Ristek Headline |
Monday, April 21, 2014
 
 
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Friday, April 11, 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
BERITA KEGIATAN RISTEK
Friday, January 29, 2010
Road Map Ketahanan Pangan Nasional
Print PDF Facebook Twitter Email

Fenomena kerusakan alam yang terjadi secara terus menerus, telah memberikan efek yang signifikan terhadap perubahan negatif ekosistem kehidupan. Pengaruh yang begitu terasa dewasa ini akibat kerusakan alam diantaranya terjadinya pemanasan global, yang membawa dampak pada perubahan iklim yang begitu ekstrim dan merugikan bagi kehidupan manusia.

Selain membawa efek yang lebih parah terhadap kerusakan alam seperti terjadinya berbagai bencana alam, juga telah menurunkan produksi biji-bijian pada tanaman pangan. Akibatnya stok pangan di berbagai belahan dunia menurun drastis, yang pada akhirnya tidak lagi mampu mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Kondisi ini diperparah,  seiring dengan terjadinya krisis energi.

Untuk mengatasi kebutuhan energi tersebut, beberapa negara maju menerapkan kebijakan pembuatan bahan bakar dengan menggunakan biji-bijian secara besar-besaran. Padahal biji-bijian tersebut merupakan sumber bahan pangan bagi manusia. Keadaan ini berujung pada terjadinya krisis pangan yang tak terelakkan lagi dan telah memberi andil besar terhadap pertambahan daftar derita hidup manusia.

Indonesia, dengan potensi dan kekayaan alam yang dimiliki dan ditunjang oleh iklim yang sangat baik sepanjang tahun bagi terjadinya produksi biji-bijian pada tanaman pangan, sesungguhnya mampu untuk menyediakan kebutuhan pangan dunia. Bukan hanya itu, dengan potensi aneka ragam kekayaan alam, jika dikelola dengan baik, maka Indonesia akan mampu memproduksi dan memasok kebutuhan komoditi non pangan untuk penduduk dunia.

Namun, seiring dengan terjadinya krisis pangan dunia, yang telah memberi sinyal peringatan kepada semua pihak mengenai pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional, maka Indonesia juga perlu mengatur dan menetapkan strategi yang tepat untuk dapat menangkap peluang ini. Untuk itu, diperlukan prioritas penanganan agar ketahanan pangan nasional harus diperkuat terlebih dahulu.

Swasembada Pangan
Dengan areal produksi pangan yang masih sangat terbuka dan belum dimanfaatkan secara optimal, maka upaya untuk meningkatkan produktivitas produksi pangan yang tinggi akan dapat dilakukan dan dicapai Indonesia. Melalui penerapan kebijakan yang tepat dan dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki, usaha intensifikasi dan ekstensifikasi produksi pangan akan dapat terpenuhi, sehingga ketahanan pangan nasional menjadi lebih kokoh. Untuk ini, prioritas penguatan swasembada pangan.

Seiring dengan itu dilakukan pengembangan atas berbagai komoditi yang dapat diunggulkan merupakan pilihan strategi jitu yang perlu ditempuh Indonesia. Dengan strategi tersebut, niscaya Indonesia akan mampu untuk melakukan pemenuhan kebutuhan pangan nasional dan dapat menjadi "pemain utama" dalam memasok kebutuhan pangan dunia.

Bendasarkan atas berbagai perkembangan ekonomi global dan kondisi pangan dunia serta potensi yang dimiliki Indonesia untuk dapat berperan aktif dalam mengisi peluang yang ada, yang pada akhirnya akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejak beberapa waktu yang lalu Kadin Indonesia telah menginisiasi dilakukannya penyusunan Road Map Ketahanan Pangan Nasional. Melalui penyusunan Road Map Ketahanan Pangan Nasional jangka pendek 2009-2014 dan jangka panjang 2009-2030, diharapkan mampu memberi solusi dan menjadikan Indonesia sebagai negara pemasok komoditi pangan dunia.

Road Map Ketahanan Pangan Nasional ini berisi tentang situasi, kondisi dan potensi serta program dan kegiatan berbagai komoditi sub sektor tanaman pangan, perkebunan, kelautan, perikanan & peternakan, yang perlu dilakukan agar Indonesia memiliki ketahanan pangan nasional yang kokoh.

Road Map tersebut kini sudah hampir rampung dan direncanakan dalam waktu dekat akan disampaikan kepada pemerintah dan pihak terkait lainnya. Melalui Road Map ini diharapkan seluruh para pemangku kepentingan (stakeholders) yang terkait memiliki visi dan pandangan yang sama mengenai pentingnya Indonesia mengambil langkah-langkah konkrit, terencana dan sistematis serta sinergi agar dapat menjadi negara yang berswasembada terutama di sektor pertanian pangan, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan.

Sebagai puncak dari rangkaian kegiatan yang telah dilakukan dan sekaligus untuk lebih memberi dorongan kuat bagi bangsa ini untuk lebih memantapkan komitmen menjadi negara penyedia pangan dunia, maka Kadin Indonesia menyelenggarakan Seminar dan Pameran FEED THE WORLD pada Jumat, 29 Januari 2010 di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center (JCC) yang mengambil tema “Menuju Swasembada yang kompetitif dan berkelanjutan serta mendorong produk-produk unggulan menjadi primadona dunia”.

Program ini akan memberi fokus terhadap berbagai kegiatan yang perlu dilakukan oleh pemerintah, dunia usaha dan masyarakat agar lebih terarah, terencana, sinergis dan berkesinambungan dalam rangka membangun ketahanan pangan nasional menuju FEED THE WORLD. (rn/humasristek)



Wednesday, April 16, 2014
DWP Kemenristek Kunjungi Taman Pintar Yogyakarta
Wednesday, April 16, 2014
Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi dan Bisnis Inovatif Usia Muda
Monday, April 14, 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon
Tuesday, April 8, 2014
Sosialisasi dan Pengukuran Technology Readiness Level di Jawa Tengah
Tuesday, April 8, 2014
Kerjasama Iptek RI-Jerman: Implementasi Iptek untuk Mendukung Pembangunan Nasional
Monday, April 7, 2014
Pengukuran TRL di Pusat Unggulan Iptek Kakao
Monday, April 7, 2014
ASEAN Persiapkan Diri untuk Mobilitas SDM Iptek
Monday, April 7, 2014
Kemenristek Hadiri Rakor BPPD Provinsi Jatim
Thursday, April 3, 2014
Kemenristek Dorong Konsorsium Pembangunan Satelit Penginderaan Jauh
Thursday, April 3, 2014
Rapat Koordinasi Undang-Undang Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014 Dalam Rangka Penguatan Teknologi Industri
[ Berita lainnya ]