Ristek Headline |
Jumat 01 Agustus 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 16 Juli 2014
Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Asdep Jaringan Penyedia Dengan Pengguna dan Menristek

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Rabu 05 Mei 2010
Komersialisasi Teknologi, Waktunya Swasta Terlibat
Print PDF Facebook Twitter Email

Inovasi, bagi banyak negara adalah salah satu strategi untuk mendiversifikasi moda ekonomi masyarakat. Bagi negara-negara tersebut, inovasi diartikan sebagai menemukan "sesuatu yang baru". Ragam hal baru ini bisa berbentuk teknologi mutakhir, ataupun lebih menyentuh pada kebutuhan mengembangkan produk yang sudah ada.

Tidak jarang pengembangan yang dimaksud sebetulnya adalah upaya mengeksplorasi warisan kekayaan budaya. Sesungguhnya, negara-negara maju merupakan kelompok yang paling aktif untuk mengelola warisan kekayaan kultural domestiknya, semata karena alasan keunikan dan tak bisa disaingi oleh bangsa lain.

Proses penciptaan pembuatan hal baru itulah akhirnya yang akan menambah daya kompetisi dan kesinambungan pembangunan suatu negara. Pemerintah tentu bertugas untuk memberikan jaminan kepastian bagi masyarakat agar proses penciptaan teknologi bisa berjalan secara sempurna. 

Untuk mempelajari bagaimana pemerintah Australia menjamin masyarakatnya agar mampu melakukan komersialisasi inovasi, 10 (sepuluh) pegawai Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) telah mengikuti program telah mengikuti program ALAF di Negeri Kangguru. Kesepuluh pegawai tersebut membagikan hasil studi mereka dalam suatu acara pertemuan diskusi, pada tanggal 30 April 2010 di kantor Ristek.

Komersialisasi Teknologi

Topik diskusi komersialisasi ini mengangkat tujuan pembicaraan yang mengarahkan menarik berbagai kesimpulan tentang pentingnya komersialisasi teknologi untuk mendorong perekonomian nasional. Acara yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek (PPI) ini dihadiri oleh jajaran Eselon I dan II Ristek, serta undangan dari lembaga swasta dan publik.

Agenda diskusi ini diisi dengan presentasi hasil pembelajaran (alumni ALAF 2010), kemudian dilanjutkan dengan pembahasan "best practice" inovasi dari perspektif Indonesia oleh Thomas Dharmawan, Kadin. Dari pihak Badan Standarisasi Nasional (BSN), turut menyumbangkan materi presentasi yang membahas perspektif kebijakan standarisasi dalam sistem inovasi di Indonesia. Materinya dibawakan oleh Sekeretaris Utama BSN, Amir Partowiyatmo selaku Waka II KNAPPP.

Awal diskusi dimulai oleh tiga orang dari sepuluh peserta alumni peserta Program Australian Leadership Awards Fellowship (ALAF) di Brisbane, Australia yang memberikan presentasi. Materi yang disampaikan oleh para alumni tentang hasil pengalaman pembelajaran mereka selama empat puluh hari di Queenland University of Technology (QUT). ALAF merupakan program yang dibiayai oleh AusAid, Australia.

Para alumni ALAF mengungkapkan pengalaman mengamati pemerintah Australia merancang dan menjalankan program inovasi. Studi tersebut antara lain dilakukan dengan mengunjungi berbagai lembaga di bawah koordinasi Department of Innovation, Industry, Science and Research (DIISR) dan berbagai lembaga milik pemerintah negara bagian maupun tingkat kota.

Dari presentasi terungkap bahwa pemerintah Australia berupaya agar pihak swasta bisa bekerjasama dengan harmonis dengan pihak intelektual. Pemberian insentif inovasi tak hanya berupa pengembangan produk di sektor litbang, namun hingga termasuk untuk membantu swasta agar mau menjadi penanam modal dan mitra pembina kalangan akademisi supaya bisa terlibat pada aktivitas bisnis.

