Ristek Headline |
Rabu 22 Mei 2013
 
 
Iptek Voice
Kamis 16 Mei 2013
Kebijakan Iptek Dalam Mendukung Ketahanan Energi Nasional
http://www.ristek.go.id/file/voice/2013/05/kebijakan-iptek-dalam-mendukung-ketahanan-energi-nasional.mp3
kategori : Energi
Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS dan Dr. Idwan Suhardi
Galeri Foto

Senin 20 Mei 2013
Hasil Penelitian Pemantauan Teluk Buyat

FacebookTwitter

Intranet
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum
Majalah

RUP TA 2012


BERITA KEGIATAN RISTEK
Rabu 03 Maret 2010
SDIT AULADY Belajar Di Laboratorium Alam Puspiptek
Print PDF Facebook Twitter Email

Di Indonesia, ada banyak laboratorium alam yang bisa dijadikan tempat belajar tentang peran aktif untuk melestarikan alam sesuai kehidupan sehari-hari. Bila kita jeli, tempat-tempat ini merupakan representasi dari kebijakan alam mengatur keseimbangan. Salah satu pemanfaatan laboratorium alam guna proses belajar dilaksanakan di kebun propinsi Puspiptek oleh Sekolah Dasar Islam Terpadu SDIT AULADY BSD Serpong, Tangerang, Selasa  2 Maret 2010. Disatu kesempatan, Fitri, pemandu rombongan bertanya pada anak-anak didiknya : “Kegiatan apa yang kalian sukai”?, ”Berlari-lari di kebun yang rindang dan sejuk dengan banyak permainan di alam terbuka”, Jawab anak anak serentak.     

Alam terbuka merupakan tempat belajar yang sangat disenangi anak-anak sekaligus paling efektif. Alam memberikan ruang untuk dilihat dan diperhatikan oleh anak-anak seperti melihat berbagai pohon khas tiap-tiap propinsi di Indonesia, menemukan kepompong yang berada didahan pohon, bunga yang sedang tumbuh mekar, semut-semut yang berbaris.  Semua itu pengalaman yang menarik dan  sangat mengesankan bagi anak-anak sekaligus dapat menanamkan kecintaan mereka pada lam semesta sehingga dapat dijaga dan dirawat bersama sama dengan baik.

Anak-anak selalu istimewa, bagaikan intelektual cilik dengan daya jelajah obeservasinya. Curiosity begitu tinggi, apapun hal hal kecil sering kali menjadi bahan pertanyaan. Itulah sebabnya peran kita para orang dewasa , menjadi penting di dalam memberikan informasi yang benar agar berguna dan juga mengarahkan agar mereka mendapatkan pengetahuan secara lengkap.

“Belajar di alam terbuka akan memberikan pengalaman langsung dan menumbuhkan 'willing to learn' bagi anak-anak, itulah pondasi dasar untuk mengembangkan kemampuan akademisnya”, ujar Danang Sukoco, humas puspiptek, saat mendampingi anak-anak dalam beraktifitas di laboratorium alam puspiptek.

Keanekaragaman hayati di kawasan  hutan mini puspiptek ini menjadikan ide untuk menggunakan fenomena alam itu untuk bahan perbincangan di kalangan anak-anak SD yang merupakan laboratorium alam yang sangat berguna dunia pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari usia dini.

Di tengah-tengah 660 hektar kawasan Puspitek Serpong dikembangkan bagian seluas 9 hektar untuk Kebun Propinsi, tempat memperkenalkan dan melestarikan semua jenis tumbuhan yang pernah diusulkan menjadi pengenal propinsi (Sastrapradja & Rifai, 1984) yang kemudian ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri sebagai tanaman penjati diri propinsi (1989).

Kebun Botani Puspiptek Serpong terletak 27 km di sebelah Barat Daya Jakarta dan 40 km di sebelah barat Bogor, menyatu dengan kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong. Ruang terbuka hijau di antara gedung-gedung di kawasan ini dimanfaatkan untuk koleksi jenis tumbuh-tumbuhan Indonesia, sehingga secara keseluruhan kawasan ini merupakan Kebun Botani.

