Ristek Headline |
Minggu 26 Oktober 2014
 
 

thanks

IQE

Seleksi Calon Kepala LIPI
CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 21 Oktober 2014
Perpisahan Menristek : Kita Harus Bertransformasi Melakukan Perubahan

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Kamis 07 Juni 2001
Sidang Kabinet : Program Kerja KMNRT Juni-Juli 2001 dan Kegiatan Tahun 2001
Print PDF Facebook Twitter Email
I. PROGRAM KERJA KANTOR MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI JUNI-JULI 2001
  1. Pengembangan Wawasan Iptek Masyarakat Upaya mengembangkan wawasan dan kesadaran masyarakat mengenai Iptek ditempuh melalui media Live Talk Show "Wawasan Riptek" diselenggarakan berkat kerjasama dengan TVRI. Sampai saat ini telah terselenggara sebanyak 4 (empat) kali talk show interaktif di TVRI.
  2. Pemasyarakatan Iptek di daerah secara terpadu (Iptekda Terpadu) akan diadakan di Bogor pada Juli 2001.
  3. Reposisi Puspitek. Saat ini sedang dipersiapkan bahan-bahan, diharapkan akhir tahun ini Status Perjan telah diputuskan setelah melalui feasibility study. Pembentukan konsorsium direncanakan awal bulan Juni 2001, sedangkan basic policy akan disusun segera setelah konsorsium terbentuk.
  4. Hakteknas dan Rakornas Ristek XIX Hakteknas (Hari Kebangkitan Teknologi Nasional) dan Rakornas Ristek XIX merupakan wahana koordinasi Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi bersama LPND dan LPD Ristek dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan di bidang Ristek. Kedua kegiatan ini akan diselenggarakan pada tanggal 10 Agustus 2001di Hotel Sheraton- Surabaya. Rakornas Ristek XIX mengambil tema "Teknologi Informasi Mempersatukan Bangsa dan Memberdayakan Rakyat". Tujuannya adalah meningkatkan dukungan Iptek, melakukan evaluasi program (RUT, RUK, RUKK, RUSNAS dan Kerjasama Riptek serta mensosialisasikan Dewan Riset Nasional (DRN). Sasaran yang diharapkan adalah tersusunnya Action Plan kebijakan program Riptek Nasional.
  5. Program PERISKOP Program Evaluasi Sains Teknologi untuk Pembangunan (PERISKOP) merupakan program kerjasama antara KMNRT dengan BMBF (Kementrian Sains dan Teknologi Pemerintah Jerman). Program ini meliputi dua kegiatan utama yaitu evaluasi kinerja lembaga iptek dan identifikasi struktur kebutuhan antar lembaga iptek dengan pelaku industri. Kegiatan ini akan menjadi basis penyusunan lansekap kapasitas iptek nasional (competitive bench marking) yang digunakan untuk restrukturisasi kaitan lembaga iptek dengan pelaku industri.
  6. Lokakarya Rekonstruksi Sosial di Maluku Direncanakan akan diadakan setelah bulan Agustus 2001.
  7. Riset Unggulan Terpadu Internasional (RUTI) Program Riset Unggulan Internasional bertujuan mendorong peningkatan kegiatan Riptek Indonesia dalam dunia Internasional dan mendorong kolaborasi dalam pencapaian Riptek yang merupakan perwujudan/pencerminan minat dari Indonesia dan dunia Internasional melalui pertukaran pemikiran, informasi, ketrampilan serta pendayagunaan ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi
  8. Kemaritiman KMNRT bekerjasama dengan Dewan Maritim Indonesia akan menyelenggarakan curah pendapat mengenai kebijakan kemaritiman. Kegiatan ini akan diselenggarakan tanggal 14 Juni sampai dengan 23 Agustus 2001 dan diakhiri lokakarya tanggal 4 dan 5 September 2001 sebagai puncak diskusi.
  9. Implementasi 45 modul pelatihan untuk membentuk teknologi industri kecil dan industri logam.
II. KEGIATAN TAHUN 2001
  1. Tindak Lanjut INPRES No.2 Tahun 2001 tentang Penggunaan Komputer dengan Aplikasi Komputer Berbahasa Indonesia. Kendala pemahaman bahasa asing dalam setiap aplikasi komputer merupakan salah satu penghambat penggunaan komputer ditengah masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi era globalisasi. Untuk mengatasi kendala inilah dikeluarkannya Inpres No 2 tahun 2001 mengenai penggunaan komputer dengan aplikasi komputer berbahasa Indonesia. Untuk menindaklanjuti Inpres ini, Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi akan melakukan hal sebagai berikut :
