Ristek Headline |
Wednesday, September 17, 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI

CPNS 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Tuesday, September 9, 2014
Menristek Kunjungi Fasilitas Riset Lembaga Eijkman

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Wednesday, December 9, 2009
Memorandum AIPI Prospek Indonesia 2030
Print PDF Facebook Twitter Email

Sesuai dengan peran dan fungsi AIPI yang tertuang di dalam UU No. 8 tahun 1990, Bab IV pasal 6, AIPI wajib menanggapi isu-isu ilmu pengetahuan yang bersifat strategis – nasional.  Selanjutnya  Peran dan fungsi llmu Pengetahuan untuk kesejahteraan masyarakat dengan menelaah bidang-bidang ilmu terpilih yang sesuai prioritas. Sehubungan dengan itu, pada kesempatan Sidang Paripurna AIPI ke II Tahun 2009  kali ini, dibahas tentang :  Belajar dari Pengalaman Ternate dan Alfred Russel Wallace; Gagasan Pembentukan Akademi Muda (Young Academy) AIPI; Penjajagan Peneliti Muda di Universitas; serta Beyond ”Memorandum AIPI Prospek Indonesia 2030” .

Sidang Paripurna AIPI  ke II di  tahun 2009, yang diselenggarakan selama dua hari, 7 dan 8 Desember 2009 di Hotel Amara Bela, Ternate, merupakan agenda rutin tahunan yang  membahas hal-hal yang terkait dengan kegiatan iptek,  organisasi dan administrasi AIPI, sehingga seluruh anggota mengetahui kegiatan masing – masing Komisi  dan perkembangan AIPI secara keseluruhan   selama setahun berjalan dan sekaligus menyusun rencana realisasi kegiatan tahun 2010.

Acara ini dibuka oleh Ketua AIPI Prof. Sangkot Marzuki MSc, PhD, DSc  yang juga sebagai Kepala Lembaga Eijkman. Hadir pula para anggota Komisi AIPI beserta masing masing asisten profesionalnya. Sangkot Marzuki, menegaskan kembali pentingnya   Penyelarasan Program Kerja AIPI dengan Tata Peraturan Administrasi Pemerintah  yang dipaparkan oleh Sekretaris Jenderal AIPI Budhi Suyitno. Laporan pembahasan keilmuan merujuk pada Undang-Undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 1990.

Akademisien  AIPI menjunjung tinggi hak seorang ilmuwan terhadap karya ilmiah sebagai suatu hasil berpikir kreatif. Kepentingan ilmuwan harus dihargai, namun pada situasi tertentu kepentingan secara luas dan sangat mendasar dari umat manusia harus diletakkan di atas kepentingan terbatas keilmuwan serta kepentingan lain yang bersifat pribadi.

Untuk memenuhi salah satu fungsi AIPI di dalam menyusun arah penguasaan , pengembangan , pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemecahan masalah yang berkaitan, Sidang Paripurna kali ini, membahas pula  informasi ilmiah terkini tentang  Peran AIPI. “Di lingkup internasional, AIPI sudah cukup banyak berperan”, ujar Budhi Suyitno, Sekretaris Jenderal AIPI, 

Misalnya saja dalam kesempatan Kunjungan Kerja  (International Visitor Leadership Program/IVLP) ke Amerika Serikat (5 -10 Oktober 2009) yang diprakarsai oleh pihak U.S Department of State (DOS) dengan mengundang pimpinan AIPI dan LIPI untuk melakukan tatap muka dengan counterparts yang kompeten di bidang IPTEK masing-masing. Melalui Bureau of Educational and Cultural Affairs (ECA) pihak DOS bertindak sebagai Program Sponsor yang pelaksanaan administrasinya diorganisir oleh World Learning Visitor Exchange sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau non government organization (NGO). Program kunjungan kali ini khusus dirancang bagi peserta dari Indonesia dan bernaung dalam agenda International Visitor Leadership Program (IVLP).

Dalam kesempatan yang sama, Sangkot Marzuki menyampaikan tentang “Gagasan Pembentukan Akademi Muda (Young Academy) AIPI” sebagai  pendukung yang merujuk pada  KNAW Young Academy sebagai model, dimana IAP mempunyai program berkesinambungan dalam pembinaan young scientists dan Young Academy: - Dalian this year; Global Young Scientists Academy (GYSA) di German next year; US Science Envoy – Bruce Albert – juga mempunyai minat khusus dalam pembinaan young scientists dan sudah mendahului menyatakan dukungannya.