Waktunya Swasta Terlibat

Sekretaris Menteri Ristek (Sesmenristek) kemudian membuka sesi diskusi, yang  dipandu oleh Deputi PPI KRT. Reviewer dari Kadin, Thomas Dharmawan, dalam membahas presentasi alumni program menyampaikan perlunya agar sektor UKM Indonesia bisa berpartisipasi pada kegiatan komersialisasi iptek. Disinyalir, selama ini kelompok riset masih terlalu berkutat pada kepentingan litbang dan belum mengarah ke kegiatan komersial. 

Berbeda persepektif ulasan yang disampaikan wakil ketua KNAPPP, Amir, yang mengulas perspektif standarisasi bagi sistem inovasi nasional. Amir menjelaskan bahwa hasil-hasil inovator akan mendapat nilai daya saing yang lebih prima manakala memiliki standar produk yang jelas. 

Pemerintah bertindak sebagai verifikator pada sistem standar. Berkat aplikasi ketentuan standar dari pemerintah, maka berbagai komoditas asing yang masuk harus memiliki nilai kualitas tertentu, sehingga turut menjamin hak-hak konsumen.

Kesimpulan dari hasil diskusi  ini, segenap lapisan pemerintah perlu mendorong kebijakan yang berpihak pada kemajuan riset dan pengembangan serta inovasi guna mendukung perekonomian nasional dengan arah yang jelas, dan dirumuskan berdasarkan kondisi riil masyarakat -- kebijakan yang akuntabel akan menghasilkan aktualisasi yang efesien. Kebijakan dimaksud antara lain adalah Sistem Inovasi Nasional Indonesia.

Hadir pada acara diskusi sebanyak tiga puluh peserta yang terdiri pejabat eselon 1 dan II Ristek dan yang mewakilinya,  praktisi dari KADIN, ketua DRN, dan wakil ketua KNAPPP serta para staf Ristek alumni perogram  ALAF  2010.

Menggunakan wawasan yang telah dipetik dari Australia, para alumni ALAF selanjutnya akan mengadakan berbagai pelatihan/workshop mula-mula di lingkungan Ristek.  Nantinya, workshop akan mengambil tema antara lain pengenalan hak kekayaan intelektual (HKI), yang juga telah dipelajari oleh para alumni ALAF di Australia.  HKI adalah faktor penting agar industri dapat tumbuh berkembang secara adil dan mampu bersaing di kancah dunia internasional. Hasil kegiatan ALAF ini nantinya akan mendapat evaluasi dari Queensland University of Technology (QUT), bersama pihak Ristek, di kuartal ketiga 2010.

(dep-PPI/humasristek/WB/AFM)



Kamis 17 Juli 2014
Menristek Resmikan Workshop Fasilitas Pilot Plant Riset Baterai Lithium
Senin 14 Juli 2014
Menristek Hadiri Peresmian RS Pusat Otak Nasional
Selasa 08 Juli 2014
Sinkronisasi Kebijakan, Program dan Pendanaan Iptek 2015-2019
Senin 07 Juli 2014
Buka Puasa Bersama : Mari Kita Tingkatkan Keimanan dan Pengabdian Kita
Senin 07 Juli 2014
DWP Kemenristek Serahkan Santunan Pendidikan
Jumat 04 Juli 2014
Pengembangan Teknologi Transportasi Multiguna Pedesaan Hasil Konsorsium Riset
Jumat 04 Juli 2014
Peresmian Bio Center Plant dan Ground Breaking Unit Produksi Enzim PT Petrosida Gresik
Kamis 03 Juli 2014
Pengembangan Industri Perdesaan Berbasis Sumber Daya dan Produk Lokal Ternak Ruminansia Kecil dalam Wadah Konsorsium
Selasa 01 Juli 2014
Kemenristek Dorong Penguatan Jaringan Riset dalam Pengembangan Energi Alternatif di Kota Surakarta
Selasa 01 Juli 2014
Indonesia - Iran: Dua Negara Islam Bersahabat yang Berkomitmen untuk Melaksanakan Penelitian dan Produksi Iptek Bersama
[ Berita lainnya ]