    1. Membuat Surat Keputusan Bersama dengan Menteri Pendidikan Nasional dalam hal pembakuan istilah komputer kedalam bahasa Indonesia.
    2. Membentuk Tim Implementasi Inpres No.2 Tahun 2001 yang terdiri dari unsure pemerintah, swasta dan lembaga swadaya masyarakat dengan komposisi berimbang untuk melaksanaka kegiatan : identifikasi program komputer dan pengaplikasian komputer serta penyusunan dokumen pemakaiannya, menyusun anggaran yang diperlukan terutama dalam pembakuan istilah penyempurnaan sistem program komputer untuk penerapan bahasa Indonesia, dan penerapan Inpres No.2/2001 ini dalam program insentif Warung Informasi Teknologi (Warintek)
  2. Perkembangan Status RUU Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SISNASIPTEK) Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi telah selesai menyusun Rancangan Undang-undang tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sinasiptek), yang dimaksudkan untuk menetapkan pokok-pokok pengaturan, pengembangan dan pembinaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam upaya penguasaan, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut rencana Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia akan mengundang Menteri Negara Riset dan Teknologi pada tanggal 9 Juli 2001 untuk menyampaikan keterangan pemerintah. Sebagaimana jadual kegiatan yang telah disusun bersama dengan sekretariat DPR, pembahasan RUU Sinasiptek diperkirakan berlangsung sampai bulan Januari 2002. Tahap-tahap pembahasan akan dilakukan melalui Sidang-sidang Paripurna dan sidang Panja. Diharapkan pembahasan ini dapat berjalan sebagaimana yang kita harapkan sehingga pada akhir bulan Januari 2002 RUU Sinasiptek mendapat persetujuan DPR menjadi Undang-undang.
  3. Mitigasi Bencana Alam dan Aplikasi Rekayasa Forensik Dalam menangani fenomena alam yang sering terjadi di Indonesia seperti gempa bumi, tanah longsor, banjir, angin, letusan gunung Merapi, Tsunami dsb, Menteri Negara Riset dan Teknologi melakukan inisiasi untuk membentuk TIM ASISTENSI TEKNIS MITIGASI BENCANA ALAM DAN APLIKASI REKAYASA FORENSIK melalui Kepmenegristek Nomor: 16/M/KP/I/2001 tertanggal 11 Januari 2001. Tugas utama dari tim ini adalah untuk mengintegrasikan kemampuan iptek nasional saat ini dan kemudian secara proaktif digunakan untuk penanganan dan antisipasi bencana alam. Bentuk partisipasi berupa aspek teknis, sosialisasi Mitigasi Bencana Alam bagi masyarakat serta informasi agar kehidupan ekonomi segera pulih kembali. Tugas lain dari Tim ini adalah memberikan peringatan dini bagi masyarakat tentang gejala alam yang mungkin terjadi. Mencermati beberapa bencana alam yang terjadi saat ini serta analisis ramalan terhadap fenomena alam seperti curah hujan dan siklus tropis, maka Tim Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi (terdiri dari para peneliti LPND, perguruan tinggi dan LSM-Iptek) telah melakukan beberapa hal sebagai berikut :
    1. Bencana Alam Tanah Longsor di Banten Upaya yang dilakukan oleh Tim adalah interpretasi data geologi, data curah hujan (dari LAPAN), dan data GIS (dari Bakosurtanal), untuk mengantisipasi dan mengambil tindakan preventif atas bencana alam yang akan datang.
    2. Antisipasi gerakan vulkanik aktif gunung Merapi di Jawa Tengah serta sosialisasi perlindungan pernapasan manusia akibat terkontaminasinya udara oleh debu.
    3. Antisipasi curah hujan diatas normal dan siklon tropis, berdasarkan data OLR (Outgoing Longwave Radiation).
    4. Membangun sikap akrab bencana alam dengan sosialisasi Upaya Mitigasi Bencana Gempa Bumi Desain Rumah Sederhana Tahan Gempa di Bengkulu dan diseminasi brosur Waspadai Bencana Tanah Longsor ke beberapa propinsi rawan bencana tanah longsor.