Selain itu, The Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences is constantly seeking ways to involve young scientists in its work. With that aim in mind, it set up 'The Young Academy' (DJA, De Jonge Akademie) in 2005. DJA will welcome promising young scientists who obtained their doctorate fewer than ten years ago, have already made their mark in the research world and have a wide-ranging interest in science.” Ujar Sangkot melanjutkan.


Kecuali itu, Sidang Paripurna kali ini juga memberikan informasi ilmiah terkini tentang: Beyond ”Memorandum AIPI Prospek Indonesia 2030” di sampaikan oleh sosiolog Taufik Abdullah salah  seorang  anggota Komisi Ilmu Sosial AIPI.

Sebagai wadah ilmuwan yang mengembangkan rasionalitas ilmu dan teknologi bersumberkan budaya bangsa, AIPI merasa terpanggil mengemukakan tanggapan masalah strategis yang dihadapi pembangunan bangsa dan negara menjelang tahun 2030. Ketika itu penduduk Indonesia akan menjadi lebih dari 270 juta jiwa dengan majoritas bermukim di Pulau Jawa yang sudah melebihi daya dukung ekologi dan ekonominya.


Hakikat ilmu adalah rangkaian pengetahuan yang digali, disusun, dan dikembangkan secara sistematik menurut pendekatan dan metode ilmiah dalam menerangkan gejala alam dan/atau gejala kemasyarakatan tertentu. Tolok ukur dalam menanggapi perkembangan bangsa adalah senantiasa mengutamakan nilai dan cita-cita Pancasila dan UUD 45, nilai kemanusiaan, kesadaran etik meningkatkan kualitas manusia dan kehidupan masyarakat dengan mengutuhkan kepribadian bangsa dalam kerangka keseimbangan lingkungan hidup berpola pembangunan berkelanjutan.

Inti budaya bangsa Indonesia memuat norma dan nilai sebagai sumber gagasan pengembangan pengetahuan, ilmu, dan teknologi untuk kemudian dirangkum dalam sistem-sistem sosial, politik, ekonomi, dan iptek untuk dimanfaatkan dalam mewujudkan pembangunan.


Sistem sosial dan politik
Jumlah penduduk yang besar dan berbhineka serta tersebar dalam ribuan pulau memerlukan norma pengikatan bangsa yang kokoh bersatu. Perkembangan otonomi dan desentralisasi daerah dengan ratusan pilkada menuju pada bentuk pemerintahan yang kegiatannya memerlukan dukungan yang lebih besar daripada kemampuan daerahnya. Hambatan mobilitas horizontal bagi pejabat daerah otonom, khususnya para pendidik serta ahli ilmu dan teknologi, seperti yang diberlakukan sekarang mengerdilkan pengembangan pengetahuan, ilmu, dan teknologi serta membuka peluang besar bagi rumbuhnya solidaritas dan egoisme kedaerahan yang merongrong kemapanan kesatuan negara dan bangsa.


Kedudukan masyarakat hukum adat dan bahasa lokal daerah yang umumnya tak-tertulis cendrung menuju ke kepunahannya, sehingga landasankebhinnekaan suku bangsa menjadi terancam. Pengembangan agama cenderung ke arah pengelompokan antarsesama agama dan fragmentarisme ini menumbuhkan fanatisme golongan beragama sehingga peranan agama tidak berdampak positif bagi pembentukan. watak bangsa. Rasionalitas dalam agama dapat dikembangkan untuk menjadikannya kekuatan-pendorong pembangunan.

Sistem ekonomi dan pembangunan
Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi lautan-samudra yang luas sebagai sarana angkutan dan wahana pembangunan. Pola perencanaan tata-ruang berwawasan kepulauan perlu menjadi dasar pijakan menyusun infrastruktur angkutan, khususnya dalam menanggapi kebangkitan ASEAN Economic Community tahun 2015.


