Ristek Headline |
Rabu 03 September 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI

CPNS 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Senin 25 Agustus 2014
Menteri Iptek ASEAN Bahas Kebijakan Iptek Tingkat Regional

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Kamis 22 April 2010
Pemberdayaan Perempuan Melalui Iptek : Hapus KDRT
Print PDF Facebook Twitter Email

Substansi peringatan Hari Kartini bukan identik dengan menggunakan pakaian adat, karena “Inti Perjuangan Kartini yakni Pemberdayaan Kaum Perempuan”. Peranan kaum perempuan di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, makin menguat dan berkembang.

Perjuangan Kartini begitu mulia sehingga tidak cukup hanya diperingati melalui kegiatan seremonial. Tetapi harus dikaji dan direnungkan, serta mengembangkan relevansi emansipasi perempuan pada zaman sekarang. Misalnya perlawanan terhadap kejahatan perdagangan manusia yang sebagian besar korban adalah kaum perempuan dan peningkatan sumber daya perempuan melalui pendidikan dan Iptek.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, PUSPIPTEK bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPM-KB) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan TP. PKK Kota Tangerang Selatan, pada tanggal 21 April 2010, di Ruang Utama Gedung Graha Widya Bakti Puspiptek Serpong,  menyelenggarakan seminar dengan tema "Percepatan Penghapusan KDRT melalui Pemberdayaan  Perempuan dengan Pemanfaatan Iptek”.

Peringatan Hari Kartini ini dibuka oleh Walikota Tangsel HM. Saleh  dan dihadiri oleh  Kepala Puspiptek, Jeni Ruslan, Para Camat Se Tangerang Selatan, Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Kota Tangsel, dan berbagai organisasi perempuan di Kota tangsel. Turut hadir sebagai pembicara Subagio, Deputi Bidang Perlindungan Perempuan, Airin Rachmi Diany pemerhati dan praktisi pendidikan dan  Sulaiman Budi Sunarto, inovator dari PT Agro Makmur, Karanganyar, Jawa Tengah.

Acara diawali dengan tarian “Cuking” yang merupakan tarian khas Tangerang dari SMPN 2 Tangerang Selatan, tari saman dari SMU 2 Tangerang Selatan kemudian untuk memecah suasana yang monoton dan beku diturunkan tim outbond untuk melakukan ice breaking sehingga suasana menjadi cair dan meriah dengan gelak tawa para peserta. 

Sebagai salah satu pembicara,  Deputi Bidang Perlindungan Perempuan,  Subagyo,  dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan Topik “Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dalam Ranah dan Keadilan Gender”.  Di depan peserta diskusi yang didominasi kaum perempuan, dengan tegas Subagio mengajak agar intelektual perempuan jangan hanya selalu dilihat dari pendidikan tinggi tapi bagaimana seorang perempuan mampu mengantarkan anaknya menjadi intelektual baru.

Kartini yang dimiliki Indonesia sebenarnya tak hanya satu. Ada berjuta-juta Kartini di Indonesia yang sebenarnya bisa kita teladani. Perempuan Indonesia bisa mencontoh semangat Kartini. Meski dibatasi tembok keraton tapi Kartini tidak menyerah dan menyuarakan potensinya. "Apa yang kita bisa teladani dari Kartini? “.

Di manapun kita berada, di manapun lingkungan kita, kita harus berani bergerak walau sekecil apapun. Menggali potensi diri, berani bermimpi dan mau mengubah hidup kita. Ini sebuah kekayaan, tapi gerakan apapun yang dilakukan perempuan harus diiringi dengan nilai sebagai pegangan agar gerakan tersebut berguna bagi dirinya dan masyarakatnya. Pada diri Kartini, nilai itu sudah terbangun. Kita bisa melihat sampai sejauh mana gerakan perempuan dapat membawa perubahan," ujarnya.

Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga
Tokoh Perempuan Tangerang Selatan dan juga sebagai ketua PMI Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany  memaparkan topik bahasan “Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga”.  “Dalam memperingati Hari Kartini tahun 2010 ini, kita perlu melakukan refleksi dan mengevaluasi sejauh mana cita-cita Kartini dan tokoh perempuan lainnya telah tercapai. Peringatan Hari Kartini seharusnya dimaknai bukan hanya sebagai ritual simbol-simbol seperti memakai pakaian kebaya saja. Pasalnya, semangat yang ingin disampaikan Kartini adalah semangat kesetaraan gender. Sudah selayaknya perempuan saat ini berterima kasih atas jasa seorang Kartini yang gigih memperjuangkan hak-hak dan emansipasi kaum perempuan”, paparnya.

