Ristek Headline |
Friday, September 19, 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI
CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Tuesday, September 9, 2014
Menristek Kunjungi Fasilitas Riset Lembaga Eijkman

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Wednesday, February 10, 2010
Sumsel dalam Percaturan Ekonomi Internasional
Print PDF Facebook Twitter Email


Tidak kurang dari 200 peserta dari berbagai kalangan baik academic, Business dan Gavernment (ABG) memenuhi ruang seminar nasional bertajuk “Posisi Strategis Sumsel dalam Percaturan Ekonomi Internasional”  yang digelar dalam rangka Hari Pers Nasional di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Senin 8 Februari 2010.

Dihadirkan sebagai pembicara pertama, Menko Perekonomian Hatta Radjasa yang memaparkan tentang “Potensi Sumber Daya Sumsel dan Strategi Sumsel”.  Provinsi Sumsel mempunyai luas lahan pertanian mencapai 70 persen dari daratan atau 5,5 juta hektar areal persawahan dan ladang serta 1,8 juta ha perkebunan.

Selain itu, rata-rata pertumbuhan produksi padi mencapai 6,8 persen serta perluasan wilayah pertanian berkisar 3,45 persen, kata Hatta Radjasa.Sumsel memiliki potensi cukup strategis dalam perekonomian internasional karena punya sumber daya alam yang cukup banyak dan komoditas unggulan untuk diekspor ke luar negeri. Lebih lanjut, Hatta mengatakan, cadangan batu bara di provinsi ini juga mencapai 18,13 miliar ton serta energi listrik yang dapat dihasilkan dari provinsi yang memiliki 15 Kabupaten dan kota itu sangat besar.

Sumsel dinyatakan  sebagai  Lumbung Pangan karena : Luas area lahan pertanian mencapai 70% dari seluruh daratan: 5.5 juta Ha persawahan dan ladang: 1,8Juta Ha Perkebunan; Rata-rata perluasan wilayah  pertanian 3,45%; Sumsel dilalui 9 sungai besar dengan sumber  pengairan yang memadai; Rata-rata pertumbuhan produksi padi:6,8%; Komoditas unggulan : Kelapa Sawit, Karet, Kelapa dan Kopi serta Sektor perikanan mampu menghasilkan rata rata kontribusi tahunan sebesar16%.
 
Sedangkan sebagai Lumbung Energi, didasarkan pada Rata-rata    pertumbuhan produksi sektor pertambangan 21,6% pertahun; Potensi minyak bumi di Sumatera Selatan mempunyai cadangan 5.034.082 MSTB; Produksi ekploitasi rata-rata 3.718.720 barrel per hari; Cadangan gas alam mencapai 7.238  BSCF Produksi ekploitasi 4  tahun terakhir baru rata-rata 2.247.124 MMSCF; Cekungan Sumatera Selatan yang diprediksi mengandung minyak dan gas bumi, serta panas bumi, yang diindikasikan oleh kandungan gas metan; Cadangan batubara Sumatera Selatan 18,13 milyar  ton, 13,07 Milyar Ton belum dikelola sama sekali dan  Potensi energi listrik yang dapat dihasilkan oleh Sumatera Selatan baik melalui  sumber batubara (atau)  pembangkit tenaga air”, Jelas Hatta

Sumsel yang berpredikat sebagai provinsi terkaya kelima di Indonesia mulai diperhitungkan di kancah perekonomian internasional. Ini karena tak lepas dari potensi kekayaan alam yang dipunyai. "Akan semakin pesat jika didukung pembangunan infrastruktur, kalau sudah begitu, “dak katek ceritonyo wong Sumsel nak miskin", kata Hatta yang kebetulan dari Palembang.

Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin dalam paparannya menyampaikan, Provinsi Sumsel memiliki luas 91.774,99 KM persegi dengan jumlah penduduk 7,2 juta lebih dan terdiri dari 15 kabupaten dan kota. Sumsel secara geografis memiliki letak yang sangat strategis di kawasan regional Asean karena dari ibukota Provinsi, Palembang, menuju Singapura hanya sekitar 450 km.

“Dengan sumber daya alam yang melimpah terutama di sektor energi dan pertanian, maka Sumsel berpotensi untuk dapat menjadi salah satu provinsi terdepan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dan memiliki potensi strategis dalam perekonomian nasional dan internasional”, lanjut Alex Noerdin.                                       

Menyadari peluang pemanfaatan potensi daerah yang masih sangat besar dan dalam upaya meningkatkan peran Sumatera Selatan dalam perekonomian internasional, Pemerintah Provinsi SumSel bertekad untuk meningkatkan volume perdagangan (ekspor-impor) dan investasi guna menunjang pertumbuhan ekonomi melalui perwujudan visi "Sumatera Selatan Sejahtera dan Terdepan bersama Masyarakat Cerdas yang Berbudaya".