  4. Warung Informasi Teknologi (WARINTEK) WARINTEK adalah program yang diinisiasi Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi yang merupakan suatu sistem basis data Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) terpadu untuk mendorong program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat berwawasan informasi dengan memberikan kemudahan, layanan dan pendidikan pada masyarakat dalam mengakses informasi. Lingkup kegiatan WARINTEK antara lain layanan informasi IPTEK Terpadu, pengembangan/pengolahan basis data/informasi IPTEK local, otomatisasi jaringan komputer dengan menghubungkan kebeberapa sumber informasi, serta pelatihan, peningkatan SDM dalam bidang dokumentasi, informasi, dan perpustakaan. KMNRT bersama sektor swasta telah memprogramkan penyediaan fasilitas WARINTEK sebanyak 9000 buah (WARINTEK 9000) dengan target 1000 buah pada tahun 2001, 5000 buah dalam tahun 2002 dan 3000 buah dalam tahun 2003. Selain pembuatan WARINTEK baru, juga termasuk penguatan sarana WARNET maupun POSYANTEKDES (berkoordinasi dengan Departemen Dalam Negeri) atau lainnya yang sejenis yang telah ada saat ini. Dampak dari kegiatan ini selain secara substantif merupakan proses pemberdayaan masyarakat untuk Teknologi Informasi, juga dalam penyerapan tenaga kerja maupun peningkatan kualitas promosi dan dari Sektor Usaha. Sejak diluncurkannya program WARINTEK 9000 pada 27 Februari 2001 oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi telah diperoleh 517 WARINTEK yang sudah dan siap beroperasi dengan sisa 1300 aplikasi yang belum selesai dievaluasi. Kondisi ini mencerminkan pencapaian target perolehan 1000 WARINTEK yang akan dibuat pada tahun 2001. Guna mendorong interaksi antara penyedia informasi iptek dan penggunanya, pada tanggal 27 Februari 2001 lalu, KMNRT melakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan PT. Myohdotcom Indonesia Tbk dan Hewlett Packard Indonesia dalam rangka upaya untuk meningkatkan lalu lintas iptek (knowledge trafficking/flows). Dari kerjasama tersebut diharapkan akan melahirkan banyak ide-ide tentang media dan metoda penyebarluasan informasi iptek yang dirasakan masih merupakan kendala utama dalam pembangunan iptek di Indonesia. Kerjasama dengan pihak swasta ini diharapkan juga akan mewujudkan interaksi diseminasi informasi ilmu pengetahuan dan teknologi dan sekaligus diharapkan dapat mendukung Program Warung Informasi Teknologi (WARINTEK) KMNRT. Saat ini KMNRT membiayai 17 (tujuh belas) WARINTEK dengan tingkat kompetisi yang tinggi dan hal ini paling tidak dapat menjadi indikator untuk melihat kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pengembangan informasi dan dokumentasi ini. Dengan demikian untuk mengimplementasikan program WARINTEK 9000 ini, KMNRT berupaya menggalang kerjasama dengan berbagai pihak yang mempunyai komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap pengembangan informasi dan dokumentasi.


Selasa 21 Oktober 2014
Perpisahan Menristek : Kita Harus Bertransformasi Melakukan Perubahan
Senin 20 Oktober 2014
Seminar Nasional Teknologi Sistem Pemantauan dan Pengawasan Batubara di Indonesia
Kamis 16 Oktober 2014
Rapat Kerja PP-IPTEK 2014: Peran Strategis PP-IPTEK Dalam Mewujudkan SDM Iptek yang Berdaya Saing
Kamis 16 Oktober 2014
RISET-PRO Targetkan Cetak Doktor Handal
Kamis 16 Oktober 2014
Workshop Inkubasi Bisnis Teknologi
Rabu 15 Oktober 2014
Peluncuran Rencana Pitalebar Indonesia 2014-2019
Selasa 14 Oktober 2014
Kotabaru Dicanangkan sebagai Kawasan PKN
Senin 13 Oktober 2014
Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pengembangan Sel Punca dan Jaringan
Senin 13 Oktober 2014
PP-IPTEK Adakan Kontes Robot 2014
Senin 13 Oktober 2014
Soft Launching SIDa di Kabupaten Karanganyar
[ Berita lainnya ]