Ristek Headline |
Sabtu 01 November 2014
 
 

IQE

CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 28 Oktober 2014
Selamat Datang Pak Nasir

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 15 Februari 2010
Manfaatkan Keunggulan Lokal Menangkan Persaingan Global
Print PDF Facebook Twitter Email

Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) adalah parameter penting dalam kemajuan suatu bangsa. Negara-negara maju menjadikan riset sebagai pondasi utama dalam pembangunan, sehingga mereka memiliki infrastruktur Iptek yang mantap. Permasalahan pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan dan energi, pemeliharaan lingkungan hidup, peningkatan industri, dan ketangguhan pertahanan dan keamanan negara dapat terselesaikan dengan kajian Iptek yang strategis dan pendekatan permasalahan yang scientific/ilmiah.

Universitas sebagai salah satu ujung tombak pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) perlu diberi perhatian yang serius. Hal tersebut, karena universitas juga sebagai lembaga penelitian berpotensi menghasilkan inovasi-inovasi yang dapat berguna bagi kemajuan iptek. Sebagai lembaga pemerintah yang mnyelenggarakan urusan pemerintahan  dalam hal perumusan dan penetapan kebijakan, koordinasi serta sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang riset iptek, Kementerian Riset dan Teknologi (KRT) berperan aktif dalam membina universitas menjadi lembaga penelitian berkualitas.

“Kementerian Riset dan Teknologi setiap tahunnya menganggarkan miliaran rupiah untuk memfasilitasi penelitian-penelitian dari berbagai lembaga penelitian, termasuk universitas. Hal tersebut merupakan langkah konkrit KRT dalam mendorong inovasi dan penemuan baru”. Pernyataan tersebut disampaikan oleh  M. Nur Hidayat, Plt.Deputi Bidang Perkembangan Riptek Kementerian Riset dan Teknologi, yang mewakili Menteri Riset dan Teknologi sebagai pembicara utama pada acara SMART INK 2010 (Seminar dan Temu Ilmiah Nasional Kimia) bertema: “Kimia dan Pendidikan Kimia Berbasis Keunggulan Lokal”, yang berlangsung pada tanggal 13 Februari 2010 di Auditorium Gedung JICA Fakultas MIPA, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Seminar yang bertujuan untuk memberikan pandangan tentang pemanfaatan sumber keunggulan lokal dalam pengembangan sains dan teknologi di Indonesia, khususnya pengembangan pendidikan Kimia dan Sains Kimia, diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia Fakultas Pendidikan MIPA UPI ini, merupakan salah satu rangkaian dari Kimia Expo 2010 bertajuk “Get Ready For The Future With Chemistry”,  yang diselenggarakan oleh BEM HMK FPMIPA UPI bekerja sama dengan Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI dan secara rutin diselenggarakan setiap tahun.

Dalam paparannya, Nur Hidayat menekankan mengenai potensi dan pentingnya teknologi nano sebagai teknologi masa depan yang sangat erat kaitannya dengan keilmuan kimia. Nano teknologi sebagai bagian dari teknologi masa depan juga mendapat perhatian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagaimana disampaikan pada saat temu ilmiah dan silaturahim dengan kalangan ilmuwan di Puspiptek Serpong beberapa waktu yang lalu”,ujarnya.

Melimpahnya sumberdaya alam di Indonesia tentunya merupakan kekuatan yang bila kita manfaatkan secara maksimal dapat kita gunakan untuk memenangkan persaingan global. Patut dicatat pula kedudukan Indonesia merupakan salah satu pasar yang sangat potensial bagi perkembangan ekonomi dan industri dunia. Hal ini seharusnya menjadi salah satu alasan yang sangat kuat untuk menjawab pertanyaan tentang pentingnya riset dan pengembangan nanoteknologi di Indonesia.

Tuntutan ke depan yang harus dijawab bersama adalah bagaimana memanfaatkan sumberdaya alam yang melimpah serta sumberdaya manusia yang tersedia dengan optimal. Adanya kepentingan untuk pengembangan nanosains dan nanoteknologi serta pemanfaatannya dalam dunia industri juga merupakan hal yang dapat menguatkan alasan mengapa riset di bidang ini sangat dibutuhkan.

Selanjutnya Nur Hidayat mengajak mahasiswa, pengajar dan kalangan guru untuk melakukan penelitian terutama yang berbasis keunggulan lokal. Beliau menyatakan bahwa pengajuan proposal penelitian yang berbasis keunggulan lokal dan relevan dengan kebutuhan masyarakat sekitar akan mendapat prioritas untuk mendapat fasilitas pendanaan. Penelitian pun tidak terbatas pada aspek ilmu eksakta namun juga sisi sosialnya (social engineering).

”Diharapkan, jangan cepat puas akan hasil yang dicapaikan saat ini. Teruslah belajar dan mencoba untuk menghasilkan inovasi sebanyak mungkin sampai kapanpun. Semangat pantang menyerah, selalu optimis, motivasi yang tinggi, dan keterbukaan adalah modal utama para peneliti. Insya Allah cita-cita kita semua menjadi bangsa yang mandiri dan berdaya saing akan tercapai”, Ucap Nur Hidayat mengakhiri keynote speechnya.

Seminar ini dibuka oleh Cecep Darmawan, Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPI, dan turut dihadiri oleh Asep Kadarohman,  Dekan FPMIPA UPI, Agus Setiabudi, Pembantu Dekan I FPMIPA, Anna Permanasari, Ketua Jurusan Program Studi FPMIPA. Sekitar 300 peserta kalangan mahasiswa, pengajar dan guru   terkait sains kimia dari seluruh Indonesia  sangat antusias mengikuti seminar yang dimoderatori oleh Agus Setiabudi.(mh/humasristek)



Rabu 29 Oktober 2014
Kunjungan Menristekdikti ke LIPI
Selasa 28 Oktober 2014
Menristek Dikti Hadiri Pelantikan Ketua dan Wakil Ketua BPK
Selasa 28 Oktober 2014
Selamat Datang Pak Nasir
Selasa 28 Oktober 2014
Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-86
Jumat 24 Oktober 2014
Rapat Koordinasi tentang Implementasi Permenperin No. 69 Tahun 2014 dalam TKDN Pengembangan (R&D)
Selasa 21 Oktober 2014
Perpisahan Menristek : Kita Harus Bertransformasi Melakukan Perubahan
Senin 20 Oktober 2014
Seminar Nasional Teknologi Sistem Pemantauan dan Pengawasan Batubara di Indonesia
Kamis 16 Oktober 2014
Rapat Kerja PP-IPTEK 2014: Peran Strategis PP-IPTEK Dalam Mewujudkan SDM Iptek yang Berdaya Saing
Kamis 16 Oktober 2014
RISET-PRO Targetkan Cetak Doktor Handal
Kamis 16 Oktober 2014
Workshop Inkubasi Bisnis Teknologi
[ Berita lainnya ]