Ristek Headline |
Jumat 04 September 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 19 Agustus 2015
The 5th Steering Committee Meeting in The Field of Geothermal Energy

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
Info Pengadaan Barang Dan Jasa

surat

Ristek TV

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Kamis 21 Januari 2010
IPTEK TTG : ALAT DETEKSI JANTUNG PORTABLE
Print PDF Facebook Twitter Email

Jantung merupakan salah satu organ terpenting tubuh. Apabila jantung tidak berfungsi dengan baik, dapat menyebabkan kematian pada seseorang. Serangan jantung biasanya terjadi mendadak disaat seseorang sedang beraktifitas. Kondisi demikian yang menyebabkan seorang pasien jantung harus selalu berhubungan dengan dokter. Fenomena kematian akibat serangan jantung koroner diwaktu fajar atau dini hari sudah sering terdengar. Untuk menghindari hal seperti itu, hendaknya mereka yang beresiko tinggi rajin memeriksa jantung ke dokter walaupun tidak terasa ada keluhan. Obat dan gerak badan bisa mengurangi faktor resiko terkena penyakit jantung koroner dan berusahalah untuk menghentikan aktifitas mental yang berat saat menjelang fajar.

Tetapi ada kendala untuk pasien yang mengalami penyakit jantung, a.l. Dokter spesialis jantung adanya mayoritas di kota besar, dan alat deteksi penyakit jantung adanya di rumah sakit besar di kota besar pula. Hal itulah yang mendasari para peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk membuat alat deteksi jantung portabel yang bisa dibawa kemana-mana, sehingga memudahkan para Dokter untuk pemeriksaan pasien di daerah yang sulit dijangkau. Dalam keadaan darurat, pasien tidak perlu harus periksa ke Rumah Sakit.

Menurut Dr. Pratondo Busono, Peneliti pada Lab. Pengembangan Teknologi Agroindustri & Biometri (LAP TIAB) BPPT mengungkapkan pembuatan elektrocardiograf (EKG) berbasis personal komputer yang dikembangkan BPPT sudah kurang lebih 3 tahun. Versi pertama yang dikembangkan adalah, elektrokardiograf 3 lead dan 5-lead, tahapan berikutnya 12-lead. Mekanisme sederhana dari alat ini adalah mengukur potensial listrik sebagai fungsi waktu yang dihasilkan oleh jantung. Potensial listrik tersebut dihasilkan oleh beberapa sel pemicu denyut jantung yang dapat merubah sistem kelistrikan jantung. Perbedaan potensial tersebut kemudian divisualisasikan sebagai sinyal pada layar monitor atau pada kertas perekam. Sinyal ini sering digunakan oleh dokter untuk mendeteksi kondisi jantung seorang pasien. Sinyal yang dihasilkan oleh EKG pada umumnya merupakan sinyal domain waktu dalam kertas rekaman yang disebut Elektrokardiogram.

Alat deteksi jantung Elektrokardiogram ini kata Pratondo sangat bermanfaat untuk mengetahui kondisi jantung pasien, sehingga menjadikan alat ini sebagai peralatan standar bagi semua rumah sakit. Kebanyakan elektrokardiograf yang digunakan dirumah sakit - rumah sakit masih diimpor sehingga ketergantungan kepada pihak luar negeri sangat besar.  Estimasi kebutuhan EKG pertahun diperkirakan berskisar 1000 unit untuk rumah sakit seluruh Indonesia.

EKG ini mempunyai keunggulan a.l. -dilengkapi dengan perangkat lunak interpretasi, murah, -dilengkapi dengan perangkat lunak advance digital signal processing, -mudah dirawat.  Aplikasi dari EKG adalah di puskesmas, rumah sakit, klinik dll. Harganya pun lebih terjangkau, hanya dengan Rp 2 juta alat ini bisa digunakan oleh siapapun juga.  

“Alat ini menurut Pratondo sudah diujicobakan di Sub bagian unit Kardiologi di RSCM dan alat ini juga sudah di coba oleh beberapa orang. Sampai saat ini sosialisasi menyebarkan alat ini bekerjasama dengan rumah sakit  besar di seluruh Indonesia, baru kemudian akan  bekerja sama dengan rumah sakit-rumah sakit kecil,” ujarnya menutup pembicaraan.(gs.adpkipt)



Sabtu 29 Agustus 2015
Indonesia Meraih Medali Emas dalam Asean Plus Three Junior Science Odyssey 2015
Sabtu 29 Agustus 2015
Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta Lahirkan Para Intelektual Muda
Jumat 28 Agustus 2015
PP IPTEK ikut meramaikan Pameran Iptek di Kab. Belitung Timur
Jumat 28 Agustus 2015
Menristekdikti: Saatnya Hilirisasi dan Komersialisasi Hasil Penelitian
Jumat 28 Agustus 2015
Pelantikan Eselon 2 Kemenristekdikti: Energi Baru di Lingkungan Kemenristekdikti
Kamis 27 Agustus 2015
Menristekdikti: Perbaikan yang Tepat Sasaran
Selasa 25 Agustus 2015
Science Camp Nasional 2015
Selasa 25 Agustus 2015
ISTIC Certified Training Programme on Science, Technology and Innovation di Malaysia
Senin 24 Agustus 2015
Sekjen Kemenristekdikti : Mahasiswa UNSOED Harus Jadi Pemimpin Berkarakter Kebangsaan
Senin 24 Agustus 2015
Workshop and Exhibition SATREPS 2015
[ Berita lainnya ]