakan untuk memutar bilah turbin
  • Turbin dihubungkan ke generator dengan bantuan poros
  • Generator menghasilkan listrik dan listrik dialirkan kerumah - rumah atau ke pabrik.


Proses Konversi Thermal


Proses  konversi thermal dapat dicapai melalui beberapa cara, yaitu insinerasi,  pirolisa, dan gasifikasi. Insinerasi pada dasarnya ialah proses oksidasi bahan-bahan organik menjadi bahan anorganik. Prosesnya sendiri merupakan  reaksi oksidasi cepat antara bahan organik dengan oksigen.

Pembangkit listrik tenaga sampah yang banyak digunakan saat ini  menggunakan proses insenerasi salah satu contohnya adalah lihat diagram  disamping.

Sampah dibongkar dari truk pengakut sampah dan diumpankan ke inserator. Didalam  inserator sampah dibakar. Panas yang dihasilkan dari hasil pembakaran  digunakan untuk merubah air menjadi uap bertekanan tinggi. Uap dari  boiler langsung ke turbin Sisa pembakaran seperti debu diproses lebih  lanjut agar tidak mencemari lingkungan (truk mengangkut sisa proses pembakaran).

Teknologi pengolahan sampah ini memang lebih menguntungkan dari  pembangkit listrik lainnya. Sebagai ilustrasi : 100.000 ton sampah  sebanding dengan 10.000 ton batu bara. Selain mengatasi masalah polusi  bisa juga untuk menghasilkan energi berbahan bahan bakar gratis juga  bisa menghemat devisa. (pakarbisnisonline.blogspot.com/ humasristek)



Friday, April 25, 2014
Kemiri Sunan Siap Jadi Pengganti Bahan Bakar Fosil
Thursday, April 24, 2014
Mahasiswa UKSW Jadikan Kursi Sebagai Pembangkit Listrik
Wednesday, April 23, 2014
Mahasiswa Undip Ciptakan Obat Nyamuk dari Daun Srikaya
Tuesday, April 22, 2014
Aksantara ITB: Kembangkan Pesawat Multiguna Tanpa Awak
Thursday, April 17, 2014
Vicko, Ciptakan Peluru Frangible yang Berbahaya
Wednesday, April 16, 2014
UGM Kembangkan Susu Kedelai Fermentasi untuk Balita Penderita Gizi Buruk
Tuesday, April 15, 2014
Hari Ini, Gerhana Bulan 'Merah Darah' Tampak di Indonesia
Monday, April 14, 2014
Robot Gedek Pengering Gabah
Friday, April 11, 2014
UNY Kembangkan Formula Hybrid Pertama Di Indonesia
Thursday, April 10, 2014
Cara Penjahat Siber Bobol ATM Windows XP
[ Berita lainnya ]