Ristek Headline |
Minggu 28 Desember 2014
 
 

mptn
mptn
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Kamis 18 Desember 2014
Pelantikan 3 Rektor dan 2 Kopertis

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Kamis 15 Oktober 2009
Kelembagaan Litbang Mendukung Kemampuan Iptek dan Daya Saing
Print PDF Facebook Twitter Email

Terbangunnya tata kelola kelembagaan litbang yang efektif, efisien, partisipatif dan terintegrasi merupakan salah satu arah kebijakan pengembangan kelembagaan di masa depan dan sebagai salah satu pilar penting dalam rangka mendorong kreatifitas dan profesionalisme masyarakat IPTEK sehingga diharapkan dapat dihasilkan produk produk litbang yang lebih bermanfaat dan berdaya saing.  Sehubungan dengan hal tersebut Asdep Urusan Pengembangan Kelembagaan, Kedeputian SIPTEKNAS, KNRT bekerja sama dengan Forum Komunikasi Kelitbangan Departemen, Kementerian dan LPND (FKK) menyelenggarakan seminar dengan tema “Pengembangan Kelembagaan Litbang Mendukung Peningkatan Kemampuan Iptek dan Daya Saing Nasional” pada hari Kamis 15 Oktober 2009 di Ruang Komisi Utama, Gd BPPT II Lt 3 Jl MH Thamrin  No 8 Jakarta.

Acara yang dihadiri tidak kurang dari 100 anggota FKK serta Balitbangda, diawali sambutan dari koordinator FKK, Hafis Abbas yang mengharapkan agar lembaga kelitbangan ini semakin solid dan berdaya guna bagi masyarakat dilanjutkan dengan pembukaan oleh PLH Sesmennegristek, Engkos Koswara Natakusumah.   “Penyamaan persepsi dari para stakeholder terkait untuk memperkaya konsepsi visi dan misi RPJM dan Jakstranas 2010 – 2014, diharapkan akan meningkatkan fungsi dan peran kelembagaan litbang yang lebih terintergrasi dan sinergis dimasa depan”. Ujarnya.

Sesi pertama yang  dimoderatori oleh sekretaris  FKK Adhi Santika, membahas Kemampuan Kelembagaan Litbang dalam menyongsong RPJM 2010 – 2014. Dalam paparannya yang berjudul “Pengembangan Kelembagaan Litbang dalam Konsepsi RPJMN 2010 – 2014”, Mesdin Kornelis Simarmata dari BAPPENAS menyoroti masih rendahnya serapan produk litbang oleh dunia usaha, namun secara individu berdasarkan indeks kutipan karya ilmiah, Indonesia tidak kalah dengan negara lain di tingkat regional. Menurutnya, kelembagaan yang ada saat ini adalah kelembagaan blok yang tidak sinergis (uncoordinated dan tidak ada collective mind). Lebih lanjut dikatakan, permasalahan lainnya adalah tingkat efisiensi di lembaga litbang masih rendah, misalnya banyak program yang saling tumpang tindih, belum banyak memanfaatkan SDM dari perguruan tinggi, produknya berdaya inovasi rendah, dan budaya inovasi belum terbangun. Perlu kerangka dan strategi pembangunan IPTEK guna meningkatkan fungsi kelembagaan litbang dalam arti yang luas agar lebih optimal. Hal ini dituangkan dalam konsep RPJM 2009 – 2014 yang menekankan pada peningkatan kualitas SDM, kemampuan IPTEK dan memperkuat daya saing.  Strateginya dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pendekatan sistem inovasi nasional (kelembagaan, sumberdaya dan jaringan) dan pendekatan substansi (penguasaan, pengembangan dan penerapan IPTEK dari 11 bidang ilmu terapan).

Paparan kedua disampaikan oleh Asisten Deputi Urusan Riptek Nasional,  Malikuz Zahar, dengan judul “Pengembangan Kelembagaan Litbang dalam Konsepsi JAKTRANAS 2010 – 2014” yang menunjukkan potret daya saing tingkat regional dimana indonesia menduduki urutan nomor 43 ( Singapura urutan nomor 2 dan Malaysia urutan nomor 18). Menurut Malikuz, hal ini disebabkan karena rendahnya SDM, terbatasnya anggaran IPTEK, minimnya publikasi jurnal dan hak paten, selain itu  kegiatan litbang yang dilaksanakan selama ini tidak fokus dan tidak didukung  adanya center of excellent yang kuat. Oleh karena itu, arah kebijakan IPTEK harus meliputi peningkatan sumberdaya IPTEK yang kuat, pengembangan kelembagaan IPTEK yang efektif dan membentuk jaringan kemitraan yang produktif.

