Ristek Headline |
Jumat 06 Maret 2015
 
 

Ristek TV

Hasil Seleksi CPNS 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Kamis 26 Februari 2015
Rakernas Kemenristekdikti 2015

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Minggu 18 April 2010
GREEN ARCHITECTURE SALAH SATU UPAYA MENGATASI PEMANASAN GLOBAL
Print PDF Facebook Twitter Email

Belakangan ini hampir seluruh orang tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia selalu membicarakan going green. Ketika krisis energi terjadi maka akan muncul pertanyaan “dapatkah kita menciptakan suatu energi alternatif yang baru?”. Sebagian lagi akan bertanya”apakah kita tidak bisa menghemat energi yang kita pergunakan setiap harinya?”. Pertanyaan itu merupakan pertanyaan biasa saat ini, yang sebenarnya dapat kita jawab sendiri.


Konsep green architecture atau arsitektur hijau merupakan salah satu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tersebut. Dengan menerapkan konsep arsitektur hijau dilingkungan tempat tinggal kita maka setidaknya kita akan menghemat energi yang kita gunakan. Memang bagi sebagian orang akan bertanya “apakah yang dimaksud dengan arsitektur hijau?” dan “dan apakah karena dikatakan arsitektur hijau maka bangunan atau rumah kita harus bercat hijau?”. Penjelasan dan pemahaman memang perlu diberikan dengan jelas agar masyarakat dapat mengerti, memahami apa yang dimaksud dengan arsitektur hijau sehingga mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada acara Bincang Sains dan Teknologi Pupuler (Binokuler) di Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) hari Minggu (18/4) dibahas secara terperinci mengenai apa itu arsitektur hijau, mengapa arsitektur hijau perlu diterapkan di sekitar kita dan bagaimana cara menerapkan arsitektur hijau tersebut. Ibu Finarya selaku narasumber sekaligus Direktur PP-IPTEK mengatakan “arsitektur hijau tidak bisa terlepas dari apa yang disebut bangunan hijau, bukan berarti bangunan itu harus bercat hijau, tetapi lebih pada apakan bangunan tersebut telah efisien dalam penggunaan energi, air dan segala sumber daya yang ada”.

Dalam acara tersebut juga dijelaskan beberapa syarat untuk suatu bangunan dapat dikatakan bangunan hijau misalnya : Penataan ruang dengan pertimbangan pencahayaan alami yang lebih banyak dengan kaca, penataan tata ruang dengan lebih banyak penghawaan silang sehingga meminimalkan penggunaan kipas angin dan AC, teritisan atap yang lebih panjang sehingga dapat meneduhkan pemakai bangunan serta atap yang lebih tinggi untuk kondensasi panas, dan lain sebagainya.

Acara yang berlangsung selama satu jam ini menarik minat dan antusiasme pengunjung, ini dapat dilihat dari banyaknya jumlah pengunjung, di sela-sela acara juga diselingi dengan demonstrasi-demonstrasi yang masih berhubungan dengan materi yang diberikan. Acara ditutup pada pukul 15.00 dengan satu demonstrasi spektakuler “Dragon Fire”. [pp-iptek]



Sabtu 28 Februari 2015
Menristekdikti Hadiri Peresmian JK Center of Technology
Kamis 26 Februari 2015
Rakornas Kemenristekdikti 2015
Senin 16 Februari 2015
PT Honda Donasikan Mobil untuk Riset dan Edukasi
Jumat 13 Februari 2015
Menristekdikti Dorong Mahasiswa Bidikmisi Unmul Berprestasi Tinggi
Jumat 13 Februari 2015
Menrisetkdikti Kunjungi Universitas Mulawarman
Kamis 12 Februari 2015
Menristekdikti Luncurkan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Kesehatan Indonesia
Selasa 10 Februari 2015
Menristekdikti Tinjau Politeknik Negeri Batam
Selasa 10 Februari 2015
Menristekdikti Dukung Pengembangan Sekolah Formal Jurnalisme
Selasa 10 Februari 2015
Menristekdikti Launching Sampoerna School System
Minggu 01 Februari 2015
Menristekdikti Tandatangani Kerjasama dengan PBNU
[ Berita lainnya ]