Ristek Headline |
Thursday, July 24, 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Wednesday, July 16, 2014
Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Asdep Jaringan Penyedia Dengan Pengguna dan Menristek

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Tuesday, May 11, 2010
IPTEK VOICE : APLIKASI ASAP CAIR DALAM PENGOLAHAN KARET ALAM
Print PDF Facebook Twitter Email

 

Penelitian asap cair ditujukan untuk mengatasi masalah bau busuk menyengat di pabrik karet remah (crumb rubber) yang berlokasi di sepanjang sungai Musi, karena sungai Musi akan dijadikan sebagai obyek wisata air di kota Palembang khususnya dan Sumatera Selatan pada umumnya.Untuk lebih jelasnya Ir.Moch Solihin,MS Peneliti Asap Cair Deorub Pusat Penelitian Karet - Balai Penelitian Sembawa, menyampaikan dalam program radio Kementerian Negara Riset dan Teknologi, IPTEK VOICE yang disiarkan oleh RRI Pro 4 ,92.8 FM, Selasa 11 Mei 2010 pada pukul 08.30-09.00WIB.

Solihin menjelaskan asap cair sebenarnya asap yang dicairkan hasil dari pembakaran tempurung kelapa sawit dengan suhu 300 derajat celcius, pada awalnya Bau busuk terjadi karena pemecahan protein yang berada di dalam lateks oleh bakteri menjadi amonia dan sulfida. Percobaan pengurangan bau dilakukan dengan penyemprotan asap cair langsung pada permukaan bokar yang diproduksi oleh petani. Hasil percobaan menunjukkan bahwa secara spontan (instant) asap cair dapat mengurangi atau menetralkan bau busuk dan merubahnya menjadi bau asap. Tetapi setelah 2-3 hari terjadi penguapan asap cair, maka timbul bau busuk lagi dari dalam bokar. Dari masalah ini timbul ide untuk mencegah bau busuk sejak dari kebun petani yaitu dengan menggunakan asap cair sebagai penggumpal lateks. Percobaan penggumpalan lateks dengan asap cair yang akan diolah menjadi karet remah dan sit asap (ribbed smoked sheet/RSS) dilakukan dari tahun 1999 sampai dengan 2002.

Inovasi ini dilakukan untuk mengatasi dua masalah utama dalam pengolahan karet alam yaitu: 1) mutu yang rendah dan bau busuk yang menyengat sejak dari kebun dari bokar (bahan olah karet) yang dihasilkan oleh petani karet, dan 2) penggunaan kayu karet sebagai bahan bakar untuk mengawetkan dan mengeringkan sit dalam pengolahan ribbed smoked sheet (RSS) oleh perkebunan besar. Mutu bokar rendah disebabkan petani menggunakan bahan penggumpal lateks yang tidak dianjurkan dan merendam bokar di dalam kolam selama 7 – 14 hari. Perlakuan ini akan memicu berkembangnya bakteri yang merusak antioksidan alami di dalam bokar, sehingga indeks ketahanan plastisitas (PRI) menjadi rendah, dan bau busuk menyengat karena biodegradasi protein menjadi amonia dan sulfida. Penggunaan kayu karet sebagai bahan bakar untuk mengawetkan dan mengeringkan sit selama 5 – 6 hari dalam pengolahan RSS akan menimbulkan emisi gas CO2 ke udara sebanyak 46 % berat/berat kayu. Jumlah kayu karet yang diperlukan untuk mengawetkan dan mengeringkan sit adalah sebanyak 4 m3 per ton karet kering, jelas Solihin.

Hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan penggumpal asap cair, lama pengeringan dalam kamar asap dapat dipercepat dari 5-6 hari menjadi 2-3 hari, hal ini akan mengurangi volume pembakaran kayu karet menjadi setengah atau sepertiganya, artinya akan mengurangi emisi CO2 ke udara, dimana setiap kilogram kayu karet yang dibakar akan menghasilkan CO2 sebanyak 46 % berat/berat kayu. Pengembangan dari inovasi asap cair ini adalah asap cair dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk industri-industri yang lain, seperti: pupuk organik alami, pestisida, fungisida, herbisida, kosmetik, obat-obatan, dll., bahkan dapat dijadikan bio-oil, seperti yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Eropa. Ekspansi penggunaan asap cair ke luar negeri dapat dilakukan dengan diekspor ke negara –negara penghasil karet alam atau untuk industri lainnya di dunia. Proses produksi asap cair secara pirolisis ini tidak menimbulkan limbah (zero waste), karena diolah tanpa campuran bahan-bahan kimia sedikitpun, dalam reaktor tertutup (anaerob), dan limbahnya berupa tar dan arang dapat dimanfaatkan sebagai pengawet kayu atau obat, arang aktif, penyerap bau, dll. Penghargaan yang pernah diterima oleh peneliti dengan adanya penelitian ini adalah 1) Peneliti Berprestasi dari Direktur Eksekutif Lembaga Riset Perkebunan Indonesia pada bulan September 2004, 2) Teknologi Industri Kreasi Indonesia dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia (RI) pada bulan Oktober 2004, 3) Anugerah Riset Industri dari Menteri Negara Riset dan Teknologi RI pada bulan Agustus 2006, 4) Terpilih sebagai “100 Inovator Indonesia” yang disampaikan oleh Presiden RI pada bulan Agustus 2008. Juga untuk pabrik asap cair dengan merk dagang Deorub yaitu PT Global Deorub Industry telah menerima penghargaan: 1) Kalpataru ”Perintis Lingkungan” dari Gubernur Sumatera Selatan pada bulan Juni 2005 dan 2) Anugerah Produk Asli Indonesia oleh Harian Bisnis Indonesia pada bulan Desember 2008.

Sahabat Iptek...simak terus informasi Iptek yang menarik besok dengan narasumber  Ir Achmad Subagio ,MAGR,Phd dengan tema Teknologi Pengolahan Ampas VCO, Peneliti Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember IPTEK VOICE Senin s/d Jumat  pukul 08.30-09.00 WIB di RRI Pro 4 ,92.8 FM.  IPTEK VOICE "The Sound of Science". (rgp,dw/AD-PKIPT)

 



Thursday, July 17, 2014
Menristek Resmikan Workshop Fasilitas Pilot Plant Riset Baterai Lithium
Monday, July 14, 2014
Menristek Hadiri Peresmian RS Pusat Otak Nasional
Tuesday, July 8, 2014
Sinkronisasi Kebijakan, Program dan Pendanaan Iptek 2015-2019
Monday, July 7, 2014
Buka Puasa Bersama : Mari Kita Tingkatkan Keimanan dan Pengabdian Kita
Monday, July 7, 2014
DWP Kemenristek Serahkan Santunan Pendidikan
Friday, July 4, 2014
Pengembangan Teknologi Transportasi Multiguna Pedesaan Hasil Konsorsium Riset
Friday, July 4, 2014
Peresmian Bio Center Plant dan Ground Breaking Unit Produksi Enzim PT Petrosida Gresik
Thursday, July 3, 2014
Pengembangan Industri Perdesaan Berbasis Sumber Daya dan Produk Lokal Ternak Ruminansia Kecil dalam Wadah Konsorsium
Tuesday, July 1, 2014
Kemenristek Dorong Penguatan Jaringan Riset dalam Pengembangan Energi Alternatif di Kota Surakarta
Tuesday, July 1, 2014
Indonesia - Iran: Dua Negara Islam Bersahabat yang Berkomitmen untuk Melaksanakan Penelitian dan Produksi Iptek Bersama
[ Berita lainnya ]