Disini ditanam pula jenis-jenis tumbuhan yang umum terdapat ditiap propinsi di Indonesia. Kebun Propinsi ini adalah merupakan bagian dari Program Kebun Botani di Puspiptek yang jangkauannya lebih dari sekedar penataan lingkungan tetapi juga mengemban fungsi konservasi sumberdaya genetika tumbuhanyang dalam beberapa tahun terakhir terus menerus mengalami pengikisan (erosi genetik). Karena itu koleksinya perlu dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambahnya, guna dapat dimanfaatkan secara lestari untuk menunjang rekayasa genetik yang diperlukan bagi pembangunan Nasional.

Kebun Botani Puspitek Serpong telah dikembangan dengan pemekaran Kebun Propinsi sejalan dengan bertambahnya jumlah propinsi di Indonesia,  Pengembangan kebun rempah-rempah atau kebun bumbu serta Pengembangan kebun karbohidrat (uwi-uwian). Telah dihasilkan sebanyak 55.000 bibit baik secara generatif maupun vegetatif. Penanaman di kebun tercatat sebanyak 5793 bibit. Dengan demikian jumlah tanaman yang telah ditanam di kebun hingga saat ini sejumlah 234.793. Diharapkan melalui langkah-langkah yang dikerjakan dengan tekun ini, dapat mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan green village demi mencegah meluasnya dampak global warming.

Laboratorium alam merupakan semacam tempat di alam terbuka atau lapangan yang dapat digunakan  menjadi sarana belajar dan praktikum untuk penerapan teori yang diperoleh pelajar/siswa di sekolah. "Laboratorium alam sangat bermanfaat untuk penerapan teori yang diterima di kelas dan untuk melatih sense dan pola pikir lapangan pelajar," jelas Nandang dari humas Puspiptek.                                                                               Ia mengharapkan dengan adanya laboratoium alam tersebut dapat menimbulkan ketahanan bagi pelajar terhadap stres akibat tekanan alam seperti cuaca, dan aral rintangan alam yang mungkin akan di alaminya pada saat mereka telah terjun ke masyarakat.

"Juga diharapkan bertambah minat dan kecintaan mereka terhadap profesi yang akan mereka geluti nantinya. Jika ilmu diibaratkan senjata,  akan semakin tajam dan terasah jika mereka sering ke lapangan sekaligus semakin cinta alam Nusantara," papar Nandang kembali.(puspiptek/AS/humasristek)



Selasa 21 Mei 2013
Kemenristek Dorong Sinergi Riset Melalui Dua Konsorsium Baru
Selasa 21 Mei 2013
Uji Publik Naskah Akademik RUU SINas/Amandemen UU Nomor. 18 Tahun 2002
Selasa 21 Mei 2013
SNI untuk Sirine Peringatan Dini Tsunami akan Ditetapkan
Selasa 21 Mei 2013
Menristek Luncurkan Ujicoba Prototipe Bus Listrik
Selasa 21 Mei 2013
Kemenristek Inisiasi Pembentukan Science And Technology Park Sulsel
Selasa 21 Mei 2013
Kemenristek Dorong Penguatan Jaringan Riset Hidrogen Sebagai Energi Baru
Senin 20 Mei 2013
Hasil Penelitian Pemantauan Teluk Buyat
Senin 20 Mei 2013
Pemantauan Dan Pengawasan Kegiatan Litbang Asing Di Indonesia
Senin 20 Mei 2013
Kementerian dan Lembaga Perlu Siapkan Rencana Aksi Implementasi Perpres 27/2013 Tentang Inkubator Wirausaha
Jumat 17 Mei 2013
Naskah Akademis Dasar-dasar Perumusan ARN 2015-2019
[ Berita lainnya ]