 BoP Asia merupakan nama popular dari Program Inovasi Sains dan Teknologi untuk masyarakat bawah Piramida di Asia Tenggara. Sekitar empat miliar orang, atau mayoritas penduduk bumi mengisi bawah atau dasar piramida (BoP). Dasar piramida merupakan sebutan bagi penduduk dunia yang hidup dengan kurang dari empat dolar Amerika setiap harinya. Benua Asia, terlepas dari perkembangan indikator sosial dan ekonomi yang spektakuler selama beberapa dekade terakhir, jelaslah bahwa BoP mencerminkan tantangan pembangunan sekaligus peluang berkolaborasi yang luar biasa besar. Dan memaksimalkan penerapan Sains dan Teknologi (S&T) serta inovasi yang merupakan agenda besar untuk meraih tujuan dalam meningkatkan kehidupan masyarakat BoP.
School of Government (ASoG) bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Riset Internasional International Development Research Centre (IDRC) Kanada dalam mengimplementasikan program yang ingin membina Inovasi Sains dan Teknologi sehingga dapat memenuhi kebutuhan bagi mereka yang kemampuan ekonominya terpinggirkan khususnya yang berada di daerah Asia Tenggara. Program ini ingin memfasilitasi kerjasama antar berbagai organisasi dan sektor di negara-negara Asia Tenggara untuk mencapai tujuan pemahaman dan strategi yang lebih baik, proses dan kebijakan yang dapat membina Inovasi Sains dan Teknologi sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat BoP.
Salah satu fungsi Dewan Riset Nasional (DRN) adalah memberikan masukan kepada pemerintah melalui Menteri Riset dan Teknologi dalam merumuskan arah dan prioritas utama pembangunan iptek serta memberikan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan strategis nasional. Iptek merupakan salah satu persoalan bangsa Indonesia adalah masih tingginya tingkat kemiskinan, dimana sekitar 33, 7 juta jiwa masih berada dibawah garis kemiskinan.
“Susilo Bambang Yudhoyono di Pusat Pengembangan Iptek-Serpong, pada 20 Januari 2010 yang lalu menyampaikan bahwa pembangunan iptek harus didedikasikan untuk pengentasan kemiskinan yang juga sejalan dengan salah satu tujuan Millennium Development Goals yaitu pengentasan kemiskinan di dunia Lebih lanjut, Presiden juga menghimbau untuk menggalang kerjasama seluas-luasnya dengan lembaga-lembaga internasional” Ujar, Kepala Dewan Riset Nasional, Andrianto Handojo.
Seperti diketahui iBop Asia merupakan suatu kegiatan kerjasama lintas bangsa dalam rangka meningkatkan konstribusi iptek untuk pengentasan kemiskinan. Dalam kesamaan pandangan tersebut, DRN mendukung upaya iBoP Asia Project untuk mendisfusikan pemanfaatan hasil-hasil Sains dan Teknologi dalam rangka pengentasan kemiskinan termasuk di Indonesia.
Tujuan program iBoP Asia antara lain: 1) Mengesahkan kepekaan akan kebutuhan masyarakat miskin dan mencari tahu bagaimana Sains & Teknologi dapat berperan dalam memenuhi kebutuhan masyrakat; 2) Berkonstribusi dalam membangun kebijakan dan perangkat pemerintah yang mendukun inovasi Sains & Teknologi bagi masyarakat miskin; 3)Membangun kapasitas peneliti dan dewan-dewan riset dengan melakukan studi-studi tentang inovasi-inovasi Sains & Teknologi yang berpihak pada masyarakat miskin; 4) Mengembangkan media terbuka untuk peneliti, innovator, dan sektor-sektor penting di Asia untuk saling berbagi informasi dan saling belajar; 5) memfailitasi dialog pemerintah, sektor swasta, masyarakat madani, dan perwakilan BoP untuk medorong kerjasama berbagi stakeholder yang akan mengusung inovasi S&T bagi masyarakat lain.
Acara Forum on iBoP Asia’s Frontiers: Charting the Future of Science and Technology (S & T) Innovations for Base of Pyramid (iBoP) in Southest Asia dilaksanakan pada Rabu, 3 Maret 2010 bertempat di Singasari Ballroom, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta. (MD/Humsristek) |