Ristek Headline |
Jumat 24 Oktober 2014
 
 

thanks

IQE

Seleksi Calon Kepala LIPI
CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 21 Oktober 2014
Perpisahan Menristek : Kita Harus Bertransformasi Melakukan Perubahan

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Kamis 18 Februari 2010
Konsorsium Bioteknologi Indonesia Dukung Teknologi Bersih Di Kawasan Asia
Print PDF Facebook Twitter Email

Pemanasan global dan perubahan iklim diyakini oleh bangsa-bangsa di dunia, sebagai dampak pemakaian energy fosil yang sekian lama menumpuk. Dampak pemanasan global telah mendorong malapetaka di belahan dunia, diantaranya adalah perubahan iklim, banjir dan kekeringan. Dampak ini di masa mendatang dapat memacu krisis pangan, krisis lingkungan dan krisis energi yang berujung dapat mendorong krisis sosial dan krisis ekonomi secara global.

Menghadapi gelombang krisis global, bangsa-bangsa di dunia berlomba-lomba memberikan solusi yang cepat dan tepat dalam menyelamatkan bumi dan memecahkan permasalahan tersebut. Salah satu upaya yang sangat signifikan dan strategis dalam menjawab permasalahan tersebut adalah upaya pencarian energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan (green energy) dan mengganti bahan-bahan yang berbasis petrokimia dengan bahan dari biomasa.

Untuk maksud tersebut Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI) bekerja sama dengan Korean Society for Biotechnology and Bioengineering (KSBB), ASEAN Sub Committee Biotechnology, Pusat Penelitian Bioteknologi Indonesia - LIPI dan Jurusan Teknik Kimia Ul,  mengadakan acara ASEAN-KOREA Symposium and Workshop on Biorefinery Technology for Sustainable Production of Biofuel and Industrial Biochemicals, dengan tema "Converging biorefinery to response climate change" pada Kamis, 18 Februari 2010 di Bidadari Room, Hotel Mercure Convention Center Ancol.

Bambang Prasetya, Kepala Pusat Penelitian  Bioteknologi - LIPI, Ketua KBI selaku Ketua Penyelengara mengatakan bahwa tujuan  Symposium ini adalah  untuk pemutakhiran teknologi, hasil riset dan produk yang telah dikembangkan selama 5 tahun terakhir, serta guna pembentukan Asia Network for Biorefinery Technology,  memperkuat kerjasama serta mempercepat hasil pengembangan teknologi bersih di kawasan Asia dalam rangka  mewujudkan "one world".

Selanjutnya, rekomendasi pemikiran dari para anggota KBI didasarkan pada pengalaman lapangan untuk menyikapi dinamika global dan regional yang berkaitan dengan pemanasan global, perubahan iklim, ancaman terhadap biodiversitas, kerusakan lingkungan serta sikap budaya masyarakat. "KBI meyakini bahwa bioteknologi sangat memegang peran dalam membantu menangani masalah tersebut. Bioteknologi telah terbukti di berbagai negara di masa lampau dan sekarang sebagai salah satu "tools" yang handal dan merupakan "cross cut" teknologi di semua sektor."ujar Bambang Prasetya.

Menteri Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata pada sambutan pembukaannya menyampaikan ,pemanasan global dan perubahan iklim diyakini para ilmuwan di dunia sebagai dampak pembakaran energi fosil, pembakaran hutan dan sampah yang melepas gas rumah kaca ke atmosfir, serta dampak dari pemanasan global telah mendorong malapetaka di berbagai belahan dunia, diantaranya perubahan iklim, banjir dan kekeringan. "Di masa mendatang hal ini dapat memacu berbagai krisis seperti krisis pangan, krisis lingkungan dan krisis energi yang pada akhirnya dapat medorong krisis sosial serta  krisis ekonomi".ujar Suharna.

Beberapa narasumber menawarkan berbagai solusi, antara lain dengan menggunakan teknologi bersih menghasilkan bahan bakar baru dan terbarukan. Succes story pengembangan bahan bakar generasi kedua yang menggunakan biomasa sebagai bahan baku seperti cellulose ethanol. Bahkan bahan bakar generasi ke tiga yang menggunakan microalgae untuk memproduksi biohydrogen suatu energi yang tidak mengeluarkan emisi C02 sudah diperkenalkan.

Narasumber lainnya seperti T. Watanabe (Kyoto, Jepang), Kiaus-Dieter Varlop (Jerman), Young Je yoo (Korea), K. Miyamoto (Osaka Jepang), menjelaskan konsep teknologi ramah lingkungan dari bahan yang murah.

Sedangkan Don-Hee Park (Korea),  membahas status dan prospek bioenergi di Asia, yang  menekankan pentingnya "Low Carbon Green Industrial Development';  Aparat Mahakant (Thailand),  tentang TISTR Prospective on Biofuel Production from Mikroalgae;  Poonsuk Prasertsan (Thailand), membahas Biohydrogen as an Alternative Energy for Palm Oil Mill; Yasumitsu Uraki (Jepang) memaparkan Saparation of woody biomass components and utilization of separated lignin.

Pada kesempatan yang sama, para delegasi dari negara Asia Tenggara menyampaikan laporan  tentang posisi teknologi dari negara masing-masing dan mengusulkan pentingnya membentuk jaringan kerja se-Asia (ASIA Network on Biorefinery Technology) untuk dapat mengembangkan teknologi tersebut secara bersama-sama.

"Acara ini yang merupakan tindak lanjut dari 9 rekomendasi Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI) dalam misinya PRO BIJAK (Bioteknologi untuk Indonesia Sejahtera, Aman dan Kompetitif) dalam upaya membangun Indonesia lebih baik melalui program "go clean and green" di seluruh sektor kehidupan masyarakat", lanjut Bambang dalam kesempatan jumpa pers.

Hadir pada acara tersebut Wakil Menteri Pendidikan Nasional, para Pejabat LPNK dilingkungan Ristek, Perwakilan dari Sekretariat Asean,  para peneliti LIPI, Pusat Studi Bioteknologi UGM, Univeritas Pelita Harapan, Universitas Atmajaya, pihak swasta terkait serta pemerhati iptek.(humasristek/IWR)



Selasa 21 Oktober 2014
Perpisahan Menristek : Kita Harus Bertransformasi Melakukan Perubahan
Senin 20 Oktober 2014
Seminar Nasional Teknologi Sistem Pemantauan dan Pengawasan Batubara di Indonesia
Kamis 16 Oktober 2014
Rapat Kerja PP-IPTEK 2014: Peran Strategis PP-IPTEK Dalam Mewujudkan SDM Iptek yang Berdaya Saing
Kamis 16 Oktober 2014
RISET-PRO Targetkan Cetak Doktor Handal
Kamis 16 Oktober 2014
Workshop Inkubasi Bisnis Teknologi
Rabu 15 Oktober 2014
Peluncuran Rencana Pitalebar Indonesia 2014-2019
Selasa 14 Oktober 2014
Kotabaru Dicanangkan sebagai Kawasan PKN
Senin 13 Oktober 2014
Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pengembangan Sel Punca dan Jaringan
Senin 13 Oktober 2014
PP-IPTEK Adakan Kontes Robot 2014
Senin 13 Oktober 2014
Soft Launching SIDa di Kabupaten Karanganyar
[ Berita lainnya ]