Pembangunan Indonesia masih timpang berat sebelah ke Indonesia bagian barat, sedangkan Indonesia bagian timur tertinggal dalam laju pengembangannya. Oleh karena itu infrastruktur ekonomi, khususnya di daerah-daerah sekitar pulau Jawa perlu dikembangkan untuk mengurangi tekanan pembangunan di Pulau Jawa, serta sekaligus menyelamatkan lahan subur sawah Jawa untuk sustainabilitas produksi pangan.

Sekuritas pangan yang bertumpu pada pola tanaman pangan yang luas perlu digalakkan yang sekaligus meningkatkan pendapatan penduduk untuk memberantas kemiskinan pedesaan. Sekuritas energi dikembangkan bertumpu pada sumber energi terbaharukan dengan. Pola kebijakan pengembangan rendah karbon. Dalam kaitanini sebagai negara yang terletak di khatulistiwa dengan sumber daya alam hayati yang kaya dan beranekaragam sebenarnya memiliki daya saing global yang unik, sehingga perlu dijadikan garis pijakan pembangunan untuk menanggapi persaingan global.

Pembangunan berbasis pengetahuan, ilmu, dan teknologi

Tantangan pembangunan Indonesia menjelang 2030 sangat besar, baik yang berasal dari dalam negeri (pertambahan penduduk, ketimpangan pembangunan, kemiskinan) maupun luar-negeri (ekonomi global, perubahan iklim global, komunitas ekonomi regional ASEAN, tumbuhnya kekuatan raksasa ekonomi RRC dan India).

Pola pembangunan yang sudah dijalankan setakat ini mungkin perlu disesuaikan untuk menanggapi semangat zaman dan kepesatan kemajuan pengetahuan, ilmu, dan teknologi modern dengan kreativitas dan inovasi yang berakar pada budaya bangsa sebagai nilai inti (core value) karakter bangsa. Atas dasar inilah AIPI mengajak semua pihak, terutama kalangan yang berkecimpung dalam pendidikan dan pengetahuan untuk bersama-sama menanggapi tantangan masa depan dengan menggunakan pengetahuan, ilmu, dan teknologi menyambut Indonesia 2030 akan datang.


Pertemuan Paripurna II AIPI di akhiri dengan menjelajahi Warisan budaya sejarah ilmu pengetahuan di Ternate sebagai tapak Tilas AR Wallace. Dalam penjelajahannya di bumi Nusantara ia menemukan sebuah garis imajiner yang membagi flora dan fauna di Indonesia menjadi dua bagian besar. Garis ini dikemudian hari dikenal sebagai Garis Wallace, dimana di satu bagiannya, bentuk flora dan faunanya masih mempunya hubungan dengan flora dan fauna dari Australia dan memiliki ciri-ciri yang sangat mirip. Sedangkan di bagian yang lainnya sangat mirip dengan flora dan fauna dari Asia. Ia dianggap sebagai ahli terkemuka di abad ke-19 dalam bidang penyebaran spesies binatang dan terkadang dikenal sebagai Bapak dari Biogeografi Evolusi, sebuah kajian tentang spesies apa, tinggal dimana dan mengapa???.(AIPI/Humasristek)



Tuesday, September 9, 2014
Menristek Kunjungi Fasilitas Riset Lembaga Eijkman
Friday, September 5, 2014
Menristek Hadiri Acara MP3EI
Wednesday, September 3, 2014
Soft Launching Belitung Timur Taman Pintar
Monday, September 1, 2014
Pengembangan dan Peningkatan Sistem Informasi Iptek Nasioal (SIIN) dan SDM
Friday, August 29, 2014
Kemenristek Dorong Pembentukan Sub Forum Bidang Fokus Energi dan Air di Jawa Barat
Friday, August 29, 2014
Kunjungan Bupati Purbalingga dalam Rangka Perintisan Pengembangan Science Center di Purbalingga
Thursday, August 28, 2014
Membangun Kolaborasi Riset Industri, Universitas dan Pemerintah yang Tepat
Wednesday, August 27, 2014
8 Fraksi DPR RI Setujui RUU Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
Monday, August 25, 2014
Intermediary Expert Training Untuk Mendukung Sistem Inovasi Nasional (SINas)
Monday, August 25, 2014
ASEAN Berikan Penghargaan pada Pegiat Iptek
[ Berita lainnya ]