Ristek Headline |
Thursday, October 23, 2014
 
 

IQE

Seleksi Calon Kepala LIPI
CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Tuesday, September 9, 2014
Menristek Kunjungi Fasilitas Riset Lembaga Eijkman

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


POJOK RISTEK
Friday, November 22, 2002
Pemerhati Bintang Nantikan Hujan Meteor Terbesar Abad 21
Print PDF Facebook Twitter Email
Pemerhati bintang di Inggris, negara-negara lain Eropa dan Amerika Utara sedang bersiap-siap menyambut hujan meteor terbesar pada abad 21. Pada jam-jam awal 19 November, ribuan meteor akan menerangi angkasa malam ketika batuan-batuan itu memasuki atmosfir dalam kecepatan sekitar 160.000 mil per jam. "Itu pertunjukan kembang-api alam, pertunjukan langit," kata Profesor Mark Bailey dari Observatorium Armagh di Irlandia Utara, kepada Reuters, Jumat (Sabtu WIB). Meteor-meteor itu, yang dikenal sebagai Leonid karena berasal dari konstelasi Leo, akan menghujani Bumi dalam dua gelombang pada malam 18-19 November. Inggris dan Eropa akan memperoleh pandangan terbaik untuk gelombang pertama yang menurut ilmuwan akan terjadi sekitar pukul 03.50 GMT (pukul 10.50 WIB), dan penduduk di Amerika Utara akan mendapatkan pandangan terbaik untuk gelombang kedua sekitar pukul 10.30 GMT. "Anda memiliki dua komponen untuk hujan (meteor) itu, dua bagian dunia yang sama-sama bisa melihatnya," kata Bailey. Meski bulan purnama mungkin agak mengganggu pemandangan pertunjukan langit itu, badai meteor tahun ini merupakan yang terbesar untuk kurun waktu 100 tahun ini, dengan 1.000 meteor per jam pada gelombang pertama dan 6.000 meteor per jam pada gelombang kedua. "AS memperoleh pemandangan lebih baik daripada kami, namun 1.000 meteor per jam merupakan suatu hal yang lebih yang bisa dilihat orang dalam kehidupan mereka," kata Bailey. Meteor adalah batu dan debu yang memasuki atmosfir Bumi, memanas dan bersinar. Sebagian besar menguap ketika turun namun beberapa meledak. Leonid merupakan sampah dari komet 55P/Tempel-Tuttle. Kira-kira setiap 33 tahun komet itu kembali ke sistem tata-surya dan melepaskan bahan-bahan yang membentuk jejak debu baru yang menghampar dari komet itu jutaan mil jauhnya. Komet tersebut dijadwalkan kembali ke sistem tata-surya sekitar tahun 2033 dan 2066, namun badai-badai meteor yang terjadi diperkirakan tidak akan semenakjubkan seperti pada 19 November. "Bumi kebetulan melewati jejak sampah meteorik sangat bagus ini. Jejak yang kita lihat pukul empat pagi Selasa tanggal 19 itu terpancar selama melewati Matahari pada 1767," kata Bailey. Jejak yang dilewati Bumi pada bagian kedua hujan meteor itu terpancar pada 1866. Berkat teknik penghitungan yang dikembangkan David Asher dari Observatorium Armagh, dan Robert McNaught dari Universitas Nasional Australia, ramalan mengenai badai meteor itu menjadi semakin tepat, kata Bailey. (Media Indonesia)


 Thursday, February 15, 2007
MASYARAKAT DIMINTA IKUT MEMBERI MASUKAN RUU PELAYANAN PUBLIK
 Friday, August 27, 2004
Enam Artis Ibukota Meramaikan Ritech EXPO 2004 di Semanggi
 Friday, December 20, 2002
Konflik Sains dan Agama Masih Berlangsung
 Friday, December 20, 2002
Ulama Mesir Halalkan Transplantasi Organ Tubuh
 Friday, November 22, 2002
Film Harry Potter Dibajak di Internet
 Friday, November 15, 2002
Sifat Alam Tersurat dalam Quran
 Friday, November 15, 2002
Inovasi Menandakan Bahasa Hidup
 Friday, November 8, 2002
Menanti Geliat M-Commerce
 Friday, November 8, 2002
Riwayatmu Dulu dan Nasibmu Kini (pojok-1)
 Friday, November 1, 2002
Silakan Rembugan Soal Internet di LII
[ Berita lainnya ]