Ristek Headline |
Selasa 27 Januari 2015
 
 

Ristek TV
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 23 Januari 2015
Peluncuran Gerakan Bugar dengan Jamu

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Jumat 02 Oktober 2009
NTB Bumi Sejuta Sapi (NTB BSS) Upaya Mensejahterakan Masyarakat di Nusa Tenggara Barat
Print PDF Facebook Twitter Email

NTB Bumi Sejuta Sapi atau NTB BSS, menjadi  program unggulan dalam  pembangunan ekonomi  dalam upaya mensejahterakan rakyat di Provinsi Nusa Tenggra Barat  dalam lima tahun kedepan (2009 - 2013).  NTB BSS diharapkan dapat mendorong swasembada daging nasional, juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB. Program sejuta sapi memiliki nilai strategis, selain kontribusi swasembada pangan/daging, meningkatkan  pendapatan peternak sekitar 1,1 trilyun,  menyerap tenaga kerja sekitar 344.000 orang, produksi kulit sebanyak 60.250 lembar, potensi pupuk 5,02 ton juga nilai finansial sebesar Rp 6,5 trilyun. Sebagai ilustrasi jika dibandingkan dengan pendapatan daerah dari tambang emas  PT Newmount hanya Rp 140 milyar per tahun dan hanya menyerap 20.000 tenaga kerja. Sebagian besar masyarakat, beternak sapi menjadi andalan sebagai usaha pokok keluarga. Guna mewujudkan tercapainya Progran Bumi Sejuta Sapi di NTB, Gubernur dan Wakil Gubernur bersama seluruh Bupati sepakat dan berkomitmen untuk mensukseskan. Kegiatan NTB BSS merupakan gerakan terobosan dalam pengembangan peternakan sapi,  untuk mempercepat proses pelaksanaan didukung  dengan Pusat Pengembangan Agribisnis Peternakan “Lar-Limung” di Kabupaten Sumbawa. Demikian disampaikan oleh Wagub NTB Badrul Munir selaku Tim Penanggung Jawab  Program Bumi Sejuta Sapi di NTB. Lebih lanjut disampaikan pula bahwa untuk percepatan pengembangan dan peningkatan populasi sapi, dilakukan pemberdayaan sumber daya lokal budidaya tanaman sorgum sebagai bahan kebutuhan dan sediaan pakan sapi yang berkelanjutan.

Dipaparkan pula bahwa potensi dan modal dasar yang dimiliki NTB dalam mendukung Program Bumi Sejuta Sapi, antara lain tersediannya areal/lahan penggembalaan yang cukup luas sekitar 1007 Ha di Sumbawa, budaya  masyarakat sebagai peternak,  pusat pemurnian sapi bali,  wilayah bebas kawasan penyakit hewan menular dan  sentra bibit untuk memenuhi beberapa daerah antara lain Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera memberikan gambaran bahwa pengembangan sapi layak untuk dilakukan secara berkesinambungan, demikian penyampaian  Tim dari NTB dalam acara diskusi terbatas yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Program Riptek, Kementerian Negara Riset dan Teknologi pada hari Selasa tanggal 29 September 2009 yang dihadiri oleh Staf Ahli Menteri  Ristek Bidang Pangan dan Kesehatan, Asdep Urusan Program Riptek Daerah, Program Unggulan Strategis, Perkembangan Rekayasa,  Sistem Jaringan Iptek, Program Riptek Nasional,  Perkembangan Rekayasa, dan Perkembangan ilmu Hayati serta beberapa Kepala Pusat dan Balai dari BATAN, LIPI dan BPPT. 

Selanjutnya dalam pengarahannya,  Deputi Bidang Program Riptek Teguh Rahardjo menyampaikan bahwa untuk lebih fokus dan efektif dalam koordinasi dan pelaksanaan kerjasama  Program Bumi Sejuta Sapi di NTB, perlu dilakukan survey dan identifikasi lapangan sehingga dukungan institusi yang terlibat sesuai dengan  peran dan kompetensi masing–masing (tidak overlaping). Disampaikan pula beberapa hasil litbang LPND dapat dimanfaatkan untuk mendukung program NTB Bumi Sejuta Sapi  seperti teknologi penyediaan air untuk kebutuhan sapi (misal kincir angin),  membuat bank sement, teknologi pengolahan kotoran sapi menjadi biogas dan teknologi produksi etanol biji sorgum.
   
Dalam kesempatan  diskusi terjadi dialog bahwa beberapa LPND seperti LIPI dan BPPT sudah pernah melakukan kerjasama dengan Pemprov NTB dan hal ini perlu dilakukan revitalisasi kembali untuk lebih meningkatkan kerjasama dengan daerah.

Acara pertemuan/diskusi terbatas menghasilkan kesepakatan bahwa KNRT  akan  segera membentuk Tim yang terdiri dari wakil KNRT dan LPND yang akan berkolaborasi dengan Tim yang dibentuk Pemprov NTB  untuk memetakan dan menetapkan langkah rencana tindak dan peran masing–masing yang akan dilakukan secara konkrit  guna mendukung merealisasi NTB Bumi Sejuta Sapi. (Deputi Bid Program Riptek/Asdep PRD/ humasristek)



Jumat 23 Januari 2015
Peluncuran Gerakan Bugar dengan Jamu
Senin 19 Januari 2015
Penandatanganan Nota Kesepahaman Penegerian Universitas Andi Djemma
Sabtu 17 Januari 2015
Kunjungan Menristekdikti ke Politeknik Negeri Jember
Sabtu 17 Januari 2015
Menristekdikti Kunjungi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao
Sabtu 17 Januari 2015
Menristekdikti Kunjungi Universitas Jember
Jumat 16 Januari 2015
Menristekdikti Terima Audiensi Walikota Tangsel tentang Penyelenggaraan TGIF 2016
Kamis 15 Januari 2015
Menristekdikti Luncurkan SNMPTN 2015
Rabu 14 Januari 2015
Menristekdikti Hadiri Pengambilan Sumpah Jabatan Ketua dan Wakil Ketua MK
Jumat 09 Januari 2015
Menristekdikti Kunjungi Lembaga Biologi Molekuler Eijkman
Kamis 08 Januari 2015
Mendorong Perguruan Tinggi Dalam Rangka Menghadapi MEA
[ Berita lainnya ]