Ristek Headline |
Rabu 16 April 2014
 
 
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 11 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
BERITA KEGIATAN RISTEK
Selasa 11 Mei 2010
IPTEK VOICE : APLIKASI ASAP CAIR DALAM PENGOLAHAN KARET ALAM
Print PDF Facebook Twitter Email

 

Penelitian asap cair ditujukan untuk mengatasi masalah bau busuk menyengat di pabrik karet remah (crumb rubber) yang berlokasi di sepanjang sungai Musi, karena sungai Musi akan dijadikan sebagai obyek wisata air di kota Palembang khususnya dan Sumatera Selatan pada umumnya.Untuk lebih jelasnya Ir.Moch Solihin,MS Peneliti Asap Cair Deorub Pusat Penelitian Karet - Balai Penelitian Sembawa, menyampaikan dalam program radio Kementerian Negara Riset dan Teknologi, IPTEK VOICE yang disiarkan oleh RRI Pro 4 ,92.8 FM, Selasa 11 Mei 2010 pada pukul 08.30-09.00WIB.

Solihin menjelaskan asap cair sebenarnya asap yang dicairkan hasil dari pembakaran tempurung kelapa sawit dengan suhu 300 derajat celcius, pada awalnya Bau busuk terjadi karena pemecahan protein yang berada di dalam lateks oleh bakteri menjadi amonia dan sulfida. Percobaan pengurangan bau dilakukan dengan penyemprotan asap cair langsung pada permukaan bokar yang diproduksi oleh petani. Hasil percobaan menunjukkan bahwa secara spontan (instant) asap cair dapat mengurangi atau menetralkan bau busuk dan merubahnya menjadi bau asap. Tetapi setelah 2-3 hari terjadi penguapan asap cair, maka timbul bau busuk lagi dari dalam bokar. Dari masalah ini timbul ide untuk mencegah bau busuk sejak dari kebun petani yaitu dengan menggunakan asap cair sebagai penggumpal lateks. Percobaan penggumpalan lateks dengan asap cair yang akan diolah menjadi karet remah dan sit asap (ribbed smoked sheet/RSS) dilakukan dari tahun 1999 sampai dengan 2002.

Inovasi ini dilakukan untuk mengatasi dua masalah utama dalam pengolahan karet alam yaitu: 1) mutu yang rendah dan bau busuk yang menyengat sejak dari kebun dari bokar (bahan olah karet) yang dihasilkan oleh petani karet, dan 2) penggunaan kayu karet sebagai bahan bakar untuk mengawetkan dan mengeringkan sit dalam pengolahan ribbed smoked sheet (RSS) oleh perkebunan besar. Mutu bokar rendah disebabkan petani menggunakan bahan penggumpal lateks yang tidak dianjurkan dan merendam bokar di dalam kolam selama 7 – 14 hari. Perlakuan ini akan memicu berkembangnya bakteri yang merusak antioksidan alami di dalam bokar, sehingga indeks ketahanan plastisitas (PRI) menjadi rendah, dan bau busuk menyengat karena biodegradasi protein menjadi amonia dan sulfida. Penggunaan kayu karet sebagai bahan bakar untuk mengawetkan dan mengeringkan sit selama 5 – 6 hari dalam pengolahan RSS akan menimbulkan emisi gas CO2 ke udara sebanyak 46 % berat/berat kayu. Jumlah kayu karet yang diperlukan untuk mengawetkan dan mengeringkan sit adalah sebanyak 4 m3 per ton karet kering, jelas Solihin.

Hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan penggumpal asap cair, lama pengeringan dalam kamar asap dapat dipercepat dari 5-6 hari menjadi 2-3 hari, hal ini akan mengurangi volume pembakaran kayu karet menjadi setengah atau sepertiganya, artinya akan mengurangi emisi CO2 ke udara, dimana setiap kilogram kayu karet yang dibakar akan menghasilkan CO2 sebanyak 46 % berat/berat kayu. Pengembangan dari inovasi asap cair ini adalah asap cair dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk industri-industri yang lain, seperti: pupuk organik alami, pestisida, fungisida, herbisida, kosmetik, obat-obatan, dll., bahkan dapat dijadikan bio-oil, seperti yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Eropa. Ekspansi penggunaan asap cair ke luar negeri dapat dilakukan dengan diekspor ke negara –negara penghasil karet alam atau untuk industri lainnya di dunia. Proses produksi asap cair secara pirolisis ini tidak menimbulkan limbah (zero waste), karena diolah tanpa campuran bahan-bahan kimia sedikitpun, dalam reaktor tertutup (anaerob), dan limbahnya berupa tar dan arang dapat dimanfaatkan sebagai pengawet kayu atau obat, arang aktif, penyerap bau, dll. Penghargaan yang pernah diterima oleh peneliti dengan adanya penelitian ini adalah 1) Peneliti Berprestasi dari Direktur Eksekutif Lembaga Riset Perkebunan Indonesia pada bulan September 2004, 2) Teknologi Industri Kreasi Indonesia dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia (RI) pada bulan Oktober 2004, 3) Anugerah Riset Industri dari Menteri Negara Riset dan Teknologi RI pada bulan Agustus 2006, 4) Terpilih sebagai “100 Inovator Indonesia” yang disampaikan oleh Presiden RI pada bulan Agustus 2008. Juga untuk pabrik asap cair dengan merk dagang Deorub yaitu PT Global Deorub Industry telah menerima penghargaan: 1) Kalpataru ”Perintis Lingkungan” dari Gubernur Sumatera Selatan pada bulan Juni 2005 dan 2) Anugerah Produk Asli Indonesia oleh Harian Bisnis Indonesia pada bulan Desember 2008.

Sahabat Iptek...simak terus informasi Iptek yang menarik besok dengan narasumber  Ir Achmad Subagio ,MAGR,Phd dengan tema Teknologi Pengolahan Ampas VCO, Peneliti Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember IPTEK VOICE Senin s/d Jumat  pukul 08.30-09.00 WIB di RRI Pro 4 ,92.8 FM.  IPTEK VOICE "The Sound of Science". (rgp,dw/AD-PKIPT)

 



Rabu 16 April 2014
Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi dan Bisnis Inovatif Usia Muda
Senin 14 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon
Selasa 08 April 2014
Sosialisasi dan Pengukuran Technology Readiness Level di Jawa Tengah
Selasa 08 April 2014
Kerjasama Iptek RI-Jerman: Implementasi Iptek untuk Mendukung Pembangunan Nasional
Senin 07 April 2014
Pengukuran TRL di Pusat Unggulan Iptek Kakao
Senin 07 April 2014
ASEAN Persiapkan Diri untuk Mobilitas SDM Iptek
Senin 07 April 2014
Kemenristek Hadiri Rakor BPPD Provinsi Jatim
Kamis 03 April 2014
Kemenristek Dorong Konsorsium Pembangunan Satelit Penginderaan Jauh
Kamis 03 April 2014
Rapat Koordinasi Undang-Undang Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014 Dalam Rangka Penguatan Teknologi Industri
Rabu 02 April 2014
Kunjungan Mahasiswa UNLAM ke Pusat Studi Biofarmaka IPB
[ Berita lainnya ]