Untuk mewujudkan visi tersebut telah dirumuskan 10 misi yang hendak dicapai selama lima tahun masa pemerintahan, yang selanjutnya dijabarkan ke dalam tema tahunan sebagai fokus pembangunan tahunan, guna mempermudah keterpaduan (integrasi) dan keselarasan (sinkronisasi) berbagai program dan kegiatan lintas sektor.

Terkait pertumbuhan ekonomi, strategi pembangunan daerah ini ditujukan kepada: 1) Peningkatan kualitas sumber daya manusia; 2) Pengembangan pasar untuk pertanian, pertambangan, dan industri; 3) Eksplorasi dan eksploitasi sumber daya ekonomi; 4) Pembangunan infrastruktur; 5) Program serta kebijakan bidang industri, perdagangan, dan pembiayaan; 6) Promosi untuk pengembangan kerjasama usaha”, tegas Alex

Ketua Umum Kadin Sumsel, Achmad Rizal mengatakan, prospek perdagangan internasional di provinsi ini juga cukup besar bila gas diberikan quota untuk daerah serta berlaku tarif regional. Jika itu terealisasi, maka akan ada relokasi industri, pengembangan industri turunan, dan infrastruktur.

Di kesempatan yang sama, Achmad menyampaikan bahwa Sumsel sangat strategis dalam Percaturan Ekonomi Internasional karena  Letak geografis, Hasil pertanian dan perkebunan yang besar, Sumber Daya Energi melimpah dan bervariasi, Sumber Daya Manusia yang kompeten, Infrastruktur cukup tersedia dan siap serta sedang dikembangkan, Memiliki gabungan himpunan dan asosiasi dunia usaha yang cukup kuat, Adanya "One Stop Services" untuk kemudahan investasi dan  mempunyai pemimpin yang berkemampuan memasarkan daerah.

Mengakhiri paparannya, Achmad menghimbau agar segera dibangun jalur perdagangan internasional antara Sumsel dengan negara mitra dengan melakukan roadshow dan pameran di luar negeri; Pembangunan cluster gas dan kondensat di Sumsel; Sumsel sebagai sentra perdaganan dan sebagai melting point harus tetap di optimalkan dan  tentunya di dukung oleh pelaksanaan yang berkesinambungan dari kebijakan pemerintah serta  menghindari  paradigma ”Ganti Pimpinan Ganti kebijakan” .

Guna meningkatkan Posisi Sumsel di Percaturan Ekonomi, maka Dunia usaha lokal dan nasional hendaknya di beri porsi yang lebih besar dalam mengimplementasikan hasil-hasil perundingan perdagangan internasional; dalam meningkatkan daya saing produk lokal dan nasional, perlu adanya akses teknologi serta peningkatan kapasitas SDM Lokal dan Nasional dan akhirnya secepatnya membuka akses pasar ekspor seluas luasnya dengan menjalin kerjasama denga negara tujuan demi kepentingan pembangunan daerah”, ujar Achmad. Jika produk yang ditawarkan dapat memenuhi standar, berdaya saing tinggi, dan sesuai permintaan pasar, maka terciptalah peluang yang semakin besar”, tambahnya.                            
  
Dibalik itu, Dirut PT PLN, Dahlan Iskan mengatakan, pembangunan pembangkit listrik sekarang ini akan diprioritaskan di Sumatra termasuk Sumsel.  PLN saat ini menunggu anggaran; "Bukan untuk keperluan membangun pembangkit, tapi untuk jaringan," tegas Dahlan. Khusus Sumsel, Dahlan mengatakan, listriknya baru memadai pada 2013. "Tahun ini Palembang minus 8. Tahun depan kita berharap minus 3. Nah, 2013, sudah plus 30. Artinya, kalau kapasitas PLTU 2.500 watt, menjadi 3.500 watt, kelebihan watt tersebut dipakai mengatasi adanya pemadaman listrik. Yang jelas, dalam waktu dekat PLN membangun PLTU di Jambi dengan kapasitas 400 megawatt," ujarnya.(as/humasristek)



Tuesday, September 9, 2014
Menristek Kunjungi Fasilitas Riset Lembaga Eijkman
Friday, September 5, 2014
Menristek Hadiri Acara MP3EI
Wednesday, September 3, 2014
Soft Launching Belitung Timur Taman Pintar
Monday, September 1, 2014
Pengembangan dan Peningkatan Sistem Informasi Iptek Nasioal (SIIN) dan SDM
Friday, August 29, 2014
Kemenristek Dorong Pembentukan Sub Forum Bidang Fokus Energi dan Air di Jawa Barat
Friday, August 29, 2014
Kunjungan Bupati Purbalingga dalam Rangka Perintisan Pengembangan Science Center di Purbalingga
Thursday, August 28, 2014
Membangun Kolaborasi Riset Industri, Universitas dan Pemerintah yang Tepat
Wednesday, August 27, 2014
8 Fraksi DPR RI Setujui RUU Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
Monday, August 25, 2014
Intermediary Expert Training Untuk Mendukung Sistem Inovasi Nasional (SINas)
Monday, August 25, 2014
ASEAN Berikan Penghargaan pada Pegiat Iptek
[ Berita lainnya ]