Isu tentang kesetaraan dan pemberdayaan perempuan terutama dalam hal akses pendidikan masih menjadi isu penting di Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Millenium Development Goals (MDG). Artinya, kesetaraan dan pemberdayaan perempuan adalah prasyarat bagi tercapainya pembangunan yang berorientasi pada manusia tanpa memandang jenis kelamin”, lanjutnya.

“Hingga saat ini masih banyak permasalahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang belum reda. Budaya kekerasan terhadap perempuan dan ketidak adilan gender seakan tiada habisnya. Kekerasan yang sering terjadi kepada kaum perempuan di dalam rumah tangga merupakan tantangan bagi kaum perempuan untuk terus memperjuangkan keadilan gender”. Ujar Airin,

Meski kesetaraan merupakan isu penting dalam pembangunan, isu mengenai kesetaraan perempuan masih dibayangi kasus-kaskus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Ada banyak hal yang menyebabkan KDRT, baik yang bersifat sosial, kultural, maupun psikologis. Bentuk KDRT pun beragam mulai dari yang bersifat fisik, psikis, seksual, hingga ekonomi.

Namun yang harus kita garis bawahi adalah segala bentuk kekerasan kepada perempuan merupakan tindakan yang melukai kemanusiaan. “Secara perlahan, tindakan KDRT akan merusak tiang-tiang kehidupan karena perempuan adalah penyangga pranata sosial terkecil dalam masyarakat kita, yaitu keluarga,” tegas Airin.

Ahli Rekayasa Pertanian Organik, Soelaeman Budi  Sunarto,  inovator dari PT Agro Makmur, Karanganyar, Jawa Tengah.  tak kalah dalam menyampaikan   sumbangsihnya dengan paparan bertopik "Paradigma Baru Biogas Sampah”, sebagai ajang Pemberdayaan  Perempuan melalui Pemanfaatan Iptek.

Jasa RA Kartini sungguh besar karena sudah berupaya membangun semangat kaum perempuan untuk dapat berperan dalam memberdayakan diri serta duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan kaum laki-laki. Filosofi seperti itu pada jaman sekarang lazim disebut kesetaraan dan keadilan gender.

Raden Ajeng Kartini merupakan salah seorang perempuan Indonesia yang merupakan sosok yang tidak dapat dilupakan dalam sejarah kebangkitan perempuan di tanah air Indonesia. Selain itu dia juga dianggap sebagai ikon reformis perempuan Indonesia, karena telah berhasil meletakkan dasar-dasar kesetaraan gender yang progresif.

Pemerintah menyadari bahwa partisipasi kaum perempuan dalam kehidupan yang luas menjadi kebutuhan yang tak dapat dielakkan. Oleh karenanya secara terus menerus pemerintah memberikan peran yang paling luas kepada kaum ibu untuk bersama-sama kaum pria menata kondisi kemasyarakatan agar dapat berjalan dengan seimbang.

Walau eksistensi perempuan dewasa ini semakin diakui, baik itu yang berada pada sektor formal maupun sektor non formal seperti pekerja sosial dan pengusaha, namun perjuangan untuk membuat perempuan keluar dari penjajahan itu belum usai, masih banyak pekerjaan rumah yang belum tuntas dan harus dilanjutkan oleh generasi muda Kartini saat ini. Oleh karenanya momen Hari Kartini sebaiknya harus dijadikan sebagai motivasi bagi diri.

Guna memeriahkan acara peringatan Hari Kartini 2010, di serambi ruang sidang utama dilgelar lomba tumpeng yang diikuti oleh 20 peserta dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan kecamatan kecamatan se tangerang selatan, mengakhiri seluruh rangkaian acara.(puspiptek/as/humasristek)



Kamis 25 September 2014
Intermediary Expert Training Untuk Mendukung Sistem Inovasi Nasional (SINas)
Senin 25 Agustus 2014
ASEAN Berikan Penghargaan pada Pegiat Iptek
Senin 25 Agustus 2014
Menteri Iptek ASEAN Bahas Kebijakan Iptek Tingkat Regional
Jumat 22 Agustus 2014
Kementerian Riset dan Teknologi Hadir di Kalsel Expo 2014
Jumat 22 Agustus 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68
Kamis 21 Agustus 2014
Penaganugerahan Gelar Perekaya Utama Kehormatan
Selasa 19 Agustus 2014
Simposium Nasional Implementasi Hasil Riset Vaksin
Senin 18 Agustus 2014
Inovasi untuk Komunitas ASEAN yang Lebih Baik
Minggu 17 Agustus 2014
Iptek Bagi Pembangunan Nasional
Rabu 13 Agustus 2014
Seminar Sejarah dan Peradaban Medang–Aspek Perkembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Nusantara
[ Berita lainnya ]