Tusi A. Adibroto, sekretaris Dewan Riset Nasional memaparkan tentang  Agenda Riset Nasional (ARN), dikatakan bahwa ARN merupakan dokumen kebijakan “turunan” Jakstranas Iptek dengan memperhatikan (draft) RPJMN 2010-2014 yang meliputi 887 kegiatan penelitian dari 8 fokus program utama. Dalam rangka “mengawal” implementasi ARN, instrumen kebijakan yang mengiringinya adalah Program Insentif Riset dengan pendekatan yang berorientasi SMART (Spesific, Measurable, Achievable, Realistic, Time bound) sehingga dapat meningkatkan kemampuan sumberdaya peneliti, pengembang dan perekayasa yang mengedepankan upaya kolaborasi kerjasama riset baik antar peneliti maupun antara peneliti (penghasil iptek) dengan industri atau masyarakat (pengguna hasil iptek).

Berdasarkan diskusi ini diperoleh benang merah bahwa untuk Kebijakan RPJM tahap kedua dan Jakstranas IPTEK 2010 – 2014 merupakan payung kerangka pembangunan IPTEK nasional, dan  pendorongnya atau motivatornya adalah program insentif riset yang berorientasi SMART. Agar kedua kebijakan tersebut dapat berjalan optimal dan sinergis perlu didukung oleh  kelembagaan yang kuat, efektif, efisien, partisipatif, terintegrasi dan sinergis (collective mind dan kolaborasi).

Sesi pertama ditutup oleh koordinator FKK, dengan harapan setiap daerah mempunyai center of excelent yang merupakan pusat pusat unggulan, juga menyiapkan 3 program besar untuk 100 hari pemerintahan baru.

Pada sesi siang hari, dilaksanakan diskusi  berkaitan dengan peran, tugas dan fungsi Banglitbangda dalam rangka Pengembangan Kelembagaan IPTEK Daerah untuk mendukung Sistem Inovasi Daerah. Diskusi bertujuan mengoptimalkan koordinasi antar kelembagaan IPTEK (program, infrastruktur, implementasinya).  Isu yang dikembangkan adalah bagaimana cara pengembangan kelembagaan IPTEK daerah dalam perspektif sistem inovasi untuk mendukung daya saing daerah. Acara dipandu oleh Asdep Urusan Pengembangan Kelembagaan, Fajar Suprapto, yang mengawali  pemaparan tentang “Pengembangan Kelembagaan Litbang dalam Konteks Inovasi” dan dilanjutkan oleh Agus Suryono, Kepala Balitbang Daerah Jateng dengan judul “Dukungan Badan Litbang pada Kluster Industri di Jawa Tengah”. Agus Suryono, Salah satu pemecahan masalah di daerah, adalah dengan pendekatan kluster (pertanian, industri, pariwisata). Pendekatan cluster adalah pendekatan terpadu dan sinergi pada skala wilayah tertentu yang melibatkan komponen kelembagaan/lembaga litbang, anggaran, teknologi dan marketing yang berkelanjutan. Harus ada program yang terintegrasi dari hulu sampai hilir sehingga tidak tumpang tindih dan ditunjang partisipasi masyarakat. Jadi keterlibatan akademisi, dunia usaha, masyarakat dan pemerintah/lembaga litbang adalah unsur penting dan menentukan.

Pertemuan diakhiri dengan penjelasan dari Asian foundation berkaitan dengan penawaran bantuan pembiayaan untuk kajian kebijakan peran Banglitbangda dalam meningkatkan pembangunan daerah pada era otonomi daerah.  (dwi/ad-pk/humasristek)



Kamis 18 Desember 2014
Pelantikan 3 Rektor dan 2 Kopertis
Kamis 18 Desember 2014
Rapat Tim Koordinasi Nasional Penguatan SIDa
Kamis 18 Desember 2014
Menristekdikti Hadiri Musrenbangnas
Rabu 17 Desember 2014
Penjajagan Kerjasama Interoperabilitas Hasil-Hasil Penelitian antara Kemenristekdikti dengan Universitas Airlangga
Rabu 17 Desember 2014
Teknologi Spasial Open Platform untuk Kota Pekalongan
Selasa 16 Desember 2014
Menristekdikti Serahkan Penghargaan Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2014
Selasa 16 Desember 2014
Owa Jawa Berhasil Ditangkarkan Oleh Studi Pusat Studi Satwa Primata
Selasa 16 Desember 2014
Penganugerahan Pusat Unggulan Iptek 2014
Senin 15 Desember 2014
Presiden RI Joko Widodo Hadiri Puncak Peringatan Hari Nusantara 2014
Senin 15 Desember 2014
Menristekdikti Resmikan Desa Inovasi Nelayan
[ Berita lainnya ]